
Kembali ke dalam mall
Jani dan Ayu tidak mengetahui bahwa ada lebih dari 100 tentara sedang menuju kemari untuk menggangu kencan mereka.
Jani juga sebenarnya tahu kalau Devi, Ririn, dan kedua temannya sedang mengikuti mereka. tetapi Jani pura-pura tidak tahu dan malah dia semakin menunjukkan kasih sayangnya dengan Ayu sebagai tanda bahwa hatinya sudah di milikinya dan tidak berminat untuk mencari perempuan yang lain.
Devi mengerti apa yang ingin di sampaikan Jani dan mulai meneteskan air mata. Melihat sahabatnya menangis, Ririn memeluk Devi dan berkata “gua sudah pernah bilang, bahwa gua merasa Jani sudah lama memiliki seorang yang spesial untuknya. tetapi lu selalu membantah gua dan mengatakan kalau itu Cuma khayalan gua doang.”
Masih dalam pelukan Ririn. Devi bertanya sambil menahan tangisannya “tetapi mengapa dia tidak langsung menolakku ?”
Ririn terdiam sebentar lalu dia menjawab “kalau lu mau tahu jawabannya, Jangan tanya sama gua langsung tanya aja sama Jani. tetapi bukan sekarang, karena ada kakak lu lagi jalan sama jani.”
“jadi apa yang aku harus lakukan sekarang, Rin?”
“begini aja, kita pulang dulu terus besok lu tanya sama Jani alasannya mengapa?”
“oke, ayo kita pulang dulu.” Jawab Devi sambil berjalan pulang ke rumahnya.
Jani sedikit melirik ke arah mereka sebentar dan merasa lega karena Devi dan ketiga temannya sudah pergi. Setelah itu Jani melirik kembali kepada wanita cantik di sampingnya yang tidak lain adalah Ayu. Jani terus memandangi Ayu, sampai dia menyadari kalau dia sedang di tatap oleh pacarnya dan berkata
“jangan lihat aku kayak begitu. Ayo cepat ke bioskop nanti kita telat nonton film nya.”
“iya, ayo kita langsung ke bioskop.”
Mereka langsung pergi ke bioskop dan setelah mereka menonton, ayu meminta Jani untuk mampir di toko baju tetapi dia menolak dengan alasan ini sudah larut malam dan segera pergi untuk membeli HP.
Di toko Hp, Jani memutuskan untuk membeli lima IPhone keluaran terbaru dengan kisaran harga hampir mendekati 30 juta. Dia berniat untuk memberikan dua untuk Ayu dan Devi sedangkan untuk tiga lainnya, satu Jani gunakan sendiri dan dua sisanya di berikan kepada ibu dan adiknya.
Setelah membeli HP mereka berdua memutuskan untuk pulang. tetapi sesampainya mereka di depan pintu masuk mall, mereka di kejutkan dengan berkumpulnya pengunjung mall di depan pintu masuk. Jani pun bertanya kepada seorang pengunjung “emas, ini ada apa ya? Kok pada ngumpul di pintu?”
“katanya di depan ada tentara yang lagi cari tunangan dan selingkuhannya.” Jawab pengunjung tersebut
“oh, terus kira-kira emas nya tahu gak siapa nama tunangannya itu?”
“kalau gak salah namanya itu Ayu Cahyani.”
Saat Jani mendengar nama pacarnya di sebut, dia berbalik ke arah Ayu dan bertanya “itu si Darto lagi kan?”
“kayaknya iya deh, tetapi mengapa dia bisa tahu kalau aku lagi jalan sama cowok ya?”
“kayaknya aku tahu, siapa yang kasih tahu Darto kalau kamu lagi jalan sama cowok?”
“siapa?”
“nanti saja aku kasih tahunya, sekarang kita temui di Darto dulu buat menjelaskan siapa cowok kamu sebenarnya!!”
Ayu tersipu malu dengan perkataan Jani dan mengangguk kepalanya menyetujui permintaannya sambil berjalan keluar dengan bergandengan tangan.
Di luar mall.
Darto sedang menunggu di area luar mall bersama 19 temannya yang masih dalam masa pelatihan ketentaraan. Awalnya dia ingin membawa teman-temannya yang lain tetapi dia di ingatkan kalau itu akan mudah ketahuan oleh instruktur mereka yang lain. Jadi dia hanya membawa 20 orang termasuk dirinya agar tidak menimbulkan kekacauan yang besar.
