Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Kebenarannya


__ADS_3

Raka terus berjalan menuju ruangan dimana istrinya berada tanpa menghiraukan langkah kaki yang sedang membuntutinya.


Ingin sekali laki-laki itu menampar Kinara karena telah ceroboh menaruhkan nyawanya hanya karena ingin mengambil perhatian dari Chandra.


Apa tidak ada cara lain yang bisa dilakukan istrinya itu untuk menarik perhatian Chandra?


Apa harus mempertaruhkan nyawanya? Kalau iya.. Bagaimana ia menjelaskannya pada Ayah mertuanya?


"Ck! Dasar wanita tidak berguna." gumam Raka dengan menatap nyalang jalanan di depannya.


Sesampainya di depan pintu ruangan Kinara dirawat, Raka yang hendak masuk ke ruangan istrinya bebarengan dengan jam visit Dokter untuk memeriksa pasiennya.


"Keluarga Nyonya Kinara?" tanya Dokter itu ramah pada Raka.


"Iya.. Saya suaminya, Dok." jawab Raka yang membuat Chandra tercengang sembari membulatkan matanya.


suaminya? ini benar? Raka menikah dengan Kinara setelah melakukan hal kurangajar pada adikku? jadi.. wanita pilihan papanya itu adalah Kinara.. gumam Chandra dalam hatinya tapi tak menyela, ia ingin mendengar lebih jelas kebenaran yang belum diketahuinya.


"Anda suaminya? Bukankah tadi ada yang bilang jika Nyonya Kinara belum bersuami?" Dokter itu kembali bertanya karena belum bisa bertanya pada Kinara, wanita yang selalu memakai dress selutut itu masih belum terjaga dari tidurnya.


Sepertinya wanita itu kelelahan karena semalaman melayani suaminya, dan harus berpikir keras untuk melanjutkan rencananya merebut Chandra dari istrinya.


"Mereka belum tahu kalau saya dan Kinara sudah menikah, karena saya dan Kinara menikah di luar negeri, Dok. Bagaimana keadaannya?" Raka pun bertanya, bagaimanapun Kinara adalah istrinya, dan tanggung jawabnya.


"Keadaan Nyonya Kinara sudah stabil. Dan kandungannya pun sehat, Pak." jelas Dokter itu yang lagi-lagi membuat Chandra membulatkan mulutnya.


hamil? Kinara hamil? gumam Chandra dalam hatinya sembari menggelengkan kepala.


"Istri saya hamil, Dok?" Raka bertanya dengan setengah berteriak.


"Iya.. Apa Bapak belum mengetahuinya?" Dokter itu dengan sabar bertanya.


Raka menggelengkan kepala sebagai jawaban yang membuat Dokter itu tersenyum. "Mungkin Nyonya Kinara ingin memberi kejutan pada Bapak." ujar Dokter itu lalu berlalu dari hadapan Raka.


"Kinara hamil? Papa harus tahu." gumam Raka dengan mengambil ponselnya di saku celana pendeknya.


Namun baru saja ia mencari kontak Papanya, Chandra menepuk pundaknya dengan begitu keras lalu memegangnya dengan kencang menyuruhnya berbalik badan.


Deg

__ADS_1


Chandra? batin Raka menatap orang yang tadi menepuk pundaknya.


"Kinara istrimu?" tanya Chandra to the point.


"Bukan!" Raka pun menyanggah.


Kebetulan ruang VVIP itu jarang orang lewat, dan Chandra bisa leluasa melakukan hal yang sedari kemarin ingin ia lakukan.


Bogem mentahnya pun langsung saja dilayangkan di pipi Raka saat laki-laki itu menyanggah pertanyaannya.


"Aku dengar semuanya, Rak. Kamu enggak usah nyangkal!" pekik Chandra dengan bogem mentahnya yang kini juga dilawan oleh Raka.


Perkelahian pun tak bisa terelakkan dan Luna tidak bisa melerainya karena wanita cantik itu menunggu di dekat ruang informasi.


"Kalau memang Kinara istriku, kenapa? Kamu enggak terima? Kamu masih mencintainya?" tanya Raka di sela-sela perkelahiannya dengan Chandra.


Chandra terdiam, ia begitu saja menerima pukulan bogem mentah dari Raka demi memikirkan jawaban yang tepat dari pertanyaan Raka.


Apa benar ia masih mencintainya? Apa selama ini Kezia bahkan Luna yang kini menjadi istrinya belum bisa menggantikan posisi Kinara yang begitu spesial di hatinya?


Berkali-kali Raka melayangkan bogem mentahnya pada Chandra tanpa berhenti saat Chandra tidak juga melawannya.


