KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Bertukar pikiran


__ADS_3

Pagi berikutnya, tes untuk pemilihan divisi dimulai.


Kebetulan Akademi kerajaan sedang dalam masa istirahat setelah upacara kelulusan yang diadakan beberapa hari yang lalu. Oleh karena itu, sebelumnya Jani telah meminta izin kepada kepala sekolah untuk meminjam beberapa kelas yang kosong untuk pelaksanaan tes pemilihan divisi ini.


Tes ini di ikuti hampir semua penerus keluarga bangsawan dan ada juga beberapa yang berasal dari kalangan pedagang kaya, total peserta yang mengikuti tes ini adalah berjumlah 100 orang.


Kebanyakan dari peserta adalah para keturunan bangsawan kedua atau mereka yang tidak mungkin untuk menjadi kepala keluarga mereka berikutnya karena kalah persaingan dari saudara mereka yang lebih tua.


Karena banyaknya peserta yang ikut, tempat untuk melakukan tes di ubah dari kelas yang kosong menjadi aula akademi yang cukup untuk menampung semua peserta.


Saat para peserta masuk ke aula akademi, mereka di bimbing untuk duduk di tempat yang telah di sediakan lalu menunggu pangeran ketiga yang akan menjadi kepala pengawas tes ini.


Di ruang kepala sekolah


Jani memasang wajah tidak senang, lalu berkata "Curang!!"


Lisa yang duduk di sampingnya berkata " kamu tidak boleh berkata seperti itu kepada kakakmu!, Alex."


"aku tidak akan mengatakan itu kalau saja mereka tidak melarikan diri ke kota yang mereka jaga! Bahkan ibu juga langsung pergi ke kerajaan High Elf pagi ini."


"kamu tidak perlu khawatir, aku ada di sini kok." Kata Lisa yang menghibur Jani sambil mengelus kepala Jani dengan lembut.


"Lisa memang kekasihku satu-satunya yang paling mengerti aku." Jawab Jani lalu berbaring di pangkuan paha kekasihnya.


Lisa terkejut sebentar dengan tindakan tiba-tiba dari Jani, setelah itu dia tersenyum dan kembali mengelus kepala kekasihnya sambil berkata "dasar! Pangeran manja!"


Jani yang masih berbaring di pangkuan Lisa menjawab "terkadang lelaki itu ingin di manja oleh wanita yang mereka cintai!"


*uhuk..huk*


Setelah Jani mengatakan hal tersebut, tiba-tiba ada dua orang yang tersedak oleh minumnya sendiri. Mereka tidak lain adalah ratu Iris dan juga ratu Agatha yang duduk di depan sepasang kekasih muda yaitu Jani dan Lisa.


Lisa panik dan bertanya dengan gelisah "ratu Iris, ratu Agatha! Apa kalian tidak apa-apa!?"


"kami tidak apa-apa, Lisa. Kamu tidak perlu sepanik itu." Kata ratu Iris yang menenangkan Lisa.


"lalu kenapa kalian tiba-tiba tersedak minuman kalian sendiri?" tanya Jani yang sudah bangun dari pangkuan Lisa.


"itu karena perilakumu itu yang sama persis dengan ayahmu!" jawab ratu Agatha dengan nada sedikit kesal.


"perilakuku yang mana?"


""AHLI MENGGODA WANITA!!"" jawab ratu Iris dan ratu Agatha secara bersamaan.


"haha..." Jani hanya memberi tanggapan tawa masam sementara Lisa hanya terdiam dengan wajah yang memerah.

__ADS_1


Kepala sekolah, Stain Rosswell. Yang melihat tindakan para tamunya Tertawa sambil mengelus jenggotnya dan berkata "hoho.. masa muda...masa muda!"


Ratu Agatha berkata "kepala sekolah! Mohon maafkan kelakuan kami yang terlalu berisik di ruangan anda!"


"aku tidak keberatan, Agatha. Malahan aku merasa senang karena keluarga kerajaan yang aku ikuti sangat harmonis walaupun sang raja memiliki banyak istri dan anak."


"yah suami kami memang selalu menekankan untuk harmonis satu sama lain, jadi kami sudah terbiasa dengan ini semua." Jawab ratu Agatha yang menanggapi pujian dari kepala sekolah.


"Alex, bukankah ini sudah waktunya untuk memulai tes divisi?" tanya ratu Iris kepada Jani.


"dari mana, ibu Iris tahu ini sudah waktunya?"


" karena aku melihat jam itu." Tunjuk ratu Iris kepada jam yang ada di pojok ruangan kepala sekolah.


"dari mana datangnya jam ini?"


"itu sudah lama aku dapatkan dari gereja waktu milik pengikut dewi waktu, Helina." Jawab kepala sekolah yang mengingat masa lalunya.


