KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Fitur peningkatan senjata dan armor


__ADS_3

"Brad!! apa benar senjata ini bisa di gunakan oleh orang biasa!?" tanya Marcus kepada Brad dengan wajah yang penuh harapan.


"tentu saja, pangeran kedua! Awalnya aku bingung kenapa pangeran ketiga menyarankan untuk menggunakan bubuk api yang biasanya di gunakan untuk menyalakan api di dapur. Tapi setelah uji coba pertama, aku akhirnya mengerti bahwa bubuk api adalah bahan yang aku cari selama ini!" jawab Brad kepada Marcus sambil memberitahunya tentang bahan yang selama ini dia cari.


Setelah itu, Brad memberitahunya cara kerja dari senjata senapan. Marcus yang masih antusias dengan senjata jenis baru mendengarkan dengan serius. Sementara mereka berdua berbicara, Jani mengambil Double Blast dan memeriksanya dari dekat.


Double Blast terdiri dari tiga warna yaitu warna dasar hitam dengan sedikit garis merah dan inti Monster berwarna biru menyala. Saat sedang memperhatikan senjatanya pemberitahuan sistem muncul secara tiba-tiba.


[Ding...


SELAMAT MASTER!! KARENA TELAH MEMBUKA FITUR TEERSEMBUNYI DARI SISTEM,pp YAITU: PENINGKATAN SENAJATA DAN ARMOR.


Penjelasan: peningkatan hanya bisa dilakukan untuk senjata dan armor yang didesain oleh master sendiri. Master bisa menggunakan bahan yang di minta sistem untuk meningkatkan senjata dan Armor.


Senjata yang bisa di tingkatkan: Double Blast.


Armor yang bisa ditingkatkan: tidak ada.


Bahan yang diperlukan untuk meningkatkan Double Blast:


-inti Monster tingkat S


-akar pohon mawar api


-Tempurung kura-kura besi


Status Double Blast saat ini:


Kekuatan: 50


Kecepatan: 20


Efek yang diberikan: meningkatkan serangan sebanyak 50% di titik yang sama secara beruntun.]


Setelah membaca pemberitahuan sistem, Jani berkata kepada Brad yang masih berbicara dengan kakaknya "Brad, berapa yang harus kubayar untuk senjata ini?"


Brad yang mendengar perkataan Jani, langsung membalikkan pandangannya kepada Jani dan menatapnya dengan serius lalu kemudian dia menjawab "itu gratis."


"hah!? Apa maksudmu dengan gratis?"


"aku bisa memberikan senjata secara gratis, tapi bisakah aku meminta sesuatu yang lain darimu?"


"jika itu masih dalam kemampuanku, aku bersedia melakukannya."


"tenang saja pangeran ketiga. Apa yang kuinginkan adalah izin untuk terus meneliti senjata ciptaanmu ini."


Saat mendengar keinginan Brad, Jani terdiam sebentar dan lalu berkata sambil menggelengkan kepalanya "maaf, jika kau ingin melanjutkan penelitiannya di sini aku akan menolaknya, tetapi aku bisa mengizinkannya dengan satu syarat."


"APA ITU!!" Jawab Brad dengan penuh semangat.

__ADS_1


"kau harus menelitinya di kota perbatasan timur laut agar tidak terlalu mencolok dan tidak membahayakan penduduk sekitar karena ledakan yang kau buat."


"tapi, jika aku pindah ke kota lain. Siapa yang akan menjalankan tokoku?"


"kau punya dua pilihan. Pertama, kau bisa membagi muridmu menjadi dua kelompok untuk melanjutkan bisnismu dan juga penelitianmu secara bersamaan. Kedua, kau bisa menutup tokomu dan bekerja sebagai ahli pandai besiku di kota perbatasan sambil melanjutkan penelitiannya bersama dengan semua muridmu."


Brad terdiam untuk memilih pilihan yang diberikan oleh Jani. Setelah berpikir cukup lama, Brad memutuskan untuk mengambil pilihan kedua karena dia ingin muridnya juga belajar lebih dalam bersama dengannya tentang senjata ini.


"baiklah, aku akan memilih untuk ikut denganmu, tapi izinkan aku bertanya satu hal lagi. Jika senjata ciptaanmu di kembangkan lebih lanjut, apakah senjata itu mampu membunuh naga kuno?"


"hmm, kalau untuk melukai naga kuno mungkin bisa, tapi kalau untuk membunuhnya aku ragu senjata ini saja tidaklah cukup." Jawab jani dengan ragu.


