
Setelah berbicara dengan Lenon, Jani melanjutkan ke ksatria gendut lainnya. Menanyakan hal yang sama, dia mendapatkan kesimpulan bahwa mereka semua berpendapat kalau menjadi ksatria adalah pekerjaan yang sangat di hormati di kalangan bangsawan dan itu juga memudahkan mereka mencari jodoh yang mereka inginkan sesuai selera mereka masing-masing.
Setelah menyimpulkan hal tersebut, Jani berdiri di depan mereka lalu berkata "menjadi ksatria memang sangat membanggakan untuk kalian, mau pun keluarga kalian. Tetapi! Ada hal yang harus kalian ingat, ksatria adalah perwakilan kerajaan untuk menegakkan keadilan di tanah kerajaan ini. Diri kalian akan terus di pandang oleh ribuan mata rakyat, maka dari itu aku ingin bertanya. Pantaskah kalian untuk di pandang oleh Rakyat!?"
50 orang ksatria gendut itu hanya menundukkan wajahnya daan tidak berani menatap wajah sang Putra Mahkota karena malu terhadap diri mereka sendiri. Menatap mereka semua, Jani melanjutkan "lemah, mudah lelah, gendut, lambat. Apa ini citra seorang ksatria? Aku akan memberi kalian kesempatan kedua untuk tetap bertahan di Ordo ksatria ini, tapi kalian harus siap menjalani pelatihan neraka yang aku siapkan untuk kalian. jika kalian bisa bertahan, maka kalian akan bisa kembali ke dalam Ordo ksatria kalian. aku akan menulis latihan itu sendiri dan untuk sekarang, aku akan umumkan. 50 orang yang ada di hadapanku ini telah di berhentikan untuk sementara waktu dari Ordo Ksatria mereka! Sekarang Bubarkan diri kalian dan kembali ke rumah kalian untuk menunggu sesi latihan yang akan aku berikan nanti!"
"Siap! Kami akan mengikuti keinginan Pangeran!" Jawab 50 Ksatria gendut itu dan setelahnya mereka berkemas lalu pulang dengan perasaan kecewa di dalam hati mereka.
Setelah berurusan dengan kelompok ksatria gendut itu, Jani kembali berhadapan dengan seluruh ksatria lalu berkata "hari ini cukup sampai di sini saja! Masih banyak hal yang ingin aku periksa. Setelah semua selesai kita akan berkumpul lagi seperti saat ini. Terima kasih dan sekarang bubarkan diri kalian!"
4950 ksatria yang tersisa kini perlahan meninggalkan halaman istana dan kembali ke kediaman mereka masing-masing. Setelah semua Ksatria pergi, Jani berkata "Paman Hertez, tolong sesekali perhatikan seleksi pemilihan ksatria dan jangan melimpahkan semuanya kepada anak buahmu, Oke?"
"baiklah. Akan aku lakukan di lain waktu."
Setelah itu, Jani juga ingin melakukan latihan dengan tongkat Emasnya, tapi sebelum dia melakukan latihannya, Bernard datang ke sisi Jani lalu berkata "Yang mulia Putra Mahkota, anda di panggil oleh Yang mulia Raja untuk menemuinya."
"apa yang di perlukan oleh ayah ku?" tanya Jani yang penasaran.
"biar Yang mulia sendiri yang menjawabnya. Saya tidak berani berkata apa pun."
"baiklah, tolong pimpin aku ke tempat Ayah."
"silahkan lewat sini, Yang mulia!"
….
Saat Jani sampai di ruangan pertemuan, dia hanya melihat Raja dan tiga Ratunya yang ada di meja pertemuan tersebut. Setelah Jani bergabung dengan mereka, dia segera bertanya "jadi, ada ada ayah memanggilku kemari?"
"biar aku jelaskan semuanya!" jawab Agatha yang mulai menjelaskan semuanya kepada Jani.
Setelah mendengar semuanya, Jani mulai berpikir sejenak lalu berkata "Ayah, Ibu Agatha. Aku sarankan kita tidak perlu melakukan serangan serentak seperti yang di rencanakan Ibu Agatha."
"apakah ada masalah dengan rencana yang aku buat, Alex?"
"dalam rencananya sendiri itu tidak ada masalah, tapi kita kekurangan informasi tentang kekaisaran Rohden yang terbaru."
"kekurangan informasi? Bukankah informasi yang kita terima minggu lalu dari mata-mata kita sudah cukup untuk menyimpulkan mereka sedang mengalihkan perhatian kita dari tambang kristal Mana murni?" tanya Ratu Iris yang pertama kali menyimpulkan tentang pengalihan perhatian ini.
