Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Fakta Yang Terungkap


__ADS_3

"Diam kamu! Saya tidak berbicara dengan kamu!" sentak Raka yang membuat Chandra mengetatkan rahangnya. "Raka! Luna tidak salah! dia menikah denganku karna aku yang menginginkannya menjadi istriku. Jangan membentaknya atau kamu akan mendapatkan resikonya."


"Resiko?" Raka meludah ke samping lalu kembali menghadap Chandra. "Memang apa yang mau kamu perbuat padaku, Hah?" Raka menepuk keras bahu Chandra menantang laki-laki yang terang-terangan mengatakan secara tersirat mendahuluinya menjadikan Luna istrinya.


Bahkan Chandra sangat tahu jika ia menyukai Luna. Kenapa rekan sesama dosennya itu tega menghianati dan melukai perasaannya?


Emosi dan amarah yang sedari tadi meluap kini begitu terlihat memuncak di wajah Raka yang sekarang memerah, mencoba meredamnya namun tidak bisa.


Apalagi penjelasan Chandra membuat darahnya seakan semakin mendidih, tangannya terkepal erat di sisi celananya menunjukkan buku-buku jarinya yang terlihat memutih.


Melihat Chandra yang terdiam, Raka pun maju mengambil segelas minuman dingin yang ada di stand terdekatnya, lalu tanpa basa-basi menyiramkan minuman itu ke jas Chandra dan sedikit mengenai wajah laki-laki tampan bak Dewa Yunani itu.


Byuuur~~~


"Raka!! Ada apa ini?" tanya Kezia saat mendengar keributan di dekat stand minuman pada sepupunya.


Keributan itu pula kini menjadi pusat perhatian para tamu yang mulai berdatangan.


Raka terdiam, Laki-laki itu tidak menanggapi pertanyaan Kezia, ia lebih mengutamakan melihat reaksi Chandra yang kini terlihat berang dengan rahangnya yang mengetat setelah jasnya ia siram dengan segelas minuman dingin.


"Ajari sepupu kamu itu sopan santun, Kezia! Kalau tidak, bubarkan acara kalian sekarang juga!" tegas Chandra yang membuat Kezia membelalakkan matanya. "Maksud kamu apa, Chan?" tuntut Kezia tidak terima.


"Kamu masih tanya maksud aku?" Chandra berkata pada Kezia, tapi matanya menatap tajam Raka. "Kamu tidak lihat dengan apa yang diperbuat sepupu kamu padaku, hah!" Chandra membentak Kezia dengan menunjuk jasnya yang basah.


Luna yang sedari tadi hanya bisa diam, kini mengusap lengan Chandra, mencoba menenangkannya dan mengembalikan kewarasannya jika sekarang mereka sedang berada di sebuah pesta besar agar Chandra tidak terlalu meladeni Raka yang sedang bergelut dengan amarahnya.


Chandra yang mengerti kode dari istrinya jika mereka tengah menjadi pusat keributan pun menepuk pelan punggung tangan Luna, mengajaknya untuk pergi menjauh dari rekan dosennya yang terobsesi ingin memiliki istrinya.


"Tunggu!! Masalah kita belum selesai, Tuan Chandra yang terhormat." teriak Raka menghentikan langkah Chandra, dan memang sedetik kemudian, Chandra pun berbalik sembari merangkul pinggang ramping istrinya.

__ADS_1


Chandra hanya ingin menegaskan pada Raka, jika laki-laki itu sudah tidak punya kesempatan untuk memiliki istrinya. Istrinya adalah miliknya.


"Apalagi?" tanya Chandra malas. Kalau tidak sedang berada di keramaian, mungkin Chandra akan membalas perbuatan Raka padanya.


Dia sudah cukup sabar sedari tadi menghadapi Raka yang mengundang ia untuk membalas apa yang diperbuat olehnya, padanya.


"Kenapa kamu memilihnya untuk menjadi istrimu? Bukankah kamu dulu menghinanya karna dia seorang Janda." Raka membalikkan perkataan Chandra yang dulu memang dikatakan padanya dengan senyum menyeringai.


Ia yakin, Luna pasti akan sakit hati dengan Chandra dan dia tidak mau lagi dengan suaminya jika wanita itu tau laki-laki yang menjadi suaminya menghinanya dan menghujatnya di belakangnya.


Dan itu bisa membuatnya mempunyai kesempatan untuk merebut Luna kembali dari sisi Chandra.


Chandra semakin mengetatkan rahangnya, namun sebelum ia berkata, Kezia sudah menyelanya.


"Kamu berantem dengan Chandra karna memperebutkan Janda itu?" Kini Kezia yang bertanya pada Raka dengan raut wajah bingung yang sangat ketara seraya menunjuk Luna.


