Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Membuatmu Bahagia


__ADS_3

"Mas.." panggil Luna pada suaminya dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu suka?" tanya Chandra yang begitu paham dengan maksud istrinya.


Luna seketika mengangguk sebagai jawaban. "Mas menyiapkan semua ini untukku?" tanya Luna masih belum percaya yang dijawab anggukan oleh Chandra.


Bahkan kini, Chandra berdiri dari duduknya yang tadi berhadapan dengan Luna.


Laki-laki itu juga sekarang berlutut di depan istrinya yang sedang duduk sembari menggenggam tangan Luna. "Mas ingin membuatmu bahagia, Luna. Maafkan Mas jika kemarin Mas kurang peka dengan semua perkataanmu." ujarnya yang kini membuat Luna melepas tangannya yang digenggam oleh Chandra dan beralih melingkarkan tautan tangannya di belakang leher suaminya. "Aku bahagia, Mas." ujar Luna dengan menatap suaminya sembari meneteskan air mata.


Chandra mengusap air mata yang keluar membasahi pipi mulus istrinya. "Jangan menangis.. Kalau kamu memang bahagia." ujar Chandra yang membuat Luna langsung mendekap suaminya. "Aku menangis karena bahagia, Mas.." timpal Luna yang membuat Chandra kini mengusap punggung istrinya.


Mereka berdua pun berpelukan dengan Chandra yang mengajak istrinya berdiri diiringi permainan musik akustik yang begitu apik.


Berkali-kali Luna berusaha untuk tidak meneteskan air mata, berkali-kali juga Luna gagal karena alunan musik akustik itu begitu mengena di telinga dan hatinya.


Chandra melepas dekapannya demi bisa meraih wajah cantik istrinya.


Laki-laki itupun memiringkan kepalanya yang membuat Luna akhirnya tertawa pelan. "Jangan ngelihatin aku kayak gitu, Mas." ujarnya yang membuat Chandra menggelengkan kepala.


"Kenapa? Apa aku salah jika aku ingin menikmati wajah cantik istriku sendiri?" Chandra bertanya yang membuat Luna terdiam.


"Mas salah ya?" Chandra mengulangi pertanyaannya yang akhirnya dijawab gelengan kepala oleh Luna.


Chandra tersenyum mendapati jawaban istrinya lalu ia pun memajukan wajahnya demi bisa mengecup bibir mungil milik Luna.


"Ada orang, Mas." pekik Luna yang membuat Chandra melihat ke arah pemain akustik yang memang hanya dia yang diperuntukkan menemani dinner romantic antara ia dan Luna.


Jaelani dan yang lainnya ia suruh menunggu di dekat pintu keluar masuk rooftop agar tak mengganggu dan membuat Luna gugup.


Mendapati tatapan tajam dari Chandra, pemain akustik itupun langsung menundukkan pandangannya.


"Apa kamu melihat sesuatu?" tanya Chandra pada pemain akustik itu yang secara kontan dijawab dengan gelengan kepala oleh pemain akustik itu.


"Kamu lihat kan? Dia serius bermain akustik dan tidak melihat kita." ujar Chandra yang tidak terima dengan penolakan dari istrinya.


Luna menampilkan cengirannya, saat tau pemain akustik itu tidak bisa membantah perkataan suaminya karena ia dibayar oleh suaminya.

__ADS_1


"Kita makan dulu yuk, Mas.. Aku laper." rengek Luna kemudian agar perhatian Chandra teralihkan.


Bukan tipe Luna untuk memamerkan kemesraannya pada semua orang.


"Kamu lapar? Bukankah tadi kamu baru selesai makan dari rumah sakit?" Chandra pun bertanya mengungkapkan apa yang diketahuinya.


"Mungkin bawaan si baby, Mas.." kilah Luna yang membuat Chandra kini tidak bisa membantahnya dan menata kursi agar Luna bisa duduk kembali.


Di meja kecil berbentuk persegi itu terdapat dua piring steak, dua orange jus, dan beberapa lilin untuk melengkapi romantisnya makan malam mereka.


Chandra menatap istrinya yang begitu anggun memakan steak di hadapannya dengan alunan musik akustik yang mengisi keheningan yang terjadi.


"Mas.. Aku boleh minta sesuatu?" tanya Luna setelah menghabiskan makanan dan minuman untuknya.


