Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
7. Hutang


__ADS_3

...Happy reading...


"Maaf tuan Erfan" ucapnya dalam hati menangis, setelah ini Helena yakin riwayatnya akan tamat.


"Lihat apa. Kami ini sepasang kekasih, pergi sana!" ucapnya dengan tatapan sinis pada pasangan kencannya agar pergi.


Setelah pasangan kencannya keluar dari  restoran Helena segera melepaskan pelukan pada lelaki bernama Erfan itu dengan canggung.


"Hmm. Maaf saya tuan Erfan, saya tidak bermaksud menjadikan anda sebagai tameng, saya hanya ingin mempermainkan dia tidak tau bahwa anda ada disini jadi saya terpaksa," kata Helena cepat tidak memberi ruang untuk Erfan berbicara, ia merasa dirinya akan tamat


"Baiklah " Erfan masih memegang pipinya yang terasa panas.


Erfan pun kembali ke mejanya untuk mengambil laptopnya tapi tangannya kembali ditarik oleh perempuan tadi.


"Ada apa?"Kata Erfan dengan nada dingin bahkan tidak melihat wajah wanita menyebalkan ini.


"Tolong bantu aku membayar semua makanan ini " Erfan menatapnya jengah bagaimana bisa ada wanita tidak tahu malu seperti ini pada zaman modern, dia yang pesan orang lain yang bayar


"Baik, tapi kau harus memakan semua ini " jawabnya menatap semua makanan yang memenuhi meja.


Helena mengangguk dengan semangat rupanya masih ada orang baik di keluarga Zergano contohnya saja tentu Erfan Zergano.Ia akan berbaik sangka sekarang pada pria yang sudah diberi julukan 'jodohku'.


Helena makan semua makanan dengan lahap ia sesekali melirik Erfan yang sibuk dengan laptopnya terlihat sangat tampan dimata Helena yang sudah mengolongkan Erfan pada lelaki tertampan yang pernah dilihat.


Erfan juga sesekali melihat Helena yang makan bahkan tidak ada sisi keanggunan sedikit pun saat makan membuat dia tidak mau memperdulikan keberadaan Helena ia sangat sibuk dengan laptopnya karena sangat banyak pekerjaan untuk diselesaikan.


30 menit kemudian Helena sudah menghabiskan semua makanan tidak bersisa, dia sedang memegang perutnya karena kekenyangan.


"Tuan Erfan, aku sudah menghabiskan semua makanan ini, terima kasih traktirannya." Helena tersenyum manis pada penyelamat nya.


"Ya " balasnya dengan tatapan masih pada laptopnya mencari siapa sebenarnya wanita didepannya ini.


"Terima kasih kalau begitu aku pamit." Pamit Helena dengan senyum mengembangkan menampilkan deretan giginya

__ADS_1


Satu langkah...


Dua langkah...


Tiga langkah...


Baru ingin meneruskan langkah ke empatnya Helena seperti terpaku tidak bisa melanjutkan langkahnya. Dilirik kebelakang, Erfan menarik kerah bajunya hingga ia bergelantungan. Seperti kucing!


"Kau mau kemana?"Tanya Erfan dingin dengan wajah terlihat menakutkan


Helena terkekeh "Tentunya mau pulang "jawabnya dengan kekehan pelan


"Hutang belum kau bayar, hutang fisikku yang kau sentuh dan juga hutang uang yang kau habiskan untuk makanan ini, harus dibayar!" Erfan menekankan disetiap kata termasuk kata 'dibayar!'


Helena langsung mengubah ekspresi polos tidak bersalah. "Aku bayar dengan apa, aku tidak punya uang," kilahnya


"Waktu membayar hutang mu dimulai dari sekarang hingga tiga bulan yang akan datang!"


"Kau hanya punya dua pilihan pertama bayar hutang dengan kemampuan mu atau dengan...." Erfan melihat Helena dari ujung kaki hingga kepala berulang


"Beraninya kau melecehkan wanita didepan umum!" Helena berteriak kesal seraya menutup bagian atas tubuhnya


"Sepertinya kau tidak punya kemampuan apa pun selain tubuhmu," ejek Erfan meremehkannya


"Ya aku bayar dengan kemampuanku, aku janji!" Helena mengangkat tangan berjanji


"Helena Queenzira, umur 24 tahun, tinggi 163 cm, seorang lulusan universitas ternama dengan nilai cumbloude dengan gelar s2 benar?" tebak Erfan


"I..iya"jawabnya terbata. "Tunggu dari mana kau tau namaku!" Helena seakan baru sadar


"Kau tidak perlu tau!, jalan!" titahnya


"Tapi bagaimana ini aku tidak bisa jalan?"

__ADS_1


"Kalau begitu tidak perlu jalan" Erfan menarik Helena berjalan cepat mengikuti langkah besarnya.


"Hey pelan sedikit!" Keluh Helena kesusahan berjalan mengikuti langkah nya dengan paksa


Erfan melemparkan Helena masuk kedalam mobil membuat Helena beringsut kebelakang karena ketakutan.


"Apa yang akan kau lakukan?" Helena bahkan menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya


Erfan merenggangkan dasi karena merasa tercekik karena panas dan ia duduk santai  disebelah Helena


"Jalan!" titahnya sopir pun menjalankan Mobil meninggalkan restoran


"ikut denganku!"


"Kemana kau membawaku pergi?"


"Tebaklah!" balasnya dengan melepas jam tangan


Helena menatap lelaki didepannya dengan curiga, orang ini pasti mengira dia adalah pedofil yang ingin melecehkan wanita dibawah umur seperti Helena eh Helena kan sudah berumur 24 tahun.


Helena memutar otaknya untuk mencari ide yang bagus agar bisa digunakan disaat seperti ini


"Lepaskan aku,  atau aku akan loncat dari mobil ini!" ancam Helena ingin membuka pintu mobil.


"Loncat saja mobil dibelakang menunggu mu untuk ditabrak," ucapnya santai


Helena melihat kebelakang benar saja banyak mobil yang ada di sana dengan kecepatan hampir sama dengan mobil yang dinaikki nya


"Tolong orang ini menculik ku.. tolong !" Teriak Helena tiba-tiba tentu saja orang tidak ada yang mendengar.


"Diam!"


*****

__ADS_1


__ADS_2