Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
9. Ingin bercerai


__ADS_3

...Happy reading ...


Erfan tersenyum tipis melihat tingkah laku gadis kecil ini. Ia memilih pergi kerena ibunya memanggil untuk pulang kerumah keluarga Zergano.


Erfan masuk kedalam mobil mencoba berfikir sebab musabab dirinya dipanggil pulang kerumah itu yang sudah lama tidak dikunjungi.


"Mungkinkah karena foto yang aku kirim?" Erfan tersenyum menang mungkin saja rencananya untuk bercerai dengan Nadin akan menjadi kenyataan


"Kita harus kemana tuan?" tanya supir karena tuannya diam setelah masuk tadi.


"Rumah besar keluarga Zergano," balasnya singkat kembali fokus dengan ponselnya


Supir mengangguk paham mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang untuk keselamatan


Sepanjang perjalanan hanya kesunyian yang menemani karena Erfan memang tidak suka ribut kecuali jika bersama putrinya.


Akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Zergano, Erfan turun terlebih dahulu masuk kedalam rumah.


Tidak ada raut bahagia didalam rumah itu, terasa suram dengan Nadin dan Deon berlutut  dilantai dengan tertunduk.


"Erfan kau datang?" sapa ibu angkatnya ramah tapi berbeda dengan raut wajah kesal ayah angkatnya


"Ya Mama, Ayah ada apa?" tanya Erfan walau dirinya sudah tau sebabnya


Plakk... Tuan besar Zergano melemparkan foto yang sudah tercetak itu hingga berhamburan di lantai


"Apa maksudmu dengan mengirim semua foto ini, apa kami mengajarkan hal ini padamu menjijikkan!" Bentaknya dengan api amarah terlihat jelas di matanya


Erfan mengepalkan tangan disisi tubuhnya tapi wajahnya berusaha tersenyum dan bertanya tentang putrinya terlebih dahulu supaya tidak melihat hal ini.


"Luna dimana Mah?" Erfan melihat ibu angkatnya yang juga tidak berdaya tapi terlihat gurat kecewa


"Sedang bermain dengan pengasuh di kamarnya," jawabnya tanpa senyum seperti biasanya

__ADS_1


Erfan beralih melihat ayah angkatnya seraya menjawab, "Aku tidak melakukan kesalahan Ayah...."


"Lalu ini apa kau pikir aku buta! Berlutut! Hari ini kau akan menerima akibatnya!


Erfan melirik Deon sekilas ia tersenyum menang, kesal, marah, juga ingin melampiaskan tapi tidak berdaya.


Inilah Erfan tidak bisa melawan di hadapan kedua orang tua angkatnya, perlahan dia juga berlutut ditengah antara Nadin dan Deon.


Tuan besar Zergano mendekatinya seraya menepuk bahunya sebelum dua tamparan melayang di pipinya.


Plakk.. plakk...


"Beraninya kau bermain api dengan pewaris satu-satunya keluarga Zergano!" Bentaknya setelah menampar wajah Erfan dengan keras hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah


"Sudah ku katakan jangan iri karena dia pewaris sesungguhnya, apa kau sudah tidak tau diri hah?"Tuan besar Zergano kembali menekankan posisi Erfan yang sebenarnya


Ya, Erfan sadar diri tapi hal ini bukanlah keinginannya menjadi bagian dari keluarga Zergano bukan niatnya sejak awal. Setelah kata itu keluar Erfan tetap menjawab dengan tegas.


"Aku tidak bersalah ayah," jawabnya memang tidak merasa bersalah.


"Aku ingin hanya ingin bercerai!" tegas Erfan mengucap tanpa ragu sedikit pun


"Cerai?"ulang semua orang yang disana tak terkecuali Nadin dan Deon, kenapa Erfan bisa punya pemikiran itu sekarang kenapa tidak dari dulu ia menceraikan wanita bernama Nadin itu


"Aku tidak pernah ingin jadi pewaris, karena semua ini milik kalian, aku hanya anak angkat. Aku ingin bercerai secepatnya dengan Nadin dan membawa Luna pergi tinggal bersamaku." Pinta Erfan tanpa ragu atau pun bimbang


Nadin juga seakan tidak percaya dengan putusan Erfan yang mendadak ini, bisa-bisa ia kehilangan semua yang dimilikinya saat ini


"Tidak Erfan aku tidak mau bercerai, aku mohon!" pintanya menarik lengan baju Erfan memohon.


"Diam kau!" Bentak Tuan besar Zergano yang membuat nyali Nadin menciut seketika


"Lalu bagaimana dengan Luna? Dia anak Deon, tidak mungkin kau membawanya dari rumah ini." Tuan besar Zergano berbalik melihat kearah mereka bertiga yang berlutut.

__ADS_1


"Bukan Ayah, Luna adalah anak yang aku adopsi, anak Deon sudah keguguran saat mereka melakukan hubungan lagi setelah pernikahanku dengannya." jelas Erfan mampu membuat wajah kedua pelaku itu terlihat pucat pasi seketika.


"Apa!"


Tuan besar Zergano maupun Nyonya Zergano juga seakan tidak percaya dengan perkataan Erfan tapi tidak ada pembelaan dari keduanya membuat mereka bertambah curiga.


"Kalian bisa menanyakan hal ini pada Nadin, dia tidak pernah melahirkan seorang anak apa lagi sekedar hamil besar karena anaknya sudah keguguran sebelum berusia 3 bulan," lanjutnya dengan detail.


"Erfan benarkah yang kau katakan ini?" tanya Nyonya Zergano tidak percaya tapi Erfan bukan orang yang bicara asal tanpa bukti.


"Benar Ma, untuk apa aku bohong kalian bisa melakukan tes DNA jika perlu, aku mengadopsi Luna supaya kalian tidak merasa sedih karena kehilangan seorang Cucu," akhirnya Erfan tertunduk karena telah berbohong selama ini


"Apa benar begitu Nadin?"tanyanya dijawab oleh Nadin dengan takut-takut mengangguk karena perkataan Erfan benar adanya.


Plakk..


Bukan Tuan besar Zergano tapi Nyonya Zergano menampar wajah Nadin dengan amarah


"Kau membohongi kami selama ini Nadin,  apa kau tidak malu sama sekali?"mukanya dengan mata memerah. "Terserah kau saja Erfan, Nadin memang salah ceraikan dia seperti keinginan mu," lanjut tanpa menoleh lagi.


"Kalian berdua tidak ada habisnya membuat masalah, lakukan apapun pada wanita ****** ini, terserah kau saja Erfan dan Deon sebagai hukuman kau di kurung dirumah selama 15 hari tanpa persetujuanku kau tidak di izinkan keluar!" Putus Tuan besar Zergano tegas


"Tapi kakek!"


"Diam! Kau sudah keterlaluan Deon masuk kamarmu!" Bentaknya teramat kecewa dengan


Deon mengepalkan kedua tangannya kesal ia beranjak pergi ke kamarnya.


Erfan bisakah Luna tetap disini walau dia bukan anggota keluarga ini, atau biarkan Luna menginap disini sesekali


"Tentu saja Ma, aku akan pulang dulu, titip Luna disini malam ini,"pintanya dan berbalik pergi, ia tidak mau Luna melihat kondisinya begini


Saat Erfan keluar dari rumah keluarga Zergano ternyata hari sudah malam, ia memilih mengemudikan mobilnya sendiri kali ini.

__ADS_1


*****


__ADS_2