Hutang Cinta Helena

Hutang Cinta Helena
96. Dia harus pergi


__ADS_3

...Happy reading...


Hari berganti terus berganti sekarang hampir genap enam bulan Helena tinggal dirumah Erfan, tapi ia tidak mau rasanya meninggalkan Luna dan juga ayahnya


"Apa aku tinggal saja dengan mereka lagi, lagian aku tidak merepotkan mereka 'kan?" Helena yang sedang mengepel lantai setelah baru pulang kerja seraya bergumam memikirkan nasipnya kedepan.


"Lagian aku tidak punya tempat tujuan untukku pergi, apalagi menyewa rumah, walau hampir 6 bulan gajiku yang ditabung tidak seberapa." Helena menghela napas berat


"Ditambah Aliza yang baru pulang, dia hanya punya aku disini," lagi-lagi Helena bergumam sendiri.


Erfan dan Luna sedang bermain dilantai atas bersama, entah apa yang mereka mainkan sayup-sayup suara tawa mereka terdengar hingga ke telinganya.


"Aku bingung, aku sangat menyayangi mereka berdua tapi aku tidak mau merepotkan mereka lagi, tapi aku memang tidak pernah merepotkan." Helena berdebat tidak jelas dengan dirinya sendiri.


Sebenarnya Helena makin yakin untuk terus tinggal dirumah ini walau hanya sekedar menjadi pembantu sekalipun tidak masalah baginya tapi....


"Mama apa sudah lelah, biarkan Luna bantu ya?" pinta Luna tiba-tiba muncul dan siap membantunya.


"Tidak sayang ini masih licin, main sama ayah dulu sana jangan kesini." Helena mengusap pipi Luna gemas


Tingg...tonggg suara bell membuat mereka saling berpandangan satu dengan yang lain.


"Siapa yang datang? Apa kalian pesan makanan?" tanya Helena berkacak pinggang melihat keduanya dengan kesal. Beraninya memesan makanan kalian tidak menghargai masakanku! itu kira-kira arti tatapan Helena


"Tidak ada siapa yang datang ayah?" balas Luna melambai tangan dan malah beralih bertanya pada ayahnya yang baru turun dari lantai atas.

__ADS_1


"Ayah juga tidak tau sayang,"


Erfan beralih mengendong Luna dan berjalan kearah sofa dan duduk bersama putrinya. Sementara itu Helena meninggalkan mereka berdua dan membukakan pintu.


"Bibi?" Helena terkejut dengan kedatangan ibu Erfan yang langsung masuk begitu Helena membuka pintu.


"Kenapa kau masih disini?" ucapnya sinis menatap tajam Helena dari atas hingga kebawah.


"Aku, aku." Helena tertunduk tidak tau mau menjawab apa, pikirannya tertuju pada Erfan dan Luna bagaimana jika mereka membenciku?


"Nenek Kau datang? Luna rindu sekali!" Luna langsung berlari kecil menghampiri sang nenek dan memeluk kakinya dengan sayang.


"Cucuku lucu sekali, gimana kabar cucu nenek ini?" Bibi mengusap puncak kepala Luna hingga Luna mendongak melihat neneknya.


"Luna sehat nenek!" jawabnya dengan imutnya


"Bagaimana ini bibi pasti membenciku karena aku anak dari ibu, apa tidak ada jalan lain lagi pada akhirnya aku juga harus pergi dari sini!" dengan kekhawatiran Helena memanaskan air untuk membuat teh untuk keduanya.


"Mama okey?" tanya Luna meraih tangan Helena dengan melihat wajah Helena yang terlihat khawatir. Helena menyunggingkan senyum padanya


"Mama baik-baik saja sayang!" Helena mengusap puncak kepalanya dengan sayang, hatinya terasa berat jika meninggalkannya nanti


Maaf sayang!


Sementara Luna menemani Helena di dapur, Erfan dan ibunya sedang bicara serius.

__ADS_1


"Ada apa Ma, kenapa Luna sampai tidak boleh mendengar pembicaraan kita?" tanya Erfan setelah Luna menghilang dari pandangannya.


"Wanita itu kenapa masih tinggal disini bersama denganmu dan juga Luna?" ucap ibu angkatnya terlihat tidak suka dengan kehadiran Helena di sini


"Ada apa dengan Helena Ma, bukankah dia bisa tinggal disini untuk waktu yang lama?"


"Tapi dia terlalu lama tinggal disini, usir saja dia apa tidak cukup kau hanya memberinya pekerjaan bahkan dia tinggal disini sudah berbulan-bulan, Pokoknya kamu harus mengusirnya!" putusannya secara sepihak


"Tidak Ma, dia bisa mengerjakan pekerjaan disini, bahkan menjaga Luna dengan baik." Erfan menentang keputusannya karena Helena sudah bersamanya sekarang.


Yang sebenarnya tidak ingin Helena pergi ya dia juga tau bahwa Helena tidak punya tujuan lain karena keluarganya yang mengusirnya.


"Aalah kamu pasti sudah jatuh cinta dengan perempuan itu kan? Dia benar-benar ******* yang menggoda pria polos sepertimu!" ibu angkatnya menghina Helena tentu saja Erfan tidak terima.


"Apa maksud Mama berkata begitu tentangnya!" Erfan bangkit dengan amarah yang sangat terlihat di matanya.


"Dia mau menguasai dirimu Erfan usir saja dia atau-"


"Atau apa Ma! Luna sudah terbiasa dengannya!" Erfan tidak bisa main-main jika menyangkut dengan putri kesayangannya


"Pokoknya kau harus mengusir wanita murahan itu dari sini!!" bentaknya sedikit berteriak menekankan perkataannya.


"Tidak akan!" Erfan mengibaskan tangannya tidak mau melakukan hal itu.


"Aku akan pergi nyonya aku tidak akan merepotkan Anda lagi tuan, tolong jangan bertengkar Luna masih di dapur, ini silahkan dimakan!"

__ADS_1


**


lah kok Helena ngalah sih?


__ADS_2