
Kerajaan suci.
Seperti namanya adalah kerajaan yang di gunakan sebagai pusat dari gereja Cahaya Suci yang terletak di perbatasan Utara Kerajaan Westeria. Meskipun di sebut kerajaan, tapi sebenarnya mereka hanya memiliki satu kota besar yang di namakan Kiana Garden.
Kota tersebut di pimpin oleh seorang Paus, Tapi ada jabatan yang lebih tinggi dari seorang Paus yaitu Holy Maiden atau sering di sebut Saintess. Tidak seperti pemilihan paus yang di pilih berdasarkan kekuatan Iman dan pencapaiannya di Gereja, Saintess di pilih secara langsung oleh Dewi Cahaya, Kiana sejak mereka masih bayi.
Jauh di dalam Katedral Pusat ada ruangan khusus yang di sebut ruang doa. Di dalam ruang doa tersebut ada seorang wanita memakai penutup mata bergumam dalam posisi berdoa. "begitu ya…. Baiklah, saya mengerti Master Seraphim!"
Meskipun wanita memakai penutup mata, tetapi di dahi ada sebuah mata tambahan dengan warna pupil nya berwarna emas dan bercahaya yang memberikan kesan seorang Saintess yang sebenarnya.
Tepat setelah dia bergumam, seseorang mengetuk pintu. Mendengar hal itu, dia menjawab "Masuk!"
Seorang Biarawati memasuki ruang doa dan berkata "Yang mulia Saintess, Pangeran Julius dari Westeria telah datang…."
Sebelum Biarawati menyelesaikan perkataannya, Saintess berkata "apa dia datang membawa surat dari Putra Mahkota Westeria yang baru, Alex van Lester?"
Mendengar jawaban dari Saintess, Biarawati menunjukkan wajah kekaguman sambil berkata "seperi yang di harapkan dari Yang mulia Saintess! Telah mengetahui segala sesuatu di masa depan!"
Saintess hanya tersenyum lalu dengan tenang menutup mata ketiganya dan memindahkan penutup matanya ke bagian dahinya untuk menutup mata ketiganya tersebut. Setelah melakukan hal tersebut, dia berkata "sudahlah! Jangan terlalu banyak memuji! Suruh Paus dan para Tetua Uskup berkumpul untuk mendengarkan isi surat tersebut. Ini perintah langsung dari Dewi Cahaya Suci kita!!"
Mendengar bahwa ini adalah sebuah perintah langsung dari sang dewi, Biarawati mulai berpikir 'surat itu pasti sangat penting! Sampai Dewi Cahaya Suci memerintahkan secara langsung.' Setelahnya, dia segera menjawab "segera hamba sampaikan!!"
…
Setelah berita mulai tersebar, seluruh Tetua Uskup segera mulai berkumpul di ruangan besar bernama Aula Suci lalu duduk di tempat mereka masing-masing. Aula Suci biasanya di gunakan untuk menyambut tamu kebangsawanan dari negara lain atau mengadakan pertemuan antara para petinggi gereja.
Saintess yang duduk di tahta suci, berkata kepada Paus dan semua Tetua Uskup yang hadir "aku mendapatkan pesan dari Dewi Cahaya Suci kita dan juga sebuah perintah dari Master Seraphim, tapi dua hal tersebut akan aku sampaikan setelah kalian mendengar surat dari Putra Mahkota Westeria yang baru."
Salah satu Uskup tetua tidak setuju dengan pendapat Saintess yang membuatnya berkata "yang mulia Saintess, bukankah pesan dari sang Dewi lebih penting dari surat itu? Kenapa yang mulia tidak membacakan pesan itu terlebih dahulu?"
Semua orang yang hadir berpikir bahwa itu memang masuk akal, tapi Saintess menjawab "pesan dari Dewi kali ini sangat singkat dan Master Seraphim menyarankan ku untuk mendengarkan surat yang berasal dari Westeria terlebih dahulu untuk memahami pesan dari Dewi Cahaya Suci kita."
Meskipun mereka bingung dengan jawaban Saintess, tetapi mereka semua menurutinya. Melihat tidak ada lagi yang protes, Saintess berkata "baiklah, Pelayan. Suruh pembawa pesan masuk dan membacakan surat tersebut!"
"sesuai keinginanmu, yang mulia Saintess!"
