Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Aktif Mengajar


__ADS_3

"Mas! Kamu ikut turun?" Luna bertanya dengan mengernyitkan dahinya heran, pasalnya sang suami tiba-tiba melepas jas yang dikenakannya dan menaruhnya di kursi belakang mobilnya, menyisakan kemeja panjang berwarna ungu muda.


Chandra mengulum senyum mendengar pertanyaan istrinya, akhirnya ia mendengar istrinya bertanya padanya.


Semalam istrinya memang melayaninya tapi istrinya tidak mengeluarkan erangan nikmatnya bahkan matanya basah oleh air mata.


Dan setelah melayaninya, istrinya langsung tidur membelakanginya bahkan tidak menegurnya.


Tapi baiknya Luna, wanita cantik itu tetap mempersiapkan apa yang akan digunakan suaminya untuk bekerja dan dengan sukarela memakaikannya seperti biasa walau tanpa menatapnya.


Hati Luna yang terus berteriak ingin bertanya kenapa suaminya masih menyimpan foto wanita lain pun membuat Luna harus bisa menguasai emosi dan pikirannya.


Wanita cantik itu tidak mau gegabah, ia ingin suaminya.. Laki-laki tampan yang kini menatapnya begitu intens bercerita tentang masa lalunya.


Yang Luna sendiri selalu berusaha jujur dengannya tentang apa yang belum diketahuinya.


Bukankah Chandra sendiri dulu yang bilang jika mereka harus saling mulai mengenal?


Jika iya.. Kenapa saat ia merasa sedang salah paham dengan Kinara, laki-laki itu tidak langsung menjelaskannya siapa wanita itu?


Apakah Chandra menunggu ditanya olehnya?


"Mas?" Luna kembali memanggil suaminya saat suaminya tak kunjung menjawab pertanyaannya.


Chandra tersenyum saat istrinya kembali memanggilnya namun sedetik kemudian laki-laki itu mengesah dalam hatinya.


Laki-laki itu lupa jika Kinara juga mengajar di tempat yang sama dengannya.


Satu kampus dengan dia dan istrinya.


Dan kemarin istrinya baru saja salah paham dengannya dan Kinara, dan dia belum mampu menjelaskannya siapa Kinara pada istrinya.


Ia tersenyum sedari tadi karena senang istrinya mengajaknya berbicara, dan sedetik kemudian mengesah karena lupa berkata pada istrinya jika Moreno telah mengundurkan diri menjadi asisten dosennya.


Chandra tiba-tiba keluar dari mobilnya, lalu Luna yang masih bertanya-tanya dalam hatinya pun ikut keluar dari mobil suaminya.


"Mas mulai aktif mengajar lagi." gumam Chandra tiba-tiba setelah istrinya berdiri di sampingnya tanpa menjelaskan jika Moreno telah mengundurkan diri.


Laki-laki itu tidak mau menjelaskan karena berita pengunduran diri Moreno menjadi asisten dosennya sudah tersebar di sosial media seluruh mahasiswa kampusnya.

__ADS_1


Tapi Chandra tidak tahu satu hal, kalau Luna.. Istrinya itu jarang membuka sosial media.


Setiap ada pemberitaan baru, Reyna-lah yang selalu memberitahu istrinya.


Luna tiba-tiba menunduk, ia bingung harus bagaimana.


Di satu sisi, ia senang karena suaminya akan aktif mengajar lagi dan bisa dekat dengannya.


Tapi di sisi lain, ada Kinara yang juga sama-sama mengajar disini. Dan nanti apa yang terjadi?


"Mas Chandra aktif mengajar? Apa gara-gara Miss Kinara ngajar disini.. Mas Chandra jadi mulai aktif mengajar lagi?" Batin Luna berperang namun tak berani bertanya.


Ayolah Chandra.. Jelasin kalau Moreno sudah mengundurkan diri biar istrimu tidak salah paham lagi. Author memohon padamu.. Hahaha.


Merasai kebingungan masih melanda hatinya, tanpa bertanya pada suaminya, Luna pun berjalan menuju kelasnya.


Maafin Mas, Lun.. Maafin Mas yang belum jujur.. Ini semua demi kebaikan kita. batin Chandra bersuara sembari menatap punggung istrinya.