Sepertinya, saat permintaannya dikabulkan oleh Chandra, Luna menjadi ketagihan.


Atau mungkin karena bawaan calon anaknya.


"Apa?" Chandra bertanya dengan menggenggam tangan Luna.


"Aku pengen nonton film di bioskop." ujar Luna dengan mengedarkan pandangannya ke segala arah, ia tidak yakin jika suaminya mau mengiyakan pintanya karena ia sangat tau jika suaminya begitu sibuk.


"Nanti aku minta tolong sama Jenifer buat menemani kamu nonton film di bioskop." balas Chandra dengan menatap istrinya.


"Aku maunya Mas yang menemani. Ini permintaan si baby." ujar Luna dengan menggigit bibir bawahnya.


Chandra terperangah mendapati permintaan istrinya.


Bagaimana ini? Chandra bertanya dalam hatinya.


Dahulu kala.. memang ke bioskop atau tempat-tempat ramai adalah favoritnya.


Tapi setelah ia putus dengan Kinara.. Ia belum pernah lagi pergi ke bioskop atau tempat ramai lainnya hanya untuk melupakan Kinara hingga ia bertemu dengan Kezia.


Perjalanan cintanya dengan Kezia pun terkenal monoton, dan mungkin karena itulah Kezia memilih selingkuh dengan Kenzie yang lebih luwes saat berpacaran dengannya ketimbang Chandra.


Chandra menghela napas pelan memikirkannya. Ini istrinya yang mengajaknya, dan lagi.. si baby lah yang ingin ia menemani Mommynya.

__ADS_1


Chandra sama sekali tidak tega untuk menolaknya. Ia juga tidak mau anaknya nanti ileran.


"Kamu mau nonton film apa?" tanya Chandra dengan seketika mengetik sesuatu di ponsel canggihnya.


"Mas mau nemenin aku nonton film di bioskop sekarang?" tanya Luna dengan binar bahagianya.


"Iya.. Masih belum terlalu malam kan? Baru jam tujuh." Chandra memperlihatkan jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Film romantic terbaru, Mas." jawab Luna cepat.


Chandra mengangguk, lalu dengan aplikasi di ponsel canggihnya ia bisa memangkas antrian yang mengular untuk sekadar membeli tiket nonton.


Chandra seketika berdiri sembari mengulurkan tangannya setelah selesai membeli tiket nonton untuk mengajak istrinya ke bioskop terdekat.


Luna yang mengerti pun langsung menerima uluran tanga Chandra, dan berdiri mengikuti langkah suaminya.


"Tuan." panggil pemain akustik itu pada Chandra yang kini menghentikan langkah Chandra dan membuatnya membalikkan badan sembari melingkarkan tangannya di pinggang ramping Luna. "Ada apa?" Chandra bertanya.


"Ini sudah selesai, Tuan?" tanya pemain akustik itu yang tidak percaya jika dinner romantic yang dirancang oleh Chandra hanya berlangsung setengah jam.


Disitu Ia dibayar untuk bermain akustik selama dua jam dengan bayaran lebih mahal dari biasa ia dibayar oleh orang lain.


Dan tangannya yang buat bermain saja belum terasa pegal.


"Iya.. Kamu boleh pulang." jawab Chandra akhirnya yang membuat pemain akustik itu tersenyum bahagia.


"Bayarannya?" tanya pemain akustik itu mengingat waktu yang kurang dari perjanjian.


Chandra menaikkan alisnya demi meminta penjelasan lebih.


"Bayarannya tidak dipotong kan, Tuan?" sambung Pemain akustik itu yang membuat Chandra tertawa. "Tidak. Bayarannya tetap full." jawab Chandra sembari membalikkan badannya dengan tetap merangkul pinggang ramping Luna.


"Anda mau kemana, Tuan? Bukankah baru setengah jam Anda melakukan dinner romantic? Masih kurang satu setengah jam lagi." Jaelani tidak bisa untuk tidak kepo.


"Luna ingin nonton film di bioskop, Lan..." jawab Chandra dengan menepuk pundak Jaelani.


"Gagal dinner romanticnya, Tuan?"

__ADS_1


"Enggak.. Udah habis makananannya." jawab Chandra dan langsung melangkah meninggalkan Jaelani dan orang-orang kepercayaannya untuk menuju bioskop menuruti permintaan Luna.


Bersambung..


__ADS_2