Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
102. Rumit


__ADS_3

...Happy reading...


Betapa Anton tidak panik mobilnya dalam keadaan bermasalah bisa-bisa terjadi masalah pada Helena.


"Mobilnya ada kerusakan yang belum sempat aku perbaiki dibengkel dan apa hubungan-" Anton panik perkataannya langsung dipotong oleh Aliza yang bertambah panik juga


"Apa! Nanti aja aku jelasin kak!"


Aliza segera meraih jaket di kamarnya tidak peduli dengan baju tidur yang dipakainya. Melihat itu dengan panik Anton melakukan hal yang sama sepertinya karena reflek.


"Kita mau kemana?" tanyanya sudah memakai sepatu dan jaket untuk menghalau udara dingin diluar, penampilannya sudah rapi.


"Ya ampun kak, jelas-jelas kita harus menyusul Helena, kemana lagi! cepat Helena bisa dalam bahaya!" Aliza menepuk dahinya sendiri


Anton pun meraih kunci motor miliknya lalu keluar disusul oleh Aliza dengan tergesa-gesa


"Jangan lupa kunci pintunya!" ucapnya padahal pintu akan terkunci otomatis jika ditutup.


Mereka berdua berlari kearah lift untuk turun ke lobi. Anton mengambil motor diparkiran diikuti oleh Aliza yang sudah duduk di jok belakang motor, Anton pun melajukan kotornya membelah jalanan malam yang terasa dingin.


"Jadi apa hubungan antara Helena dan Pak Erfan?" tanya Anton memecah keheningan ditengah perjalanan.

__ADS_1


"Hubungan mereka rumit!" Aliza berdesis saat kembali mengingat tentang kedua sejoli itu.


"Rumit bagaimana?"


"Jadi gini Helena bilang pak Erfan nyatain cinta berkali-kali tapi Helena gak bisa menerimanya walau memiliki perasaan yang sama."


"Kenapa gak bisa?" tanya Anton bingung padahal dari cerita Aliza mereka saling mencintai bukan? kenapa tidak bersama.


"Itulah masalah terbesarnya, Nyonya Zergano gak setuju dengan hubungan mereka bahkan dengan terangan mengatakan tidak suka dengan Helena."


"Setelah aku pikir-pikir hubungan mereka benar-benar rumit".


...🌰🌰...


"Oh ya ampun ada apa dengan mobil ini!" Helena yang tidak mengerti tentang mobil hanya melihat ban yang tidak kempes dan mesinnya juga tidak berasap.


"Bagaimana ini jalanan sepi sekali!" Helena melihat sekeliling hanya beberapa mobil yang lewat dengan kecepatan penuh.


"Aaa, sudahlah maaf kak Anton, ini masalah besar jadi aku harus menemui Luna sekarang!"


Helena yang tidak tau mau bagaimana memilih berlari menuju apartemen Erfan yang mungkin tidak jauh lagi sekitar 400 meter menyusuri trotoar.

__ADS_1


Suasana malam yang gelap ditambah suasana mendung meniup angin dingin menusuk tidak membuat Helena menyerah malah terus berlari sedikit membuat tubuhnya menghangat.


Tiba-tiba saja gemuruh terdengar nyaring disusul oleh hujan yang turun membasahi permukaan bumi membuat langkah Helena berhenti sejenak.


"Hujan! Kenapa tiba-tiba sekali seperti ini!" Keluh Helena sempat berhenti kemudian melanjutkan larinya walau hujan terus menguyur dirinya dan jalanan.


15 menit berlari akhirnya akhirnya Helena sampai tepat didepan gedung apartemen Erfan dengan napas terengah-engah, karena lelah, Helena memilih berteduh di pos satpam sebentar.


"Mbak Helena kenapa main hujan segala ini udah malam loh! Nanti sakut." Sapa salah satu petugas keamanan yang memang sudah mengenal Helena.


"Hehe, tadi olahraga pak tapi tiba-tiba hujan begini, saya pamit pamit masuk dulu pak!" kilah Helena memilih masuk walau dengan keadaan basah kuyup.


Helena memeluk dirinya sendiri dengan keadaan basah kuyup tidak menyurutkan niatnya untuk menemui Luna yang sedang sakit. Tubuhnya metasa gemetar karena sesekali angin bertiup menerpanya bahkan wajahnya sudah pucat hingga menggigil..


Helena memencet bel beberapa kali setelah sampai di sana, entahlah mungkin ia lupa dengan password nya sangking dinginnya menusuk tubuhnya.


Cekleek....


Pintu apartemen itu terbuka menampilkan sosok Erfan yang berdiri di ambang pintu melihat keberadaan Helena dengan mata berbinar, Erfan maju dua langkah mendekati Helena.


Greepp...

__ADS_1


"Akhirnya kau kembali !" Erfan memeluk tubuh Helena yang masih basah kuyup tidak peduli dirinya ikut basah juga.,


__ADS_2