I Love You, Pak Arkan!

I Love You, Pak Arkan!
Fans Arkan Menyebalkan


__ADS_3


Karena tidak ada kerjaan, Anjani jadinya hanya rebahan sambil scroll video. Namun tiba-tiba sebuah notif pesan masuk dari grup ghibahnya bersama Della dan Nanda yang diberi nama : JNE EKSPRESS GHIBAH. Terbentuk dari gabungan nama mereka.


Della Ayudia : Jan! Kamu dighibain sama P3K!


Nanda Priscilla : Benerr!!! Gila sihhh, Della kan masuk ke P3K buat nyusup.


^^^Clarissa Anjani : Hah, dighibahin gimana? Mereka emang tau aku nikah sama Pak Arkan?^^^


Della Ayudia : Ya engga sih, tapi liat ini!



Anjani membulatkan matanya melihat isi screenshoot yang diberikan oleh Della. Bisa-bisanya dikatai tante-tante gatel. Mereka tidak tau saja kalau istrinya Arkan ini berkualitas tinggi!


^^^Clarissa Anjani : APASIH KOK TANTE GATEL?! 😠^^^


Della Ayudia : HAHAHAHAHHA TENANG UDAH AKU BELAIN 🤣🤣🤣


Nanda Priscilla : Wah labrak, Jan yakali engga. Kurang ajar sih masa kamu dibilang Tante gatel.


^^^Clarissa Anjani : Nanti aja, ada saatnya aku bersinar guys. 😌🤫^^^


Della Ayudia : Publik dong makanya, masa iya diem-dieman terus.


Nanda Priscilla : Jangan dulu publik, confess dulu aja sama Pak Arkan. Kayanya Anjani belum confess tuh sama Pak Arkan kalau dia udah suka Pak Arkan.


^^^Clarissa Anjani : Aku gak suka Pak Arkan!! 😠😠^^^


Anjani membanting ponselnya, kenapa sih lagi pula ada komunitas tidak jelas di sekolahnya. Lagi, kenapa harus Arkan juga yang mereka puja-puja, rasanya ada perasaan tidak ikhlas saja. Apalagi agresif seperti itu. Anjani jadi kesal sendiri.


Rasanya dia ingin memasang photo pernikahannya di Mading sekolah agar semua orang tidak berani bicara macam-macam. Agar mereka tau kalau Anjani yang menjadi pemenangnya di mata Arkan. Andai saja bisa, andai!


Namun tidak lama dari itu Arkan datang dan memasuki kamar mereka, memperhatikan Anjani yang sedang termenung sembari memutar-mutar ponselnya. Pasti dia sedang kesepian karena tidak ada teman.


"Assalamualaikum," ucap Arkan tepat di depan wajah Anjani. Membuat gadis itu terlonjak kaget dan sedikit memundurkan tubuhnya.


"Mass!!! Kaget!!" Kesal Anjani. Tapi tidak lupa juga dia menyalami suaminya itu.

__ADS_1


"Lagi pula kenapa coba kamu merenung begitu?" Tanya Arkan.


Anjani mengubah posisi duduknya lalu menatap Arkan dengan cepat. "Mas aku mau bicara seri-"


"Tunggu ya, saya bersih-bersih dulu. Biar enak bicaranya." Arkan mengusak puncak kepala Anjani lalu mencium bibirnya sekilas, setelah itu dia ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Anjani melihat paper bag yang Arkan bawa, iya itu pesanannya ternyata. Ya sudahlah lebih baik Anjani memakan itu dulu saja untuk memperbaik moodnya yang sudah berantakan.


Semuanya lengkap, semua yang dia pesan ada semua. Anjani pikir Arkan hanya membual saja agar diizinkan pergi ke sekolah, ternyata dia benar-benar membawakannya. Memang apalagi yang bisa membuat mood Anjani naik kalau bukan makanan manis?


Tak selang beberapa lama Arkan keluar dari kamar mandi dan setelah memakai pakaiannya dia menghampiri Anjani yang tengah asik makan kue balok di pinggir jendela.


Arkan tersenyum gadis itu sudah mulai mau banyak makan, karena kemarin dia makan sedikit-sedikit. Baguslah, dia senang kalau Anjani cepat pulih, meskipun ya memang banyak maunya juga tidak apa-apa.


"Ekhm, jadi mau bicara serius apa?" Tanya Arkan seraya mendudukkan dirinya di sofa, di depan Anjani.


Anjani menarik napasnya sekilas, lalu menunjukkan screenshoot yang dikirimkan Della padanya. Arkan sekilas melirik ke arah Anjani dan terkekeh. "Lalu?"


