KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
batal berpetualang


__ADS_3

Saat hari menjelang sore, Jani kembali ke istana dan langsung di sambut oleh kepala pelayan yang memberitahukannya untuk pergi ke ruang tahta sekali lagi dan bertemu dengan para petinggi kerajaan di sana.


Dengan terpaksa Jani akhirnya pergi ke sana lalu saat dia memasuki ruang tahta, dia melihat bahwa semua bangsawan ibu kota hadir dan Hertez Bonavic selaku kepala ksatria kerajaan mulai berkata dengan lantang sehingga terdengar ke seluruh ruangan.


"hari ini istana telah mengundang semua bangsawan ibu kota untuk mendengarkan pengumuman tentang tertangkapnya bangsawan senior yaitu, Duke Lundberg!"


Hertez pun menambahkan sebuah pertanyaan kepada Jani "pangeran ketiga, apa kecurigaanmu itu murni karena kau menemukan bukti kejahatan atau karena alasan pribadi?"


Tentu saja Jani menjawab "itu murni karena aku menemukan bukti tersebut tepat sebelum pertemuanku dengan Duke Lundberg pagi ini."


"baiklah, kalua begitu silahkan ketua istana keadilan untuk memberikan hasil perundingan dengan yang mulia."


Seorang pria tua yang dulu menemani Jani dalam eksekusi Jendral Dom, mulai berjalan ke depan lalu berkata "mengenai kecurigaan pangeran ketiga tentnag keterlibatan Duke Lundberg dalam perdagangan budak dan juga korupsi kas kerajaan, kami dari istana keadilan telah membenarkan keterlibatan itu dan sesuai hukum yang berlaku, kami dan raja Roman Van Lester menjatuhkan hukuman mati!"


Semua bangsawan terdiam karena sudah menduga dengan hukuman yang akan di jatuhkan kepada orang yang terlibat dengan pedagangan budak. Setelah itu, Raja roman pun akhirnya berdiri lalu berkata "aku sudah ribuan kali mengatakan bahwa hukuman bagi mereka yang terlibat dengan perdaganan budak adalah kematian! Tapi aku tahu, hampir semua orang di ruangan ini pasti memiliki budak yang kalian sembunyikan di rumah kalian atau di tempat usaha kalian. Jadi, aku akan mengatakan ini sekalai lagi, MEREKA YANG MASIH MEREMEHKAN KETEGASANKU AKAN MENANGGUNG AKIBATNYA !!"


Setelah itu, semua bangsawan membubarkan diri mereka dan meenyisahkan Jani, Hertez, dan sang raja di dalam ruang tahta. Raja pun kemudian bertanya kepada Jani "nak, darimana saja kau seharian ini?"


"berbagai tempat, untuk memberitahu kolegaku bahwa aku tidak jadi memimpin daerah perbatasan."


"oh! jadi kau menerima gelar putra mahkota!?"


 "kalau bukan aku, lalu siapa yang akan kau pilih, ayah?"


"mungkin Veronica?"


"haha…. Aku sudah membayangkan sebuah kejadian dimana Veronica akan melarikan diri keluar kerajaan untuk menghindari tanggung jawab ini."


Raja pun mulai membayangkannya dan akhirnya berkata "kau benar,nak. Itu akan sangat merepotkan semua orang untuk mencari adikmu."


"baiklah, kalau begitu kapan akan di gelar upacara resminya?"


"dua hari dari sekarang, semuanya akan siap!" jawab Hertez dengan tenang.


"baiklah, aku akan segera mempersiapkan pidato untuk upacara penobatannya nanti. Sekarang aku ingin menemui para ketua divisiku." Setelah Jani selesai berbicara dengan ayah dan pemimpin ksatria, jani pergi dari ruang tahta untuk menemui para ketua divisi yang sedang menunggu di ruangan yang sama dengan yang mereka gunakan tadi pagi.


….


Saat Jani masuk ke dalam ruangan itu, semua orang telah hadir dengan wajah yang lebih bersemangat di bandiingkan dengan tadi pagi. Melihat hal itu, Jani langsung berkata "beginikan lebih baik! Dan Doran, apa kau sudah memahami sistem yang ada di buku itu?"


"secara garis besar, aku sudah memahaminya, pangeran."


"untuk saat ini sudah cukup, kau nanti bisa  bertanya kepadaku apa yang tidak kau mengeti."


"baik, pangeran!"


"baiklah, aku akan mulai menjelaskan semua tentang divisi yang akan kalian pimpin natinya dan tujuan aku mendirikannya."


