KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Perdebatan di pagi hari


__ADS_3

Pagi berikutnya.


Jani melakukan latihan pagi seperti yang biasa dia lakukan dan setelahnya mengikuti pertemuan para Duke Ibukota bersama dengan Ayahnya. Di pertemuan inilah Jani secara resmi memperkenalkan sistem pemerintahan yang menurutnya dapat di laksanakan di kerajaan ini.


Semua Duke dan Duchess memperhatikan apa yang Jani katakan dan bahkan mereka membuat pelayan mereka menulis semua apa yang di katakan oleh Jani. Setelah Jani selesai menjelaskan semuanya, Jack kemudian bertanya "Pangeran, apakah penyatuan kekuatan Militer sangat penting di lakukan?"


"itu pasti! Duke Jack. Karena ini menyangkut keamanan seluruh kerajaan dan oleh karena itulah kekuatan Militer harus di satukan agar pertahanan kita tidak mudah di tembus oleh negara lain. Apakah kita akan terus mengambil para lelaki sipil untuk melindungi kerajaan ini dan membuat mereka merasakan medan perang yang seharusnya tidak pernah mereka rasakan sebagai warga sipil yang harus kita lindungi?"


Mendengar penjelasan Jani, Jack tahu bahwa sebenarnya sistem wajib Militer adalah sesuatu yang dia sendiri juga ingin menolaknya, tapi Jack tahu jika rencana penyatuan Militer ini di jalankan, maka kerajaan ini akan larut dalam perang saudara antar para bangsawan yang menolak rencana ini.


Jack mencoba menjelaskan ke khawatirannya "Tapi Pangeran! Bagaimana kalau para bangsawan Duke yang ada di luar ibu kota kerajaan menolak rencana Anda? Bukankah itu akan menjadi perang di dalam kerajaan kita sendiri?"


"aku juga merasakan hal yang sama, Duke Jack. Tapi yang di pertaruhkan di sini adalah nyawa warga sipil yang seharusnya tidak mati sia-sia karena wajib Militer ini." Jawab Jani dengan tenang lalu melanjutkan "Duke Jack, sebagai orang yang berurusan dengan Diplomatik antara para bangsawan. Apa kau memiliki saran untuk membuat rencana ini berjalan?"


" jika anda bertanya kepada saya, maka saya akan mencoba menjelaskan beberapa langkah yang mungkin akan berhasil. Pertama, Kita akan mencoba melakukan diskusi bersama dan menjelaskan maksud yang sebenarnya dari rencana penyatuan kekuatan Militer ini. Jika tidak berhasil, maka kita coba melakukan kesepakatan dengan mereka dan jika masih tidak berhasil juga, maka barulah kita menggunakan kekuatan untuk menekannya hingga dia setuju lalu secara diam-diam menggantikan posisinya dengan bangsawan yang lebih mendukung kita untuk memimpin wilayah tersebut." Jawab Duke Jack yang menjelaskan saran yang sering dia gunakan untuk memenangkan hati para bangsawan di banyak kesempatan.


Jani yang mendengarkan saran Duke Jack hanya terdiam sesaat lalu kemudian dia berbalik bertanya kepadanya "Duke Jack, apa kau sering menggunakan cara ini?"


"tentu pangeran! Ini adalah cara tercepat dalam membuat para bangsawan menyetujui semua rencana dari yang mulia."


"kalau begitu mulai sekarang kau jangan pernah menggunakan cara ini sebelum kau mengganti langkah kedua mu dengan langkah yang lain."


Semua Duke terkejut dengan Jani yang menolak rencana andalan mereka sampai sekarang. Bahkan Raja Roman segera bertanya tentang alasan penolakan tersebut "Nak, apa alasan mu menolak saran dari Duke Jack?"


"aku tidak menolak seluruh saran dari Duke Jack, Ayah. Tapi aku hanya tidak mau kalau kita harus melakukan suatu kesepakatan di bawah meja dengan para bangsawan agar mereka mau mengikuti perintah kita."


Duchess Marry yang juga sering melakukan hal sama seperti Duke berkata "tapi Pangeran, itu adalah cara paling mudah untuk membuat para bangsawan itu mau menuruti perintah kerajaan."


Jani langsung membalasnya "dan itu adalah cara yang sama yang akan membuat kerajaan ini hancur!. Kenapa aku bisa mengatakan hal tersebut? Mudah! Karena setiap bangsawan yang kalian janjikan kesepakatan itu tidak akan lagi menaruh sumpah setianya kepada kerajaan ini, mereka hanya akan mematuhi perintah kerajaan jika mereka mendapatkan keuntungan."


Semua orang tidak bisa berkata apa pun, tapi sang Raja yang penasaran kemudian bertanya kepada anaknya "nak, bisa kau jelaskan dampak buruk bagi kerajaan ini jika cara itu menjadi sebuah kebiasaan?"


"yah, sebagian besar para bangsawan di luar ibu kota akan membentuk pemerintahannya sendiri atau yang terburuk adalah mereka akan terus mengambil keuntungan dari kita lalu ketika kerajaan kita sudah di ambang kehancuran, mereka akan pergi meninggalkan kita untuk menyelamatkan diri mereka sendiri."


"itu cukup mengerikan untuk di bayangkan, Pangeran. Tapi aku masih berpikir ini adalah cara tercepat untuk menyelesaikan masalah tentang penyatuan kekuatan militer yang anda sebutkan sebelumnya." Jawab Duchess Marry.