"Dia bukan Janda, Kezia!" tegas Raka yang membuat semua orang yang ada di ballroom itu membulatkan matanya termasuk sekretaris Chandra dengan kekepoan tingkat tertingginya sekaligus Permana, yang malah terlihat tersenyum mendengarnya.


Apa? Nyonya Luna bukan seorang Janda? Apa ini yang membuat Tuan Chandra marah besar denganku? Apa mereka sudah.. ehem ehem.. sehingga Tuan Chandra tau jika istrinya masih original? batin Jaelani berpikir dan tiba-tiba ia merasa susah menelan salivanya.


"Apa maksud kamu, Ka?" Kezia menuntut penjelasan.


"Luna bukanlah seorang Janda. Dia hanya mengaku sebagai Janda karna dia menemukan seorang anak laki-laki." tegas Raka lagi sembari menatap Chandra dengan tatapan merendahkan.


Ia merasa ia lebih menang dibanding Chandra dalam mengenal masa lalu Luna sebelum menjadi istri Chandra. Dan perkataan Chandra waktu itu menguatkan pikirannya jika Luna masihlah original.


Chandra tersenyum, dia sama sekali tidak kaget ataupun marah. Laki-laki itu terlihat tenang dan semakin mengeratkan tangannya yang melingkar di pinggang ramping istrinya saat fakta tentang istrinya sudah terungkap.


"Anak laki-laki?" lirih Kezia seakan mengingat sesuatu dan Raka yang mendengarnya pun mengangguk.

__ADS_1


"Jawab Chan!! Kenapa kamu memilihnya?" tuntut Raka kembali menoleh pada Chandra yang malah terlihat tersenyum menatap Luna dengan penuh cinta.


"Karna dia jodohku." jawab Chandra acuh.


"Jodohmu?" Raka tertawa dengan keras tapi terdengar miris. "Kalau kamu tau dia jodohmu, kenapa dulu kamu meragukannya!" sentak Raka.


"Aku tidak meragukannya!" balas Chandra dengan nada dingin.


"Kalau kau tidak meragukannya, kenapa sekarang kamu baru mengenalkannya. Kemarin kamu kemana?" Raka meludah lagi tapi sekarang mengenai sepatu Chandra. "Kamu tidak mengakuinya itu berarti kamu malu dengan status palsunya, Chan."


Perkataan Raka kali ini membuat Permana maju menengahi pertengkaran itu. "Maksud kamu apa? Kenapa kamu menyimpulkan keponakan saya begitu?" tanyanya.


"Keponakan Tuan Permana ini tidak mengakui istrinya saat di kampus, Saya sebagai rekan dosennya baru tau jika dia telah menikah dengan wanita yang sudah aku cintai sejak lama." jelas Raka seraya menunjuk wajah Chandra dengan telunjuknya.


Secepat kilat Chandra menepis tangan Raka yang ada di depan wajahnya, ia diam tidak menyela. Menunggu apa yang akan dikatakan Permana.


Permana menatap Chandra dengan tatapan tak terbaca, "Benar kamu tidak mengakui istrimu, Chandra?" tanyanya pada keponakannya.


"Benar.. Bahkan Luna juga berbohong saat itu." Raka menyela yang membuat Permana menatap tajam padanya. "Kamu diam! Saya sedang berbicara dengan keponakan saya. Bukan dengan kamu!" tegas Permana.


"Mas Chandra mengakuiku sebagai istrinya, Paman. Kalau Mas Chandra tidak mengakuiku, pasti saya tidak akan diajak ke pesta pertunangan anak Paman dengan Nona Kezia." jelas Luna menyela Chandra yang ingin menjawab pertanyaan Permana.


Permana tersenyum mendengar penjelasan Luna dan dia pun mengangguk puas.


Bagaimana dengan Chandra? Bangga? tentu saja. Karna istrinya membela dirinya disaat kemarin ia memang seegois itu ingin menyembunyikan status pernikahan mereka.


"Chandra memang menyembunyikan status pernikahan mereka di kampus, Pa." tegas Kenzie saat ia baru saja memasuki ballroom tersebut, karna kedatangannya memang terlambat karna masih ada rapat.


"Maksud kamu apa, Ken? Jangan memfitnah Chandra!" tegas Permana yang dijawab seringaian oleh Kenzie.

__ADS_1


"Aku punya buktinya, Pa." jawab Kenzie dengan tenang yang membuat Chandra seketika memutar otaknya, memikirkan darimana Kenzie mendapatkan bukti dan apa buktinya?


Bersambung....


__ADS_2