
Usai istrinya mengatakan jika Darius--sahabat kuliyahnya saat di Amerika adalah tetangganya, semakin menguatkan prasangka yang tadi bersarang di pikirannya.
Memang Luna belum mengatakan jika mereka dulu ada hubungan lebih dari sekadar tetangga, tapi Chandra sudah mengetahuinya dari Darius dari beberapa tahun yang lalu saat mereka masih kuliyah bersama.
Chandra hanya bisa mengangguk, lalu terdiam hingga keheningan kembali melanda keduanya.
Entahlah.. Luna lebih terlihat senang menoleh pada kaca jendela di sampingnya sedari tadi daripada menatap ke depan ataupun menoleh pada Chandra.
Apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh istrinya itu?
Apa wanita yang telah menjadi istrinya itu masih mempunyai perasaan cinta yang sama besar dengan perasaan cinta Darius pada Luna yang selama ini diceritakan padanya?
Chandra mencengkeram kemudinya dalam diam, sesekali ia melirik pada istrinya yang begitu betah mendiamkannya.
Apa salah jika ia berdiam diri dan tidak membuka obrolan lebih dulu?
Apa istrinya itu tidak berniat menjelaskan dan menyakinkannya jika hanya dia yang dicintai wanita itu? bukan Darius kan?
Chandra kini merasa menjadi orang ketiga dalam hubungan Darius dan Luna.
Selama ini, Darius selalu menceritakan Luna padanya. Dialah pendengar setia saat Darius galau memikirkan Luna. Dan dia juga teringat, jika dia dahulu sudah pernah berjanji akan membantu Darius menemukan wanita yang dicintainya, yaitu Luna.
Dan sekarang, wanita itu telah menjadi istrinya? Lalu apa yang harus dilakukannya? Chandra menggeram tiba-tiba memikirkannya.
"Aaaaaaarrghhh!!!" geraman disertai cengkraman kuat di kemudi yang dipegang Chandra mengalihkan perhatian Luna.
Wanita cantik itu langsung menoleh dan melihat jika wajah suaminya memerah.
Ada apa dengan suaminya?
"Ada apa, Mas?" tanyanya perhatian dengan mengusap tangan Chandra yang sedang mengemudi.
"Enggak apa-apa." Bohong Chandra tanpa menoleh pada istrinya.
Laki-laki itu kini sedang membalas istrinya yang sedari tadi bertindak acuh dengannya, dengan menatap lurus ke depan.
"Mas.. Tadi katanya mau jenguk Ibu?" tanya Luna saat suaminya mengemudi dengan kencang dan melewati arah menuju ruko miliknya.
__ADS_1
"Aku mendadak ada urusan penting." balas Chandra datar, masih tetap tanpa menoleh istrinya.
Luna menghela napas pelan lalu menunduk mendengar jawaban suaminya, ia pun tidak berani menyatakan keinginannya yang memang sedari kemarin ingin ke ruko Ibunya saat melihat kondisi Chandra yang sedang tidak baik-baik saja.
Apa suaminya seperti itu karena perusahaan yang sedari kemarin dipikirkannya? Jika iya.. bukannya suaminya tadi pagi sudah baik-baik saja dan berlaku manis dengannya.
Lalu untuk apa suaminya tadi bertemu dengan Darius? Mereka ada hubungan apa sehingga suaminya bisa sesantai itu memakai panggilan "Lo-gue" dengan laki-laki yang pernah dicintainya itu?
Luna pun akhirnya kembali diam tidak berani menbuka obrolan saat melihat suaminya terus memasang wajah datar dan tidak mau menoleh padanya.
***
Sesampainya di rumah, Chandra langsung masuk dan menaiki tangga rumahnya tanpa menoleh pada Luna.
Adegan Chandra dan Luna yang seperti sedang terlibat pertengkaran tertangkap oleh Emily yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Luna.." panggil Emily saat melihat Luna baru saja hendak menaiki tangga.
"Iya, Mom.." Luna pun menjawab panggilan Ibu mertuanya, lalu melangkah mendekati Emily dengan mata yang melihat kemana suaminya melangkah.
