Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Mempublikasikan Hubungan


__ADS_3

Deg


Bola mata Luna terasa panas saat mendengar suara laki-laki yang baru saja memanggil nama suaminya.


Laki-laki yang memasang wajah datar setiap bertemu dengannya usai mengetahui jika ia telah menikah itu, kenapa laki-laki itu bisa hadir di pesta pertunangan Kenzie? Apa Raka juga seorang CEO? Banyak pertanyaan memutar di kepala Luna mengiringi suara derap langkah sepatu kulit khas seorang pria itu mendekat ke arahnya dan Chandra yang tengah berdiri.


Seketika, Luna ingin melepas tangannya yang ada di siku tangan suaminya saat mendengar langkah itu semakin mendekat padanya, tapi keyakinan Chandra menahan tangan Luna yang hendak lepas dari tangannya. "Kamu mau kemana?" Chandra berpura-pura tanya sembari menatap istrinya yang kini terlihat gelisah.


Chandra tau, ia sangat tau jika istrinya itu mendengar Raka yang tadi memanggilnya dan kini melangkah mendekatinya.


Dan ia cukup sadar jika karena dia-lah istrinya bersikap ingin menghindar seperti ini.


Mungkin jika ia tidak meminta istrinya untuk menyembunyikan statusnya, istrinya itu akan berdiri dengan santai di sampingnya saat kedatangan teman sesama dosennya.


"Aku... Aku mau ke toilet, Mas." jawab Luna gugup disertai keringat yang mulai terlihat di dahinya padahal AC di ruangan itu sudah diatur sedemikian rupa agar para tamu yang hadir nyaman untuk mengikuti jalanannya pesta pertunangan itu.


"Mau ngapain?" Chandra bertanya lagi, namun belum sempat Luna menjawabnya, Raka sudah sampai di samping Chandra lalu menepuk pelan bahu teman sesama dosennya itu. "Kamu datang, Chan?" tanya Raka belum mengetahui siapa yang ada di sebelah Chandra.


Chandra menepuk pelan punggung tangan Luna dengan tangannya yang bebas, menyakinkannya untuk bersikap biasa, mengisyaratkan jika semuanya akan baik-baik saja.


Mendapati senyuman tipis yang dipaksakan oleh istrinya, Chandra dengan keyakinannya yang sudah sangat memuncak pun memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Raka, dan kini Raka pun terlihat kaget saat perhatiannya terpusat pada wanita cantik yang datang bersama Chandra.


Deg


Raka langsung membuang tatapannya ke segala arah dengan suasana hatinya yang tidak menentu.

__ADS_1


Ada apa ini? Kenapa Chandra bisa bersama Luna? Apa suaminya Luna tidak marah melihat istrinya didandani begitu cantik untuk menemani dosennya? Apalagi Luna memasukkan tangannya di siku tangan Chandra. Apaa.. Apa jangan-jangan suami Luna itu Chandra? batin Raka berkecamuk dengan raut wajah bingung yang tidak bisa ia elak.


"Iya..Aku datang. Kamu juga diundang sama mereka, Raka?" jawaban disertai pertanyaan Chandra memecah keheningan yang baru saja melanda mereka.


Dan lihatlah, istrinya itu terlihat menunduk terus sedari tadi dan membuat Chandra merasa semakin bersalah.


Mendengar pertanyaan Chandra, Raka pun menoleh lagi dan memusatkan perhatiannnya pada Chandra untuk meluruskan apa yang kini ada di dalam benaknya. "Iya.. Aku diundang sama mereka. Kezia itu sepupuku." jawabnya dengan nada yang begitu lemah yang membuat Luna kini memberanikan diri mendongak menatapnya.


"Pak Raka sepupu Nona Kezia?" Rupanya Luna ingin menyakinkan pendengarannya, jika apa yang didengar tidaklah salah.


"Iya Chan.. Kezia itu sepupuku. Papanya adik dari Papaku." Raka menjawab pertanyaan Luna yang ditujukan padanya, tapi ia alihkan pada Chandra, dan hanya menatap Chandra tanpa menoleh sedikitpun pada Luna.


Sepertinya, rasa sakit hati yang mengukungnya karna merasa dibohongi oleh Luna, membuat kepalanya sedikit terasa kaku untuk sekadar menoleh lagi pada wanita cantik yang berada di depannya.


