
...Happy reading...
Sepanjang perjalanan Helena benar-benar merajuk karena malu, Erfan beberapa kali berusaha mengenggam tangannya tapi dengan cepat ditepis
"Jangan sentuh aku lihat kedepan sana!" ucap Helena melotot pada Erfan masih dengan kekesalan
"Ayolah kenapa kau selalu marah untuk hal kecil, aku janji lain kali tidak melakukan apapun jika kau tidak suka kita melakukannya di tempat umum." Erfan meliriknya sekilas dan kembali melihat jalanan.
Helena mendengus kesal mendengar perkataannya masih ada kata Lain kali yang menandakan Erfan akan berulah lagi nanti.
"Baiklah-baiklah sebagai permintaan maaf kita akan pergi ke wahana bermain bagaimana?" tanyanya berusaha kembali mengenggam tangan Helena tapi lagi-lagi ditepis
"Kakak kira aku ini anak-anak yang mau dibujuk hanya dengan bermain di wahana permainan!" Helena membalas dengan ketus tapi dimata Erfan malah terlihat lucu.
"Lalu kau ingin apa cepat katakan padaku, apa yang ingin aku lakukan agar kau memaafkanku?"
"Oh maaf tidak akan semudah itu."
Erfan mencengkeram setir mobil merasa gemas dengan tingkah Helena yang merajuk seperti anak kecil. Ingin rasanya dicubit dan dicium pipinya yang menggembung itu.
"Lalu bagaimana jika ke hotel saja langsung membuat adiknya Luna?" goda Erfan kembali melirik Helena yang mengkhususkan tatapan tajam tapi tidak membuat Erfan takut sama sekali malah tersenyum.
Bug... satu pukulan mendarat di bahu Erfan yang malah tergelak
__ADS_1
"Jangan keterlaluan kak, aku tidak mau melakukan hal seperti itu sebelum kita sah menjadi suami istri. Mengerti!!" Helena menunjuk wajah Erfan dengan tatapan mengancam.
"Ehem jadi ceritanya kau sekarang ingin aku nikahi begitu?" Erfan tersenyum puas, sepertinya ia harus menyiapkan pernikahannya dari sekarang.
"Lupakan, kita pulang saja." kesal Helena bagaimana Erfan mengatakannya tanpa malu-malu begitu yang membuatnya merinding mendengarnya.
"Baiklah jika itu maumu, sayang." Erfan melajukan mobilnya pulang dengan sesekali melihat tingkah jengkel Helena yang terlihat begitu menggemaskan
Erfan menghentikan mobil tepat di tempat parkir didepan gedung apartemen yang menjulang tinggi itu, mereka tidak langsung keluar, Helena masih jengkel dengan melipat tangan di depan dada.
"Kita sudah sampai, bagaimana jika kau berhenti marah begini, kita hanya tinggal berdua malam ini." Erfan mengingat jika mereka berdua bisa melakukan apapun berdua tanpa ada gangguan dari putrinya.
"Dengan alasan apa aku harus melakukannya." Helena meliriknya dengan sinis.
"Baiklah terserah kau saja yang jelas aku ingin keluar." Helena mencoba membuka pintu mobil tapi entah mengapa tidak mau terbuka sama sekali
Aish. pasti kau sengaja mengunci pintu mobil ini kan kak!
"Eitts tidak semudah itu." Erfan menarik tangan Helena hingga wajah mereka saling berhadapan dengan begitu dekat
"Beri aku sebuah Ciuman."
"Tidak akan, ke-kenapa kau begitu tidak tau malu sekarang bahkan meminta hal begini hah! benar-benar tidak tertolong."
__ADS_1
Tanpa kata Erfan menarik tekuknya hingga wajah mereka bertambah dekat hingga hidung mereka saling bersentuhan
"Kak..."
Satu kecupan akhirnya mendarat di bibir Helena dengan begitu lembut yang membuat matanya terpejam terbuai dengan kecupan lembut dan hangat
Erfan menarik diri untuk melihat wajah memerah Helena yang membuatnya tambah gemas.
"Sepertinya aku tau cara membujukmu sekarang, kau jadi terlihat begitu manis jika seperti ini." Erfan menyapu bibir Helena dengan jari jempol
"Aaa apa sih kak kau membuatku bertambah malu." Helena berbalik dan keluar dari mobil dengan sedikit berlari menyembunyikan rasa malunya
"Eh hey kau mau kemana?"
Helena tidak menyahut dan berlari kearah taman, entah sudah berapa kali Erfan menciumnya masih terasa malu begini yang membuatnya tersenyum sendiri.
Helena duduk di kursi taman masih asik dengan isi pikirannya sendiri hingga tidak menyadari ada seseorang yang berada di belakangnya dan langsung menjambak rambutnya dengan kesal.
"Wanita murahan beraninya kau merebut Erfan dariku!" geramnya Helena tidak dapat melawan karena mendapat seranganmendadak seperti ini.
Helena memegang tangan perempuan yang menjambak rambutnya menahan perih, ia mengadu kesakitan tapi perempuan yang memakai pakaian serba hitam dan menutup wajahnya bahkan tidak peduli.
"Siapa kau lepaskan aku!" Helena berusaha meronta tapi dirinya malah bertambah kesakitan.
__ADS_1
...****...