
...Happy reading...
Sementara itu Helena sudah membuat janji bertemu dengan Aliza di sebuah taman tidak jauh dari tempat tinggal baru Aliz, ia mengusap tangan menghalau udara dingin karena hujan semalam.
Sudah 15 menit lamanya Helena menunggu tapi Aliza tidak kunjung datang entah kemana perginya hingga Helena sudah menunggu dalam waktu lama tapi batang hidungnya belum terlihat.
"Lena!" suara panggilan namanya terdengar begitu akrab, Helena langsung menoleh kearah suara itu yang ternyata Aliza berlari ke arah Helena yang terlihat sedang memeluk dirinya sendiri
"Zaa kenapa lama banget datangnya sih?" Helena masih memeluk tubuhnya sendiri hingga Aliza duduk di sebelahnya.
"Macet tadi!" Kilah Aliza asal memeluk sahabatnya itu.
"Ini tidak jauh dari apartemenmu kau bisa berlari tanpa perlu naik taksi!" cibir Helena Kesal ia ingin bertemu disini untuk menceritakan semuanya atau dirinya akan langsung menyusul Aliza ke tempat tinggalnya "Lagian ini masih pagi mana mungkin macet, dasar pembohong."Helena mencebik dan kembali duduk di tempat duduknya tadi
"Oke lupakan, kenapa kau datang kesini pagi-pagi sekali? Dan kenapa kau membawa koper segala, apa jangan-jangan kau...."
"Jangan berpikir macam-macam tentangku, aku sudah bilang semalam aku hanya perlu bantuan Zaa, untuk beberapa hari saja." ucap Helena membalas memeluknya
"Ooh kukira apa, jadi kau mau tinggal bersamaku begitu?" tebak Aliza membuat Helena mengangguk kecil
__ADS_1
"Ya begitulah!" balasnya tersenyum manis
"Aaa akhirnya aku bisa tinggal bersama denganmu lagi, tentu saja boleh, ayo kita pulang!" Aliza mengajak Helena untuk pulang dengan dirinya, ke apartemen membantu menarik kopernya juga.
Sepanjang perjalanan Helena menceritakan semuanya dari kedatangan ibunya Erfan yang membuat dirinya harus pergi dan juga kegundahan hatinya karena meninggalkan Luna begitu saja tanpa pamit.
"Jadi itu alasan kau ada bisa disini? Apa bosmu tidak menghentikanmu?"
"Hemm, semalam dia tidak mengizinkanku pergi mungkin jika hari ini aku bertemu dengannya maka aku beneran tidak akan pergi Zaa." Helena memeluk lengan sahabatnya itu masih terus menyusuri jalan setapak.
"Hah! yang sabar Helena aku akan selalu mendukungmu, dan berjuang bersamamu juga." Mereka sudah memasuki lobi apartemen, Aliza dan Helena berjalan beriringan masuk kedalam lift. Aliza menekan tombol lantai apartemennya.
Aliza membantu Helena menarik kopernya hingga sampai di depan pintu apartemennya yang ditinggali bersama Anton.
"Masuk Helena mungkin agak berantakan , Aliza membuka pintu Apartemen itu perlahan." Aliza membuka pintu setelah menekan password terlihat ya memang agak berantakan sih dan Helena yakin pelakunya adalah sahabatnya Aliza.
"Itu kamar kak Anton dan ini kamarku!" Aliza membuka pintu kamarnya perlahn seraya melihat Helena yang tiba-tiba melonggo ditempatnya.
"Hay ada apa ayo masuk!" ajak Aliza menarik koper Helena dan menarik tangannya tapi Helena tidak mau bergerak sedikitpun.
__ADS_1
"Itu apa kau tidak salah? I-itu!" tunjuk Helena Kedalam kamar sontak saja Aliza pun ikut menoleh dan ternyata terlihat Anton masih tertidur nyenyak di tempat tidurnya
"Hehe tidak mungkin aku salah kamar aaa kenapa Anton ada di kamarku!" teriak Aliza kesal wajahnya memerah karena malu.
"Ada apa denganmu Liza, kenapa berteriak tidurlah sebentar lagi!" gumamnya mengeliat pelan dan memeluk selimut erat tidak mau membuka matanya
"Oh ya ampun yang benar saja Zaa, kalian tidur bersama?" terka Helena membuat wajah Aliza merah padam
"Tidak seperti yang kau pikirkan Lena?" ucap Aliza sedikit berteriak mengurangi kegugupannya karena tidak mau Helena berfikir macam-macam tentangnya
"Mana Helena, Helena!" seketika Anton bangkit begitu mendengar nama Helena betapa terkejut Helena melihat Anton bertelanjang dada, begitu pun Anton yang mengetahui bahwa Helena memang ada di sini sedang menahan tawa
"Pagi kak!" sapa Helena menahan senyum melihat kedua orang ini yang terlihat begitu gugup dengan wajah memerah.
"A-aku pasti salah masuk kamar tadi!" ucapnya gugup, bangkit dari tempat tidur, Anton meraih kemejanya yang tergeletak di lantai dan berlari keluar dari kamar Aliza kembali masuk kedalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Aliza
"Itu bukan seperti yang kau pikirkan, percayalah!" Aliza meyakinkan sahabatnya bahwa tidak terjadi apapun diantara mereka.
"Hmm baiklah aku percaya padamu Zaa." ucap Helena masih menahan senyum agar tidak tertawa, ekspresi mereka berdua sangat Lucu sekali
__ADS_1
*****