Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Berhasil Kan?


__ADS_3

Apa menantunya ini yang bisa membuat Chandra berubah bisa berkata lembut dengannya?


Apa menantunya ini yang membuat Chandra yang awalnya tidak pernah mau menyapanya setelah kesalahan kesekian kalinya yang ia perbuat pada anaknya dan tadi tiba-tiba mau menyalami tangannya?


Apa menantunya ini yang bisa benar-benar membuat anaknya yang keras kepala menjadi anak yang manis seperti ini?


Entahlah.. Rasanya Emily tidak boleh langsung percaya dengan omongan jelek tentang menantunya itu setelah melihat bagaimana Chandra tadi bersikap dengannya.


Tidak mungkinkan wanita yang punya kelakuan buruk dan selalu membangkang bisa merubah anaknya yang tadi begitu keras kepala menjadi begitu lembut dengannya?


Sepertinya Emily juga tidak boleh mendoktrin menantunya yang belum ia kenal persis kepribadiannya.


Dan siapa yang telah meracuni otak Emily itu agar membenci Luna? Padahal niat awalnya selain mengurusi agency model miliknya yang sedang bermasalah, ia juga disuruh suaminya untuk mengenal baik siapa menantunya.


Emily sepertinya juga harus meluruhkan egonya saat itu. Saat mengingat dengan jelas ancaman Chandra jika anaknya itu akan melawan jika ia semakin ditentang.


Emily menatap Luna dalam beberapa detik dengan pertanyaan yang terus memutar di kepalanya.


Ingin sekali ia berlaku kasar pada anak menantunya yang bukanlah orang siapa-siapa karena pengaruh orang tersebut, tapi sepertinya hatinya sudah teralihkan dan menghianati apa yang ia pikirkan.


Wanita yang masih cantik di usianya itu terlihat maju mengikis jarak lalu menarik Luna dalam dekapannya. "Terimakasih ya, Nak." ujarnya sembari meneteskan air mata.


Sekian detik Luna terpaku mendapat pelukan mendadak dari Ibu mertuanya yang tadi pagi menghinanya, bahkan mengajaknya test kehamilan agar anaknya bisa menceraikannya jika Luna belum mengandung anak Chandra.


Usapan pelan yang dilakukan Chandra di pundaknya, menyadarkan Luna jika semua ini memang benar adanya.


Ia diterima? Ibu mertuanya menerimanya hanya karena ia memberinya kue bakpia? Dan apa tadi? Nak? Ibu mertuanya ini memanggilnya "Nak"? Luna tersenyum manis mengingatnya sembari membalas pelukan Emily.


Ah.. sepertinya Luna harus berterimakasih pada Karina Aprilia, karena berkatnya ia bisa meluluhkan hati Ibu mertuanya karena kue bakpia yang diajarkan olehnya.


"Sama-sama, Mom." ujarnya sembari tersenyum setelah Emily melepas dekapannya.


"Kita ke kamar dulu, Mom." Chandra mengalihkan perhatian guna menahan rasa harunya, dan lagi menyalami Momnya sebelum ia menaiki tangga menuju kamarnya.


"Kamu gak rindu dengan Mom, Ndra?" tanya Emily dengan mata basahnya yang membuat Chandra yang baru saja menyalami tangan Emily, pun mendongak.


"Rindu." Chandra berucap dengan tegas lalu menarik Emily ke dalam pelukannya sembari meneteskan air matanya lalu dengan cepat mengusapnya.

__ADS_1


Rasa harunya juga tak bisa ditutupi begitu saja. Ia tidak menyangka jika ide yang terlintas begitu saja saat mengingat makanan kesukaan Momnya membuat hati Momnya luluh dan menerima Luna menjadi istrinya.


Sepele? Mungkin kata itu yang sekarang terlintas di pikiran Chandra sembari mendongak menghalau air mata yang sudah menggenang yang siap terjun kapanpun juga membasahi wajah tampannya.


Kemarin, karena kekhawatirannya akan Momnya yang selalu menilai orang dari kesempurnaannya membuatnya mengajak Luna ke Bandung untuk belajar bagaimana cara keseharian di lingkungannya yang jelas berbeda kasta dengan Luna.


Barusan, beberapa jam yang lalu ia pun kembali menyuruh Luna belajar membuat kue bakpia untuk mendapatkan simpati dari Momnya.


Tapi, satu hal yang sangat ia sadari.


Momnya ini luluh bukan karena sekadar pemberian kue bakpia darinya dan Luna. Tapi karena hal sepele, karena ia yang mengingat jelas makanan kesukaannya. Bahkan ia menurunkan egonya menyalami tangan Ibunya.


Hah? Rasanya usaha yang kemarin dilakukan oleh Chandra untuk Luna tidak bernilai apapun saat melihat Momnya begitu terkejut melihatnya tiba-tiba menyalami tangannya.


