KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Berdiskusi rencana untuk merampok


__ADS_3

Keesokan paginya.


Berita tentang duel antara jendral Dom dan pangeran ketiga telah di sebar ke seluruh ibu kota. Banyak warga yang penasaran dengan duel ini dan memutuskan untuk pergi arena petarungan suci yang terletak tidak jauh dari istana kerajaan.


Sementara itu di istana, semua berjalan seperti biasanya seolah tidak pernah terjadi sesuatu yang serius. Jani yang baru saja menyelesaikan latihan paginya, di kejutkan dengan kedatangan Lisa dan keluarganya yang sedang duduk di ruang makan bersama Veronica dan ibunya.


"hei, kenapa kamu datang ke sini pagi-pagi?" tanya Jani sambil masuk ke ruang makan dengan telanjang dada.


Sebelum Lisa menjawab dan Jani mendekati Lisa, tiba-tiba sebuah tembok sihir menghalanginya yang dikeluarkan oleh ratu Alice tanpa mantra sama sekali, dia menutup hidungnya sambil berkata "sebelum kamu kemari, mandilah terlebih dahulu! Keringatmu itu sampai tercium kemari, tahu!."


Jani mencium badannya sendiri dan setelah itu dia tertawa lalu dan berkata "hehe, baiklah, aku akan mandi dulu..."


Setelah Jani pergi, ayah Lisa berbalik ke arah ratu Alice dan bertanya "ratu Alice, bisakah Anda menjawab pertanyaanku yang tadi?"


"aku memiliki sebuah permintaan untuk kalian." Jawab ratu Alice dengan serius kepada keluarga Lisa.


"jika itu dalam kemampuan kami, kami akan membantu sekuat tenaga." Jawab ayah Lisa yang mewakili anak dan istrinya.


"permintaanku adalah kalian pindah dari ibukota ke perbatasan timur laut untuk menemani anakku di sana!"


Setelah mendengar permintaan ratu Alice, Lisa tersenyum lebar dan berkata dalam hatinya. 'jika ratu sendiri yang menyuruhku untuk menemani Alex, apa itu berarti hubunganku telah di restui olehnya!?'


'tentu saja tidak semudah itu untuk mendapat restu dariku, Lisa' kata ratu Alice yang menjawab perkataan dalam hati Lisa menggunakan telepati.


Lisa terkejut dengan jawaban tiba-tiba dari ratu Alice, sampai ibunya bertanya "Lisa, kamu kenapa?"


"enggak apa-apa kok." Jawab Lisa untuk menenangkan ibunya.


Setelah itu, dia bertanya kepada ratu melalui pikirannya. 'lalu, bagaimana caranya aku mendapatkan restu darimu, yang mulia?'


'kau harus memberikan Alex 'Cinta Bijaksana' dan bukannya 'Cinta Buta'.'


Lisa tidak mengerti dengan maksud dari syarat yang diberikan oleh ratu Alice. Saat dia ingin kembali bertanya, Jani telah selesai mandi dan datang kemari.


Saat melihat kedatangan Jani, Lisa langsung terpesona dan melupakan tentang pembicaraannya dengan ratu Alice. Ratu Alice yang melihat itu, hanya menggelengkan kepalanya dan berkata dalam hatinya 'seperti yang kuduga, dia masih terlalu bodoh untuk mengerti tentang hal ini'


Setelah meminum teh untuk menenangkan pikirannya, ratu Alice bertanya kepada Jani "nak, apa kau sudah siap dengan duel ini?"


"tentu saja, aku siap, bu!" jawab Jani dengan semangat.


"Kalau begitu, kita makan pagi terlebih dahulu. Setelah itu, kita akan menyusul ayah dan kakak-kakakmu ke ruang rahasia untuk berdiskusi tentang rencana tersebut."


Ratu Alice langsung menyuruh Bernard untuk mengeluarkan makanan dan setelah selesai makan, mereka semua berpindah tempat ke ruang bawah dengan menggunakan sihir milik ratu Alice.


...


Diruang bawah tanah rahasia


Tempat ini hanya bisa diakses melalui sihir ruang milik ratu Alice dan biasa digunakan oleh keluarga kerajaan Lester untuk menyusun strategi rahasia dalam menghadapi situasi darurat.

__ADS_1


Saat Jani membuka matanya, dia melihat ayah dan kedua kakaknya sedang berbicara dengan beberapa ksatria. Saat mereka melihat kedatangan kelompok Jani, raja menyuruh semua orang untuk diam dan memanggil Jani untuk duduk di sampingnya.