Dewi waktu, Helina adalah Dewi yang dipercaya mengendalikan waktu oleh orang benua Arca. Walaupun dia seorang Dewi, dia tidak memberikan kekuatannya kepada pengikutnya karena akan mengganggu alur waktu dunia ini, tetapi sebagai gantinya dia memberkati alat magis yang menunjukkan waktu dan hanya bisa di buat oleh para pengikutnya saja.


"aku tidak percaya kalau gereja pelit itu benar-benar memberikan produk mereka secara gratis." Sela ratu Iris.


"hoho..tentu saja aku membayar cukup mahal loh! Dan juga aku cukup mengenal paus dari gereja waktu."


Mendengar pernyataan kepala sekolah, Jani berkata dalam hatinya 'haha... ternyata kekuatan orang dalam. jika yang dikatakan ibu Iris benar bahwa hanya gereja waktu yang membuat jam, mungkin aku bisa memanfaatkan hal ini untuk membuat toko jamku sendiri dan bersaing dengan mereka.'


Jani Langsung tersadar lalu berdiri sambil berkata "baiklah, mari kita menemui para calon kandidat penjabat kerajaan kita!" kata Jani kepada anggota keluarganya yang lain lalu tidak lupa dia memberi hormat kepada kepala sekolah sambil berkata "aku mohon permisi dulu, kepala sekolah!" lalu dia pergi meninggalkan ruang kepala sekolah menuju ke aula akademi.


Di aula akademi.


Para peserta sedang menunggu di mulainya tes sambil berbicara dengan teman terdekat mereka. Ada juga beberapa yang menyendiri dan menunggu dengan tenang.


Saat keluarga kerajaan memasuki aula arena, semua Peserta kembali duduk dengan tenang. Setelah semua keluarga kerajaan duduk di tempat yang sudah di sediakan, kesatria yang menjadi ketua pengawas tes ini berkata kepada semua orang " Dimohon untuk semua peserta tes divisi, berdiri dan memberi hormat kepada keluarga kerajaan."


Semua peserta berdiri dan memberi salam secara bersamaan "SALAM KEPADA KELUARGA KERAJAAN!! SEMOGA SELALU SEHAT DAN PANJANG UMUR!!"


Ratu Iris berdiri dan memerintahkan semua orang untuk kembali duduk kemudian dia berjalan ke arah podium lalu berkata "terima kasih, untuk semua orang yang telah datang untuk mengikuti tes hari ini. pertama-tama, Tes ini dilaksanakan untuk mencari yang terbaik di antara kalian semua dan untuk total jabatan yang diperlukan untuk enam divisi berjumlah 60 orang yang dibagi 10 orang setiap divisi."


"kita juga memilih enam yang terbaik dari kalian semua untuk menjadi pemimpin dari setiap divisi. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa mendapatkan jabatan di divisi. Jadi berjuanglah untuk menjadi terbaik di antara kalian semua!"


Ratu Iris melanjutkan "Dan untuk yang terakhir, tes ini dimulai dengan pangeran ketiga yang memberikan pertanyaannya. Alex, silakan untuk memulai tesnya. "


"baik, ibu Iris." Jawab Jani kepada ratu Iris lalu pergi menuju ke arah podium.


"oke, semua peserta! Tes ini memiliki tema yaitu 'Bertukar Pikiran'. Maksudnya adalah kalian hanya perlu menjawab 3 pertanyaanku sambil memberikan alasan dari jawaban kalian. Setiap 1 pertanyaan akan aku berikan 10 menit bagi kalian untuk menjawabnya. Baiklah, mari kita mulai dengan pertanyaan pertama!"

__ADS_1


"Pertanyaan pertama: Divisi apa yang ingin kalian masuki? Berikan alasannya!! Waktu untuk menjawab di mulai dari sekarang!! "


Setelah memberikan pertanyaan pertama, Jani kembali duduk di tempat duduknya sambil menunggu waktu 10 menit berakhir. Tentu saja Jani juga memperhatikan beberapa bangsawan dengan kemampuan 'Mata Bakat' yang di pinjamkan oleh Zein.


Ada beberapa orang yang Jani perhatikan. Seperti seorang lelaki yang selalu membawa sebuah pedang, menurut kemampuan 'Mata Bakat' dia memiliki keahlian pedang di tingkat 3 akhir tapi tidak memiliki bakat sihir apa pun. Juga dari ekspresinya orang ini pernah mengalami diskriminasi yang sering terjadi di ibu kota kepada orang yang tidak memiliki bakat sihir.


Jani juga memperhatikan seorang gadis kecil yang di perkirakan berumur sama dengan Kuro dan Shiro. Dan menurut kemampuan 'Mata Bakat', dia sangat hebat dalam hal keuangan karena dia memiliki sebuah Title yaitu 'MATA PEDAGANG LEGENDARIS' yang memiliki kemampuan dalam mencari keuntungan dalam setiap kesepakatan bisnis juga dia bisa melihat kebenaran dari laporan keuangan apakah itu jujur atau ada permainan di dalamnya.