Tidak lama kemudian, Julius masuk dan menyapa semua orang dan setelahnya dia mengeluarkan surat tersebut dan berkata "sebelum aku membacakan surat ini, aku ingin kalian mengetahui bahwa surat ini masih dalam keadaan tersegel. Jadi, aku sendiri pun tidak tahu apa isi surat tersebut."
Semua orang memahami bahwa Pangeran Julius berkata pihak kerajaannya tidak memanipulasi surat itu sama sekali dan setelahnya dia membuka surat lalu mulai membacakannya.
"Salam kepada semua petinggi Gereja Cahaya Suci! Aku harap cahaya dewi Kiana selalu memberkati kalian.
__ADS_1
Hal pertama yang ingin aku sampaikan adalah aku sebagai Putra Mahkota yang baru menyatakan untuk menutup Gereja cahaya suci untuk sementara waktu dan mengambil kembali hak kepemilikan gereja tersebut.
Alasan penutupan tersebut adalah bahwa kami sebagai pihak kerajaan Westeria tidak bisa membiarkan lagi Uskup Agung kalian untuk terus menjalankan Gereja kami dengan caranya. Kami akan menjelaskan dosa dari Uskup agung kalian sehingga terjadinya penutupan ini.
1. Menerapkan biaya masuk 1 koin perak kepada siapa pun yang ingin memasuki gereja. Hal ini telah membuat sebagian warga ibukota kami tidak bisa melakukan doa meskipun mereka ingin melakukannya.
2. Terlibat perdagangan Budak. Perdagangan budak telah secara resmi menjadi hal terlarang di negara kami, tapi Uskup kalian tetap melakukannya dan lebih parahnya lagi, yang uskup kalian jual sebagai budak adalah anak-anak dari panti asuhan yang di bangun oleh gereja sendiri.
3. Diskriminasi terhadap penduduk yang berbeda Ras. Kami adalah negara terbuka untuk semua Ras, tapi banyak laporan yang menyatakan bahwa gereja sering melakukan tindakan kekerasan terhadap Ras yang bukan manusia.
Saya rasa hanya tiga kesalahan inilah yang bagi kami tidak bisa di maafkan dan pada akhirnya kami memutuskan untuk menutup gereja untuk semetara waktu.
Pihak gereja tidak perlu khawatir bahwa kami telah melarang agama cahaya suci. Kami hanya menutup sementara dan memindahkannya ke sebuah kuil yang baru-baru ini di temukan yaitu Kuil 9 dewa-dewi.
Kuil tersebut tidak hanya di gunakan untuk agama cahaya suci, tapi untuk setiap agama yang mewakili delapan dewa-dewi lainnya. Kami juga berharap untuk Saintess mengunjungi kerajaan kami untuk melihat Kuil tersebut secara Pribadi.
karena sebagai penemu kuil tersebut aku harus mengingatkan bahwa kuil ini bukan sembarangan kuil kuno lainnya yang sudah menjadi reruntuhan. Kuil masih layak di gunakan dan menyimpan banyak misteri dari zaman kekacauan.
Tertanda Putra Mahkota Westeria, Alex Van Lester."
…
Seorang Tetua Uskup memecahkan keheningan dengan suara marahnya "Penghinaan! Ini sama saja mereka meludahi wajah kami!"
"benar! Kita harus mulai memobilisasi pasukan kita untuk menyerang kerajaan Bidat itu!"
"Lima ratus..? Tidak! Satu juta! Satu juta pasukan suci kita akan kami siap kan!"
"Oh! Para Kardinal! Ksatria terkuat cahaya suci, tolong pimpin pasukan untuk menyerang mereka!" kata seorang Tetua Uskup kepada para Kardinal yang duduk di balkon aula suci, tapi tidak ada dari mereka yang menjawab.
Banyak dari Tetua Uskup yang menyuarakan protes mereka dan membuat aula suci menjadi sangat gaduh. Paus sendiri yang duduk di samping Saintess juga mulai bertanya "Saintess, bagaimana pendapat anda?"
Saintess tidak menjawab, tapi mengangkat tongkatnya sedikit lalu memukul lantai sehingga menimbulkan gelombang cahaya dan menyebar ke seluruh Aula suci.
*BANGG!!!*
"apa kalian sudah puas melontarkan omong kosong?!" Jawab Saintess dengan tatap dinginnya ke para Tetua Uskup tersebut.
Para tetua itu segera berlutut lalu berkata dengan serempak "MAAFKAN KAMI, YANG MULIA SAINTESS!!"
Setelah mereka melakukan permintaan maaf, Saintess berkata "baiklah, sekarang akan aku bacakan pesan dari Dewi Cahaya Suci kita."
