
Mungkin jika dengan Jenifer.. Chandra bisa langsung kembali ke kamarnya atau menunggu di depan pintunya sampai Jenifer membukanya.
Tapi.. ini Luna. Ini wanitanya. Ini istrinya. Ia tidak bisa menunggu sampai istrinya membukakan pintunya.
Ia tidak bisa membiarkan istrinya salah paham dengannya lama-lama.
Chandra menegakkan badannya dari kepalanya yang tadinya bersandar di pintu dengan tangannya yang terus mengetuk pintu.
Laki-laki itu kini memutar badannya lalu berlari ke paviliun untuk bertanya pada Bi Asih kunci cadangan ruangan gym-nya.
Mendengar suara sepatu milik suaminya melangkah menjauh, Luna pun berdiri dari duduknya lalu menyeka air matanya.
Ia tahu... Wanita itu tahu jika suaminya pasti akan meminta kunci cadangan pada para maidnya.
Wanita itupun akhirnya memutuskan keluar dari ruangan gym Chandra, lalu berjalan memasuki kamarnya kembali dengan tidak menguncinya.
Tujuannya sembunyi kali ini di ruang ganti. Luna ingat.. sangat ingat jika di ruang ganti ada almari yang jarang dibuka oleh Chandra itu ada kasur busa kecil yang bisa membuatnya sedikit nyaman untuk bersembunyi.
Setidaknya dia tidak pergi dari rumah suaminya dan tidak membuat Ibunya berdosa.
Setelah mendapat kunci cadangan ruang gym-nya, Chandra pun dengan segera membuka pintu ruang gym-nya.
Sekali gerakan, pintu itu terbuka.. dan saat ia memindai ruangan itu istrinya sudah tidak ada disana.
Chandra menyugar rambutnya ke belakang, merasa frustasi karena istrinya ternyata pergi lagi.
Dia pun kembali ke kamarnya untuk mengecek istrinya, namun kembali tidak menemukan istrinya.
Chandra pun memutuskan berlari kembali menuruni tangga untuk bertanya pada satpam penjaga apakah istrinya itu keluar rumah atau tidak.
Belajar dari kesalahan yang tadi siang dilakukannya, ia harus bertanya dulu pada penjaga sebelum mencari kemana.
"Apa Bapak melihat istri saya keluar rumah?" tanya Chandra yang membuat satpam rumahnya melongo.
"Pak.." panggil Chandra lagi sembari menepuk lengan satpamnya saat dirasa tidak ada jawaban.
"Nyonya tidak ada keluar rumah, Tuan.. Bukankah tadi Nyonya baru masuk rumah beberapa jam yang lalu?" satpam itu malah berbalik tanya, tapi tak dijawab oleh Chandra.
Laki-laki itupun kini harus menuju ruangan dimana ia bisa menemukan istrinya.
Jawaban satpam penjaga rumahnya sudah menyakinkan ia jika istrinya masih di dalam rumah, tapi berganti tempat sembunyi.
Hahahaha.. Kamu dihukum sama Author disuruh lari-lari terus ya Chand.
***
Di ruangan khusus untuk melihat hasil CCTV di rumah mewahnya, Chandra memusatkan penglihatannya pada ruangan gym-nya beberapa menit yang lalu.
Disitu terlihat, saat ia berlari untuk meminta kunci cadangan ruang gym-nya, istrinya itu kembali memasuki kamarnya.
Chandra menunggu beberapa menit di ruangan itu untuk melihat apakah istrinya keluar kamar atau tidak.
__ADS_1
Dan setelah mendapatkan hasil dari CCTV itu jika istrinya tidak lagi keluar dari kamarnya, Chandra pun keluar dari ruang khusus itu menuju kamarnya.
"Sayang.." panggil Chandra dengan memindai kamarnya.
"Sayang.." panggilnya lagi sembari berjalan menuju kamar mandinya.
"Sayang.." panggilnya lagi dengan kini membuka ruang gantinya.
Di setiap sudut kamarnya, di ruang gantilah yang belum ia periksa.
Luna yang bersembunyi di almari yang jarang dibuka itu cemas jika nanti suaminya menemukannya.
Sungguh, ia belum siap mendengarkan penjelasan suaminya jika suaminya itu masih mencintai Miss Kinara, terbukti dengan foto yang masih disimpannya.
Chandra memindai di berbagai sudut ruang gantinya, hingga matanya menangkap sebuah cahaya yang mungkin berasal dari ponsel Luna yang berada di salah satu almari yang jarang dibukanya.
Perlahan.. Chandra mendekati almari itu, lalu membukanya dan seketika ia tersenyum geli saat menemukan istrinya ternyata tertidur saat bersembunyi darinya.
Iya.. Luna pura-pura tidur pemirsa.
Mungkin itu cara ampuh untuknya menghindar dulu dari penjelasan suaminya.
Ia hanya ingin melindungi hatinya. Mencegah hatinya untuk tidak sakit hati saat suaminya berkata masih mencintai Miss Kinara.
