KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Kencan dan ancaman yang akan datang


__ADS_3

Sesampai Jani di gudang tua, dia melihat ada dua pria kekar yang menjaga pintu. Salah satu dari mereka datang menghampiri Jani dan bertanya


“bos Gold, kenapa ada banyak sekali orang yang kemari ?”


“mereka semua adalah para pekerja perusahaanku, total ada 25 orang yang harus kalian ingat nama dan wajah mereka.”


“Siap!, kami akan mengingat semuanya. Dan bos gold, ini ada surat dari tuan muda jali.”


“oh, terima kasih. Sampaikan pesanku pada Jali, bahwa aku ingin dia menambah 6 personil keamanan lagi dan kau boleh merekomendasikan temanmu.”


“baik, bos gold.” Jawab salah satu penjaga dengan semangat dan pergi sambil berdikusi dengan temannya tentang ‘siapa yang harus mereka ajak?’


Setelah berurusan dengan penjaga, Jani menyuruh 25 orang yang dia bawa untuk mengikutinya masuk ke dalam gudang. Saat mereka memasuki gudang, semua orang di kejutkan dengan berbagai mesin canggih yang ada di dalam gudang.


Kelompok 10 orang teknisi mesin benar-benar terkejut, karena beberapa dari mereka mengetahui bahwa mesin canggih ini hanya bisa di temui di pabrik besar dan beberapa negara maju.


Salah seorang teknisi mesin bertanya kepada Jani “bos gold, apa yang akan kita buat dengan mesin canggih ini?”


“lihatlah ke dinding itu. Itu adalah mesin yang akan kita buat dan menjualnya ke seluruh dunia.”


Semua orang melihat ke dinding di mana Jani menunjuk dan terkejut dengan gambar mesin tersebut. Setelah beberapa saat Jani melanjutkan


“untuk para teknisi mesin, kalian sudah mengertikan kenapa aku ingin kalian menandatangani perjanjian tutup mulut kan?”


Salah satu teknisi mesin mewakili semua orang menjawab “benar, sekarang kami mengerti. Kalau proyek ini bocor ke seluruh dunia, maka ini akan menyebabkan masalah yang sangat besar.”


“bagus, kalau kalian cepat memahami dampak dari proyek ini. Sekarang biar kukenalkan kepada kalian seorang yang memimpin proyek ini.” Jawab Jani menanggapi teknisi tersebut sambil berjalan mendekati temannya yang sedang mengetik menggunakan dua komputer dengan cepat.


Jani menepuk pundak Jaka dan memanggilnya “woy Jaka, orang-orang yang lu minta dah datang nih.”


Jaka menengok ke belakang melihat semua orang yang dia minta sudah datang berdiri dan menyapa semua orang “halo semuanya, namaku Jaka dan aku adalah yang memimpin proyek ini. Dalam proyek aku akan membagi kelompok kalian masing-masing 5 orang yang terdiri dari: 5 teknisi mesin, 5 programmer, dan 5 pembantu.”


Saat Jaka sedang memberi instruksi kepada semua orang, Jani melihat jamnya yang menunjukan sudah mendekati waktu makan malam dan pamit kepada Jaka “Jaka, gua pamit dulu ya. Kalau lu butuh sesuatu telepon gua aja.”


“oh iya, gua butuh sesuatu nih.”


“butuh apaan?”


“cewek cantik nan seksi buat penyemangat gua.”


“di rumah gua ada nih, namanya mbok Surti janda cantik nan seksi asal kota solo.”


“iya kali, sama nenek umur 50 tahunan”


“Haha oke deh, gua duluan ya.”

__ADS_1


Jani pergi dari gudang tersebut, dan pergi masuk ke perumahan sambil menyapa satpam yang bertugas. Setelah sampai di depan rumah, Jani terkejut melihat lampu rumahnya masih menyala padahal dia sudah menyuruh Mbok Surti pulang lebih awal.


Setelah dia memasuki rumah, Jani melihat adiknya putri sedang menonton TV sambil memakan kripik kentang miliknya.


“oh kalian sudah pindahan?”


*krauuk* suara putri mengunyah kripik kentang sambil menjawab pertanyaan kakaknya “sudah, tapi hanya bawa beberapa pakaian dan dokumen penting doang.”


“terus dari mana kamu dapat kripik kentang itu?”


“dari dapur, di kasih tahu kak Ayu. kalau kakak sembunyikan kripik kentangnya di dapur.”


Saat Jani ingin mengomeli putri, mamanya keluar dari dapur bersama ayu sambil membawa lauk untuk makan malam dan berkata “Jani, berhentilah bertengkar dengan adikmu hanya karena sebuah kripik kentang.”


“tapi aku ingin makan kripik itu untuk tengah malam.”


Ayu menyela perkataan Jani dengan tegas “enggak boleh, kamu itu sudah aku bilang kalau tengah malam jangan sering makan kripik kentang, kagak baik untuk kesehatan.”


Melihat pacarnya tampak kesal, Jani memeluknya dari belakang dan sesekali mencium pipinya sambil berkata “aku kagak sering makan itu, Cuma kalau lagi iseng aja. Jangan marah yah?”


Walau pun Ayu menikmati apa yang dilakukan pacarnya, dia menahan dirinya dan berkata “jani, berhenti dulu. Kagak enak ada putri sama mama ngelihatin terus itu!!”


“hm, kagak kedengaran. Aku lagi sibuk merasakan kehangatan bidadari.” Jawab Jani sambil memeluk Ayu lebih erat.


Tanpa disadari oleh siapa pun sang ibu sudah berada di belakang Jani sambil memegang sendok sayur dan langsung memukul kepala Jani.