__ADS_1
Semua orang yang di sini pernah mendengar pesan dari Dewi Kiana dan semua pesan itu mengandung pujian atau sebuah perintah pemberian makanan kepada rakyat jelata, tapi pesan kali ini membuat semua orang terkejut.
"MAKHLUK HINA! KALIAN SEMUA MEMBUATKU MALU!!" itu di ucapkan oleh Saintess yang membuka mata ketiganya dan menunjukkan sebuah mata emas yang berkilau, tapi kata-kata yang keluar dari mulut Saintess benar-benar membuat semua orang terkejut.
Setelah mendengar perkataan itu, semua orang kembali berlutut dengan keringat dingin mengalir di dahi setiap orang. Tidak ada yang bergerak sampai Saintess menutup mata ketiganya dan membuka mata biasanya.
Saintess yang melihat semua orang merinding ketakutan berkata dengan nada pelan "lalu aku akan membacakan perintah dari Master Seraphim."
"Paus dan semua Tetua Uskup, setelah mendengar pesan Dewi Cahaya Suci. Semuanya harap memasuki ruang doa dengan segera!"
Mereka yang di panggil bergidik ketakutan dan mencoba memohon kepada Saintess, tapi Saintess berkata dengan dingin "Kardinal Rose! Pimpin mereka semua ke ruang doa!"
"sesuai perintah mu yang mulia!" jawab seorang wanita yang turun dari balkon lalu mengeluarkan sebuah cambuk putih di tangannya.
"ayo cepat, tuan Seraphim memanggil kalian!!" kata Kardinal Rose dengan memukul di dekat para tetua Uskup.
Setelah para Tetua Uskup pergi, Saintess kembali berkata kepada Pangeran Julius "Pangeran Julius, atas nama gereja suci. Aku Holy Maiden Saintess meminta maaf sebesar-besarnya atas perilaku bawahan kami dan memohon agar mereka tidak di hukum mati di sana."
"tenang saja, Yang mulia Saintess! Adik ku dari awal memahami bahwa ini adalah permasalahan internal gereja dan sudah berniat hanya menangkap mereka saja. Lalu bagaimana tentang undangan adikku kepada yang mulia? Apa anda bersedia mengunjungi kerajaan kami?"
"tentu saja aku bersedia! Sejak aku masih kecil, aku sangat penasaran tentang sebuah kuil yang di perebutkan oleh sembilan Agama berbeda itu! Jadi, pasti aku akan melihatnya!"
Setelah menerima undangan tersebut, Saintess memanggil seseorang "Kardinal John, persiapkan rombongan untuk kepergian ku ke kerajaan Westeria!"
"akan segera saya persiapkan Yang mulia!"
"baiklah, Kalau begitu aku permisi dahulu." Dan Saintess pun pergi dari Aula suci menuju Ruang Doa.
…
Sementara itu di kerajaan Westeria.
Perjamuan bangsawan ibu kota sedang di gelar di aula istana. Semua bangsawan dan pedagang terkemuka juga telah hadir di sini. Sebenarnya mengundang pedagang dalam pertemuan bangsawan adalah hal yang tabu di mata banyak bangsawan karena mereka menganggap para pedagang itu hanya memikirkan kekayaan mereka saja meskipun mereka sendiri tidak jauh berbeda.
Saat Jani turun bersama dengan keluarga kerajaan lainnya mereka segera di sambut penuh kehormatan dari semua bangsawan. Setelah sambutan mereka, Jani berkata "terima kasih kepada kalian yang telah bersedia untuk hadir, aku sebagai Putra mahkota sebelumnya meminta maaf kepada kalian karena telah menunjukkan cara yang agak kejam dalam menetapkan aturan di ibu kota ini!"
Jani membahas beberapa hal dan setelahnya dia berkata "untuk memperjelas tentang Reformasi Kesatuan yang aku sebutkan tadi pagi, satu jam dari sekarang semua kepala keluarga akan menghadiri rapat terbatas di istana untuk membahas hal ini. Tapi sebelum itu, silahkan nikmati jamuan malam ini! Semua masakan kali ini adalah inovasi terbaru dari kerajaan."
Setelah itu Jani berkeliling untuk berbicara dengan banyak bangsawan dan setelahnya dia berbicara masalah bisnis dengan para pedagang yang pada malam itu telah di sepakati banyak kerja sama antara Jani dengan banyak pedagang lainnya.
__ADS_1