Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Periksa Kehamilan


__ADS_3

"Mas.. Bukannya ini mobil Kak Ari?" tanya Luna sembari menunjuk mobil Darius yang terparkir di pelataran rumah Chandra saat mereka akan memasuki rumahnya.


Chandra yang fokus pada ponselnya seketika menoleh pada apa yang ditunjuk oleh Luna. "Iya.. ini mobil Darius." jawab Chandra membenarkan.


"Ngapain Kak Ari udah malam begini disini, Mas?" tanya Luna lagi yang membuat Chandra mengendikkan bahunya karena juga belum tahu.


Mereka pun akhirnya secepatnya masuk ke dalam rumah untuk mengetahui alasan Darius berada di rumah Chandra, sedangkan Chandra baru saja sampai di rumah.


Lima langkah dari duduknya Darius di ruang tamu yang membelakanginya, tiba-tiba Chandra melingkarkan tangannya posesif di pinggang ramping milik Luna. "Ada apa, Mas?" Luna pun menoleh dan bertanya pada suaminya.


"Enggak apa-apa." bisik Chandra di telinga Luna sembari mencuri kecupan di pipi istrinya.


Luna pun mengangguk lalu keduanya melangkah mendekati Darius yang ternyata tidak duduk sendiri melainkan bersama Jenifer.


Punggung Jenifer yang tertutupi punggung sofa yang tinggi membuat keduanya melihat Jenifer setelah berdiri di sebelah Darius. "Jen!" panggil Chandra yang membuat adiknya menoleh padanya.


"Iya, Kak.." lirih Jenifer.


"Kamu sudah mau keluar dari kamar?" Chandra bertanya dengan heran, karena beberapa minggu adiknya tidak mau keluar, bahkan selalu menghindarinya begitupun Luna.


Tapi, setelah kehadiran Darius.. Adiknya itu mau keluar bahkan berbicara dengan jarak sedekat itu.


Ada apa sebenarnya?


"Aku.." Jenifer kembali menunduk, tidak punya jawaban untuk menjawab pertanyaan Kakaknya.


"Gue mau melamar Jenifer jadi istri gue, Ndra.. Lo restuin kita ya?" Darius tiba-tiba berujar, yang membuat tatapan Chandra sedari tadi terpusat pada Jenifer kini beralih pada Darius--sahabat karibnya.


"Gue enggak salah denger, Ri? Lo kan udah gue kasih tau kalau Jenifer enggak boleh menikah muda." tolak Chandra langsung.


"Tapi ini keadaannya beda, Ndra.." Darius pun tak gentar dengan keputusannya yang akan menikahi Jenifer dan bertanggung jawab atas kesalahan Raka.


"Apanya yang beda?" Chandra pun bertanya yang membuat Darius tiba-tiba menoleh pada Jenifer lalu menggenggam tangannya, menguatkannya jika itu adalah keputusan terbaik.

__ADS_1


"Jenifer sedang hamil anak gue." Darius begitu mantap berkata seperti itu sembari menatap lurus Chandra.


Chandra dan Luna terperangah, mata mereka berdua membola mendengar berita buruk tentang adiknya.


Jenifer? Jenifer hamil? Luna pun seketika melepas tangan Chandra yang melingkar posesif di pinggangnya demi duduk di sebelah Jenifer dan mendekap adik iparnya.


"Kamu beneran hamil, Jen?" tanya Luna dengan menangkup wajah Jenifer, melihat mata Jenifer yang begitu sembab.


Wajah cantik adik iparnya itu berubah begitu sayu dan kuyu. Sangat berbeda dengan Jenifer yang dulu.


Jenifer melapisi tangan Luna yang menangkup wajahnya disertai derasnya air mata yang keluar membasahi wajahnya, "Iya, Kak.. Maafkan aku, ini salahku." jawab Jenifer yang kini menyadarkan Chandra dari keterkejutannya.


Dalam sekali gerakan, Chandra yang dikuasai amarah pun langsung menarik kerah kaos yang dipakai Darius dan langsung melayangkan bogem mentahnya bertubi-tubi.


Prediksi Darius pun terjadi, dan ia hanya bisa pasrah menerima bogem mentah itu dari sahabatnya.


"Kenapa? Kenapa lo setega itu sama adik gue, Ri? Lo mau balas dendam sama gue karena gue memperistri Luna? iya? Hah!" Chandra berteriak dengan bogem mentah yang tidak berhenti sedari tadi mengenai wajah Darius.


"Kak.. Hentikan!"