Jani mulai menjelaskan semuanya kepada enam orang yang ada dihadapannya dan mereka sumua juga mendengarkan dengan baik. Ada juga yang bertanya jika mereka tidak memahami yang di maksud seperti


"pangeran, jika kita menggunakan sistem 'pegawai kerajaan' yang kau sebutkan tadi, bukankah itu akan di tentang banyak bangsawan?" tanya Salina Dolena yang menjadi pemimpin divisi antar kota.


"memang, tapi aku ingin ada orang yang mengawasi mereka dan sekaligus meringankan beban para bagsawan dalam mengatur kota mereka. Di masa depan, para bangsawan itu akan memiliki pekerjaan yang sangat banyak dan kita tidak bisa menyalahkannya kalau terjadi sesuatu dalam sistem pembangunan kan?"

__ADS_1


Setelah Jani memberikan penjelasan kepada Salina, Jani memberikan perkataannya yang terakhir kepada semua orang "dengarkan semuanya! ketika aku menjadi raja, aku ingin semua sistem ini telah di gunakan dalam pemerintahan kerajaan kita dan aku berharap kalian bisa mewujudkannya secepat mungkin!"


"baik, Pangeran!"


"bagus, lalu aku akan memberikan kalian tugas pertama yaitu belajar dengan senior kalian yang bertugas di bidang yang mirip dengan divisi kalian. Aku akan memberitahu kalian siapa mentornya besok, untuk sekarang kalian pelajari sistem yang aku sebutkan tadi dan bila perlu kalian bisa meminta pendapat mentor kalian."


….


Keesokan paginya.


Jani menemui enam orang yang akan menjadi mentor para pemimpin divisinya. Enam itu adalah bangsawan lama yang menjabat di masa lalu dan kini telah mewariskan tugas mereka ke keturunan masing-masing.


Saaat Jani menemui mereka, jani memberikan salam dengan penuh penghormatan "selamat datang para penatua! Terima kasih telah merespon suratku dan dengan segera datang kemari!"


"kami juga merasa senang masih bisa berguna untuk kerajaan di usia kami yang sudah sangat tua ini." Kata salah satu penatua yang di ikuti dengan persetujuan dari penatua yang lainnya.


"jadi, di mana para anak muda yang akan kami ajari itu?"


"mereka ada di ruangan yang tidak jauh dari sini."


Jani mengantarkan para penatua untuk menemui semua pemimpin divisi. Dan Ketika dia masuk ke ruangan tersebut, Jani merasa lega karena semua orang telah hadir di sini dan sukses menunjukkan kesan pertama yang baik ke para penatua.


Jani mulai memperkenalkan mereka kepada para penatua. "baiklah semuanya para penatua ini yang akan menjadi mentor kalian dan kelihatannya di antara kalian sudah ada yang saling mengenal?"


"hahaha…. Tidak kusangka orang pendiam sepertimu bisa di pilih oleh pangeran untuk menjadi pemimpin divisinya."  Kata salah seorang penatua berbadan kekar yang mendekati Mathias yang menjadi pemimpin divisi militer.


"diamlah pak tua! Aku sudah cukup kuat dan tidak memelurkan bantuanmu yang kejam itu!" jawab Mathias yang sudah menjauh dari si penatua tersebut.


"kali ini aku tidak punya niatan menghajarmu, Mathias. Aku di sini hanya mengajarimu mengurusi para tantara, melatih mereka dan banyak lainnya."


Setelah selesai dengan para penatua, Jani pergi menemui Veronica yang sedang berada di taman Bersama kedua adik angkatnya yaitu, Kuro dan Shiro.



Saat Jani sampai di taman, dia melihat sebuah kubah es raksasa yang menutupi hampir keseluruhan taman. Karena penasaran Jani mendekatinya, tapi itu di hentikan oleh kedua adik angkatnya yang langsung berteriak


""kakak! Jangan mendekati kubah es itu!!""


"memangnya ada apa dengan kubah es ini?"


"saat kami berlatih dengan kak Veronica, tiba-tiba saja kak Veronica berkata dia mendapatkan pencerahan lalu kami di suruh menjauh." Jawab Shiro yang menjelaskan apa yang terjadi.


"dan beberapa penjaga yang tidak mempercayai kami hampir mati membeku karena mencoba memasuki kubah es tersebut." Tambah Kuro yang melirik beberpa penjaga yang sedang di hangatkan oleh penjaga dengan unsur api milik mereka.