Setelah mendengar jawaban Jani, Brad menghela napas panjang dan berkata "haa, walaupun sekarang kau tidak memberikanku jawaban yang pasti, tetapi karena aku sudah memutuskan untuk ikut denganmu. Aku hanya bisa menunggu di masa depan sampai kau bisa membuat senjata yang mampu membunuh naga kuno."


"hahaha, semoga kau sabar menunggu hari itu tiba." Jawab Jani sambil tertawa dan Brad pun juga ikut tertawa.


Setelah itu, mereka membahas tentang produksi massal senapan dan berserta dengan pelurunya.


Marcus hanya diam dan menonton diskusi mereka berdua sambil tersenyum hangat melihat adiknya yang bersemangat berdiskusi dengan Brad.


Sesudahnya Jani berdiskusi dengan Brad, dia keluar bersama dengan Marcus dan berpisah dengannya karena Jani ingin pergi ke penjara untuk melihat kelompok yang menyerangnya sejak lusa lalu.


Setelah sampai di penjara, Jani masuk dan di temani oleh kepala sipir untuk melihat mereka semua. Para pembunuh ini di bagi menjadi dua sel yang berisikan tujuh orang dan tiga orang, kemudian Jani memasuki sel yang berisikan tujuh orang yang mencoba membunuhnya ketika Jani berkeliling kota dengan Veronica.


Saat Jani masuk, dia di sambut dengan tatapan kebencian dari tujuh orang tersebut. Jani yang menerima tatapan tersebut langsung duduk di lantai penjara sambil menahan kepala penjara yang mencoba memberikannya kursi dan mulai berkata kepada mereka bertujuh.


"aku tidak akan memperkenalkan diriku karena kalian pasti sudah mengetahui siapa aku kan?"


Setelah melihat di punggung tangan orang tersebut ada tanda yang dia cari, Jani langsung menekan jarinya yang berdarah dan mengatakan sebuah mantra suci "Dengan saksi para dewa dan Dewi, Aku pangeran ketiga kerajaan Westeria Alex Van Lester, dengan ini mengalihkan kontrak budak ini dari pemilik sebelumnya, Dom Blackwolf."


Seketika punggung tangan orang tersebut bercahaya putih yang menandakan ritual pemindahan kontrak budak telah berhasil di lakukan. Setelah ritual berhasil, Jani berkata kepada orang tersebut "sekarang kau bisa menjawab pertanyaanku kan?"


Untuk pertama kalinya orang itu menganggukkan kepalanya dan berkata "aku akan menjawab semua pertanyaanmu, tuan."


"baiklah, pertanyaan pertama, dari mana kalian berasal?"


"kami semua dari desa terpencil di daerah Utara kota."


"apa keahlian desa kalian dan kenapa kalian berakhir menjadi budak dari jendral Dom?"


"desa kami terkenal Karena kesukaan warganya dalam mematung dan membuat ukiran dan hasil patung dan ukiran sudah terkenal sampai luar kerajaan ini sehingga kami memiliki banyak pesanan pembuatan patung." Saat orang ini menjelaskan tentang desa mereka yang dulu, dia menunjukkan ekspresi yang bahagia dan bangga.


Kemudian orang itu melanjutkan "di antara banyak pesanan itu, kami juga sering menolak permintaan dari para bangsawan dan di antara mereka ada keluarga Blackwolf. Di beberapa kesempatan kami juga menerima pesanan dari para pemuja unsur kegelapan yang memaksa kami untuk membuat patung dewa mereka. Keluarga Blackwolf yang marah dengan penolakan kami memanfaatkan hal ini dan melaporkannya ke gereja untuk menghancurkan desa kami dengan alasan kami adalah para pemuja unsur kegelapan juga."


Setelah mendengar sebagian dari ceritanya, Jani menghentikannya dan berkata "aku sekarang mulai mengerti semuanya. Dan sekarang aku ingin bertanya kepadamu sebagai perwakilan dari semua orang yang ada di sini, apa kalian ingin bebas dari status perbudakan ini?"


Tanpa perlu melihat teman-temannya, dia langsung menjawab "tentu saja kami ingin bebas!, tapi jika kami bebas sekarang, semua saudara kami yang masih di tahan akan langsung di bunuh oleh keluarga Blackwolf."


"kau tidak perlu khawatir terlalu banyak. karena semenjak kalian ditangkap, dia pasti sudah menganggap kalian sudah mati. Lagi pula di kerajaan ini, hanya aku yang bisa menghapus segel budak tanpa diketahui orang lain."

__ADS_1


Setelah diyakinkan, dia setuju dan Jani mulai melakukan ritual pembebasan. Saat tanda segel itu menghilang, tujuh orang yang berada di dalam sel mulai menangis bersyukur sambil berpelukan satu sama lain.