Setelah 10 menit selesai, Jani kembali ke podium dan berkata "baiklah, waktu untuk menjawab pertanyaan pertama telah selesai. Silakan memberikan kertas jawaban Anda kepada pengawas yang ada di dekat kalian! kemudian kita akan memulai pertanyaan kedua, Yang memiliki waktu menjawab sama yaitu 10 menit."


"Pertanyaan kedua: apa yang akan kalian lakukan, jika kalian mendapat jabatan yang kalian ingin kan? Berikan alasan kalian!"


Setelah itu, Jani juga melakukan hal sama dan kembali memperhatikan dua orang lagi yang memiliki sebuah title yang terlihat oleh kemampuan 'Mata Bakat'. Mereka berdua adalah satu seorang pria yang memiliki pandangan dingin dan satunya lagi adalah orang yang tampaknya sangat malas karena setelah mengisi jawaban dia kembali tidur.


Beberapa saat kemudian, Jani kembali menuju podium lalu berkata "oke! 10 menit telah berlalu, jadi cepat kumpulkan kertas jawaban kalian agar kita bisa memulai pertanyaan terakhir."


Kemudian, setelah semua peserta kembali duduk di tempat mereka sebelumnya. Jani mulai mengajukan pertanyaan terakhir.


"Pertanyaan ketiga: Masalah apa yang harus di utamakan oleh kerajaan untuk diselesaikan? Berikan alasan kalian!"


Setelah memberikan pertanyaan terakhir, Jani tetap di podium untuk lebih fokus dalam mencari beberapa orang berbakat lainnya, tapi apa yang dilakukan Jani membuat beberapa orang gugup dan sulit untuk menulis jawaban.


Walaupun Jani menyadari bahwa dia telah mengganggu beberapa peserta, dia tetap berdiri di sana dan terus mencari orang berbakat. Setelah mencari, Jani menemukan dua wanita yang kelihatannya dari pedagang kaya tapi memiliki pandangan mesum terhadapnya yang membuat Jani agak bergidik sedikit.


Dua wanita tersebut sama-sama memiliki title pada diri mereka. Satu memiliki efek mempercepat pembangunan dan satunya lagi memiliki penciuman yang tajam terhadap seseorang.


Setelah memperhatikan cukup lama, Jani langsung berkata "oke, tes telah berakhir! Silakan untuk pergi keluar dari aula akademi lalu kembalilah sore hari untuk mendengarkan siapa saja yang lulus tes ini!"


Semua orang pergi keluar tapi ada juga beberapa yang menetap dan mereka adalah enam orang yang sudah di perhatikan oleh Jani sebelumnya. Jani juga terkejut, melihat enam orang yang dia perhatikan tetap di sini lalu dia bertanya kepada mereka "hei, kenapa kalian tidak pergi seperti yang lainnya?"


Orang yang membawa pedang berkata "aku takut akan gagal, yang mulia pangeran!"


Sang gadis kecil berkata "aku punya sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu pangeran!"


"oh, apa itu?" jawab Jani yang penasaran dengan gadis kecil ini.


"sebenarnya beberapa hari yang lalu aku melihat kau mengunjungi gedung penelitian batu sihir dan di sana aku merasakan ada sebuah kesepakatan bisnis besar yang sedang Anda bangun secara diam-diam. Jadi, bisakah aku juga ikut dalam bisnis tersebut?"


Jani terdiam mendengar pertanyaan gadis kecil tersebut, lalu kemudian tertawa besar "HAHA!! Kau bisa melihatnya!? Kalau begitu lain waktu aku akan bicarakan bersama denganmu!"


"itu janji ya, pangeran!?"


"tentu!!"


Setelah pembicaraan kecil mereka, Jani bertanya kepada yang lainnya. Tiga lainnya menjawab dengan beberapa alasan dan satunya tidak menjawab karena masih tertidur pulas.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan mereka Jani berkata sambil tersenyum yang membuat dua wanita meneteskan sedikit darah dari hidung mereka, tapi Jani tidak memedulikannya dan berkata "sebenarnya aku ingin memilih kalian untuk menjadi pemimpin divisi, tetapi aku tidak bisa pilih kasih dan harus membaca jawaban yang lainnya. Jika kalian beruntung mungkin kalian tetap akan menjadi pemimpin divisi. Kalau begitu aku permisi dulu! Untuk membaca jawaban semua peserta."


Saat Jani selesai berkata seperti itu, tiba-tiba orang yang tadinya tertidur pulas terbangun dan ingin mengatakan sesuatu kepada Jani, tapi Jani telah lebih dulu pergi memeriksa jawaban Peserta lainnya.


__ADS_2