Chandra menoleh pada istrinya, lalu Luna menggelengkan kepala menghalangi Chandra. "Kamu bela laki-laki ini? Kamu masih punya rasa sama dia?" Chandra malah berpikiran buruk pada istrinya dengan menatap nyalang Luna.


"Maksud Mas apa? Aku hanya tidak mau kamu menyesal nantinya, Mas.. Lihat Kak Ari.. Dia sudah begitu lemah seperti itu." tegas Luna dengan menunjuk Darius yang sudah tergolek lemah.


Chandra menoleh pada sahabatnya yang berada di bawah kuasanya, laki-laki itupun seketika berdiri dan melepas kerah kaos Darius yang tadi ia tarik. "Jelaskan sama gue, bagaimana ceritanya lo bisa hamilin adik gue. Maksud lo apa, Ri?" Chandra ingin sekali kembali melayangkan bogem mentahnya.


Napasnya memburu, dadanya naik turun mencoba menahan amarah.


"Kita melakukannya dengan cinta, Ndra.. Lo harus terima gue jadi adik ipar lo." Darius berkata dengan suara lemahnya yang tidak menjawab pertanyaan Chandra.


Melihat Kakaknya yang akan kembali berjongkok untuk melayangkan bogem mentahnya pada Darius, Jenifer pun berlari dari duduknya di sofa dan memeluk punggung Chandra dengan terisak. "Stop, Kak! Stop pukulin Kak Darius.. Dia tidak salah."


"Jen.." panggil Darius dengan menggelengkan kepalanya, mencegah calon istrinya itu berkata sejujurnya.

__ADS_1


"Biarkan aku menjelaskan semuanya pada Kak Chandra, Kak.. Aku enggak mau Kakak mengalami perlakuan seperti ini padahal niat Kakak baik sama aku." Jenifer pun menolak pinta Darius.


Chandra mendengarnya, lalu seketika melepas pelukan Jenifer demi membalikkan tubuhnya untuk meminta penjelasan pada adik semata wayangnya. "Maksud kamu apa, Jen? Niat baik apa? Jangan membuat Kakak seperti orang bodoh disini." Chandra menggoyangkan pundak Jenifer, menuntut penjelasan.


Jenifer menunduk, "Aku hamil anak Bang Raka, Kak.." akunya kemudian yang membuat Chandra melepas tangannya yang ada di pundak Jenifer lalu membalikkan badan kembali menatap Darius. "Kakak enggak paham dengan maksud kalian." ujar Chandra akhirnya lalu melangkah cepat menuju kamarnya dengan menarik tangan Luna.


"Mas.. Kamu enggak selesaikan masalah Jenifer dulu?" Luna pun bertanya setelah mereka sampai di kamarnya.


"Kamu ganti baju." titah Chandra tak terbantahkan.


"Ganti baju? Untuk apa, Mas?"


"Periksa kehamilan. Mas mau meriksain Jenifer.. apa benar dia hamil atau tidak." ujar Chandra yang kini membuat Luna paham.


"Tapi ini udah malam, Mas.. Apa masih ada Dokter yang buka praktek?" Luna pun mengungkapkan pendapatnya.


"Mas bisa membayar dokter kandungan terbaik di negara ini kapanpun Mas membutuhkannya. Tidak peduli siang, malam atau bahkan dini hari." jelas Chandra yang membuat Luna tersadar jika suaminya itu memanglah orang kaya.


Tanpa bertanya lagi, Luna pun bergegas berganti pakaian.


Setelah Luna berganti pakaian, Chandra pun kembali turun ke bawah.


"Ganti pakaianmu, Jen.. Kita ke rumah sakit sekarang." titah Chandra dengan menatap nyalang adiknya.


"Untuk apa, Kak?"


"Untuk memastikan apakah kamu hamil atau tidak. Dan untuk memastikan langkah apa yang harus Kakak ambil untuk memberi hukuman yang setimpal untuk si brengsek Raka. Dia enggak cukup didiamkan saja." tegas Chandra dengan menatap lurus adiknya.


"Bangun, Ri.. Kita periksain lo sekalian." ajak Chandra tanpa menatap Darius, Ia masih marah pada sahabatnya itu.


"Kamu bisa bangun sendiri, Kak?" tanya Jenifer dan Luna bersamaan yang membuat Chandra langsung menarik tangan Luna. "Dia bisa bangun sendiri, sayang." Chandra pun berubah lembut pada Luna dan seketika memanggil Pak Mun untuk membantu Darius berdiri.


Bersambung...

__ADS_1


***


__ADS_2