
...Happy reading ...
Keysa sedang berada di dalam mobil beberapa kali memukul setir mobil karena kesal dengan sikap Erfan yang sombong.
Ia memilih kembali ke kantornya mencari tentang Erfan tidak mungkin seorang atasan seperti dia tidak memilki kekurangan, Keysa akan menggunakannya untuk membuat Erfan patuh.
Keysa menghubungi anak buah bayarannya untuk mencari tentang Erfan dan juga tentang perusahaan ZG grup.
Setelah beberapa menit berselang informasi yang diminta sudah dikirim oleh anak buah bayarannya membuat Keysa tersenyum licik mengetahui kebenaran yang ia dapatkan secara tidak sengaja ini sangat diluar dugaannya.
Disana tertulis jika Erfan hanya anak angkat keluarga Zergano yang ditugaskan untuk mengurus perusahaaan ZG dalam waktu terbatas.
"Ck sombong sekali padahal dia hanya anak angkat keluarga Zergano, aku akan dapat tanda tangan itu walau tanpa mu!" Keysa mengenggam udara di depannya seakan meremukkan tubuh Erfan
Keysa juga meminta anak buah bayarannya untuk mencari keberadaan pewaris satu-satunya keluarga Zergano itu begitu pun dengan jadwalnya.
"Deon Zergano sepertinya sangat mudah menghadapi pria sepertimu seorang casanova," ucap Keysa mengelus potretnya yang ada di ponselnya.
Keysa pun menyusun rencana untuk mendapatkan tanda tangan Deon dan melanjutkan kerjasama yang diminta oleh sang ayah.
Keesokan harinya Keysa sudah bersiap untuk pergi menemui Deon Zergano itu di salah satu kolam renang mewah dan kebetulan dia sedang bersenang-senang dengan banyak perempuan yang bersamanya.
Keysa sudah berada di tempat itu benar saja Deon sedang dikerumuni oleh banyak wanita ****** di sana.
"Benar-benar casanova ulung bahkan perempuan saja tidak cukup satu." Umpat Keysa dalam hati tapi tetap membuatnya tersenyum
Keysa berjalan berlengak-lengok menyusuri pinggiran kolam renang, suara hells yang nyaring membuat mereka melihat ke arah dirinya yang mendekat hingga tepat berada di depan mereka.
"Siapa dia sih sok cantik sekali!"
"Benar masih seksi aku ya kan?"
"Seperti wanita itu ingin mengoda Tuan Deon juga lihat pakaiannya,"
Keysa tidak menghiraukannya perkataan mereka karena tujuannya hanya Deon bukan berdebat dengan para ****** yang tidak tau diri ini.
"Permisi, selamat siang Tuan Deon? Saya Keysa Marten," Sapa Keysa seraya mengulurkan tangannya dengan senyum menggoda
__ADS_1
Perempuan ini sepertinya menarik
Deon mengigit bibir memperhatikan Keysa dari ujung rambut hingga ujung kaki, penampilannya tidak terlalu terbuka tapi tubuhnya lumayan.
"Deon!" Ia menerima uluran tangan Keysa dengan sigap menarik tubuh Keysa hingga jatuh dalam pangkuannya.
"Apa tujuanmu datang ke sini sayang?" tanya Deon berbisik pelan di telinga Keysa seraya meniup telinganya bahkan memilin rambutnya yang tergerai.
"Hanya ingin memintamu menanda tangani kontrak kerja sama ini, Tuan!" Keysa menunjukkan berkas di tangannya pada Deon
"Sungguh beraninya kau! lalu apa yang ku dapatkan jika menanda tanganinya?" tanyanya seraya mengigit pelan telinganya membuat Keysa mengeliat pelan
"Apapun mungkin kau ingin tubuhku?" bisiknya pelan bahkan mendaratkan kecupan di lehernya.
Keysa membuka blus luar yang dipakai di depan dengan tangannya mulai menyusuri dada bidang dengan gerakkan mengoda gairah Deon.
"Sekedar info tuan, aku masih perawan!
"Deal!" Ujarnya cepat Deon menarik tekuknya tanpa memperdulikan beberapa wanita lain yang ada di sana juga.
"Kenapa?" tanyanya bingung
"Tolong tanda tangani ini, mungkin aku akan lupa setelah kita melewati siang dan malam atau hingga pagi bersama, lagian aku tidak bisa lari dari sini meninggalkan mu." Keysa memainkan jemarinya di dada Deon.
"Baiklah!"
Inilah saat yang dinantikan oleh Keysa, melihat Deon tanpa membaca poin apapun langsung menanda tangani kontrak kerja sama itu dengan cepat.
Sudah
Baiklah, lakukan apapun yang kau inginkan
Seperti kesepakatannya Deon menghabiskan waktu dari siang hingga dini hari berhubungan dengan Keysa karena wajahnya sangat cantik dan juga nilai plusnya dirinya masih perawan yang membuatnya puas berkali-kali
Keysa juga tidak menyesali perbuatannya ini karena semua ini untuk mencapai tujuannya, dan bisa menyingkirkan Helena dan juga ibunya.
*****
__ADS_1
Keysa sudah pulang kerumahnya setelah matahari sudah meninggi, Fara ibu tirinya begitu khawatir melihatnya baru pulang.
"Keysa akhirnya kau pulang juga!" Tanyanya khawatir
"Pergilah jangan rusak suasana hatiku!" sentaknya menepis tangan ibu tirinya yang menyentuh tangannya
"Aku mengkhawatirkan mu, kemana kau pergi kemarin?" tanyanya lagi
"Memangnya aku memintamu mengkhawatirkan aku?" Setelah mengatakan hal itu Keysa berjalan cepat menaiki tangga hingga sampai di kamarnya, tubuhnya terasa remuk sangking lelahnya.
Ia langsung merebahkan diri di tempat tidur dan memejamkan matanya, ia akan datang besok untuk menemui Erfan juga ingin mematahkan kesombongannya itu.
Keesokan harinya....
Keysa berjalan dengan langkah percaya diri ke ruangan Erfan tanpa permisi pada bawahannya membuat Anton gelagapan.
Maaf bos nona ini masuk tanpa permisi!" Anton ikut masuk melihat Keysa sudah masuk ke dalam seperti bayangan.
"Tidak apa, keluarlah sepertinya Nona ini ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan denganku," ujar Erfan memberi isyarat pada Anton untuk pergi. Anton pun pamit setelah Erfan mengatakan hal itu.
"Jadi Nona Keysa ada apa?" Erfan melipat tangan diatas meja melihat Keysa di hadapannya dengan wajah datar.
"Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas kerja sama kita tentang ini!" Keysa mengayunkan map yang dipegang beberapa kali.
"Kerja sama?" tanya Erfan bingung apa perempuan didepannya itu sedang mengalami delusi
Keysa meletakkan kontrak kerja sama itu di hadapan Erfan yang langsung melihatnya dengan seksama
"Ini kontrak kerja sama itu sudah di tanda tangani oleh pewaris sebenarnya, sudah sah karena dia sudah mencapai umur 25 tahun," ucap Keysa dengan senyum tidak lepas dari wajahnya.
"Deon Zergano!" Geramnya meremas ujung dokumen yang berada di tangannya
"Jadi selamat atas kerja sama kita tuan Erfan yang terhormat!"
Keysa berlalu dengan percaya diri keluar dari ruangan itu, ia bisa membayangkan betapa kesalnya wajah Erfan sekarang membuat dirinya tersenyum puas, sepuasnya.
****
__ADS_1