Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
43. Satu saja


__ADS_3

...Happy reading...


Helena memeluk dirinya sendiri saat masuk kedalam sana, ini pertama kalinya ia masuk ke tempat seperti ini, tubuhnya tiba-tiba meremang melihat beberapa pasangan saling bercumbu di pintu masuk.


Ya ampun mataku benar-benar ternodai karena ulah si Erfan gondrong!


Takut takut Helena berjalan cepat hingga sampai pada meja yang ditempati seorang bartender sedang meracik minuman


"Maaf pak apa ada yang namanya tuan Renzo di sini?" tanya Helena dengan sedikit berteriak karena dentuman musik yang terdengar diseluruh penjuru tempat ini 


"Kau sudah berbuat janji?" Tanyanya


"Sudah, atas nama perusahaan ZG," jawab Helena seraya mengangguk


"Owh perusahaan ZG grup, tuan Renzo sedang menunggu Anda," timpal seorang wanita dengan gaun seksi dan dandanan yang mendukung pula.


"Ayo, silahkan lewat sini adek manis." Ajak wanita itu mencoba meraih tangan Helena tapi dengan cepat ia menghindar.


Perempuan itu berjalan mendahului Helena dengan berlenggak lenggok yang membuat mata para lelaki yang melihat pasti tergoda.


Tokk.. tok...


"Permisi tuan Renzo, ada adek manis yang mencari anda. Katanya dari perusahaan ZG grup,"  ucap wanita itu mendayu-dayu.


"Suruh dia masuk!" Pria didalam menyuruh tamunya masuk


Helena dipersilahkan masuk tapi belum apa-apa matanya kembali ternodai oleh percumbuan panas mereka. Helena cepat-cepat  menunduk seraya memeluk kontrak yang dipegang.


"Sudah dulu ada tamu beib," tolak pria itu menghentikan aksi panasnya dengan perempuannya masih berada di pangkuannya.

__ADS_1


"Sayaangg!!" Ucap wanita itu manja tidak berniat turun dari pangkuan pria yang diketahui bernama Renzo.


"Silahkan duduk!" Pintanya Helena menoleh sekilas rupanya Tuan Renzo ini terlihat tampan dan matang.


"Jadi ada keperluan apa Tuan... datang kesini?"


"Levi, dari perusahaan ZG bisakah kita bicara tentang bisnis!" Helena mengulurkan tangan memperkenalkan dirinya.


"Of course!"


Helena mulai menjelaskan tentang bisnis yang akan dijalankan melalui kerja sama kedua perusahaan yang akan memberi untung bagi kedua perusahaan.


"Silahkan baca dan tanda tangani jika anda setuju tuan Renzo," ucap Helena setelah menjelaskan panjang lebar


"Seperti ada beberapa hal yang akan saya periksa, memastikan tidak ada kesalahan."  Ucapnya membolak baliknya lembar kertas itu


"Beib tolong tuangkan minuman untuk tuan Levi," pinta


"Atau saya pesan sesuatu untuk Anda?" tawarnya lagi


"Tidak perlu Tuan Renzo, merepotkan!"


"Bagaimana bisa merepotkan, begini saja minum satu gelas minuman, setelah itu baru saya tanda tangani kontrak ini, bagaimana?"tawarnya


"Tapi tuan...." Helena ingin menolak tapi ia tetap harus mendapatkan tanda tangannya juga sekarang atau pun nanti.


"Ayolah satu gelas saja tidak akan terjadi apa-apa," ucapnya ramah tapi sayangnya Helena tidak melihat tatapan licik itu darinya.


"Baiklah!" Jawab Helena ragu

__ADS_1


Wanita yang disuruh itu berjalan kearah Helena dengan senyum nakal khas wanita ****** Pada umumnya.  Helena tidak tau tentang minuman ini tapi terlihat mahal dan berkelas.


Ragu-ragu Helena mengangkat gelas kecil yang sudah dituangkan minuman untuknya


Ya ampun bagaimana ini, jika aku minum pasti akan ada sesuatu yang terjadi, tapi jika tidak kerja sama akan batal, tolong aku!


Helena melirik Pria tampan bernama Renzo itu tapi ia malah tersenyum manis seakan menyuruh Helena meminum minuman itu.


Ck bodoh kamu Helena jelas-jelas penampilanmu seperti pria apa yang kau takutkan


Dengan pikiran yang sudah yakin Helena meneguk satu gelas kecil itu hingga tidak bersisa


Uhukk uhukk...


"Maaf tuan aku tidak terbiasa," Helena menyeka bibirnya karena sisa minuman.


"No problem, ini kontraknya, senang bisa bekerja dengan Anda, Tuan Levi!" Renzo berjalan mendekatinya seraya mengulurkan tangan dengan senyum ramah


"Senang bekerja sama dengan Anda," balas Helena menjabat tangannya balas tersenyum m


Renzo yang melihat tatapan tajam mengarah padanya tersenyum miring seraya menarik pria Kw di hadapannya kedalam pelukan


"Kau seorang perempuan kan?" tanya Renzo berbisik pelan ditelinga Helena seraya melihat pria diluar sana menatap dirinya tajam


"Hah?"


Helena merasa mulai linglung tidak bisa berfikir lagi bahkan mencengkeram lengan Renzo agar tidak terjatuh.


Braakk....

__ADS_1


Suara pintu ruang VVIP itu terbuka secara paksa apalagi kalau bukan ditendang oleh pria yang menatap mereka berdua dengan tajam tadi.


****


__ADS_2