Setelah Jani duduk, raja berkata "nak, karena kau lah yang memiliki ide, sekarang kau yang akan memimpin rapat ini."


Jani mengangguk kepada ayahnya lalu dia mulai memulai rapat ini "sebelum aku memulai rapat ini, aku meminta maaf karena aku menjalankan rencana secara mendadak."


Semua orang yang menghadiri rapat terkejut karena pangeran ketiga memulai dengan meminta maaf. Banyak dari ksatria yang masih merasa pesimis dengan rencana ini, tapi setelah mendengar permintaan maaf dari pangeran ketiga, mereka menjadi sedikit lebih optimis.


Setelah meminta maaf Jani kembali melanjutkan "alasan kenapa aku menyerang keluarga Blackwolf hari ini karena menurutku saat ini rubah tua masih meremehkan keberadaanku, Oleh sebab itu kita harus segera menyerang sebelum mereka menjadi lebih waspada terhadap keberadaanku."


"Alex benar, setelah di pikirkan lagi. aku baru menyadari bahwa ini pertama kalinya rubah tua itu bertindak secara emosional dari yang biasanya."


Kata Marcus yang menyetujui pendapat Jani.


"baiklah, ini adalah rencana utamanya, kita akan di bagi menjadi empat kelompok yang di pimpin ayah, ibu Iris, kak Julius dan kak Marcus.


Kelompok ayah hanya terdiri dari ayah, aku, Lisa dan keluarganya yang bertugas untuk mengalihkan perhatian rubah licik tersebut agar dia tidak menyadari pergerakan kita."


"untuk kelompok kedua yang di pimpin oleh kak Julius akan di isi oleh ibu dan sebagian ksatria yang akan mengurus kandang budak mereka yang terletak di daerah pemukiman kumuh. Ibu akan bertugas sebagai penyerang sedangkan kak Julius akan mengobati para budak yang memiliki luka." Kata Jani yang menunjuk peta ibu kota bagian pemukiman kumuh.


"sudah lama aku tidak bertarung dengan sekumpulan sampah!" jawab ratu Alice yang sedikit bersemangat.


"ibu Alice, kumohon agar nanti kau sedikit menahan diri yah?" kata Julius yang sedikit khawatir.


"tenanglah Julius, ini mungkin juga bagian dari latihanmu untuk menyembuhkan banyak orang yang tidak berdaya agar kau segera naik peringkat." Jawab Ratu Alice untuk menenangkan Julius.


Jani hanya tersenyum melihat adegan tersebut. Kemudian Jani melanjutkan "untuk kelompok ketiga yang di isi oleh ibu Iris, ibu Agatha dan beberapa ksatria, akan mengurus mansion milik keluarga Blackwolf dan menangkap seluruh orang di dalamnya tanpa terkecuali. Untuk tempat ini aku minta untuk lebih sedikit berhati-hati karena mereka mempunyai ahli racun yang bersembunyi di dalam mansion tersebut."


"tenanglah Alex, ahli racun itu belum mengetahui tentang kengerian ratu kerajaan Westeria ini." jawab ratu Iris.


"benar, kau tidak perlu terlalu khawatir."


tambah ratu Agatha.


"baiklah, tapi untuk berjaga-jaga tolong gunakan ini saat bertarung dengan ahli daun tersebut." Kata Jani sambil mengeluarkan dua topeng penyaring udara dari penyimpanan sistem.


"apa ini, Alex?"


Jani menjelaskan tentang kegunaan topeng tersebut dan setelah itu, dia menjelaskan tentang kelompok terakhir " untuk kelompok ke empat, ayah bisakah aku meminjam penjaga bayanganmu untuk menemani kak Marcus dalam kelompok keempat?"


Seolah diremehkan, Marcus memprotes Jani "Alex, aku bisa menyerang markas mereka sendirian dan tidak perlu bantuan dari penjaga bayangan!"


"aku tidak menyuruh mereka untuk menemanimu, kak. Tapi aku akan menyuruh mereka untuk menghalangi rute pelarian yang terdiri dari empat toko berbeda yang terletak di alun-alun kota."


"kalau begitu aku setuju, tapi apa ini akan baik-baik saja menyerang sebuah toko di tengah alun-alun?"


"tentu saja tidak!, tapi itu akan lain cerita jika yang menyerang adalah seorang perampok yang sangat kuat." Jawab Jani sambil mengeluarkan topeng yang sama dia berikan kepada ratu Iris dan ratu Agatha.


Setelah mendengar perkataan Jani, Marcus langsung mengerti dan tersenyum sambil memakai topeng lalu berkata ", tidak ada yang membayangkan bahwa seorang jendral akan menyamar menjadi perampok."