Setelah mengekspresikan kebahagiaan mereka karena telah bebas, semua orang berlutut di depan Jani untuk mengucapkan terima kasih mereka. Di pimpin oleh orang yang berbicara dengan Jani sebelumnya, dia berkata "pangeran ketiga, terima kasih karena telah membebaskan kami dari penderitaan dari keluarga Blackwolf. Jika pangeran berhasil membebaskan semua saudara kita, maka kita semua akan bersumpah setia kepada anda untuk melayani seumur hidup kami."


"kita akan membicarakan itu nanti, ketika semua saudara kalian berkumpul kembali. Untuk saat ini kalian gunakan kalung budak milikku untuk menipu keluarga Blackwolf." Jawab Jani sambil memberikan beberapa kalung budak yang tidak memiliki sihir di dalamnya.


Setelah memberikan kalung, Jani berdiri sambil berkata "baiklah, untuk saat ini kalian beristirahatlah dulu. Aku lupa menanyakan siapa namamu, pak tua?"


Orang yang berbicara sebelumnya dengan Jani menjawab " namaku adalah Gandora Kalisia, saya dulu adalah kepala desa sekaligus orang yang bertanggung jawab atas keadaan desaku saat ini."


"kepala desa, kami semua tidak pernah menyalahkanmu sama sekali."


"benar, ini adalah pilihan kita untuk menolak pesanan tersebut."


"kita semua bertanggung jawab atas keadaan kita saat ini."


Sela beberapa orang yang berada di belakang Gandora untuk menyemangatinya.


"Kalian.." ucap Gandora yang tersentuh dengan tindakan mereka.


Jani yang melihat kejadian itu tersenyum dan berkata " baiklah, aku akan pergi membebaskan tiga orang yang berada di sel sebelah kalian dan setelah itu aku langsung pergi dari sini."


"iya, terima kasih, tuan."


"panggil aku pangeran ketiga untuk saat ini, karena kalian belum resmi menjadi pengikutku."


"iya, kami mengerti, pangeran ketiga."


Setelah berpamitan dengan Gandora, Jani pergi ke sel sebelah dan membebaskan tiga orang yang tersisa lalu berkata "pergilah, ke kepala desa kalian untuk mendengar penjelasannya tentang apa yang terjadi."


Mereka bertiga langsung pergi ke tempat Gandora. Jani juga langsung pergi didampingi oleh kepala sipir penjara. Setelah mereka sampai di depan pintu, Jani mengeluarkan sekantung emas dan berkata "perlakukan mereka dengan baik dan juga gunakan sebagian uang itu untuk membeli makanan untuk mereka."


"siap! pangeran ketiga." Jawab kepala sipir penjara dan setelah pangeran ketiga pergi dia melihat isi kantong tersebut dan terkejut bahwa isinya adalah koin emas semuanya. Dia pun berkata dalam hatinya 'bahkan jika aku membelikan mereka makanan mewah, sisa uang ini masih sangat banyak!'


...


Di dalam penjara


Setelah tidak ada yang memperhatikan, Gandora melepaskan sebuah jimat kecil yang menempel di dadanya dan seketika telinga manusianya menghilang dan digantikan dengan sepasang telinga serigala dan sebuah ekor panjang berwarna hitam.


Melihat kepala desa mereka melepaskan jimat, sembilan orang lainnya mengikutinya melakukan hal yang sama. Setelah melepaskan jimat, Gandora mengelus ekornya sambil berkata "fuih.., sudah lama aku tidak membersihkan ekorku ini."


"kepala desa, apa benar yang janjikan tadi pada pangeran ketiga?" tanya seorang pemuda yang terlihat sangat kuat.


"itu benar, kalian tidak perlu khawatir tentang akan menjadi budak lagi karena pangeran ketiga mungkin adalah orang yang diramalkan."


"tidak mungkin! Ramalan mengatakan bahwa yang akan memimpin kita adalah seorang yang berasal bukan dari dunia ini! Dan dia jelas adalah seorang pangeran dari kerajaan ini." jawab sang pemuda yang tidak percaya dengan perkataan Gandora.


Yang lain pun juga tidak percaya dengan perkataan Gandora. Tapi tiga orang yang berjalan langsung dengan Jani mempercayainya dan satu orang dari tiga orang tersebut berkata "aku percaya!. Karena walaupun dia adalah pangeran kerajaan ini, tapi teknik bertarungnya adalah sesuatu yang belum pernah aku temui sebelumnya."

__ADS_1


Sebelum pemuda tersebut membantah perkataannya, Gandora menyela " ini hanya tebakanku saja. Kita cuma bisa berdoa kepada dewa serigala untuk melindungi ras manusia serigala kita dari segala macam bahaya."


__ADS_2