Chandra juga tidak habis pikir dengan apa yang dilakukannya.


Segitunya kah ia bucin dengan istrinya? Apa rasa melindungi, rasa khawatir, rasa tidak terima itu bagian dari bucinnya ia dengan istrinya?


Chandra pun menoleh menatap istrinya sembari mendekap Momnya, laki-laki itu melambaikan tangannya agar Luna mendekat padanya.


Dan saat Luna sudah berada di dekatnya, ia pun menarik Luna. Mendekap dua wanita yang kini begitu berharga dimatanya.


Karena istrinya ini hubungannya dengan Momnya mengalami satu kemajuan baik setelah pertentangan yang terjadi beberapa tahun yang lalu saat Dad dan Momnya meninggalkan Indonesia dan meninggalkan dirinya karena ia yang lebih memilih tetap menjadi dosen sesuai cita-citanya.


"Aku diabaikan." keluh Jenifer menyadarkan ketiga orang yang masih berpelukan sembari pura-pura menunjukkan muka cemberutnya karena ia tidak dipeluk oleh Kakaknya.


Wanita cantik itu baru bangun dari tidurnya, dan saat ia keluar kamar untuk mengambil minum di dapur ia mendapatkan pemandangan yang menyejukkan hatinya.


Kakaknya sudah berbaikan dengan Momnya.


Suatu hal yang bisa membuat hatinya begitu senang karena bertahun-tahun ia mencoba membuat Kakaknya itu berbaikan dengan Momnya tapi selalu gagal.


Diam-diam Jenifer pun mengambil ponselnya dahulu, lalu memotret Kakaknya yang sedang berpelukan dengan Mom dan Kakak iparnya sebelum ia memecah pemandangan itu.


"Siapa yang mengabaikanmu, Jen?" tanya Emily perhatian.


"Kak Chandra, Mom." Jenifer memajukan bibirnya sembari menunduk.

__ADS_1


Chandra tersenyum, malam itu mungkin jadi malam yang patut diacungi jempol, karena Chandra tak berhenti tersenyum setelah berbaikan dengan Momnya.


Laki-laki itupun berjalan melangkah dimana Jenifer berdiri, lalu menarik adiknya itu ke dalam pelukannya. "Terimakasih ya, Jen." bisiknya.


"Berhasil ya Kak?" Jenifer pun bertanya dengan berbisik, karena ia tahu rencana yang dibuat Chandra tadi.


Dan dialah saksi yang mendengar saat Chandra mengumpat pada Karina saat wanita itu mengatakan tidak bisa mengajari Luna.


Chandra menganggukkan kepalanya lalu melepas dekapannya.


"Kita ke kamar dulu ya, Mom." ujarnya saat ia sudah menggenggam tangan istrinya.


"Kakak ke kamar terus perasaan.." Jenifer kesal karena ia mau mengobrol dengan Kakak iparnya.


"Kamu ingin keponakan baru kan?" Dan Chandra sudah mengeluarkan pertanyaan yang tadi tidak bisa ditolak oleh Jenifer.


"Memangnya yang tadi kurang?" tanya Jenifer polos yang membuat Emily menepuk lengannya pelan. "Anak kecil tau apa. Kamu diem, Jen." titahnya.


"Aku bukan anak kecil, Mom. Kak Luna itu seusiaku." Jenifer tidak terima dan Luna hanya bisa tertawa mendengarnya tanpa mau menyelanya.


Dan saat Jenifer terlibat perdebatan kecil dengan Emily, Chandra dan Luna pun melangkah meninggalkan mereka ke kamarnya.


"Berhasil kan, sayang?" tanya Chandra saat keduanya sudah memasuki kamarnya dan ia sudah mengunci pintu kamarnya.


Laki-laki itu langsung memeluk istrinya dari belakang, menaruh kepalanya di ceruk leher istrinya, mencium aroma tubuh Luna yang sudah menjadi candunya.


"Iya.. Terimakasih ya, Mas. Aku gak nyangka. Karena kue bakpia itu Mom bisa nerima aku." Luna berkata dengan binar bahagia yang tersorot jelas di bola mata jernihnya.


"Anything for you, sayang." Dan Chandra pun membalikkan badan Luna lalu mulai mengecupi wajah istrinya, dan dengan perlahan menuntun istrinya mundur hingga Luna berbaring terlentang di atas ranjang.


Tak butuh waktu lama, Chandra yang memang sangat menginginkan Luna pun memulai permainannya membawa istrinya meneguk kenikmatan indahnya surga dunia.


Bersambung..


Hehe.. Dua bab untuk hari ini.


Siap-siap besok ada konflik baru ya gaes...

__ADS_1


Happy reading..


__ADS_2