__ADS_1


"siapa bilang kau akan menyamar?"


"eh? Apa maksudmu, Alex?"


"kau akan benar-benar merampok, kak. Begitu juga dengan kelompok ibu Iris dan kak Julius, sementara aku dan ayah membuatnya sibuk dalam duel nanti, kalian semua akan mengambil semua kekayaan milik rubah tua itu sampai tidak bersusah sedikit pun."


Sang raja yang bingung dengan anaknya, mulai bertanya "nak, apa alasanmu untuk mengambil semua kekayaan tersebut?"


Jani tidak menjawab saat di tanya oleh ayahnya, tapi dia mengeluarkan beberapa surat lalu berkata "sebenarnya aku tidak ingin memberitahu kalian tentang ini, tapi tolong bacalah surat ini, aku tidak kuat mengatakannya."


Saat raja membacanya dia langsung terkejut dan marah seolah-olah dia akan membakar kertas itu, tapi dia menahannya dan bertanya "nak, apa semua yang ada di surat ini benar dilakukan tanpa sepengetahuan dariku?"


"mungkin benar atau mungkin saja tidak, tapi yang jelas sebagian memang benar terjadi."


"kalau begitu aku mengizinkan rencana ini bahkan jika kalian tidak sengaja membunuh salah satu anggota keluarga mereka, aku akan berpura-pura tidak melihatnya." Jawab raja dengan ekspresi kecewa.


Ratu Alice mencoba mengambil kertas yang baru saja di baca oleh sang raja dan saat dia selesai membacanya tiba-tiba ruangan rapat ini mulai bergetar hebat.


Raja dan Jani dengan cepat menenangkannya dan setelah ratu Alice tenang, dia berkata sambil menangis "tidak bisa dimaafkan!! Kenapa mereka begitu tega melakukan ini kepada rakyat di daerah pemukiman kumuh!!"


Setelah itu, semua orang secara bergiliran membaca kertas yang berisi tentang semua kejahatan yang dilakukan oleh keluarga Blackwolf.


Beberapa orang yang di ajak oleh Marcus sebelumnya tidak memiliki keluarga Blackwolf, tapi setelah mengetahui kebusukan keluarga tersebut, mereka menjadi memiliki alasan untuk ikut dalam misi ini.


Sementara semua orang larut dalam kebencian, Jani berkata "karena semua orang sudah mengetahuinya maka tidak ada yang menolak rencanaku ini kan?"


"TIDAK ADA!!" jawab serempak para ksatria yang sebelumnya menolak rencana Jani.


"baiklah, kita mulai rencananya!"


Ratu Alice mulai membuka 4 gerbang teleportasi menuju tempat dekat target penyerangan berada.


Jani, raja dan keluarga Lisa memasuki gerbang yang menuju arena suci pertarungan Westeria.


Saat kelompok Jani telah berpindah ke arena, mereka mendengar suara para penonton yang telah memenuhi arena. Jani berpisah dengan ayahnya yang akan menjadi hakim pertarungan sementara itu, jani menunggu di lorong petarung bersama dengan Lisa sambil menunggu namanya dipanggil.


Saat dia sedang menunggu, tiba-tiba 12 orang dari pengawal bayangan muncul dan berlutut di depan Jani. Satu orang yang menjadi pemimpin mulai bertanya kepada Jani "yang mulia pangeran, apa kau memanggil kami?"


"betul, aku ingin kalian bagi menjadi empat kelompok dan merampok 4 toko yang ada di peta ini. Setelah itu, coba kalian cari di 4 toko tersebut sebuah jalan rahasia dan jika ada orang mencurigakan yang melewati jalan tersebut, Bunuh dia! Apa kalian mengerti!?" kata Jani sambil memberikan mereka peta alun-alun ibukota.


"kami mengerti, yang mulia!" setelah itu, mereka semua pergi dengan cepat.


Saat pengawal bayangan pergi, Lisa bertanya dengan ekspresi khawatir "Alex, apa kau yakin rencana ini akan berhasil?"


"tidak tahu. Tapi aku menebak bahwa keluarga dom tidak pernah mengira bahwa kita akan menyerang lebih dahulu."


Saat Jani sedang menikmati kehangatan Lisa, dia mendengar suara pembawa acara yang bersiap memanggil namanya. Mendengar hal itu, Jani mulai bersiap dan setelah itu dia berkata kepada Lisa "aku pergi dulu."


"mhm, hati-hati." Jawab Lisa sambil berjinjit dan mencium bibir Jani.

__ADS_1


__ADS_2