"baiklah, aku sudah mengerti. Kalau begitu sambil menunggu Veronica selesai memadatkan unsur esnya, bagaimana kalau kalian menunjukkan keahlian kalian kepadaku sedikit?"


"benarkah!?" jawab Kuro yang mulai bersemangat.


Mendengar hal itu, Shiro menunjukkan ekspresi sedihnya dan berkata "tapi aku tidak bisa bertarung."


"tenang saja, Shiro! Cukup aku saja yang akan melawan kakak dan kau bisa berlindung di belakangku seperti biasanya."


Mendengar perkataan Kuro, Shiro semakin bertambah sedih dan Jani yang mendengar hal itu langsung memukul kepala Kuro.

__ADS_1


*PAKKK!!*


Setelah memukul Kuro, Jani berkata "jangan mengatakan hal bodoh seperti itu, Kuro!"


"maaf ,kak!" jawab Kuro yang memegangi kepalanya yang sakit akibat pukulan Jani.


Setelah memberi pelajaran kepada Kuro, Jani menghampiri Shiro lalu berkata kepadanya "Shiro, jangan di ambil hati perkataan kembaran bodohmu itu."


"itu memang kenyataan kak, bahwa selama ini aku selalu berlidung di belakangnya. Meskipun begitu, sebenarnya aku ingin sekali menjadi kuat dan mampun berdiri di samping Kuro dan tidak lagi menjadi beban untuknya!"


"aku paham akan hal itu, tapi dengarkan aku, Shiro. Bertarung bukan hanya tentang melukai lawanmu, tapi menggangu lawan, memberkati temanmu, dan yang terpenting menyembuhkan temanmu itu juga termasuk bertarung. Dengan bantuan sihirmu, mungkin saja  temanmu akan menjadi lawan tidak terkalahkan bagi mereka yang bertarung sendirian."


Mendengar hal itu, Shiro Kembali bersemangat lalu berkata "baiklah, aku akan mencoba melakukan seperti yang kakak bilang!"


"oke, kalau begitu kalian bersiap di posisi kalian! kita sejauh mana keahlian kalian."


""BAIK!!"" Jawab keduanya bersamaan dan mereka bersiap dengan senjata yang sesuai dengan mereka.



Ketika mereka akan memulai pertaruangan mereka, tiba-tiba kubah es mulai mengecil lalu seakan di hisap ke pusatnya, energi unsur es langsung memasuki tubuh Veronica.


Melihat hal itu, Jani, Kuro dan Shiro membatalkan pertarungan mereka lalu mendekati Veronica.


Sementara itu, Veronica perlahan membuka matanya lalu Ketika dia melihat kehadiran Jani, dia langsung memeluknya dan berkata "kak, Alex! Akhirnya aku penyhir gabungan tingkat 3!!"


"selamat! Dengan begini kau tidak perlu mengikuti pelatihan mingguan dari ibu Iris."


"tentu saja! Kini aku bisa mengikutimu menuju kota perbatasan timur laut!"


Mendengar bahwa Veronica bersemangat mengikutinya, Jani langsung berkata "terima kasih kamu mau mengikutiku, tapi apa kamu belum mendengar berita terbarunya?"


"berita apa?"


"aku akan di lantik menjadi Putra mahkota dan otomatis aku harus menetap di ibu kota membantu ayah dalam mengurus kerajaan."


Terkejut dengan berita tersebut, Veronica berkata "EHH!! Kalau begitu aku batal untuk berpetualang dong?"


"siapa bilang, kita tetap akan berpetualang dan itu juga termasuk dengan Shiro dan Kuro!"


Veronica dan si kembar juga langsung bersemangat mendengar mereka akan berpetulang Bersama.


"lalu kemana tujuan kita?"


"itu tidak jauh dari sini, kok! Kita akan menuju labirin yang sudah lama ada  di dekat ibu kota."


Mendengar tujuan mereka, Veronica langsung berkata dengan nada terkejutnya "kak, jangan bilang kalau itu adalah…."


"tepat! Labirin itu bernama LOST TEMPLE FROM PAST!!"


"kak! Apa kau gila! Tempat itu sangatlah berbahaya karena banyak tantara bayaran yang telah gugur dan hingga saat ini tidak pernah ada yang sampai ke ujung labirin dengan selamat."


"apa ayah juga gagal?"

__ADS_1


"ayah bukannya gagal, tapi tidak bisa memasukinya karena adanya pelindung kuno yang menjaga tempat itu. Mereka yang bisa masuk ke dalam labirin adalah yang berada di tingkat sihir lima kebawah dan yang diatasnya akan di tahan di pintu masuk."


 


__ADS_2