Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Dinner Romantic


__ADS_3

Melihat istrinya sedari tadi tidak mau menatapnya dan sekarang membelakanginya.. membuat Chandra menghela napas pelan.


Apa ia salah jika masih menyimpan foto Kinara? Itu kan sebuah foto.. Dan itu foto kenang-kenangan dari Kinara untuknya saat dulu wanita itu memintanya memutuskan hubungan mereka.


Foto itu.. Juga ia simpan di perusahaannya, bukan di rumahnya.


Perlahan Chandra memegang lengan Luna, lalu membalikkan badannya agar ia bisa menatap wajah cantik istrinya yang matanya terlihat sembab. "Kamu enggak nyaman dengan sikapku pada Kinara?" tanyanya bodoh yang malah membuat Luna terluka.


"Kalau aku boleh jujur.. Aku memang nggak nyaman, Mas." jujur Luna dengan kembali meneteskan air mata.


"Apa yang membuatmu tidak nyaman? Karena dia pernah mencium pipiku?" Chandra bertanya lagi, seolah ia sulit untuk menjaga jarak dengan Kinara.


Luna tiba-tiba menatap suaminya, setelah suaminya tidak langsung mengiyakan permintaannya dan malah mengajukan pertanyaan yang seolah-olah laki-laki itu tidak mau mengiyakan. "Mas suka dicium sama Miss Kinara?" Luna bertanya dengan menahan sesak di dadanya.


"Itu hanya kecupan salam jumpa pada seorang teman, Lun.." Chandra berujar dengan menatap lurus mata sembab istrinya yang tidak menjawab jika dia menyukai ciuman dari Kinara.


seorang teman? batin Luna bertanya.


Sejujurnya, ia begitu mencintai Luna.. namun kehadiran Kinara sedikit mengganggu cinta yang mulai tumbuh diantara mereka.


Kesalahpahaman yang terjadi karena ia belum berani jujur dengan istrinya, membuat Chandra dilema.


Di satu sisi, ia merindukan Kinara.


Di sisi lain.. Ia sudah mempunyai istri dan istrinya sedang mengandung calon anaknya.


Dan apa yang dikatakan Dokter tadi.. jika ia harus membuat hati dan pikiran istrinya bahagia mengingatkannya pada janjinya dalam hati dulu saat akan menikahi wanita yang kini menjadi istrinya.


Dulu ia berjanji akan membahagiakan Luna.. Tapi sekarang.. karena hadirnya Kinara dan karena ia masih menyimpan foto Kinara.. Membuat wanita yang sedang mengandung anaknya terluka.


Wanita itu kini tak pernah berhenti menangis..


Dan ingatkan Chandra pada kata sarkasme Luna yang menyebutkan jika ia menyimpan sesuatu tapi tidak ada gambar love-nya dan gantungan berbentuk love.


Dan kata sarkasme itu memang ia dapatkan saat ia baru saja menyelesaikan proyek yang memang istrinya pergi saja dari perusahaannya walaupun ia sudah menyuruhnya untuk menunggunya selesai meeting.


Bodoh? Kenapa dulu aku enggak sadar saat Luna berkata seperti itu? selama ini aku membuat istriku stress karena itu? batin Chandra berperang.


Tanpa berpikir lama, saat melihat istrinya hampir kembali membuka mulutnya, tiba-tiba Chandra mencium bibir Luna. "Mas akan menjaga jarak dengan Kinara." tegasnya lalu kembali mencium bibir Luna.


Luna membiarkan suaminya terus mengecup bibirnya, ia masih belum sadar dari keterkejutannya.


Wanita cantik itu terpaku saat mendengar suaminya menyanggupi permintaannya untuk menjaga jarak dengan Kinara.


"Kamu jangan stress lagi. Mas enggak mau terjadi apa-apa dengan calon anak kita." sambungnya yang membuat Luna yang tadinya merasa bunga di hatinya sedang bermekaran kini layu kembali.


jadi Mas mau menjaga jarak dengan Miss Kinara karena enggak mau terjadi apa-apa dengan anak kita? batin Luna sendu sembari menatap Chandra.


Kini.. Hatinya tiba-tiba lancang berprasangka negatif pada suaminya.

__ADS_1


"Maksud Mas, apa?"


"Dokter bilang, kandunganmu lemah karena kamu stress.." Chandra tidak bisa melanjutkan penjelasannya, karena ia tahu jika ia lah penyebab pikiran dan hati istrinya stress.


"Kandunganku lemah, Mas?" Luna bertanya lagi.


"Iya.. Makanya kamu jangan terlalu stress ya.. Apa perlu kamu cuti hamil dulu?" tanya Chandra dengan niat membuat Luna bisa menjaga kandungannya, tapi lagi bagi Luna.. wanita cantik itu kini kembali berprasangka negatif pada suaminya.


kamu menyuruhku cuti apa karena aku memintamu menjaga jarak dengan Miss Kinara, Mas? batin Luna bertanya.


Hati Luna tidak bisa untuk dicegahnya untuk tidak berprasangka buruk pada suaminya.


Luna tiba-tiba menggunakan tekhnik pernapasan saat pikiran dan hatinya kembali berperang dan terkuras memikirkan pertanyaan suaminya yang menyuruhnya untuk cuti.


