Janda Itu Istriku

Janda Itu Istriku
Menjaga Sikap


__ADS_3

"Selamat pagi, semuanya." Chandra menyapa semua muridnya dengan senyuman, dan tatapannya terpusat pada istrinya yang kini terlihat menunduk.


"Selamat pagi, Pak.." semuanya menjawab kecuali istrinya.


Wanita cantik itu kian menunduk dalam saat mahasiswa lainnya membalas sapaannya.


Ada apa dengan Luna? Kenapa dia tidak bersemangat seperti itu? batin Chandra bertanya, namun ia harus profesional dalam bekerja.


Selang beberapa detik kemudian, ia pun menemukan jawaban dari pertanyaan yang ada di dalam benaknya.


Istrinya itu berdiri seraya mengambil tasnya yang ada di meja, lalu melangkah mendekatinya dengan terus menunduk. "Maaf Pak. Saya sedang kurang enak badan. Saya tidak bisa mengikuti pelajaran pagi ini. Selamat pagi."


Usai berkata seperti itu, Luna pun langsung berbalik badan tanpa menatap Chandra.


Chandra tertegun... Ada apa dengan istrinya?


Kenapa istrinya tidak mau sama sekali menatapnya?


Apa ada lagi kesalahan yang ia perbuat?


Beberapa detik berpikir, Chandra akhirnya berdiri ingin mengejar istrinya, apa benar istrinya itu tidak enak badan?


Bukankah tadi saat sampai di kampus Luna masih terlihat baik-baik saja?


"Pak Chandra.." panggil Reyna yang membuat Chandra menghentikan langkahnya.


Luna yang berjalan begitu cepat sudah tidak mendengar seruan Reyna pada suaminya.


"Ada apa?" tanya Chandra dengan berbalik badan seraya menaikkan alisnya.


"Lebih baik Bapak menjaga sikap Bapak dengan Miss Kinara. Apa Bapak tidak melihat Luna tadi menangis melihat Bapak yang terlihat akrab dengan Miss Kinara?" Satu pertanyaan telak dari Reyna yang kini membuat Chandra mengernyitkan dahinya heran.


kenapa Luna menangis melihat aku akrab dengan Kinara? Bukankah dia taunya kalau Kinara adalah rekan dosen wanita.. sama dengan dosen wanita lainnya. Apa istrinya cemburu? tapi atas dasar apa? batin Chandra bertanya-tanya.


"Luna tidak percaya jika Bapak dan Miss Kinara hanya berteman. Saya juga yang sebagai orang lain tidak percaya setelah melihat Miss Kinara dengan beraninya mencium pipi Bapak, dan Bapak sama sekali tidak memarahinya. Dan sebagai seorang suami, Bapak seharusnya bisa menjaga hati istri Bapak. Apalagi Luna sekarang sedang hamil anak Bapak. Masih hamil muda lagi.. Bagaimana kalau kandungan Luna keguguran karena stress mikirin Bapak yang terlihat akrab dengan Miss Kinara? Luna makan hati, Pak." sambung Reyna yang membuat Chandra kini berpikir.

__ADS_1


"Dan lagi.. Saya mau ingatkan sama Bapak. Dulu saat tetangganya Luna kesini, saya menjadi saksi kalau Luna begitu menjaga sikapnya sebagai seorang istri yang tidak mau menyakiti hati suaminya apalagi membuatnya salah paham. Luna terus menunduk saat itu, Pak. Luna sangat menjaga pandangannya terhadap lawan jenisnya, dan saya harap Bapak juga begitu." sambung Reyna lagi lalu melangkah mendekati Chandra. "Saya izin juga pagi ini, Pak. Saya mau mengejar sahabat saya yang telah dilukai hatinya oleh suaminya." tegas Reyna yang kini membuat Chandra tidak bisa berkata-kata.


Laki-laki itu kini termenung sembari mencerna kata demi kata yang dilontarkan oleh sahabat istrinya.


Istrinya memang pencemburu, Chandra tau hal itu.


Tapi, hal apa yang mendasari istrinya untuk cemburu pada Kinara?


Apa karena Kinara telah lancang menciumnya?


Chandra pun kini mengusap wajahnya kasar, lalu menyugar rambutnya ke belakang.


"Bodoh! Kenapa kamu bodoh, Ndra?" gumam Chandra bermonolog sembari menggelengkan kepalanya, namun seketika ia pun melangkah masuk ke dalam kelasnya.


Bagaimanapun, ia harus ingat jika ada para mahasiswa yang sedang menunggunya mengajar.