Berbeda dengan Luna, Chandra malah terlihat berpikir sedari tadi sembari menganggukkan kepalanya. Ia baru tau jika Kezia adalah sepupu rekan dosennya itu.


"Kamu kesini bersama Luna? Kok bisa? Bukankah Luna sudah mempunyai suami?" Raka bertanya saat ia sudah tidak bisa menahan lagi keingintahuannya.


Dan menunggu Chandra mengatakan hal yang ingin ia coba tahan untuk ia tanyakan, akan membuat ia menjadi tambah penasaran.


"Iya.. Aku kesini bersama Luna." Chandra menoleh menatap istrinya, memberikan tatapan teduh disertai senyuman tulus saat istrinya itu mendongak lalu menatapnya mempertemukan bola mata jernihnya dengan bola mata elang milik Chandra. "Dia istriku, Raka." jawabnya dengan tegas lalu kembali menoleh menatap Raka yang kini terperanjak kaget mendengar perkataan Chandra.


Chandra dan keyakinannya memang berniat mempublikasikan hubungannya dengan Luna sesaat setelah ia memiliki Luna seutuhnya.


Memang belum waktunya hubungan itu dipublikasikan karna kedua orangtuanya belum juga bisa kembali ke Indonesia untuk menemaninya mengadakan pesta megah pernikahannya dengan Luna.

__ADS_1


Tapi, Chandra kembali mengutamakan kenyamanan. Ia takut wanitanya itu pergi setelah ia memilikinya seutuhnya dan ia masih keras kepala menyembunyikan statusnya.


Apa? Luna istri Chandra? Raka tiba-tiba memijit pelipisnya mendengar perkataan Chandra. "Kamu bercanda, Chan?" tanyanya meragukan.


Chandra menggeleng tegas, "Apa yang kamu dengar itu tidak bercanda, Rak. Aku dan Luna, kita memang sudah menikah. Luna itu Istriku, Raka." tegasnya lagi yang membuat Raka kini mengusap wajahnya dengan kasar.


Mas Chandra mengakuiku di depan pak Raka? Apa artinya sekarang dia sudah mempublikasikan hubunganku dengannya? batin Luna bergejolak mendapati suaminya tiba-tiba mengakuinya di depan Raka.


Sekarang memang mereka tidak sedang berada di kampus, tapi memberitahu Raka sama saja ia memberitahukan semua yang ada di kampus jika ia dan Chandra sudah menikah dan menjalin hubungan sebagai suami-istri.


"Kenapa kalian kompak berbohong? Kapan kalian menikah?" Raka bertanya dengan wajah frustasi yang tidak bisa ia sembunyikan, laki-laki itu masih tidak terima dengan apa yang didengarnya.


Kemarin, hatinya baru patah karna mendengar jika Luna telah menikah.


Dan sekarang, hatinya seakan tambah hancur saat mengetahui jika rekan dosennya yang sangat mengetahui jika ia menaruh rasa pada Luna, yang telah menjadi suami dari wanita yang ingin sekali menemaninya dalam hidupnya.


"Kita sudah menikah hampir dua bulan yang lalu." jawab Chandra yang membuat Raka menatapnya dengan nyalang karna ia teringat sesuatu. "Jadi, Hal yang membuat kamu hampir dua bulan ini selalu rajin mengajar di kampus karna kamu sudah memiliki, Luna?" tanya Raka mencoba meredam emosi yang tiba-tiba muncul saat mengingat percakapannya dengan Chandra dulu saat ia mendapati Luna setelah wanita itu tidak masuk kuliyah dua hari.


Chandra mengangguk tegas dan Raka kembali mempertanyakan apa yang ada di benaknya. "Apa saat Luna tidak masuk dua hari dulu itu karna kalian baru saja menikah?"


"Iya pak Raka... Maafkan saya yang dulu berbohong dengan Bapak." Bukan Chandra yang menjawab, tapi Luna yang mengambil alih untuk menjawab pertanyaan Raka itu.


"Diam kamu! Saya tidak berbicara dengan kamu!" sentak Raka yang membuat Chandra mengetatkan rahangnya. "Raka! Luna tidak salah! dia menikah denganku karna aku yang menginginkannya menjadi istriku. Jangan membentaknya atau kamu akan mendapatkan resikonya."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2