Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Dosen Baru


__ADS_3

"Kamu ngapain, Lun? Enggak kangen sama, Mas?" tanya Chandra yang membuat Luna menghentikan kegiatannya lalu menoleh pada suaminya yang kedua tangannya sedang memeluknya posesif.


"Aku sedang meletakkan sesuatu di laci meja nakasku, Mas. Tapi enggak dikasih gambar love-love kecil, juga kuncinya enggak pakai gantungan berbentuk love juga." jawab Luna bersarkasme, yang membuat Chandra mengernyitkan dahinya.


"Maksud kamu apa, sayang?" Chandra pun tidak tahan untuk tidak bertanya.


"Enggak ada maksud apa-apa, Mas. Aku hanya berbicara pada apa yang ingin aku bicarakan." jawab Luna sembari menutup laci meja nakasnya.


Chandra semakin tidak mengerti dengan perkataan istri cantiknya.


"Aku mau mandi dulu, Mas." sambungnya lagi dengan melepas dekapan Chandra lalu berdiri melangkah menuju kamar mandi, dengan lagi... membuat Chandra tambah keheranan.


Ada apa dengan istrinya?


Setengah jam menunggu Luna yang tadinya mandi lalu berganti baju dan merias diri, kini Chandra yang sedari tadi duduk bersandar di tempat tidurnya pun berdiri lalu memeluk istrinya dari belakang.


Saat itu, Luna baru saja selesai merias diri dan akan melangkah menuju sofa untuk mengambil tasnya.


Harum vanilla dari rambut istrinya, membuatnya candu.. dan lagi, dengan memeluk istrinya dari belakang, ia bisa sembari mengusap calon anaknya yang ada di perut Luna.


Chandra melakukannya dengan penuh sayang dan senyuman yang seakan tak luntur menghiasi wajah tampannya.


Merasa kegelian dengan tangan Chandra yang terus mengusap perutnya yang masih datar, Luna pun kembali melepas dekapan Chandra. "Mas mandi dulu gih, terus sarapan. Aku ada kuliyah pagi hari ini." ujarnya yang membuat Chandra seketika menampilkan wajah cemberutnya.


Tapi lagi, memeluk istrinya lagi, tak mengindahkan perkataan Luna. "Aku kangen, sayang. Balik badan bentar dong." pintanya dengan manjanya yang jarang sekali Luna lihat.


Luna menghela napas pelan, lalu menunduk untuk sedikit meredakan emosi yang sedang mengungkungnya.


Bagaimanapun ia tidak boleh langsung mendiamkan suaminya tanpa bertanya dahulu siapa wanita yang fotonya disimpan oleh suaminya di laci meja kerjanya.


Tapi jika dia bertanya tentang foto wanita itu, bagaimana nanti jika suaminya malah berpikiran yang tidak-tidak dengannya.


Dia.. yang lancang membuka laci meja kerja suaminya.


Dia.. yang tidak mau duduk tenang menunggu suaminya meeting mengurusi proyeknya.

__ADS_1


Hah? Proyek? Luna baru teringat lagi jika suaminya baru pulang kerja sampai paginya lagi karena mengurusi proyeknya dengan Raka.


Lalu? Bagaimana kabar proyek itu? Apa sudah selesai? Apa waktu dua puluh empat jam yang diberikan bisa diselesaikan oleh suaminya dengan baik?


Luna pun seketika melepas dekapan Chandra lagi lalu berbalik badan demi bisa menatap wajah tampan dengan gurat lelah yang tercetak jelas yang seketika membuatnya merasa bersalah.


Laki-laki tampan itu juga belum membuka setelan kerjanya yang dipakai kemarin pagi.


Merasai istrinya sudah berbalik badan, Chandra pun tidak tunggu lama untuk langsung memeluknya dengan benar.


Luna yang tidak siap dengan pelukan dari suaminya, menyangga kedua tangannya pada dada bidang Chandra, yang membuat Chandra menjauhkan lagi wajahnya demi meraih wajah cantik istrinya. "Ada apa? Kamu kenapa? Kamu enggak kangen sama Mas?" tanya Chandra menuntut.


Luna menggelengkan kepala, lalu menurunkan kedua tangannya yang ada di depan dada bidang Chandra guna membalas pelukan suaminya. "Bagaimana proyek, Mas? Sudah selesai belum?" tanya Luna yang tidak menjawab pertanyaan suaminya.


