
Di dalam gedung Pentagon ada sebuah ruangan yang terletak di ujung lorong dan tempat itu di isi hanya untuk satu orang, yaitu seorang pemuda yang pernah mengikuti rapat bersama para petinggi negara Amerika.
Pemuda tersebut tidak lain adalah David, Hacker terkuat yang di miliki oleh Amerika saat ini, tapi semenjak dia di tegur oleh presiden pada rapat sebelumnya. nama baiknya telah tercoreng dan sekarang dia mulai di pandang rendah oleh staf gedung Pentagon lainnya.
Untuk memulihkan nama baiknya, Dia terus mengamati sistem pertahanan yang baru-baru ini dia perbarui lalu menunggu Green Elf membobol sistem pertahanan.
Ketika David ingin menyerah karena sudah beberapa hari targetnya belum muncul juga, tiba-tiba sebuah alarm berbunyi yang memberitahukan ada seseorang yang membobol sistem pertahanan.
Melihat hal itu, David dengan segenap pengalaman yang dia miliki sebagai Hacker mulai melacak kembali sang penyerang dan kali ini dia mulai melacaknya dari di sekitar kantor perusahaan Arcadia karena dia beranggapan bahwa Green Elf memang bekerja di bawah Mr.Gold.
Setelah kurang lebih 30 detik, David berhenti mengetik lalu menarik napas dalam dan kemudian dia tertawa sambil berkata
"Haha... Akhirnya aku mengetahui siapa dirimu, Green Elf!!"
Setelah puas tertawa, David mulai mengumpulkan informasi tentang identitas asli Green Elf yaitu Jaka. Sayangnya setelah mencari di banyak broker informasi, dia tidak menemukan apa pun informasi tentang si Jaka ini.
Meskipun hanya sebatas informasi umum, David tetap menulis informasi tersebut. ketika dia selesai, salah satu staf presiden memasuki ruangan dan kemudian berkata "Mr. David anda di suruh pak presiden untuk mengikuti rapat segera."
"baik aku akan ke sana." Jawabnya sambil membawa kertas berisi laporan tentang Jaka.
...
Di ruang Rapat kepresidenan.
Saat David memasuki ruang rapat, presiden dan para menteri yang mengikuti rapat langsung menata tajam ke arah David seolah mereka telah menemukan pelaku utama masalah ini.
David yang sudah menebak hal ini akan terjadi, dengan tenang berjalan menuju kursi yang kosong lalu duduk tanpa memedulikan tatapan tajam yang di arahkan padanya.
Melihat sikap David, presiden dengan tenang bertanya kepadanya "kau sudah tahukan, kenapa aku memanggilmu kemari?"
"apa itu tentang pembajakan HAARP yang baru saja terjadi beberapa waktu yang lalu?"
"ya itu benar?" jawab salah satu Menteri yang duduk tidak jauh darinya lalu kembali bertanya
"apa kau memiliki sesuatu yang ingin dikatakan tentang masalah ini?"
"jika kau berharap aku akan bertanggung jawab tentang masalah ini, aku tidak akan melakukannya. karena sistem keamanan mereka tidak di buat olehku!"
"meskipun begitu, seharusnya sistem pertahan mendeteksi serangan itu kan?"
"memang, tapi aku sibuk untuk melacak si pembajak dan pada akhirnya aku berhasil kembali melacaknya dengan sempurna." jawab David sambil memberikan informasi tentang jaka.
Saat semua peserta rapat melihat informasi ini, mereka meragukannya dan yang memimpin keraguan itu adalah kepala Interpol yang sudah menerima kerugian akibat operasi penangkapan yang salah di masa lalu.
"apa kau yakin ini adalah orang yang tepat?" tanya kepala Interpol kepada David.
"tentu saja Aku yakin dan untuk meyakinkan Anda , aku bersedia untuk menjadi mata dan telinga tim elite nanti dalam operasi menangkap orang ini."
__ADS_1
Saat David berkata seperti itu, para petinggi negara terkejut karena ini adalah pertama kalinya, David bersedia untuk mengikuti sebuah operasi penangkapan.
Alasan mereka terkejut adalah karena David sendiri di kenal tidak pernah meninggalkan gedung Pentagon dikarenakan penyakit Phobia-nya terhadap dunia luar.
