
...Happy reading...
Setelah selesai makan malam bersama dan menemani Luna bermain di ruang tamu dengan beberapa mainannya, tapi terlihat Luna beberapa kali menguap padahal jam baru menunjukkan pukul delapan malam.
"Luna ngantuk ya, Kalau begitu ini habiskan susunya dulu." Helena menyerahkan susu hangat untuk Luna minum
"Terima kasih Ma." Luna dengan patuh meraih gelas dan meminum semua susu didalam gelas hingga tidak bersisa lagi.
"Sudah!" Luna memberikan kembali gelas yang telah kosong pada sang ibu
"Anak pintar ayo kita tidur." ajak Helena ingin membawa Luna kedalam kamarnya.
"Sayang bagaimana denganku?" Erfan meraih tangan Helena dan mengayunkan pelan dengan manja, apa apaan pria ini.
"Nanti aku menyusulmu Kak, tunggu aku." Helena tersenyum simpul dan kembali melangkah membawa Luna kedalam kamarnya karena sudah waktunya tidur.
Luna naik ke tempat tidur setelah membasuh wajah dan kakinya sementara Helena menyelimutinya hingga batas dada dan mulai Helena membacakan dogeng sebelum tidur untuk Luna seperti biasanya.
Pada suatu hari....
Helena menceritakan cerita yang biasa di ceritakan pada anak sebelum tidur, yang tentu cerita mendidik tentang kebaikan.
__ADS_1
"Jadi begitulah ceritanya, selamat tidur sayang akhirnya." Helena mengakhiri dengan senyum melihat mata putrinya akan terpejam.
"Apa semuanya berakhir bahagia Ma?" tanya Luna memastikan dengan senyum
"Tentu saja sayang, selamat malam tidur yang nyenyak ya." Helena mengusap puncak kepalanya agar Luna cepat tertidur
"Mama temani Luna tidur ya." pintanya menggenggam tangan Ibunya erat
"Baiklah tidurlah sayang."
Helena pun ikut merebahkan tubuh di samping putri dan tidur bersamanya. seolah tidak mengingat suaminya yang sedang menunggunya dengan gelisah.
"Mimpi indah sayang!" Helena mengecup di puncak kepala Luna dengan lembut dan mulai memejamkan matanya.
"Aah dimana dia kenapa belum datang juga!" Erfan sedari tadi berguling ke kanan dan kiri sangat lama rasanya menunggu kedatangan istrinya
Benar saja saat melirik jam sudah hampir jam setengah 10 malam, Luna bukanlah anak yang rewel, jadi tidurnya pun cepat karena anaknya itu patuh. Erfan menyugar rambutnya sendiri, karena kesal.
"Entah dimana dia sekarang, dia benar-benar membuatku kesal!" Akhirnya Erfan bangkit dari tidurnya menemukan berjalan keluar dari kamar ingin mencari keberadaan istrinya yang entah berada di mana padahal sudah malam begini.
Tujuan utama Erfan adalah dapur mungkin saja Helena berada di sana untuk menghindari dirinya karena belum terbiasa, itupun hanya mungkin.
__ADS_1
"Kemana dia kenapa di dapur tidak ada juga?" tanya Erfan bermonolog dengan matanya terus melirik sana sini.
"Awas saja jika aku menemukanmu nanti!" geramnya kemudian mencari Helena kesegala penjuru rumah hingga akhirnya menemukannya di kamar Luna
"Yang benar saja kau lebih memilih tidur dengan putriku dari pada denganku?" Erfan berkacak pinggang didepan keduanya yang sudah tertidur dengan begitu nyenyaknya
"Lihatlah bagaimana caraku memberimu pelajaran sekarang!" Erfan menghampiri Helena yang tertidur begitu nyenyak di sebelah Luna, Erfan mengangkat tubuh istrinya dan membawa kedalam kamar mereka.
hal itu tidak membuat tidur Helena terusik sama sekali malah memeluk tubuh Erfan yang terasa begitu nyaman
"Kau benar-benar keterlaluan beraninya kau mengabaikanku di malam kedua kita."
Seketika senyum licik menghiasi bibir Erfan, ia membawa Helena kedalam kamar mereka, memulai aksinya dengan merebahkan tubuh Helena dan membuka tiga kancing atas piyama yang dipakai istrinya
"Aku tau kau lelah sayang jadi jangan salahkan aku jika candu dengan semua yang ada padamu."
Erfan mendaratkan kecupan di bahu Helena sebagai pembukaan dari aksinya kali ini.
Kalian pikirkan kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Erfan pada istrinya itu
...~Tamat~...
__ADS_1
...*****...
Minal aidil wal faizin mohon maaf lahir batin. selamat hari raya Idul Fitri 1444 H.