Sepertinya benar, jika Kinara masih begitu berarti untuk Chandra di hidupnya. Begitulah yang ada di pikiran Raka saat itu dengan tersenyum menyeringai dengan tanpa jeda memukuli Chandra.


sekretaris sialan. pekik Raka dalam hatinya dengan menatap nyalang Jaelani.


"Ada apa ini? Kenapa kalian bertengkar?" Jaelani pun bertanya dengan membantu Tuan-nya berdiri.


"Kinara.. Dia suami Kinara, Lan." jawab Chandra dengan suara lemahnya.


"Tuan Raka suami Nona Kinara, Tuan?" Jaelani pun kembali bertanya.


"Iya.. Aku suami Kinara. Dan Chandra sudah kalah. Dia tidak bisa memiliki Kinara." Raka berucap dengan bangganya.


Luna yang baru saja mengikuti Jaelani dan berjalan di belakang sekretaris suaminya itu walau dengan lamban mendengar perkataan Raka yang hanya ujungnya "tidak bisa memiliki Kinara" itu saja.


Apa maksud dari perkataan Pak Raka? dalam hati Luna bertanya.


"Tidak bisa memiliki Nona Kinara?" Jaelani tertawa dengan mirisnya. "Tuan Chandra sudah menikah dengan Nyonya Luna, Tuan."

__ADS_1


"Aku tahu.. Tapi dia menikahi Luna karena terpaksa, dia saja tidak mau mengakuinya dulu kalau Luna adalah istrinya. Chandra masih mencintai Kinara. Kamu harus tahu itu sekretaris sialan!" Perkataan Raka seperti anak panah yang kini menghujam dada Luna, yang terasa begitu sakit.


Luna memegangi dadanya saat melihat suaminya lagi-lagi tidak langsung membantah perkataan Raka tentang Kinara yang masih ada di hatinya.


Tak perlu menunggu detik untuk menjadi menit untuk Luna meneteskan air mata membasahi wajah cantiknya.


"Sepertinya Tuan salah.. Tuan Chandra sangat mencintai Nyonya Luna. Bahkan gaji saya saja akan dipotong jika saya menjelekkan Nyonya Luna." bantahan dari Jaelani kini sedikit menyurutkan air mata yang membasahi wajah Luna.


"Itu dulu sebelum Kinara kembali, sekretaris sialan." Raka kembali menyanggah.


"Mau dulu atau sekarang, tetap istri Tuan adalah Nyonya Luna. Bukankah Nona Kinara adalah istri Anda? Kenapa Anda harus bangga jika memang Tuan Chandra masih mencintai istri Anda? Anda tidak marah? Atau jangan-jangan Anda menikahi Nona Kinara hanya untuk membalas dendam pada Tuan Chandra dan ingin menghancurkan rumah tangga Tuan Chandra dengan menggoyahkan hatinya yang baru saja akan menetap dengan Nyonya Luna?" tegas Jaelani dengan berbagai pertanyaan yang kini menyadarkan Chandra tentang istrinya.


Ya, dia adalah laki-laki berisitri, bukan laki-laki lajang lagi.


apa? Miss Kinara istri Pak Raka? apa-apaan ini? batin Luna bertanya dengan tetap setia mendengarkan perdebatan tentang kebenaran yang baru saja diketahuinya.


"Itu bukan urusanmu sekretaris sialan. Itu urusanku dengan Chandra." Raka berjalan mendekat pada Chandra yang kini berada dalam dekapan Jaelani. "Aku mempunyai tawaran untukmu, Chan!"


"Tuan saya tidak membutuhkan penawaran apapun dari Anda, Tuan." Jaelani yang menyanggahnya lagi.


"Diam kau!" teriak Raka dengan memegang kerah jas Jaelani.


"Saya tidak akan diam jika itu bersangkutan dengan Tuan saya."


Raka memilih tidak mempedulikan bantahan Jaelani, ia kembali menatap Chandra dengan senyum menyeringainya.


"Tawaran dariku akan membuatmu bahagia, Chan." Raka kembali berujar.


"Tawaran apa?" Chandra pun akhirnya bertanya.


"Kita bisa menukar pasangan kita. Kamu dengan Kinara. Dan aku dengan Luna." ujar Raka yang membuat Chandra seketika menegakkan duduknya.


"Kamu gila?" sentak Chandra langsung.


"Aku enggak gila.. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu."


"Terbaik? Istriku sedang mengandung anakku, Rak."


"Jadi kalau Luna tidak mengandung anakmu kamu mau menukarnya dengan Kinara?" tanya Raka yang akhirnya tidak bisa membuat Luna mampu bertahan untuk sekadar memdengarnya.

__ADS_1


Hatinya terlalu sakit untuk mendengar semua kebenarannya.


Bersambung...


__ADS_2