Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
124.Akhirnya


__ADS_3

...Happy reading ...


Satu bulan kemudian..


Helena sedang berada di ruang riasnya didampingi oleh Aliza dan juga Mona dan tidak lupa juga Della yang ternyata adalah pacar baru Deon, entah bagaimana ceritanya hingga mereka bersama.


"Wah wah, pengantin kita sangat cantik, tapi kenapa pengantin pria belum menjemputnya juga?" ucap Aliza melihat wajah Helena dari pantulan cermin.


"Kau tidak tau? pengantin wanita akan turun jika pengantin pria sudah mengucapkan ijab kabul." timpal Mona yang juga sedang berdandan didepan cermin.


"Kalau begitu aku akan turun melihat keadaan, mungkin saja pengantin pria gugup hingga tidak bisa berkata-kata." ucap Della malah membuat mereka yang berada di ruangan itu ikut tergelak termasuk Helena.


"Haha, benar itu, cepat turun dan jangan lupa rekam videonya dan kirim pada kami oke." balas Aliza lalu duduk merapikan dandanannya juga, jujur saja dirinya tidak pernah berdandan seperti ini.


"oke sipp deh!" Della keluar dari ruangan rias Helena dan turun kebawah melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi hingga begitu lamanya.


Terlihat semua hadirin sudah hadir dipernikahan ini dan Erfan juga sudah duduk di depan penghulu walaupun sangat terlihat kegugupannya dengan beberapa kali menegak minumannya. Lalu Della kesalahan satu sudut ingin bertanya pada Deon


"Dee ada apa kenapa acaranya belum dimulai?" tanya Della mengenggam tangan pacarnya.


"Eh, Ternyata kau sayang, itu Keluarga Helena belum ada yang datang, coba kamu tanya padanya dimana mereka?"


"Bagaimana bisa bukannya mereka juga mendapatkan undangan?"


"Entahlah, aku juga tidak tau cepat tanyakan pada Helena, atau pernikahan ini bisa batal nanti."


"Oh oke!" Della pun pergi ke salah satu sudut yang sepi untuk bicara dengan Helena melalui ponselnya.

__ADS_1


"Halo Helena!"


"Iya ada apa Dell?"


"Coba kamu hubungi keluargamu kenapa mereka belum datang juga!"


Helena terdiam, dirinya sudah menduga bahwa ibunya tidak akan suka pada Erfan karena hanya anak angkat keluarga Zergano yang tidak ada hak apapun, mungkin ini sebabnya mereka tidak datang


Walau dirinya sudah berdamai dengan keluarganya saat mengantar undangan pernikahan, dan meminta restu. Tapi Helena bisa melihat jika ibunya memang tidak suka dengan kehadiran Erfan.


"Katakan pada Erfan jika dalam 10 menit keluargaku tidak datang mulai saja pernikahannya dan anggap saja aku tidak pernah punya keluarga seperti mereka." Helena berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh, kali ini dirinya benar-benar merasa kecewa pada Ibunya sendiri, mungkin begini lebih baik.


"Helena...."


"Sudahlah Della restu Ayahku yang sudah tiada lebih dari cukup untukku menikahinya hari ini." ucap Helena berusaha tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin.


"Terima kasih!" ucap Helena melirik temannya yang tetap mendampinginya di saat seperti ini.


Benar saja keluarga Helena tidak ada yang hadir hingga Erfan selesai mengucapkan ijab kabul didepan semua orang, walau sebenarnya hati Helena berdenyut nyeri tetap saja dia harus menyunggingkan senyum pada semua orang.


Akhirnya mereka sah dalam ikatan suci pernikahan menjadi sepasang suami istri.


"Yeah Ayah dan Mama akhirnya menikah, apa sekarang boleh minta adik?" seru Luna kegirangan memeluk ayahnya dengan senyum gembira.


"Luna!" Helena menekankan perkataannya karena tidak mau ucapan Luna didengar oleh banyak orang.


Erfan yang tau jika Helena tidak baik-baik saja malah bekerja sama dengan putrinya mengerjai Helena.

__ADS_1


"Sayang jangan seperti itu, ibumu bisa malu lihat pipinya memerah." Erfan menunjuk pipi Helena yang memerah menahan malu


"Hehe lucu sekali seperti boneka barbie."


"Benar adikmu pasti akan lebih cantik lagi nantinya." Erfan mengulum senyum


"Kak hentikan!" Helena mencubit pinggang Erfan karena gemas, bagaimana dia bisa bicara hal beginian didepan banyak orang. Helena menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena sangking malunya.


Erfan dan Luna serentak tergelak dengan tingkah Helena. benar-benar lucu.


Terlihat Aliza berlari kearah pelaminan tempat mereka berada dan langsung menyentuh bahu Helena. "Helena, Helena ada berita menggemparkan!" ucapnya terburu-buru


"Ada apa sih Zaa, jangan bikin takut deh!" Helena yang sedang duduk langsung berdiri begitu pun Erfan yang menggendong Luna.


"I-itu keluargamu.."


"Iya ada apa dengan mereka ada apa Zaa?"


"Mereka ada di sini, bahkan Keysa dan Zaren juga ada di sini!" ucapnya dengan mata berbinar bahagia untuk sahabatnya ini.


"Benarkah?" tanya Helena seakan tidak percaya jika keluargannya akan datang.


"Ini benar Helena." Aliza tersenyum seraya mengangguk cepat.


"Kak, akhirnya mereka datang!" Helena memeluk tubuh suaminya dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Erfan ikut tersenyum juga.


"Mama jangan menangis nanti jadi jelek tau!" Luna mengusap air mata yang belum sempat membasahi pipi mama nya.

__ADS_1


...****...


__ADS_2