__ADS_1
Saat dia sedang menunggu, muncul satu pasangan yang keluar dari pintu masuk mall yang tidak lain adalah Jani dan Ayu. Darto melihat Ayu yang memeluk lengan cowok lain dengan erat menjadi marah dan berteriak “AYU CAHYANI, BERANI BANGET LU SELINGKUH DI BELAKANG GUA!!”
Ayu yang mendengar teriakkan Darto juga di buat marah dan menjawab dengan teriakkan juga “EH DARTO, MEMANG LU ITU SIAPANYA GUA SIH? PACAR BUKAN tetapi SUDAH SOK NGATUR HIDUP GUA.”
“keluarga lu sama keluarga gua lagi membahas tentang pertunangan kita. Jadi gua punya hak buat mengatur lu, karena lu bakal jadi tunangan gua.”
Jawab Darto dengan tidak berteriak lagi karena dia malu sudah di perhatikan oleh pengunjung mall ini.
Ayu tertawa dengan pernyataan sombong Darto dan menjawab “hahaha. Jangan sok tahu lu, gua sudah tanya sama ayah gua kalau memang tidak ada rencana untuk bertunangan sama keluarga lu. Mereka hanya bernostalgia tentang masa muda mereka doang.”
Setelah dia tahu bahwa dia tidak akan menang beradu mulut dengan Ayu, dia melihat ke arah Jani
“eh cowok br*ngs*k, elu dari tadi diam aja takut ya? Kalau takut sudah sana pergi. Kagak bakal gua apa-apa in lu dah.”
“takut?” jawab Jani kepada Darto dan setelah itu dia memegang dagu Ayu dan langsung mencium bibir ayu dengan lembut.
Melihat Jani mencium Ayu di depannya, Darto langsung marah dan berlari ke arah Jani untuk memukul wajahnya sambil berteriak “BERANI LU CIUM CALON TUNANGAN GUA!!!”
Mengetahui dia akan di pukul, Jani berhenti mencium Ayu dan dengan cepat menangkap pukulan Darto dengan satu tangan sementara satunya lagi masih memeluk Ayu di dadanya.
Semua orang terkejut dengan apa yang terjadi bahkan beberapa penonton wanita berteriak histeri.
tetapi setelah Jani berhasil menangkap pukulan tersebut dengan satu tangan para penonton bertepuk tangan dengan meriah.
Sambil mencengkeram tangan Darto, Jani berkata dengan nada mengejek “akhirnya lu mengakui bahwa lu cuma 'CALON' doang yang berarti lu bukan siapa-siapanya Ayu dan Cuma b*j*ng*n yang kepedean doang.”
“B*NGS*T.” Balas Darto yang semakin marah dengan hinaan Jani dan berniat memukulnya dengan tangan satunya. tetapi sebelum Darto melakukannya, Jani mencengkeram lebih kuat tangan Darto hingga mengeluarkan bunyi.
*KRATAKK*
Jani melepaskan pelukannya dan berdiri berhadapan dengan Ayu lalu perlahan mencium keningnya dan berkata “aku pergi dulu.”
“hm, hati-hati ya, sayang” jawab Ayu sambil tersenyum manis dan menjauh agar tidak mengganggu pacarnya saat sedang berkelahi.
Setelah melihat pacarnya menjauh darinya, Jani melepaskan kancing kerah kemejanya agar lebih mudah bergerak dan setelah itu dia datang menghampiri Darto yang masih meringis kesakitan.
Jani menjambak rambut Darto dan berkata “dengerin gua baik-baik, gua bukan seorang ‘CALON’ sama kayak lu tetapi seorang yang pasti akan menjadi suami dari AYU CAHYANI, INGAT ITU BAIK-BAIK!. dan kalo lu mau balas dendam sama gua, cari gua di SMKN 1 JAKARTA. Salah satu dari trio JANCOK, JANI!!!”
Setelah Jani berteriak, dia langsung memukul wajah Darto dan sekali lagi terdengar suara retakan tulang tepat di hidung Darto.
Darto yang di pukul langsung terkapar pingsan tak sadarkan diri. Setelah melihat Darto pingsan dari jauh, teman-temannya datang berlari ke arah Jani berniat membantu Darto.
Sebelum mereka sampai di tempat Darto yang sedang pingsan, Jani sudah berlari ke arah mereka untuk menyerang duluan. Saat mereka sudah semakin dekat, Jani tiba-tiba melompat dan menendang tepat mengenai dada tentara.
