Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Gagalnya Sebuah Rencana


__ADS_3

"Gimana? Kamu udah bisa merebut Chandra dari istrinya?" tanya Raka yang kini sedang menindih tubuh Kinara.


Keduanya sedang melebur menjadi satu menuntaskan hasratnya tanpa cinta di dalamnya.


Bibir mereka pun saling terpagut, lalu dengan liar Raka memberi cap kepemilikan di setiap sudut tubuh Kinara.


Erangan nikmat pun tak bisa untuk tidak dikeluarkan oleh Kinara dari bibir mungilnya saat Raka menghentakkan miliknya yang membuat Kinara seperti tersengat aliran listrik.


Kinara yang baru saja pulang dari nonton film di bioskop memang terlihat cemberut lalu dengan sekali gerakan membuka dress selutut yang dipakainya menyisakan bra dan kain berbentuk segitiga yang berwarna senada di hadapan suaminya.


Raka menelan salivanya lekat setiap menatap tubuh Kinara yang hampir sempurna, dan tidak bisa untuk menunggu lama untuk segera mencicipinya.


Bahkan Papanya sudah menuntutnya untuk segera memberikan cucu untuknya dan karena itulah Raka tidak bisa untuk tidak berhubungan badan dengan Kinara.


Sedangkan Kinara... Yang ditakdirkan menikah dengan Raka pun hanya bisa menuruti kemauan suaminya karena ancaman Papa mertuanya yang akan kembali menagih hutang Ayahnya jika dalam waktu enam bulan Kinara belum mengandung cucunya.


Suatu hal aneh yang serba kebetulan kan?


Ya.. Kinara dan Raka telah menikah beberapa minggu yang lalu karena perjodohan dari Papanya.


Keduanya menikah tanpa cinta karena Kinara harus menelan pil pahit kehidupannya saat Ayahnya menyuruhnya menikah dengan pewaris Diamond Grup untuk melunasi semua hutangnya pada Diamond Grup.


Tidak pernah terpikirkan oleh Kinara menikah dalam waktu cepat.. karena ia masih ingin mengejar ambisinya di dunia kosmetik.


Hingga suatu hari saat pernikahannya baru berjalan beberapa hari, Raka melihat foto Chandra yang masih tersimpan di dompet Kinara dan membuatnya mempunyai rencana licik untuk kembali bisa menghancurkan Chandra.


Saat itu, Kinara sedang ingin meminta uang pada Raka dengan memperlihatkan dompetnya jika tidak ada uang sepeserpun disana dan membuat Raka bisa melihat jelas jika ada foto Chandra di dompet istrinya.


Berita tentang Jenifer pun belum tersebar, dan bisa dipastikan jika Chandra belum mengetahui keadaan adiknya.


"Sepertinya bakalan gagal, Ka." jawab Kinara dengan menikmati apa yang dilakukan Raka di atas tubuhnya.


Mendengar kata gagal, Raka pun seketika bangun dari kegiatannya dan seketika memakai celana pendek rumahannya. "Maksud kamu apa bilang gitu?" tanyanya dengan matanya yang menatap nyalang kaca di depannya.


"Istri Chandra sedang mengandung.. Dan sangat tipis harapannya untuk aku bisa merebut Chandra." Kinara pesimis dengan duduk sembari mengusap pundak Raka. "Kita lanjutin yang tadi, Ka.. Tanggung soalnya." pintanya yang malah membuat Raka melepas tangan Kinara yang ada di pundaknya lalu seketika berdiri menuju balkon apartemennya.


Kinara ikut berdiri dengan memakai selimut yang ia apit pada lengannya, "Aku tau aku akan mengecewakanmu jika aku gagal merebut Chandra, tapi kita bisa apa kalau Chandra sekarang memang sudah tak bisa berpaling pada aku?"


"Kamu belum mencobanya, Ra.. Jangan menyerah sebelum bertanding."

__ADS_1


"Terus aku harus apa? Aku harus melakukan apa?" tanya Kinara dengan menahan sakit kepalanya karena ia gagal mencapai puncaknya.


"Aku yakin kamu tau segala apapun yang disukai Chandra disertai kelemahannya." Raka berpikir seraya tersenyum menyeringai. "Kamu ingat kan dengan perjanjian kita? Kalau kamu bisa dapatkan kembali Chandra.. Aku akan memberikanmu saham Diamond Grup sebesar tiga persen sekaligus kamu bisa menikah dengan Chandra.. Dan aku.. bisa menikah dengan Luna." sambung Raka.


"Memang kamu yakin kalau Luna mau menikah denganmu?" Kinara pun meniup telinga Raka agar laki-laki itu kembali melakukan kegiatan panas mereka dan ia bisa menggapai puncaknya. "Memangnya Chandra akan membiarkan begitu saja istrinya pergi sewaktu hamil anaknya?" sambungnya yang kini membuat Raka menatap tajam padanya.