"lalu bagaimana jika ini yang mereka inginkan?"
Semua orang terkejut karena mereka juga memikirkan sampai di sana. Setelahnya Jani menambahkan "seharusnya kita lebih mengkhawatirkan kekuatan mereka yang dengan berani menambang kristal Mana murni meskipun kita tahu bahwa itu kemungkinan di jaga oleh monster di tingkat legenda."
Mereka pun mulai memahami maksud dari Jani dan kemudian Raja bertanya "lalu apa kita harus membatalkan serangannya?"
"tidak, Ayah. Kita tetap bisa menyerang mereka, tapi kita perlu kekuatan yang lebih dari pada 10.000 prajurit!"
"kekuatan apa itu, Nak?"
"Jani sedikit melirik ibunya dan kemudian berkata "pasukan Penyihir dari menara Sihir!" Jani menambahkan "kita tidak perlu seluruh pasukan penyihit dari berbagai cabang menara, tapi satu menara inti sudah cukup untuk mengubah jalannya peperangan, bukankah aku benar Mama?"
__ADS_1
"haha… seperti yang di harapkan dari anakku! Meskipun aku tidak memberitahunya tentang jabatanku sebagai ketua menara sihir, tapi dia dengan mudah mengetahuinya!"
"terima kasih Mama."
"Tapi anakku, meskipun aku adalah ketua, tapi aku hanya bisa menjanjikan 1.000 penyihir siap tempur dengan rata-rata tingkat 5 Awal, bagaimana apa kamu masih menerimanya?"
"itu sudah cukup Mama dan aku akan mulai menjelaskan rencananya."
…
Dalam penjelasanya, Jani meminta untuk membagi dua bala bantuan dengan pembagian, Setengah di sisi Jendral Borkus dan setengah lainnya mengikuti Jani ke perbatasan timur laut untuk melewati jalur yang di gunakan oleh pasukan kekaisaran Rohden dan memasuki wilayah kekaisaran Rohden tanpa di ketahui sama sekali. Dengan pembagian ini, pihak kerajaan Westeria bisa melakukan serangan dari dua arah yang berbeda.
Jani juga menyarankan agar mereka menyerang di malam hari agar serangan balasan mereka menjadi maksimal dan tidak perlu melakukan serangan terbuka yang akan memakan korban jiwa cukup banyak.
Setelah mendengar rencana Jani, Ratu Agatha bertanya "lalu bagaimana kalau mereka sudah siap menghadapi kita di kedua benteng itu?"
"mereka tidak akan siap!" jawab yang percaya diri dengan rencananya.
"apa yang membuatmu yakin mereka tidak akan siap?"
"Seorang musuh akan sangat mudah di kalahkan, Jika mereka meremehkan lawan mereka!"
Setelah mendengar perkataan Jani tersebut, Raja memutuskan "baiklah, aku sudah memutuskan kita akan mengikuti saran Jani dan dengan tambahan pasukan penyihir sebanyak 1.000 orang maka total pasukan bala bantuan kini berjumlah 11.000 yang di bagi menjadi dua pasukan. Masing-masing pasukan akan di pimpin langsung oleh dua orang kepercayaanku yaitu Hertez yang akan membantu di sisi Jani dan Agatha yang akan membantu di sisi Marcus. Perlu kalian ingat! Ini bukanlah perang, tapi hanya serangan balasan terhadap tindakan mereke yang melakukan agresi militer terhadap perbatasan kita dan juga aksi pencurian kekayaan batuan alam yaitu Kristal Mana murni."
"KAMI MENGERTI, YANG MULIA!!" jawab ketiga Ratu dan Jani secara bersamaan.
…
Setelah memberi tahu Lisa, Jani mengajaknya ke bengkel Brad untuk mengambil sebuah senjata sihir yang di rancang khusus untuk Lisa.
Saat Lisa memasuki toko senjata, dia bertanya kepada Jani "Alex, senjata seperti apa yang ingin kamu berikan kepadaku?"
"kamu tahukan senjata senapan yang baru-baru ini aku kembangkan?"
"aku tahu itu! Apa kamu ingin memberikanku sebuah senapan!?" tanya Lisa yang mulai bersemangat sambil berjalan berdampingan dengan Jani menuju lantai dua tempat kantor Brad berada.
