I Love You, Pak Arkan!

I Love You, Pak Arkan!
Keterkejutan Andira


__ADS_3


Sebenarnya sore ini sudah boleh pulang, tapi berhubung Anjani memang anak rajin, dia tidak langsung pulang. Dia mampir ke perpustakaan sekolah untuk mencari beberapa buku referensi bersama Della.


Sebenarnya Della malas, tapi kasian juga Anjani kalau sendirian. Apalagi nanti dia harus menunggu Arkan cukup lama karena banyaknya pekerjaan di sekolah untuk di selesaikan. Selain mengajar, Arkan juga memeriksa laporan keuangan di sini untuk diaudit. Memang multitalent suami Anjani.


Seperti biasa, hari ini ada jadwal latihan futsal. Tapi memang mereka lebih sering berlatih di lapangan basket kalau tidak terpakai. Tidak tau enaknya apa yang jelas mereka sering berlatih di sana karena jadwalnya bertentangan.


Bagas nampak sibuk dengan kegiatan bolanya, sampai-sampai dia tidak sadar kalau seorang gadis tengah menatapnya dari ujung lapangan. Gadis itu sudah berkeliling sekolah tapi dia sulit sekali menemukan tunangannya itu dan ya pada akhirnya tidak jauh-jauh dari lapangan.


"Bagass!!" Teriak Andira.


Bagas berbalik dan menatap ke arah Andira yang berada di ujung sana. Napasnya berat ketika menyadari kalau gadis itu ada di sini. Pasalnya semenjak putus dari Anjani, Bagas belum menceritakan apapun soal Andira kepada teman-temannya. Iya, dia membiarkan Anjani menanggung bebannya sendirian.


Dia takut, takut terkena banyak sanksi sosial di sekitarnya, baginya tentu ini penting. Semoga saja Andira tidak mengatakan banyak hal. Bagas tersenyum lalu menghampiri Andira, berusaha sebaik mungkin untuk menetralkan perasaanya yang sudah berkecamuk kemana-mana.


Tidak disangka Andira malah memeluknya erat begini. "Aku kangen."


"Kita bisa ketemu di rumah, Sayang. Kenapa harus jauh-jauh ke sini?" Tanya Bagas.


"Aku bosen di rumah, sekalian juga mau liat calon sekolah aku. Ternyata bagus, nanti aku mau sekolah di sini," kata Andira mantap.


Dari ujung sana, Azzam dan Rafi yang penasaran melihat kedatangan Andira, perlahan menghampiri mereka. Karena Bagas belum pernah juga menceritakan kalau dia dekat dengan seorang wanita. Mereka sahabat, kan? Jadi mereka pikir tidak ada salahnya kepo sedikit karena Mereka pikir, Bagas gagal move on pada Anjani.


"Siapa, Gas? Cewek baru?" Tanya Azzam seraya merangkul pundak Azzam.

__ADS_1


Terdengar ambigu di pendengaran Bagas, dia takut kalau Andira curig0a yang macam-macam. Namun sepertinya dia tidak terganggu dan malah tersenyum.


"Hai, aku Andira. Tunangannya Bagas," ucap Andira polos seraya mengulurkan tangan pada Azzam dan Rafi.


Azzam melirik ke arah Bagas, sementara Rafi menerima uluran tangan Andira seraya tersenyum. "Tunangan, parah. Sejak kapan kalian tunangan, kok gak bilang?"


"Loh emang Bagas belum pernah cerita ya? Tapi wajar sih, soalnya aku koma hampir 3 tahun kemarin. Aku sama Bagas tunangan dari SMP." Andira membalas senyuman mereka, mungkin karena Andira memang friendly kali ya, jadi dia mudah untuk sharing. Tidak jarang juga oversharing.


"3 tahun? Alhamdulillah sekarang udah sadar, lama juga ternyata kalian tunangan selamat ya, walaupun telat tapi kita ikut seneng," ucap Rafi.


Memang sedari tadi yang banyak ngomong itu Rafi, karena Azzam sudah kepalang kesal dan kecewa. Apalagi mereka sempat menyangka yang tidak-tidak juga pada Anjani. Tapi kenapa Anjani diam saja diperlakukan tidak adil seperti ini? Azzam sudang menganggap Anjani seperti adiknya karena mereka sesekali sering saling curhat. Benar-benar berengsek Bagas.