"Jangan menggodaku, Ra." ancamnya yang malah membuat Kinara melepas selimutnya lalu tanpa dosa melekatkan tubuhnya dengan tubuh Raka.


"Ra!" teriaknya dengan melepas lalu mendorong tubuh Kinara dari hadapannya.


"Aw.. Kamu tega, Ka.." Kinara menangis sembari mengusap punggungnya yang terkena tembok.


"Jangan harap aku mau menyentuhmu kalau aku belum mendengar kabar baik dari rencana yang kita buat." ancam Raka sembari masuk ke dalam kamar mandi sembari membanting kencang pintunya.


Kinara tertawa pelan, miris dengan hidupnya.


Ia menikahi laki-laki kaya untuk menebus hutang Ayahnya, lalu diminta dengan paksa dengan lagi ancaman agar secepatnya mengandung cucu pemilik Diamond Grup.


Dan sekarang.. Ia diancam lagi oleh suaminya untuk merebut mantan kekasihnya yang sudah menikah.


Kinara sendiri tidak yakin.. Jika rencananya akan berhasil setelah mengetahui jika Luna telah mengandung anak Chandra.


***


Luna tersenyum senang setelah suaminya menuruti kemauannya.


Ia pun berkali-kali menggelengkan kepala saat Chandra ingin mengajaknya pulang.


Wanita cantik itu ingin menjajaki kuliner yang ada di alun-alun kota yang sangat jarang ia coba.


"Mas.. Makan nasi goreng kayaknya enak." ujar Luna dengan menoleh pada suaminya.


"Kamu mau makan lagi?" Chandra pun mengernyitkan dahinya heran. "Memangnya kamu belum kenyang?" sambungnya.


"Aku belum kenyang, Mas." jawab Luna enteng lalu memasuki tenda penjual nasi goreng.


"Mas mau makan nasi goreng enggak?" tanya Luna setelah ia mendapatkan kursi untuk duduk.


Kebetulan yang jajan nasi goreng malam itu cukup ramai namun kursinya masih tersisa untuk Luna dan Chandra.

__ADS_1


Semesta memang baik pada Luna dan Chandra ya.. Hehehe.


Chandra menggelengkan kepala yang membuat Luna pun paham.


"Bu.. Nasi gorengnya satu ya.. Banyakin cabenya." ujar Luna pada penjual nasi goreng yang baru dilihatnya.


Penjual itu mungkin tergolong baru dan ia belum mengenalinya.


Chandra kontan menoleh pada istrinya saat istrinya itu meminta makanan pedas sedangkan ia baru saja keluar dari rumah sakit. "Jangan pedas-pedas, sayang."


"Si baby-nya yang pengen, Mas." dan Luna pun punya alibi yang tidak bisa disanggah oleh Chandra.


Menunggu beberapa menit pesanan nasi goreng itu dibuat, Chandra pun mengecek ponselnya yang semalaman ini belum diperiksanya.


Banyak pesan masuk dari klien-nya bahkan Jaelani yang mengatakan jika ada laporan yang harus dibacanya.


Luna mencoba melihat apa yang sedang dilihat oleh suaminya di ponselnya hingga tidak mengajaknya berbicara.


Seketika wanita cantik itupun mengedarkan pandangannya saat suaminya sadar jika ia telah mengintip apa yang dilihatnya.


"Kamu ngintip Mas?" tanya Chandra dengan menaikkan alisnya.


"Enggak.. Aku cuman lihat Mas aja yang lagi ngapain. Kayaknya sibuk banget."


"Jaelani kirim email kalau ada laporan yang harus aku baca, Lun." jelas Chandra yang membuat Luna membulatkan mulutnya, "Oooh."


"Es jeruknya satu ya, Bu." pinta Luna saat penjual nasi goreng itu menghidangkan nasi goreng untuknya.


Beberapa detik mengaduk-aduk nasi goreng yang ada di depannya, Luna pun tiba-tiba mencebikkan bibirnya.


Nasi goreng itu baru saja ia makan beberapa sendok, belum ada separuh dan ia sudah menginginkan hal lain.


"Kenapa?" tanya Chandra yang belajar peka.


Luna menggeser piring nasi gorengnya ke hadapan Chandra, "Mas yang habisin nasi gorengnya ya.. Si baby yang minta." pintanya yang membuat Chandra membulatkan matanya.


"Segitunya?" Chandra berusaha menolak.


Luna mengangguk pelan disertai senyum lebarnya yang akhirnya membuat Chandra mau tidak mau memakan nasi goreng bekas istrinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2