Inhale!


Exhale!


Merasai pikiran dan hatinya mulai tenang, Luna kini mulai menunduk kembali. "Aku enggak mau cuti, Mas.. Aku mau lulus bareng sama Reyna." tolak Luna dengan alasan yang bisa diterima oleh suaminya.


"Apa kamu yakin kamu bisa?" Chandra meragukan yang membuat Luna kembali menatapnya lalu mengangguk sebagai jawaban.


"Baiklah.." Chandra tidak bisa untuk melarang.


Bagaimanapun ia harus bisa menjaga hati istrinya.


"Lun.." panggil Reyna dan Darius bersamaan.


"Gimana? Kamu udah ngerasa baikan?" Reyna bertanya begitu perhatian.


"Udah..." jawab Luna sembari mengangguk, "Makasih ya, Reyn.. Kak.." sambungnya yang dijawab anggukan disertai senyuman oleh Darius dan Reyna.


****


Beberapa hari telah berlalu.. Kini Luna sudah bisa keluar dari rumah sakit tempatnya dirawat.


Selama beberapa hari dirawat, suaminya tak pernah meninggalkannya seorang diri.


Bahkan setiap malam mereka berada dalam satu ranjang yang sama dengan dalih dari Chandra yang tidak bisa untuk ditolak oleh Luna, "Mas harus menjaga kamu dan pastiin kamu enggak sedih lagi."


"Makasih ya, Mas." Dan kata itulah yang selalu diucapkan oleh Luna saat Chandra selalu membantunya melakukan sesuatu.


Luna tiba-tiba mengernyitkan dahinya heran saat melihat seorang wanita masuk ke dalam ruangannya setelah beberapa detik suster yang melepas infus yang tertancap di tangannya keluar.. dengan membawa dress selutut berwarna merah muda dan sekotak peralatan merias.


Ada apa ini? Luna bertanya dalam hatinya.


"Kakak ganti baju dulu ya.." ujar perias wanita yang masih begitu muda yang dijawab gelengan oleh Luna. "Ini ada apa, Mas? Kenapa aku harus ganti baju?"


"Mas mau ngajak kamu ke suatu tempat." jawab Chandra sembari mengecup pucuk kepala Luna.

__ADS_1


"Tapi.. Aku enggak mau pakai dress selutut." pinta Luna yang membuat Chandra kini mengernyitkan dahinya.


"Ada apa? Kenapa? Bukankah biasanya kamu selalu suka memakai dress selutut pilihan Mas?" Chandra pun bertanya.


"Iya.. Tapi itu dulu, Mas.. Saat aku belum mengetahui style Miss Kinara." jelas Luna yang membuat Chandra kini mengangguk paham.


Istrinya ini.. ternyata tidak mau disamakan style-nya dengan Kinara--mantan kekasihnya.


Di dalam keheranannya, Chandra tersenyum geli.


Istrinya memang cocok dijuluki pencemburu.


Tanpa menunggu lama, Chandra pun langsung menelpon butik langganannya dan menyuruhnya dengan segera membawa baju keluaran baru dengan beragam style selain dress selutut.


Tidak sampai setengah jam, di dalam ruangan rawat Luna kini berubah seperti butik dadakan.


Luna mengerjapkan matanya tidak percaya jika suaminya sampai melakukan ini untuk menuruti keinginannya.


"Kamu bisa memilih sendiri apa yang kamu inginkan." ujar Chandra bangga dengan kehebatannya.


"Apa ini enggak berlebihan, Mas?"


"Enggak." tandas Chandra yang membuat Luna menggelengkan kepala.


orang kaya mah beda ya? batin Luna bersuara.


Beberapa menit memilah.. pilihan Luna pun jatuh pada mini dress berwarna merah.


Mini dress berwarna merah itu begitu terlihat anggun saat kini dipakai oleh Luna.


"Kependekan ya, Mas?" tanya Luna dengan menurunkan panjang dressnya.


"Enggak! Cantik kok." ujar Chandra dengan meneliti istrinya yang kini jauh lebih cantik dari sebelumnya.


Kinara mah lewat ya, Ndra? Hahahhaa.


***


Di rooftop sebuah hotel berbintang.. Adalah tempat dimana kini Chandra membawa istrinya dengan menutup kedua mata istrinya menggunakan sapu tangan.


Rooftop itu sudah didesain sedemikian rupa oleh Chandra dengan bantuan Jaelani dan para orang kepercayaannya untuk membuat dinner romantic untuk istrinya.


Berhari-hari ia membuat istrinya menangis karena dirinya.. Dan kini waktunya ia menebus kesalahannya dengan membuatnya kembali tersenyum bahagia.


"Ini dimana sih, Mas? Kenapa aku harus tutup mata dulu?" Sedari tadi Luna bertanya namun tidak dijawab oleh Chandra hingga kini ia mendudukkan istrinya di sebuah kursi, lalu membuka penutup mata Luna.


Luna mengedarkan pandangannya saat penutup matanya sudah dibuka oleh Chandra.


Tiba-tiba ia menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangannya saat melihat ada pemain akustik yang memulai memainkan akustiknya saat ia membuka mata dan menyadari jika suaminya kini telah menyiapkan dinner romantic untuknya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2