Chandra membuka pintu almari itu lebar-lebar, lalu berjongkok demi bisa menggendong istrinya ala bridal style menuju tempat tidurnya.
"Maafkan Daddy.. Karena Daddy kamu diajak sembunyi sama Mommy." ujar Chandra dengan mengusap perut datar Luna lalu menciumnya dengan sesekali melirik istrinya.
"Luna.. Maafin Mas jika tadi kamu salah paham saat melihat Mas dicium oleh Kinara. Dia adalah dosen baru di kampus kita. Kebetulan dia teman Mas." ujar Chandra dengan kini tertidur menyamping sembari mengusap pipi Luna.
Belum saatnya ia jujur dengan istrinya jika Kinara adalah mantan terindahnya.
kalau hanya teman.. kenapa kamu sampai sekarang masih menyimpan fotonya, Mas? tanya Luna dalam hatinya.
Luna masih berpura-pura tidur, menunggu apa lagi yang ingin dibicarakan suaminya.
Melihat istrinya yang ternyata masih betah berpura-pura tidur, Chandra pun mendekap istrinya dengan erat dari samping lalu sesekali mencium bibir istrinya.
Cup
Cup
Cup
Ternyata tidak cukup hanya sesekali, saat bibir tebal miliknya menyentuh bibir mungil milik istrinya, Chandra selalu kecanduan dan sengaja membangunkan istrinya.
"Lun.." panggilnya lembut dengan menatap mata istrinya setelah memberi kecupan di bibir Luna.
Jarak wajah mereka yang sangat dekat membuat Luna bisa menghirup harum mint dari nafas suaminya.
Dan saat itu Luna mati-matian menahan dirinya untuk tidak kebawa perasaan untuk langsung membuka matanya, ia ingin memberi efek jera pada suaminya jika ia punya istri yang harus dijaga hatinya.
__ADS_1
"Lun.." panggil Chandra lagi, dan kini dengan suara lemahnya.
"Maafkan Mas, Lun.. Buka matamu, Mas tau kamu cuma pura-pura." lirihnya dengan menyatukan keningnya dengan kening Luna.
Berbagai cara ia lakukan seharian ini untuk menemukan istrinya, bahkan membayar orang pun ia lakukan asal bisa menemukannya.
Dan disaat istrinya sudah berada di pelukannya, kenapa istrinya begitu betah mendiamkannya.
Apa salahnya? Bukankah tadi Kinara yang telah menciumnya? Bukan dia kan? Chandra bermonolog dalam hatinya sembari menunggu istrinya yang juga belum mau membuka matanya.
"Lun.. Buka matamu. Mas mohon.." Chandra memohon dengan suara lemahnya, bahkan kini wajah Luna bisa merasakan jika laki-laki itu kini meneteskan air mata.
Luna berperang dengan hati dan pikirannya.
Di satu sisi, ia ingin memberi efek jera pada suaminya agar suaminya itu punya sikap jika dia sudah mempunyai istri yang tak patut mendapat ciuman dari wanita lain.
Luna juga ingin sekali bertanya kenapa suaminya itu masih menyimpan foto Kinara.
Seberharga apakah Kinara dimata suaminya?
Di sisi lain... ia juga tidak tega melihat suaminya memohon seperti ini padanya.
Diam-diam, Luna menghela napas pelan.. Hatinya yang begitu mencintai suaminya mengalahkan pikirannya yang ingin sekali menghindar dari penjelasan suaminya.
Dalam hitungan detik, Luna pun membuka matanya dan bisa melihat jika suaminya kini menatapnya begitu dalam.
Dan sangat dalam.
"Sayang.." Chandra semakin mengeratkan pelukannya dan langsung menciumi seluruh inci wajah Luna saat melihat istrinya mau membuka matanya dan ia bisa mengajaknya berbicara.
"Lepaskan aku, Mas.." pinta Luna yang dijawab gelengan kepala oleh Chandra.
"Mas.. Aku mohon.." pinta Luna lagi yang membuat Chandra semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas enggak mau melepaskanmu, Kamu milik Mas." gumam Chandra tiba-tiba yang membuat Luna menghentikan pergerakannya.
Deg
"Mas bilang apa?" tanya Luna untuk menyakinkan jika pendengarannya tidaklah salah.
"Kamu milik Mas." tegas Chandra dengan menatap manik mata istrinya.
Luna membeku, bolehkah Luna mengartikan kata "Milik Mas" itu sebagai tanda jika suaminya mencintainya?
Luna pun kini tak bisa menghentikan kegiatan Chandra yang sedang bermain di dalam piyamanya di tempat favoritnya.
Tidak ada alasan untuknya menolak suaminya, karena ia takut berdosa.
Chandra pun dengam cepat melepas apa yang dikenakannya dan yang dikenakan istrinya.
Laki-laki itu hanya ingin memberi tahu pada Luna.. Jika dia hanya milik Luna.
__ADS_1
Bersambung..