Setelah melihat tekad David yang bulat untuk menangkap orang yang di duga sebagai Green Elf, Presiden memberikan keputusannya
"baiklah! Untuk terakhir kalinya aku akan mengizinkan operasi ini, tapi jika kita salah tangkap orang lagi maka David, kau yang akan bertanggung jawab!"
"Baik pak presiden!" jawab David dengan penuh semangat.
Meskipun mereka berhasil menemukan identitas asli dari Jaka. Sayangnya mereka tetap akan gagal karena melupakan seseorang yang menjaga Green Elf, yang kekuatannya saat ini setara dengan satu batalion tentara elite.
...
Sementara negara Amerika sedang bersiap mengirim pasukan Elite mereka.
Ayu saat ini yang melihat cuacanya mulai berawan, bersiap memulai berpidato di depan para siswa dan siswi SMK.
Sebelum Ayu berpidato, pak kepala sekolah terlebih dahulu memberikan pidato pembukanya. "Selamat siang, anak-anak sekalian!"
"Selamat siang, pak!!" jawab kembali para siswa.
"Sebelumnya bapak ucapkan selamat kepada kalian karena berhasil menyelesaikan UNBK (ujian Nasional Berbasis Komputer) yang terakhir hari ini. Dan niat kami mengumpulkan kalian di sini adalah memberikan dua pengumuman penting yaitu:
Satu, kami pihak sekolah telah sepakat menyatakan bahwa tiga siswa paling cerdas dan bermasalah di sekolah kita lulus tanpa harus mengikuti kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) karena mereka bertiga telah mendapatkan pekerjaan yang memiliki upah di atas 10 juta per bulan. Apa ada pertanyaan tentang masalah?"
"Dan untuk pengumuman yang kedua adalah, Sekolah kami telah menjalin kerja sama dengan ARCADIA TEKNOLOGI untuk menerima semua siswa dan siswi untuk melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di pabrik pembuatan mesin Virtual Reality mereka!"
Para siswa yang mendengar pengumuman kedua mulai berteriak kegirangan karena banyak di antara mereka yang saat ini masih belum menemukan tempat untuk melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan) mereka.
"untuk lebih jelasnya, saya persilahkan ibu Ayu untuk memberikan penjelasannya kepada kalian." tambah kepala sekolah yang setelah itu para siswa dan siswi mulai kembali tenang karena ingin mendengarkan penjelasan Ayu.
Ayu berjalan ke depan lalu berkata kepada para siswa lainnya. "Selamat siang, semuanya! Sebelumnya aku akan memperkenalkan diri dulu. Namaku Ayu Cahyani, yang saat ini menjabat sebagai CEO perusahaan ARCADIA TEKNOLOGI. Mewakili Mr.Gold aku mengucapkan, perusahaan kami menyambut kalian semua!!"
Setelah itu, Ayu di sambut tepuk tangan yang meriah dari para siswa siswi dan juga para guru sekalian. Seusai tepuk tangan mereda, Ayu melanjutkan
"tentu saja, kami tidak memaksa kalian semua untuk masuk perusahaan kami. Bagi mereka yang sudah memiliki tujuan lain boleh tidak perlu mengikuti PKL di perusahaan kami. Dan bagi mereka yang ingin mengikuti PKL di perusahaan kami, di harapkan untuk besok datang ke sekolah ini untuk mengikuti wawancara sederhana yang kami buat. Apa kalian semua paham!?"
"paham!!" jawab semua siswa secara serentak.
"Dan berikutnya aku akan menjelaskan program PKL yang akan kami lakukan yaitu; pertama-tama, kalian akan di beri kesempatan selamat tiga bulan untuk belajar dan menyesuaikan diri kalian dalam pekerjaan yang akan kalian kerjakan. Yang kedua mereka memenuhi standar perusahaan kami akan di angka sebagai pekerja tetap dan yang terakhir para siswa-siswi sekalian, selama program PKL berlangsung kalian akan mendapatkan setengah gaji yang biasa di berikan oleh para pekerja tetap. Bagaimana apa di antara kalian ada yang masih bingung?"
Sekali lagi para siswa tidak ada yang membuat pertanyaan dan melihat ini, Ayu memberikan perkataan yang terakhir.