***


"Lun.. Kenapa sedih gitu? Jangan terlalu stres.. Nanti kenapa-napa lagi sama kandunganmu." Reyna bertanya, dengan menatap Luna yang sedari tadi dari kejauhan sahabatnya terlihat meneteskan air mata lalu mengusapnya.


Reyna yang memang kebetulan hari itu memakai ojeg online melihat Luna diantar oleh Chandra dan ia sengaja menunggu di depan kelasnya untuk menanyakan keadaan sahabatnya yang kemarin siang sampai malam begitu kacau namun menyakinkan dirinya untuk tetap pulang ke rumah suaminya.


Namun hatinya tidak bisa berbohong, karena sedetik kemudian ia tergugu tanpa suara kembali.


Sepertinya, hamil muda membuatnya sedikit sensitif dan sangat melow.


Tapi, siapa juga yang tidak melow saat melihat jika suaminya masih menyimpan foto wanita lain saat ia sudah menyerahkan semuanya pada suaminya?


Dan kini suaminya akan satu kantor dengan wanita itu.


"Kamu belum baikan sama Pak Chandra?" tembak Reyna akhirnya saat melihat sahabatnya kembali meneteskan air mata.


"Udah.. Aku udah baikan kok." Luna mendongak demi menghalau air mata yang menggenang begitu banyak di pelupuk matanya. "Aku cuman lagi kaget aja denger Mas Chandra aktif mengajar kembali." sambungnya yang kini membuat Reyna mengerti.


"Jadi orang itu melek sama sosial media, Lun.. Pak Moreno yang jadi asistennya Pak Chandra kan udah pergi ke luar negeri buat ngelanjutin belajarnya." jelas Reyna yang kini membuat Luna membulatkan matanya.


"Kamu tau dari kapan, Reyn?"

__ADS_1


"Semalam.. Semalam banyak mahasiswa yang update status kalau Pak Moreno mengundurkan diri menjadi asisten Pak Chandra." jelas Reyna yang membuat Luna kini mengangguk paham dan sedikit bisa membesarkan hatinya.


Membesarkan hatinya jika suaminya mulai aktif mengajar lagi bukan karena Miss Kinara, tapi karena Pak Moreno yang telah mengundurkan diri.


Berpikir positif lebih baik daripada ia berpikir negatif.. dan benar kata Reyna.. ia tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungannya.


***


"Ndra.. Nanti ke cafe depan bentar ya!" ajak Kinara tidak tau malu dengan mensejajari langkah Chandra yang sedang berjalan menuju kelas Luna untuk mengajar.


Chandra menoleh menatap Kinara dengan senyuman lebar yang terukir.


Mungkin jika orang lain yang melihat, bisa menyimpulkan jika mereka adalah sepasang kekasih, karena tatapan Chandra dan Kinara tidak biasa.. Bukan tatapan sekadar teman kerja.


"Ngapain?" tanya Chandra dengan terus menoleh pada Kinara..


Laki-laki itu lupa jika kini ia berada dekat dengan kelas Luna dan tidak bisa meminimalisir untuk Luna tidak melihat ia yang sedang berbincang akrab dengan Kinara.


Baginya.. Itu sudah biasa.


"Kamu ngajar dimana?" tanya Chandra setelah Kinara tidak menjawab pertanyaannya.


Mereka kini sudah berada di depan kelas Luna..


"Di sebelah.. Aku kesitu dulu ya.. Jangan lupa nanti." Kinara pun berucap lirih dengan kerlingan matanya yang membuat Luna yang melihatnya tiba-tiba memegangi dadanya.


Memang tidak pertama kali ia melihat Chandra berbicara dengan rekan dosen wanita.. Tapi wanita ini beda. Dia merupakan wanita yang fotonya disimpan oleh suaminya.


Tidak pantaskah Luna jika wanita itu sakit hati?


Lalu bagaimana caranya ia membesarkan hatinya jika melihat suaminya begitu akrab dengan Kinara?


Suaminya memang berkata jika mereka berteman.. Tapi apa iya seorang teman menyimpan foto temannya dan terlihat begitu spesial?


Kembali.. Luna melihat Chandra mengangguk. Mengiyakan begitu saja pinta Kinara.


Apa yang sebenarnya sedang direncanakan suaminya dengan Kinara?


Kenapa wanita itu berkata, "jangan lupa nanti."

__ADS_1


Apa Luna tidak boleh untuk salah paham lagi?


Bersambung..


__ADS_2