“dasar anak mesum!!, habis pulang kerja bukannya ganti baju malah peluk-pelukan. GANTI BAJU SANA!!”


“iya, aku langsung ganti baju.” Jawab Jani sambil melarikan diri ke kamarnya di lantai dua. Melihat Jani melarikan diri sambil mengusap kepalanya, Putri tertawa sampai perutnya sakit.


Beberapa menit kemudian Jani turun dengan baju santai nya dan bergabung dengan yang lain di ruang makan. Di sela makan, ibu nya bertanya tentang ruko yang akan menjadi tempat untuk berjualan nasi uduk kembali.


Jani menjawab bahwa dia telah menghubungi pihak panti asuhan untuk memperkerjakan lima orang anak yatim piatu dan berkata pada ibunya kalau dia bisa berjualan kembali setelah dekorasinya selesai.


Setelah makan malam, Jani mengajak pergi Ayu untuk berkeliling kota Jakarta. Saat mereka hendak pergi, ibunya memanggilnya dan berkata “Jani, jangan pergi lama-lama katanya ada lebih dari 100 tentara sedang melakukan SWEPING di sekitar sini karena mereka sedang mencari beberapa preman yang memukuli pelatih mereka.”


“mama, bukannya aku sudah sering bilang jangan percaya sama berita di W.A. kebanyakan berita di sana itu cuma HOAKS doang.”


“pokoknya jangan pulang terlalu malam. Ayu juga ingatin Jani kalau dia lupa pulang.”


““iya mama””


Jani pergi ke garasi untuk mengambil mobilnya sambil memegang tangan Ayu. Saat mereka sudah pergi dari rumah, Ayu mulai bertanya “kita mau ke mana?”


“ya kencan aja kayak anak muda zaman now.”

__ADS_1


“kalau begitu, bagaimana kalau kita nonton bioskop?”


“emang ada film seru?”


“ada film tentang super hero namanya Gundala dan ini asli buatan Indonesia.”


“oke, kita nonton film ini. Sekalian temani aku ganti Hp ya”


“kenapa harus ganti Hp? Hp kamu kan masih mulus kayak masih baru?”


“Hp aku nih sudah ketinggalan zaman. Aku beli ini Hp sudah 4 tahun yang lalu.” Jawab Jani sambil memasang muka agak kesal.


“iya nanti aku temani. Kok cowok aku jadi ngambek gitu sih?


“aku kagak ngambek. Jadi, jangan ganggu aku kalau aku lagi menyetir mobil.”


“iya aku diam deh.” Ayu akhirnya berhenti mengganggu Jani tapi dia tetap menyenderkan kepalanya ke bahu Jani tanpa berbicara.


Setelah mereka sampai di mall terdekat, mereka berjalan saling bergandeng tangan menuju lantai atas tempat di mana bioskop berada. Saat mereka memasuki mall, mereka menjadi pusat perhatian karena Ayu yang memiliki paras cantik dan tubuh langsing menarik perhatian cowok sedangkan Jani yang memiliki tubuh yang atletik menarik perhatian cewek.


Di salah satu tempat makanan cepat saji. Devi, Ririn, dan dua temannya kebetulan sedang nongkrong sehabis mereka pulang sekolah. Salah satu temannya tertarik dengan keributan yang terjadi di luar dan berdiri melihat apa yang terjadi. Setelah melihat keluar dia terkejut dan bertanya kepada Ririn “Rin, itu bukannya Jani sama kakaknya Devi ya?"


Saat Ririn melihat keluar dia terkejut dan berbalik untuk memberi tahu Devi “Dev, ada sih Jani.”


“hah, mana Jani ?” jawab Devi sambil bergegas melihat keluar, tapi dia di hentikan oleh Ririn.


“sebelum lu lihat Jani, lu janji sama gua kalau lu kagak bakal melakukan sesuatu yang bodoh.”


“iya, gua berjanji.” Ririn membiarkan Devi melihat, tapi belum ada lima detik Devi melihat. Dia sudah ingin pergi mendatangi jani, dan tentu saja itu sudah tebak oleh Ririn.


“kita sudah sepakat untuk tidak melakukan sesuatu yang bodoh kan?”


“tapi....”


“baiklah kita ikuti secara perlahan, setuju”


Devi setuju dengan idenya Ririn dan mereka berempat mengikuti Jani dan ayu. Di lantai dua mall itu Devi memastikan bahwa wanita yang bersama Jani adalah kakaknya sendiri. Dia memanggil kak Darto yang bekerja sebagai tentara dan memberitahunya kalau kakaknya sedang kencan dengan cowok lain.


Darto adalah seorang berpangkat kapten dan dia juga calon tunangannya ayu. Walau pun belum ada rencana untuk mengadakan pertunangan tapi setelah Darto melihat foto Ayu, dia langsung jatuh hati kepada ayu.


Saat Darto datang ke rumah ayu dan melamarnya. dia di tolak secara langsung karena saat itu, Ayu sudah berpacaran dengan jani. Saat ini Darto sedang menuju pulang ke asrama militer setelah melakukan SWEPING bersama rekan-rekannya karena beberapa preman memukuli pelatih mereka yang sedang makan dengan keluarganya.


Setelah mendapat kabar bahwa Ayu sedang berkencan dengan cowok lain, Darto berteriak kepada rekan-rekannya “saudaraku, mau kah kalian membantuku membalas dendam karena CALON TUNANGAN GUA LAGI DI GODA SAMA COWOK BER*NGS*K !!!.”


“““AYO!!!””” jawab seluruh rekannya dan mereka kembali berkonvoi menuju mall tempat Jani dan ayu sedang melakukan kencan mereka.

__ADS_1


__ADS_2