Setelah melakukan serangan mendadak yang membuat tentara itu berguling dua kali dan langsung terkapar tak sadarkan diri, Jani berkata dengan suara kecil “dua jatuh, sisa 18 orang”
15 menit kemudian
Jani yang sudah selesai menghajar 20 orang tersebut, melihat jam tangannya sudah hampir jam 10 malam. Setelah melihat jam tangannya Jani berkata sambil membuka kemejanya yang di penuhi debu dan sebagian sudah sobek “kagak terasa sudah selarut ini ya?”
Ayu yang melihat pacarnya sudah selesai berkelahi, datang mendekatinya sambil membawa air minum dan kaus baru untuknya dan berkata “
__ADS_1
"sayang, bukannya kamu terlalu berlebihan pada mereka?”
“mereka yang cari masalah duluan, aku Cuma membela diri.”
“Terserah kamu aja deh-” jawab Ayu melihat dari jauh bahwa ada mobil polisi dan wartawan sudah berdatangan menuju kemari, ayu lanjut berkata
“sayang, kita langsung pulang yuk. polisi dan wartawan sudah pada berdatangan. Kalau sampai ke tangkap urusannya bakal jadi repot kan?”
“kamu benar, kalau begitu ayo kita pulang”
Jani dan ayu langsung berlari ke mobil mereka dan segera melarikan diri. Beruntung polisi tidak langsung menyadari keberadaan mereka dan berhasil pergi dari mall tersebut tanpa di sadari oleh polisi dan wartawan.
Di tengah perjalanan Jani berkata “sayang, kita kagak jadi mampir di hotel yaa. Langsung pulang aja.”
“iya, aku juga sudah kagak pengeng gara-gara si Darto b*jing*n itu”
Awalnya mereka berniat mengakhiri kencan mereka dengan menyewa kamar dan melakukan hubungan seksual, tetapi mereka membatalkan niat mereka hari ini dan langsung segera pulang ke rumah mereka.
Di depan mall
tempat di mana Jani berkelahi melawan 20 tentara sudah ramai dengan polisi, tim medis dan wartawan melakukan pekerjaan mereka. Tiba-tiba sebuah mobil berplat militer berhenti di depan mall tersebut.
Seorang ajudan keluar dari mobil itu dan membukakan pintu belakang lalu memberi hormat sambil berkata “jenderal kita sudah sampai di lokasi yang di tuju.”
Seorang pria tua turun dari mobil dan bertanya pada ajudannya “di mana bocah manja itu?”
“tuan muda sedang di rawat dan di interogasi oleh pihak kepolisian.”
“tunjukkan jalannya.”
“siap, jenderal”
Kepala kepolisian daerah setempat sedang mendengar laporan bawahannya bahwa pelaku pemukulan telah melarikan diri. Saat dia sedang memberi arahan kepada bawahannya, sang jenderal datang mendekati tempat mereka. Melihat sang jenderal kepala polisi menyambutnya dan berkata “selamat datang, jenderal Karto Kencana.”
Darto yang saat ini sedang di interogasi menunduk murung saat mendengar nama ayahnya di sebut.
jenderal Karto melihat anaknya yang tidak mau melihat wajahnya berkata “nak, apa kau baik-baik saja?”
“aku baik-baik saja, ayah.”
“kemari, nak”
Darto mendekati ayahnya dan tiba-tiba dia di tendang di bagian perut oleh ayahnya sendiri.
Setelah selesai menendang anaknya sampai pingsan, jenderal Karto melihat ke arah kepala polisi dan berkata “biarkan aku yang menangani kasus ini dan aku akan menanggung biaya perbaikan akibat perusakan yang dilakukan para perwira muda terhadap kantormu.”
“terima kasih, jenderal Karto.”
Setelah berbincang sebentar dengan kepala polisi tersebut, jenderal kembali ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat ini.
Di dalam mobil jenderal memberi perintah kepada anak buahnya “selidiki pelaku kejadian ini dengan cepat dan apa kau sudah mendapatkan Video perkelahian tersebut?”
__ADS_1
“saya sudah mendapatkannya, jenderal”
“biarkan aku menontonnya.” jenderal Karto menonton video itu dan berkata pada dirinya sendiri 'ini talenta yang sangat bagus.’ Sambil tersenyum saat menonton video tersebut.