"karena tidak ada yang bertanya, aku akan memberi bocoran kepada kalian yaitu kami saat ini sedang membutuhkan banyak karyawan, jadi aku pikir kalian semua pasti akan di terima. itu saja penjelasannya saat ini, terima kasih semuanya!"
Setelah itu, Ayu berjalan kembali menuju pada guru dan pak kepala sekolah akhirnya menutup dengan berkata "saya rasa hanya ini saja yang akan kami sampaikan. Jadi saat ini kalian bisa kembali pulang ke rumah masing-masing untuk bersiap mengikuti wawancara besok."
__ADS_1
Setelah itu, para murid semuanya perlahan membubarkan diri mereka dan mereka yang sebelumnya ingin melakukan tradisi corat-coret seragam tidak jadi melakukannya karena mereka segera ingin pulang untuk memberitahukan kabar bahagia ini.
...
Setelah para murid pergi meninggalkan sekolah, Ayu berpamitan dengan kepala sekolah dan juga para guru lalu pergi menuju kantin sekolah untuk menjemput Jani.
Saat Ayu sampai di kantin, dia melihat kekasihnya lalu segera menghela nafasnya sambil berkata "aku sudah menduga ini pasti akan terjadi."
Ayu kemudian mendekati Jani yang masih memakan mie dengan ada lebih dari lima mangkok bertumpuk di depannya dan menepuk pundaknya sambil berkata "sayang... bukankah kamu sudah berjanji untuk hanya memakan satu mangkok saja?"
"yah... itu karena aku agak sedikit lapar, mungkin?" jawab Jani yang agak tipis menjawab pertanyaan kekasihnya.
"kalau begitu sekarang kau sudah kenyang kan?"
"sudah! Jak, Jal! Ayo balik... Lah! ke mana tuh dua orang!?"
Jani terkejut melihat kedua sahabat sudah tidak ada di sampingnya. lalu sebelum dia bertanya, ibu kantin menjawab "mereka sudah pergi duluan saat kau sedang menikmati mie kari mangkok ketiga dan juga sebelum mereka pergi mereka juga mengambil camilan seharga 100 ribu masing-masing."
"Hah! Mereka itu dari dulu memang tidak pernah berubah ya?" jawab Jani dengan santainya ya lalu membayar semua tagihan yang ada.
Setelah itu, Jani dan Ayu berjalan ke parkiran sekolah dan di pertengahan perjalanan, Jani tiba-tiba berhenti karena Zein telah memberikan misi.
Jani membaca misi tersebut.
[Misi keenam telah muncul dengan tema:
*SELAMATKAN SAHABATMU!!*
Penjelasan: Identitas Jaka telah ketahuan oleh pihak negara Amerika dan dalam dua hari pasukan elite mereka sudah tiba di Indonesia dan bersiap untuk menangkap jaka, Tapi sebelum mereka tiba, negara Amerika telah meminta bantuan kepala polisi saat ini untuk menangkap jaka terlebih dahulu dengan imbalan membantu sang kepala polisi untuk melarikan diri dari negara Indonesia.
Tujuan misi: temukan dan selamatkan Jaka yang saat ini telah di tangkap oleh anak buah kepala polisi (0/1)
Eliminasi tim elite Amerika (0/13)
Hadiah misi: Kemampuan mata bakat akan terbuka dan bisa di gunakan di bumi atau pun di benua Arca.
Kegagalan misi: tiket liburan perpindahan Dimensi akan di tarik kembali.
Catatan: Segera selamatkan sahabatmu sebelum dia di serahkan ke pihak negara Amerika.]
Setelah melihat misi dari Zein, Jani langsung panik lalu bertanya kepada kekasihnya "sayang! Apa kamu tahu ke mana Jaka pergi?"
"aku gak melihatnya, tapi kalau jali aku melihatnya dia pergi bersama dengan Devi menggunakan motor."
Setelah mendengar jawaban Ayu, Jani baru ingat tentang rencana Jali yang ingin melamar Devi hari ini. Lalu dia mengeluarkan teleponnya dan berniat menelepon jali sambil berkata di dalam hatinya
'maaf Jal! Gua akan mengganggu acara penting lu, tapi ini semua demi mencegah kejadian Andre tidak terulang kembali.'
__ADS_1
Lalu dia mulai menelepon Jali.