"agak mirip, tapi ini sangat cocok denganmu yang seorang dengan unsur Angin tingkat 5."
"aku tidak sabar menantikannya!" setelah mengatakan hal itu, Jani sudah sampai di depan pintu Brad, tapi dia merasakan ada hal yang aneh. Lisa juga penasaran kenapa Jani tidak memasuki ruangan yang ada di depan mereka dan mencoba bertanya, tapi sebelum dia bertanya, Jani sudah memberikan isyarat untuk tidak membuat suara.
Saat Jani penasaran dengan apa yang terjadi di dalam, tiba-tiba sistem memberikan sebuah misi.
[Sebuah Misi telah terpicu dengan judul: Serangan mendadak yang sempurna!! (Brad dan Putrinya Diana, kini telah di tahan oleh sejumlah pembunuh yang di pimpin oleh mantan Raja dari kerajaan bangsa Kurcaci).
Tujuan Misi:
§ Bunuh lima orang musuh dalam waktu Lima detik (0/5)
§ Lukai mantan Raja Kurcaci untuk mencari informasi tentang kekaisaran Thunder Black yang di layani oleh Sang mantan Raja Kurcaci tersebut (0/1)
__ADS_1
Denda Kegagalan misi:
§ Matinya Pandai besi jenius Brad Sallyfor.
§ Denda uang sebesar 1T.
Hadiah misi:
§ Sebuah kesempatan meningkatkan Salah satu Senjata milik Master yaitu, Double Blaster.
§ Uang sebesar 5T.
Catatan: gunakan batu kristal api untuk meledakan pintunya dan menciptakan situasi serangan mendadak yang sempurna!].
Melihat misi dadakan yang di berikan oleh Zein, Jani menghentikan Lisa yang mengintip ke dalam ruangan sambil berkata dengan suara sangat pelan "Sayang, kamu tunggu di sini bentar oke!?"
"mengetahui dia tidak bisa banyak membantu, Lisa hanya menganggukkan kepalanya lalu mundur beberapa langkah.
Setelah memastikan tunangannya berada di posisi yang aman, jani segera mengeluarkan batu kristal Api dengan sebuah lakban yang dia bawa dari bumi dan kemudian menempelkannya di tengah pintu. Saat semua persiapan telah siap, Jani mengeluarkan salah satu Pistol dari Double Blaster lalu kemudian dia menyentil-kan jarinya ke kristal api lalu beberapa saat kemudian retakan di kristal mulai menyebar dan adegan yang di nantikan pun di mulai.
….
Kristal Api pada akhirnya meledak bersama dengan pintu kantor dari Brad dan sebelum asapnya menghilang, Jani bergegas masuk lalu segera dia mulai menembak.
*DOR..DOR..DOR..DOR..DOR..DOR!!*
Setelah selesai menembak, Pesan sistem kembali muncul [Selamat!! Anda berhasil mengenai 5 orang target dalam Waktu 3,5 detik!!.
MEMULAI PENGIRIMAN HADIAH….
Uang sebesar 5T telah di transfer ke akun anda di negara Eropa kecil yaitu, Swiss.
Opsi peningkatan senjata berada di fitur peningkatan senjata dan Armor.]
Jani tidak memperdulikan pemberitahuan sistem dan malah menyapa orang yang ada di dalam dengan nada tegas "jangan bergerak! Atau kalian semua aku tembak!"
Lisa yang juga memasuki ruangan, berkata "bukankah kamu sudah menembak duluan tadi?"
"Oh! Aku lupa." Setelah itu dia menghampiri Brad yang sedang di ikat dengan wajah belumuran darah "hei Brad! Bagaimana rasanya di ikat?"
"haha…lumayan untuk melakukan sesuatu yang berbeda!" jawabnya yang membalas lelucon Jani.
Jani hanya tersenyum sambil melepaskan ikatan Brad lalu perlahan menyembuhkan luka yang di alami oleh Brad. Setelah memberikan pertolongan pertama, Jani bertanya "Jadi, apa mereka berhasil mendapatkannya?"
Brad yang sudah bisa berdiri, berkata dengan rasa bangga "tentu saja mereka tidak mendapatkannya! Yah… meskipun aku sudah menyuruh mereka untuk mencarinya sendiri di atas mejaku, tapi mereka tidak percaya dan berkata aku pasti menyembunyikannya di tempat rahasia!" tambahnya yang mengambil sebuah gulungan kertas berisi rancangan senapan yang dicari-cari oleh para pembunuh dan mantan sahabatnya.
__ADS_1