"Ada apa dengan Chandra? Kenapa dia seperti itu?" tanya Emily beruntun saat Luna sudah duduk di sofa depannya.
"Tidak tahu? Memangnya tadi kalian abis darimana?"
"Dari gedung olahraga, Mom."
"Kalian abis bertemu dengan Darius?" tanya Emily yang membuat Luna yang tadinya menunduk kini mendongak.
"Mom kenal dengan Kak Darius?" alih-alih menjawab, Luna malah berbalik tanya.
"Kenal.. Dia sahabat Chandra saat kuliyah di Amerika." jawab Emily yang membuat Luna kini menatapnya.
sahabat? jadi Mas Chandra dan Kak Ari sahabat? Ya Tuhan.. Kenapa bisa mereka bersahabat? batin Luna meringis mendengar kenyataan yang baru diketahuinya.
"Setelah bertemu dengan Darius, biasanya Chandra selalu terlihat bahagia. Tapi kenapa tadi terlihat begitu masam, ada apa dengan mereka? Apa mereka tadi bertengkar? Karena apa?" jelas Emily sembari memberi pertanyaan lagi pada Luna.
"Saya tidak tahu, Mom." kembali Luna tidak bisa menjawab karena memang dia juga belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Apa Darius menceritakan hubungan mereka dengan Chandra? Hingga suaminya berlaku seperti itu?
Hah? Luna baru teringat satu hal, dan dia pun langsung menegakkan tubuhnya. "Saya mau menyusul Mas Chandra ke kamar dulu, Mom." tuturnya yang dibalas anggukan kepala oleh Emily.
semoga tidak ada apa-apa. batin Emily sembari menatap Luna yang berlari menaiki tangga.
***
Sesampainya di depan kamar, Luna pun menghela napas dulu sebelum membuka pintunya.
Ia masih bingung sebenarnya harus berlaku apa dengan suaminya, kenapa suaminya itu tiba-tiba memasang wajah datar dan masamnya padanya.
Apa nanti jika dia bertanya tentang perubahan sikap suaminya itu suaminya akan marah jika ada hubungannya dengan Darius dan dirinya di masa lalu? Dan apa itu tidak berlebihan jika dia berpikiran tersebut?
Luna sangat ingat, sangat-sangat ingat hubungannya dulu dengan Darius saat dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Darius sebagai laki-laki yang sama-sama masih sekolah, selalu menyempatkan datang ke sekolahannya untuk sekadar menjemputnya lalu pulang bersama.
Laki-laki itu juga dulu sering menyisakan uang jajannya hanya untuk mengajak Luna jalan-jalan di taman kota, ataupun arena bermain.
Darius juga selalu memperhatikannya dan begitu mencintainya dan selalu peka dengannya.
Dahulu kala saat Darius menyatakan perasaannya, hati Luna begitu berbunga-bunga karena Darius selalu membuatnya seperti Ratu di hatinya.
Hingga suatu hari laki-laki itu harus pergi untuk menempuh pendidikan di Amerika, laki-laki itu pergi tanpa mengabarinya, bahkan sekadar menulis surat untuk dititipkan kepada temannya untuk Luna menunggu kedatangannya agar Luna selalu setia padanya.
"Kalau mau ngelamun jangan di dekat pintu." ketus Chandra yang ternyata sudah selesai mandi dan sedari tadi menatap apa yang dilakukan istrinya, lalu menyelimuti tubuhnya hingga di atas kepala.
Teriakan bernada datar dari Chandra membuyarkan lamunan Luna dan menyadarkan Luna jika suaminya telah berkata ketus dengannya.
Luna pun mengunci pintunya, lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu dengan menatap tubuh suaminya yang kini berbalut selimut.
Wanita cantik itu memegang dadanya yang tiba-tiba terasa sesak saat melihatnya, ada apa dengan suaminya? Apa dia tadi melakukan kesalahan hingga suaminya berlaku ketus dan tidak mau menatapnya sedari tadi?
Luna pun menitikan air mata dengan guyuran air dari shower yang kini membasahi badan dan rambutnya.
Apa yang kini harus dilakukannya?
__ADS_1
Bersambung...