Chandra menaikkan alisnya, tapi merasai istrinya membalas pelukannya membuatnya tak perlu lagi menanyakan apakah istrinya itu juga merindukannya atau tidak. "Sudah selesai. Proyeknya sudah selesai karena dibantu Darius semalam." jawabnya dengan mencium rambut istrinya.


"Kak Ari? Dia membantumu, Mas? Kalian sudah berbaikan?" tanya Luna beruntun.


"Berbaikan? Memangnya kita bertengkar?" Chandra berbalik tanya yang membuat Luna seketika terdiam.


"Enggak usah bahas Darius saat kita sedang berdua." putus Chandra yang membuat Luna mengernyitkan dahinya. "Kenapa, Mas? Bukankah Kak Ari sahabat, Mas?" Luna pun bertanya.


"Memangnya Mas bisa cemburu?" Luna pun tersenyum sembari melepas dekapannya lalu memiringkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya.


"Bisa lah. Mas juga manusia biasa, sayang."


"Oh ya?" Luna pun meragukannya yang membuat Chandra seketika menggelitiki perutnya hingga Luna tertawa terpingkal-pingkal.


Sepertinya baru kali ini Chandra bisa melihat tawa lepas istrinya itu bersamanya.


"Ampun, Maass.. Ammpunnn!!" teriak Luna yang dijawab gelengan kepala oleh Chandra.


"Oke.. Aku nyerah.. Aku percaya kalau Mas juga bisa cemburu." teriak Luna yang berhasil membuat Chandra menghentikan kegiatannya.


Merasai istrinya lemas karena gelitikannya, Chandra pun langsung menangkapnya dan memeluknya posesif lagi.

__ADS_1


Keduanya pun saling memeluk, mendekap dengan begitu erat. Menyalurkan rasa cinta yang teramat dalam yang kian tumbuh di hati mereka.


***


Drama saat Luna akan berangkat kuliyah terjadi lagi, tepatnya di pelataran rumah Chandra.


Laki-laki yang bersikeras akan mengantar istrinya itu sudah ditolak istrinya berulang kali karena memikirkan wajah tampannya yang begitu terlihat lelah.


Luna berkali-kali mengatakan, "Aku enggak apa-apa diantar Pak Mun, Mas.. Kamu terlihat capek banget. Semalam katanya enggak tidur sama sekali kan? Lagian kemarin aku juga pergi sama Reyna.. Dan aku baik-baik aja."


"Mas cuman antar kamu, terus balik lagi ke rumah buat tidur." berkali-kali juga Chandra mengatakan hal tersebut dan akhirnya Luna pun mengangguk mengiyakan, lebih baik mengalah daripada telat masuk kuliyah.


Sesampainya di kampus, Luna pun langsung turun dari mobil Chandra. "Mas janji langsung pulang ke rumah dan tidur ya." pintanya yang dijawab anggukan oleh Chandra.


***


*Masih di parkiran.


"Chandra!" panggil Kinara saat wanita cantik itu baru saja turun dari mobil mewahnya dan melihat Chandra yang baru saja memundurkan mobilnya untuk keluar dari parkiran.


Kebetulan, kaca mobil Chandra sedang diturunkan dan siapapun bisa melihat jelas jika Chandra yang tengah mengemudi.


Chandra menoleh menatap wanita yang baru memanggil namanya dan seketika ia pun mengusap matanya, tidak percaya jika itu cinta pertamanya sewaktu kuliyah. KINARA.


ngapain Kinara disini? batin Chandra bertanya tapi langsung mengemudikan mobilnya tak menjawab sapaan Kinara karena belum siap bertemu dengan wanita--yang mungkin masih berada di hatinya.


Kinara mencebikkan bibirnya melihat kelakuan Chandra, wanita cantik itu sangat mengerti bagaimana Chandra, dan tidak membuatnya sakit hati.


Ia pun melangkah menuju kampus yang nantinya akan menjadi tempat dimana ia mengajar.


"Itu siapa, Reyn?" Luna pun pura-pura bertanya dengan nada tidak suka saat melihat wanita cantik yang kemarin fotonya ada di laci meja kerja suaminya sekarang berada di dalam kelasnya.


"Dia Miss Kinara, Lun. Dia dosen baru yang menggantikan Pak Raka." jelas Reyna yang membuat Luna membulatkan matanya.


"Apa?" tanyanya dalam hati sembari menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


bersambung..


siapa yang ingat nama Kinara? Pernah disebut Jaelani loh.. hehe


__ADS_2