
...Happy reading...
Helena tidak bisa berfikir jernih sekarang kepalanya terasa berdenyut pusing karena bukan hanya menjambak perempuan ini bahkan menampar wajahnya dengan begitu keras
"Wanita sialan karena kau aku kehilangan segalanya, bukan hanya keluarga bahkan tidak ada yang mau memperkerjakan aku!" perempuan itu makin membabi buta memukul Helena tanpa belas kasihan.
"Akh sakit hentikan kita bisa bicara baik-baik!" Helena menahan tangan perempuan itu yang ingin kembali mendaratkan pukulan di wajahnya.
Plak... tamparan kembali mendarat di pipi Helena yang membuatnya mengadu kesakitan ingin rasanya membalas perlakuan kasar perempuan ini, tapi tubuhnya sudah merasa sangat kesakitan.
"Akhirnya kau tau rasa sakit ini kan, aku tidak akan mau memaafkanmu karenamu hidupku hancur!"
"Hentikan, siapa kau aku bahkan tidak mengenalmu, Lepaskan." Helena masih berusaha lepas dari perempuan itu walau tenaganya tidak seberapa.
"Akh tolong ada penganiayaan disini!" jeritan seorang wanita membuat wanita yang menjambak Helena ikut terkejut. Helena tersenyum dengan susah payah akhirnya ada yang datang menolongnya.
Plak.. tamparan kembali di daratkan di pipi kanan Helena.
"Kau beruntung kali ini tapi tidak untuk lain kali!" ancamnya tidak membuat Helena gentar. Helena mengenggam erat tangannya agar tidak bisa pergi.
"Kau tidak bisa pergi semudah itu." ucapnya lemah tapi dengan mudah perempuan itu menepisnya
"Tolong! seseorang tolong kami!"
__ADS_1
Ternyata Erfan juga mendengar teriakan perempuan itu buru-buru menyusul suara itu hingga seorang berpakaian serba hitam menabraknya
"Kak Fan tangkap dia, kita harus melaporkannya ke polisi karena telah menganiaya Helena, aku akan menjaga Helena disini! kejar dia!" tunjuk Mona pada orang itu
Erfan menoleh pada orang yang ditunjuk oleh Mona sudah bangkit ingin berlari dengan cepat mengejar orang itu juga mempercayakan Helena bersama Mona.
"Ya ampun Helena apa kau baik-baik saja, bagaimana orang itu bisa memukulmu?" tanya Mona khawatir, merapikan rambut Helena yang berantakan dan mengusap air mata yang membasahi pipinya, bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
Walau dulu Helena adalah saingannya untuk mendapatkan Erfan tapi dirinya tidak tega melihat keadaannya begini hancurnya.
Helena terdiam tidak menjawab karena rasa sakit membuat kepalanya pusing, Mona yang mengerti hal itu langsung memapah Helena masuk kedalam apartemen untuk diobati.
Setelah sampai Mona yang sudah sering ke rumah ini sudah tau dimana kotak p3k berada dan tidak lupa juga membawa es batu untuk mengompres memar yang diderita Helena
Niat awalnya tadi ingin mengatakan tentang perasaannya terhadap Yolan pada Erfan dan meminta restu karena Erfan sudah dianggap seperti kakaknya sendiri, tapi tidak menyangka malah melihat peristiwa mengenaskan seperti ini
Usai mengobatinya Mona meminta nya untuk beristirahat dikamar Erfan dan Mona akan menunggu Erfan kembali di ruang tamu.
Pintu Apartemen terbuka terlihat Erfan masuk dengan wajah kusutnya
"Kak Erfan kau kembali?" tanya tanya Mona langsung menghampiri Erfan
"Bagaimana dengan Helena?" Erfan malah balas bertanya tanpa menjawab pertanyaan Mona.
__ADS_1
"Aku menyuruhnya istirahat, dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku sama sekali."
"Keluarlah polisi menunggumu memberikan kesaksian, Helena belum bisa memberi kesaksiannya sekarang." Erfan berjalan melewati Mona begitu saja yang dikhawatirkan sekarang adalah Helena
"Tapi siapa yang tega menyerangnya dengan begitu kejam seperti itu?" tanya Mona tidak bisa menutupi rasa penasaran tentang siapa pelaku yang sebenarnya.
"Nadin, dia pasti ingin balas dendam karena aku yang menghancurkan hidupnya, keluarlah polisi menunggumu." jawab Erfan kemudian melanjutkan langkahnya menaiki tangga melihat keadaan Helena.
Mona mengangguk paham dan keluar meninggalkan mereka berdua untuk bicara, mereka butuh waktu jadi dirinya bisa mengatakan tentang perasaan pada Yolan lain kali.
"Helena Maaf karena aku kau lagi-lagi terluka." ucap Erfan tidak sanggup melihat wajah Helena yang ada bekas memar begitu pun di tanganya.
Dalam sekejap Helena bangkit dan langsung memeluk Erfan dan menumpahkan tangisnya yang dari tadi coba ditahan, karena rasa sakit yang diderita.
"Tidak kak, aku memang kesakitan tapi ini bukan karenamu, ini karena kecerobohanku sendiri." Helena terisak cukup dirinya yang sakit asalkan Erfan dan Luna baik-baik saja.
"Aku tidak bisa membiarkan kau seperti ini terus pokoknya aku akan menikahimu secepatnya, aku tidak bisa melihat kau terluka lagi seperti ini." Erfan balas memeluknya berkata dengan sungguh-sungguh membuat Helena tersenyum disela tangisannya.
"Masih saja tentang menikah, nanti aku akan mengikatmu kak hingga kau tidak bisa pergi kemanapun dan juga tidak ada satupun wanita disisimu." kelakar Helena walau air matanya mengalir.
"Aku setuju! jadi berhentilah menangis!" Erfan mengusap kedua pipi yang terus dialiri oleh air mata. Helena kembali memeluknya erat seakan tidak mau melepaskannya lagi.
...*****...
__ADS_1