Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
126. Malam Pertama ( part 2)


__ADS_3

...Happy reading...


"Aa apa yang baru saja terjadi kenapa aku mengeluarkan suara seperti itu!" Helena berjongkok seraya menutupi telinganya sendiri karena mendengar suara yang tidak-tidak.


Sekarang Helena meruntuki kebodohan sendiri bukannya berteriak karena sakit dirinya malah ******** seperti tadi, benar-benar memalukan ingin rasanya bersembunyi saja.


"Bodoh, bodoh kamu Helena!" Helena memukul kepalanya sendiri, yang terasa sakit membayangkan tingkahnya yang bodoh.


"Tapi aku harus terlihat rapi kan jika kak Erfan keluar nanti." Helena kembali bangkit merapikan rambutnya dan kemeja yang dikenakan yang barusan di acak-acakan.


"Aah tapi aku malu sekali!" rasa malu kembali menghampirinya Helena melompat meringkuk diatas sofa, ia benar-benar merasa malu hingga tidak mau menampakkan wajahnya yang ditutup dengan bantal sofa.


"Tapi inikan malam pertama masa sih aku bersembunyi seperti ini?" ucapnya setelah beberapa saat kesadaran kembali pulih.


"Tidak bisa seperti ini, kau sudah dewasa Helena jangan takut seperti anak kecil!" Helena yang asik dengan perang batinnya tidak menyadari bahwa Erfan sudah keluar dari kamar mandi


"Oh jadi istriku ini sudah sangat dewasa ya? jadi tidak ada alasan bagimu menolakku malam ini." Erfan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Helena yang membuatnya terkejut hampir saja melompat jika tidak dipeluk oleh suaminya.


"Kak kau sudah selesai??" Pertanyaan bodoh macam apa yang kau tanyakan sih Helena!

__ADS_1


Helena benar-benar merasa bodoh sekarang, hatinya bergemuruh hebat hanya dengan pelukan dari Erfan saja.


"Seperti yang kau lihat." balas Erfan mendaratkan sebuah kecupan di pipi kanan Helena yang masih terlihat kaku, bahkan tubuhnya kembali gemetar hebat.


"Hehe kalau begitu ganti saja bajumu bukankah kita harus tidur malam sudah sangat larut." tolak Helena berusaha menyelamatkan dirinya sendiri malam ini setidaknya sampai kegugupannya hilang.


"Kau tidak berpikir aku akan membiarkanmu tidur kan?" tanya Erfan yang membuat Helena berpikir untuk beberapa saat berusaha me-loading maksud dari perkataan Erfan.


"Hah?" Setelah berpikir rasanya juga tidak berguna karena pikirannya bahkan tidak bisa berfikir dengan jernih sekarang.


Erfan membalikkan tubuh Helena hingga mereka saling berhadapan dengan wajah begitu dekatnya, Erfan mengangkat dagu Helena, kemudian Erfan memiringkan kepalanya mengecup bibir istrinya dengan lembut.


"Kau sudah sudah siap kan?" Erfan kembali bertanya, kegugupan istrinya begitu terlihat sangat jelas walau sebenarnya dia berusaha menyembunyikannya.


"Bagus kalau begitu." Erfan kembali mengecup bibir Helena pelan perlahan menjadi ******* hingga begitu lama penuh penghayatan sampai napas keduanya memburu.


Erfan menggendong Helena kearah tempat tidur yang bunganya bertaburan tak beraturan, ia merebahkan tubuh istrinya dengan lembut pula, memperlakukan dengan selembut mungkin.


"Malam ini yang pertama bagiku dan juga bagimu jadi tenang sayang percaya padaku."

__ADS_1


Helena melihat bola mata suaminya, sebenarnya ia takut tapi entah kenapa ia malah mengangguk kaku, tubuhnya benar-benar mengkhianati dirinya


Dengan tangan bertautan Erfan mengecup kening, turun ke hidung, serta di kedua pipinya berakhir di bibir istrinya


Mereka menghabiskan malam dengan bermandikan peluh hingga mereka mencapai puncak bersama.


Penutup


Pagi harinya...


Helena meringkuk memeluk selimut yang membalut tubuhnya, matanya begitu berat rasanya untuk sekedar terbuka.


Semalam bahkan tidak ada waktu untuk dirinya tidur karena Erfan begitu menikmati hal yang mereka lakukan hingga berhenti saat matahari sudah terbit.


Erfan hanya melihatnya dengan senyuman yang terus menghiasi bibirnya sesekali diusap punggung Helena yang terlihat jelas tanda yang dibuat olehnya


"Aaa jangan lagi, kenapa aku menginginkannya lagi!" geram Erfan memilih bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi


Erfan merasa kesal pada dirinya sendiri bisa-bisanya menginginkan Helena padahal melakukannya berkali-kali semalam, sekarang meruntuki kebodohan karena terus menuruti hawa nafsunya sendiri.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu Erfan, jangan lupa istrimu pasti kelelahan." Erfan memilih merendam dalam air dingin menahan gejolak yang bisa membuatnya gila.


...****...


__ADS_2