Dan lagi, Reyna sudah mengejar Luna untuk sekadar menghiburnya.


***


"Luuuun..." panggil Reyna berulang kali yang tak diindahkan oleh Luna.


Taman itu dulu adalah taman tempat berkenalannya Reyna dengan Jenifer saat adik iparnya itu akan kembali ke London.


Sampai di kursi panjang berwarna cokelat yang sering buat duduk para pengunjung taman itu, Luna terduduk dengan memegang dadanya.


Wanita cantik itu juga kini memekik tertahan disertai derasnya air mata yang membasahi wajah cantiknya.


Reyna sampai disitu, kakinya mendadak kaku untuk melangkah mendekati Luna untuk sekadar menenangkannya.


Hatinya ngilu melihat sahabatnya yang begitu terluka.


Melihat pundak Luna yang terus naik turun, Reyna pun memutuskan melangkah lalu duduk di samping Luna dan mendekapnya.


Tidak bisa.. Ia tidak bisa melihat sahabatnya terus menangis hanya karena suaminya.

__ADS_1


Matanya yang bengkak karena kemarin hampir setengah hari menangis baru saja akan menghilang, dan kini bisa dipastikan jika mata Luna tambah membengkak lagi.


"Yang sabar, Lun.." Reyna ikut meneteskan air mata sembari mengusap rambut lurus berwarna hitam milik Luna.


"Aku harus gimana, Reyn? Aku enggak bisa lihat Mas Chandra bersikap seperti itu dengan Miss Kinara.." Luna akhirnya membuka suaranya.


Wanita cantik berbulu mata lentik itu sudah tidak bisa menahan sakit hatinya sendirian.


Ia membutuhkan teman untuk membagi rasa sakitnya agar sedikit berkurang.


"Bukan hanya kamu, Lun.. Aku juga gerah lihatnya." Reyna menambahkan yang membuat Luna kini semakin teriak sembari menangis kencang.


"Kamu tadi dengar kan, Reyn?" Luna mendongak sembari memegang lengan Reyna. "Miss Kinara tadi bilang jika mereka akan bertemu di luar kampus. Dengan bilang 'jangan lupa nanti'. Hatiku sakit, Reyn.. Aku sakit hati.. huhuhu..." Luna terus meracau meluapkan sakit hatinya sembari memegang dadanya.


"Apa aku tidak pantas, Reyn? Apa aku tidak pantas mengisi ruang hati suami aku sendiri?" Luna bertanya dengan Reyna, melupakan bagaimana ia begitu menjaga kejelekan suaminya di depan suami orang.


Sakit hati yang mengungkungnya ketika melihat suaminya menatap Kinara dengan tatapan tak biasa membuat emosi yang sedari kemarin ditahannya meluap begitu saja.


"Kata siapa kamu tidak pantas?" Reyna memegang kedua pundak sahabatnya. "Kamu lebih dari sekadar kata pantas untuk mengisi ruang hati Pak Chandra, Lun.. Kamu istrinya, dan sekarang kamu sedang mengandung anaknya." sambung Reyna yang membuat Luna menggelengkan kepalanya.


Kamu tidak tahu kalau Mas Chandra menyimpan foto Miss Kinara, Reyn. batin Luna bersuara, namun air mata yang menjawab ujaran Reyna.


Wanita cantik itu tak berhenti menangis sembari menggelengkan kepala, menolak ujaran Reyna. Karena Chandra belum pernah mau mengatakan jika laki-laki itu mencintainya.


Lama menangis kencang sembari pikirannya yang terus terkuras memikirkan hal apa yang akan dilakukan oleh suaminya dan Miss Kinara, pandangan Luna lama-lama mengabur.


Wanita cantik itu tiba-tiba memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing, lalu beberapa detik setelahnya Luna pun jatuh pingsan di dekapan Reyna.


Reyna yang panik melihat Luna pingsan dengan mata sembabnya pun berteriak minta tolong.


Siapapun.. Reyna berteriak dengan meminta tolong siapapun yang ada di taman itu untuk membawa sahabatnya ke rumah sakit.


Mendapati banyak orang di taman, membuat Reyna tidak kesulitan membawa Luna ke rumah sakit dengan menghentikan salah satu mobil yang baru saja melintas.


Tidak bisa.. Ia tidak bisa menunggu lama atau menghubungi Chandra untuk membawa Luna.

__ADS_1


Luna secepatnya butuh bantuan.


Bersambung...


__ADS_2