"Ya masa aku dikatain tante-tante gatel sih yang bener aja fans-fans kamu tuh gak jelas!" Kesal Anjani yang kembali memakan kue miliknya.


"Itu kan bukan kamu, mereka saja tidak tau kamu." Simpel sebenarnya, itu kan hanya asumsi orang, kenapa juga Anjani harus memikirkannya.


Arkan mengangguk-nganggukan kepalanya seraya tersenyum kecil. "Memang siapa istrinya?"


"Aku lah! Emang siapa lagi istri kamu!" Anjani membulatkan matanya pada Arkan tak percaya, dia bertanya? Sungguh?


"Oh ini istri saya?" Goda Arkan seraya mendekatkan wajahnya pada Anjani.


Anjani mengerjapkan matanya berkali-kali dan mencoba menelan air liurnya dengan susah payah. Dia harus menjawab apa ini?!


Arkan terkekeh lalu mengusap coklat di ujung bibir Anjani. "Iya kamu istri saya, jadi kamu mau saya bagaimana sekarang?"


"Ya gak gimana-gimana, cuma mau cerita kalau fans kamu senyebelin itu. Aku gak suka," kesal Anjani.


"Jangan dengarkan kata orang, yang menjalani hubungan kan kita berdua. Mau dibilang hal buruk sekali pun di mata saya kamu kan selalu baik."


"Aku jadi takut deh kalau misalnya kita ketauan udah nikah, tau kamu punya pacar aja mereka obses gitu, apalagi tau kamu udah nikah, iya kan?"


Arkan tertawa. "Memang ada yang berani macam-macam dengan istri Giovano?"

__ADS_1


"Ya gak ada sih, tapi kalau misal nih kita ketauan, kamu gimana?" Tanya Anjani.


"Gimana bagaimana?"


"Emang kamu gak takut kehilangan degem-degemmu itu? Nanti fans-fansnya ilang."


"Kalau saya pedulikan itu kenapa juga saya harus menikah sama kamu, lebih baik saya bermain-main dan bersenang-senang di luar sana. Iya kan?"


"Ya kali aja kamu maunya nikah sama aku, tapi kamu gak mau ketauan terus kamu bisa main-main menikmati dikejar sama cewek-cewek."


Arkan menggeleng mendengar statementnya Anjani yang sangat konyol. "Mau saya publikan sekarang kalau kita sudah menikah?"


Mudah untuk Arkan mempublikasikan pernikahan lewat jalur mana pun kalau Anjani mau. Kalau Anjani ingin pengakuan ya akan dia lakukan. Namun itu membuat Anjani menahan Arkan yang hendak mengambil ponselnya. "Ehhhh jangan!!!


"Jadi yang tidak ingin publikasi siapa?"


"Ya aku sih ... "


"Jadi yang banyak pengagum dan ingin menikmati dikejar banyak orang siapa?"


"Ya aku ... "


"Kamu?"


"Hahh??!! Enggaa maksudnya tuh ya aku yang gak mau dipublikasikan dulu. Kamu pertanyaannya rancu sih, jadi aku salah jawab, kan?".


"Yakin?"


"Emang siapa juga yang ngejar aku, gak ada. Ya ada tapi maksudnya aku juga gak nanggepin. Kenapa jadi aku sih yang dibahas, padahal lagi bahas kamu."


"Yasudah sekarang keputusannya ada di kamu, kamu maunya bagaimana?" Tanya Arkan membuat keputusan, karena dia tidak paham juga apa yang Anjani inginkan. Jadi dia serahkan saja pada Anjani apa yang dia inginkan.


Karena pembahasan seperti ini penting sih untuk mereka. Agar tau bagaimana cara mereka menghadapi hubungan, mereka juga harus banyak-banyak bicara mengenai pernikahan agar semakin memahami hubungan apa yang sedang mereka jalani.


Apa sekarang saja ya Anjani mengakui perasannya pada Arkan agar dia tau kalau Anjani begini karena merasa memilikinya? Agar Arkan tau apa yang Anjani inginkan, agar Arkan semakin mencintainya.


Begini sih sisi lainnya Anjani, jika dia sudah merasa memiliki dia tidak mau berbagi dengan siapapun. Dia pasti akan merasa ego untuk memilikinya dan meng-keepnya sendirian saja. Karena Anjani takut kalau Arkan pikirannya seperti pria di luaran sana.


Anjani menatap Arkan dengan Lamat, memperhatikan bagaimana cara pria itu menatapnya. Memperhatikan bagaimana cara dia memahami Anjani. "Kalau aku suka sama kamu gimana, Mas?"

__ADS_1


__ADS_2