Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
66. Mendadak Insomnia.


__ADS_3

Helena tidak sengaja melihat bunga yang disembunyikan Erfan dibelakang tubuhnya


"I-ini untukmu!" Erfan memberi bunga itu kedalam dekapan Helena sebelum dirinya berlari cepat menuju kamarnya, entah mengapa dia lari begitu saja.


Eh? Kenapa dia memberi aku bunga, ada apa ini! tapi kenapa dia berlari seperti itu? bunga ini untuk apa sih??


Helena senang karena ini pertama kalinya dia diberikan hadiah oleh Erfan berupa bunga yang sangat indah


Tapi ia juga merasa heran kenapa Erfan berlari begitu cepat bahkan dirinya belum mengucapkan terima kasih untuk bunga yang diberikan ini.


"Aaa apa dia malu?" Helena mencium aroma bunga mawar itu terlihat sedikit layu.


Helena memengang pipi tersenyum simpul dengan pipi memerah karena isi pikirannya yang suka menebak sendiri. Parah!


Dengan hati berbunga ia berjalan ke kamarnya menaruh bunga diatas meja rias dengan gelas yang berisi air dan kembali keluar menghangatkan makanan untuk Erfan.


Benar saja setelah Helena sudah selesai menghangatkan makanan Erfan turun dari kamarnya dengan keadaan yang nampak segar karena baru saja selesai mandi


"Kemari aku sudah selesai menghangatkan makanan untukmu." Helena mempersilahkan Erfan duduk karena sudah menghidangkan semua makanan


Erfan mengangguk dan duduk di kursinya seraya mulai memakan hidangan yang dibuat oleh Helena.


Sementara Erfan terus makan dalam diam, Helena yang menemani dirinya makan seraya memandang wajah Lelaki di depannya itu tanpa berkedip dengan senyum mengembang dengan segala isi pikirannya.


Erfan yang ditatap seperti itu memilih mengabaikannya dari pada harus berurusan dengan yang namanya wanita membuat dirinya merinding.


"Apa makanannya enak?" Tanya Helena tanpa mengalihkan pandangan dari wajah tampan didepannya

__ADS_1


"Lumayan!" jawabnya singkat.


"Apa kau suka?"


"Sedikit,"


Helena yang mendengar jawabannya mengerucut bibirnya karena kesal padahal Erfan makan dengan lahap, lelaki ini memang susah memuji seorang perempuan. pikir Helena


"Apa kau sudah makan?" kini Erfan beralih bertanya padanya.


"Sudah aku menemani Luna makan tadi!" Helena tetap tersenyum dan masih setia memandang wajahnya dengan seksama, ia bangkit mendekati kursi Erfan yang sudah menghabiskan semua makanan


"Terima kasih bunganya tadi," Ucap Helena sedikit menunduk


"Ya sama-sama," lagi-lagi Erfan menjawab dengan singkat, entah apa gunanya ia mengirit bicara.


Akhir-akhir ini merasa berbeda dengan dirinya dan juga Erfan, mungkinkah itu Cinta? mungkin saja..


Erfan dengan cuek mengelap tangannya dan menumpuk piring kotor miliknya tanpa disadari Helena menunduk meninggalkan kecupan di pipinya dan berlari masuk kedalam kamarnya


Erfan yang mendapatkan perlakuan dari Helena membuatnya terpaku seraya memegang pipinya, ia melihat punggung Helena hilang masuk kedalam kamarnya


Apa yang dia lakukan? Kenapa jantungku berdebar tidak menentu begini? Berbagai pertanyaan memenuhi pikiran polos Erfan yang sedang menepuk dadanya sendiri yang berdegup dengan tidak wajar.


Erfan terpaku membayangkannya, kenapa perempuan itu bertambah berani dengan dirinya bahkan mencium pipinya.


Selesai mencuci piring sisa makanannya, Erfan masih bingung karena sikap Helena yang sangat berani menurutnya.

__ADS_1


Erfan beralih masuk kedalam kamar Luna melihat putrinya yang sudah tertidur nyenyak, ia mengusap rambutnya pelan, ia lupa tadi bahwa putrinya di rumah menunggunya hingga tertidur, Erfan meninggalkan kecupan di keningnya dan beranjak pergi dari kamar putrinya.


Sekarang disinilah Erfan di dalam kamarnya, sudah dua jam lamanya Erfan bolak balik diatas tempat tidur walau dirinya ingin tidur dua jam lalu karena sudah lelah dari tadi tapi setelah mengingat perlakuan Helena membuat dirinya mendadak insomnia.


Erfan bangkit hingga terduduk di atas tempat tidur dengan wajah kesal, bagaimana tidak Helena seperti menari-nari di benaknya


Kenapa aku terus memikirkannya? aku benar-benar merasa sangat pusing karenanya dan kenapa bibirnya itu terus terbayang di pikiranku!


Erfan menyugar rambutnya frustasi karena Helena seperti menari-nari di pikirannya seperti mengodanya hingga tidak bisa tidur.


"Aku harus membuat perhitungan karena perempuan itu menganggu pikiranku!" Erfan berjalan cepat menuruni tangga sampai didepan kamar Helena, Erfan membuka pintu tanpa mengetuknya, pandangannya menyapu seisi kamarnya tidak melihat perempuan itu


Hingga pandangannya tertuju pada nakas dan meja rasanya dimana terdapat bunga yang diberi tadi ada dalam vas kaca yang membuat sudut bibirnya berkedut menyungingkan senyum entah kenapa dia bahagia karena melihat bunga itu


"Perempuan bodoh!" tanpa sadar Erfan tersenyum, Karena tidak melihat keberadaan Helena dikamarnya Erfan mencarinya didalam semua penjuru rumah


Hingga sampai dikamar anaknya, benar saja Helena ada di dalam kamar putrinya sedang tertidur memeluk Luna.


"Kau enak-enakan tidur disini sementara aku pusing karena tingkah lakumu yang bar-bar!" gerutu Erfan dengan suara pelan mendekati kedua perempuan itu.


Erfan melihat mereka berdua yang tidur dengan nyenyak tangannya terulur mengusap puncak kepala Luna dengan sayang, entah mengapa tangannya juga ingin mengusap rambut Helena yang panjang itu


Benar saja Erfan sangat berani melihatnya tidur, tangannya juga terulur mengusap rambut Helena dengan senyum tipisnya dengan jantung yang tiba-tiba berdegup kencang.


Erfan segera melepas usapan di rambut lembutnya dan berbaring di samping putrinya tanpa butuh waktu lama akhirnya Erfan bisa memejamkan mata hingga tertidur nyenyak bersama mereka.


****

__ADS_1


__ADS_2