Seketika suasana jadi hening, Azzam dan Rafi terdiam, maksudnya semua ini apa? Banyak pertanyaan yang bersarang dalam pikiran mereka yang meronta minta menemukan jawabannya. Namun Bagas dengan cepat mengisyaratkan kalau dia akan jelaskan nanti. Dia takut kalau semakin lama Andira di sini akan semakin kacau.


Akhirnya dengan terburu-buru Bagas mengajak Andira pulang. Namun sebelum itu dia meminta Andira menunggu di lorong karena dia harus berganti pakaian. Tidak enak juga kalau dia pulang dalam keadaan berkeringat seperti ini.


Dia jadi kepikiran, apa Anjani masih di sekolah ya? Kalau masih apa sebaiknya mereka bertemu? Iya, benar lebih baik mereka bertemu. Akhirnya Andira mengambil ponsel dan mengetikan sesuatu di roomchat Anjani.


Sesekali dia tersenyum seraya membaca balasan dari Anjani, ternyata dia masih ada di sekolah. Kebetulan, jadi mereka bisa ketemu di sini. Siapa tau Anjani mau menemaninya tour keliling sekolah ini, karena kalau meminta Bagas pasti dia tidak mau.


Jujur dari beberapa sekolah yang dia datangi akhir-akhir ini, sepertinya Andira menjatuhkan hati kepada SMA Taruna Mandiri. Fasilitasnya lengkap, anak-anaknya ramah, sekolah berwarna broken white kesukaan Andira. Pokoknya banyak yang membuat dia suka di sini.


Begitu juga dengan Mading yang nampak menarik karena sepertinya memang rajin diisi oleh berita-berita atau info seputar sekolah. Perlahan Andira menghampiri Mading, sedikit tersenyum ya karena lucu saja isi beritanya. Apalagi banyak foto Bagas di sana karena sebagai siswa populer dan cukup berprestasi. Dia jadi bangga sendiri melihatnya.


Matanya terus membaca kata demi kata setiap berita di sana, sampai pada akhirnya tertuju pada sebuah berita yang membuatnya cukup bingung. Anjani menyesal telah memutuskan ketua tim futsal! "Ini maksudnya apa? "

__ADS_1


Cukup lama Andira menatap berita itu sampai akhirnya ada beberapa anak Mading yang memang belum pulang melewat di sana. Dengan gerakan cepat Andira menghentikan kedua gadis itu.


"Eh maaf permisi, aku boleh tanya sesuatu gak?" Tanya Andira.


"B-boleh? Ada apa ya? Tanya salah satunya yang Andira ketahui bernama Meta.


Andira tersenyum lalu menunjuk ke arah Manding. "Ini maksudnya apa ya? Emang Anjani pernah dekat sama siapa?"


"Temennya ya?" Tanya Hasya.


"Iya, iya aku temennya. Kita baru ketemu lagi setelah sekian lama jadi aku ketinggalan banyak tentang Anjani." Andira berbohong, bukannya apa-apa. Tapi kan ketua tim futsal itu Bagas?


"Oh itu, Anjani sama Bagas anak futsal itu pernah jadi couple goals karena pacaran dari kelas 10, terus mereka putus karena temen kamu selingkuh."


"Selingkuh gimana?" Tanya Andira tak paham.


"Ya selingkuh, Anjani jalan sama cowok lain. Bagas emang baik sih orangnya gak ngumbar kenapa mereka putus tapi kayanya emang Anjani selingkuh. Maklum lah Bagas bucin banget sama Anjani. Dianya aja yang gak tau malu," balas Hasya.


"Selama itu mereka pacaran?"


Mereka berdua mengangguk, karena ya mereka juga yang memuat berita tentang ini. Jadi jiwa-jiwa gosipnya membara kemana-mana. Berhubung Andira adalah teman Anjani, jadi sekalian saja agar dia mendapat sanksi sosial dari temannya sendiri.


"Oh iya, bilangin ya ke temennya. Jangan suka selingkuh, nyesel kan akhirnya ngeliat Bagas makin banyak yang ngejar," lanjut Meta.


Mereka tertawa meledek, membuat Andira mematung di tempatnya. Kenapa Anjani berbohong? Kenapa Bagas dan Anjani juga setega ini padanya? Semua pikirannya berantakan, jadi selama ini mereka memiki hubungan spesial?

__ADS_1


Tubuhnya melemas seketika padahal Andira sudah menganggap Anjani sahabatnya, tapi semua ini apa? Dia bahkan ikut mengkhianatinya di belakang, tidak mungkin kan Anjani tidak tau mengenai dirinya yang sedang koma? Bagas pasti menceritakan sedikitnya tentang dirinya.


__ADS_2