"aku juga berpikiran sama dengannya." Kata Duke Jack yang menimpali perkataan Duchess Marry.


Ketika suasana menjadi suram, sang Raja berkata"baiklah, kita sudahi pembahasan mengenai hal tersebut dan mengurus masalah yang menjadi prioritas kita saat ini yaitu Gereja cahaya suci!."


Raja melanjutkan perkataannya yang mengarah kepada anaknya "Alex, apa sudah memiliki rencana yang ampuh menghadapi Uskup tua itu?"


"saat ini belum ayah, tapi akan aku berikan saat sesudah makan malam nanti."

__ADS_1


"aku mengerti, kalau begitu kita sudahi dulu obrolan ini dan ingat, ini semua demi kemakmuran Westeria!!" Jawab Raja yang di akhiri dengan pose penghormatan kepada kerajaan.


"DEMI KEMAKMURAN WESTERIA!!"  balas keempat orang lainnya yang ada di ruangan tersebut.



Siang hari itu juga, Jani pergi menuju bengkel Brad untuk mengambil satu buah pisau tersembunyi yang telah selesai di buat dan setelahnya dia memanggil salah satu anggota Silent Army untuk menemaninya menyusup ke dalam gereja.


Setelah semua persiapan sudah siap, Jani pergi menuju sebuah Bar yang dekat dengan gereja sambil menunggu anggota Silent Army yang akan menemaninya. Saat dia sedang menunggu tiba-tiba seorang pemuda datang menghampirinya lalu berkata dengan suara pelan "Pahlawan yang tidak di kenal, tapi mampu menyelamatkan sebuah negara…." Dia berhenti berbicara sambil menunggu Jani menjawab.


Jani yang mendengarnya langsung melanjutkan kalimat tersebut "Itulah Silent Army."


Mendengar jawaban Jani, pemuda itu segera duduk berhadapan dengan Jani yang sedang sibuk mengisi tabung suntikan dengan sebuah cairan berwarna hijau. Saat pemuda itu telah duduk, dia kemudian berkata "maaf membuatmu menunggu, Pangeran."


"tidak masalah, nomor berapa kau?"


"saya bernomor sembilan dan anda dapat memanggil saya Nine, yang mulia!"


"baiklah Nine, kamu sudah mengetahui bahwa kita akan menyusup ke dalam gereja,kan?"


"sudah, yang mulia. Tapi bolehkah saya bertanya, untuk apa benda itu?"


"ini adalah alat untuk memasukan racun yang ada di dalamnya, tapi racun yang aku racik hanya untuk membuat seseorang tidur seketika dan saat dia bangun akan mengalami gangguan ingatan yang ringan. Aku juga harus memperingatkanmu bahwa saat di dalam, gunakan alat ini untuk melumpuhkan penjaga dan jangan sampai membunuh siapa pun."


"aku mengerti, yang mulia."


"tentu saja, Pangeran! Tapi jangan lupa dengan permintaanku yang sebelumnya."


Nine tidak mengerti kesepakatan apa yang di lakuakan pangeran dengan si pemilik bar yang membuatnya memasang wajah bingung dan penasaran.


Melihat wajah Nine, Jani segera berkata "aku akan menceritakannya di perjalanan karena itu kisah yang sangat tidak enak untuk di ingat." Saat Jani mengatakan hal tersebut rak minuman mulai bergeser dan menunjukkan sebuah jalan menuju ke lantai bawah.


Saat pemilik mendengar apa yang di katakan Jani, dia tersenyum lembut dan berkata "terima kasih karena telah memahami perasaan lelaki tua ini, Pangeran."


Jani hanya membalasnya dengan senyuman ramah lalu melirik Nine untuk mengikutinya menuruni anak tangga menuju lantai bawah tanah.


Saat mereka berdua memasuki lantai bawah tanah, rak minuman kembali bergeser lalu pemilik bar melanjutkan pekerjaannya sambil berkata di dalam hatinya 'semoga anda selamat yang mulia dan menemukan istriku yang di ambil paksa oleh pendeta sesat itu!'



Tidak butuh waktu lama bagi Jani dan Nine sampai di ruang bawah tanah Gereja. Jani juga sekilas melihat banyak wanita yang di kurung di penjara, tapi mengabaikannya untuk misi utama dia datang ke gereja.


Setelah pergi dari ruang bawah tanah, Jani memerintahkan Nine untuk untuk menyusuri gereja dan mengawasi para penjaga agar tidak menyadari keberadaan mereka. Sementara Nine berjaga, Jani mengeluarkan kamera dari penyimpanan dimensional sistem lalu memasuki ruangan rapat rahasia para pendeta sebelum mereka memulai rapat mereka bersama dengan sang Uskup Agung mereka.

__ADS_1


Setelah menunggu cukup lama, Jani merasakan beberapa orang akan memasuki ruangan tersebut dan Jani segera bersembunyi di atap lebih tepatnya tiang kayu pondasi atap ruangan tersebut. Saat para pendeta masuk satu-per-satu ke dalam ruangan, Jani mengambil posisi yang pas lalu memfoto wajah mereka semua.


Setelah selesai memfoto mereka, Jani berdiam diri di atas sambil mendengarkan isi dari rapat rahasia mereka. Saat Uskup Agung masuk ke dalam ruangan, para pendeta memberinya salam "Salam kepada penunjuk jalan cahaya suci!!"


Sang uskup mengangkat tangannya tanda untuk semua pendeta berhenti dan kembali duduk.


Setelah beberapa saat, Uskup mulai berbicara "para pendeta, kali ini keluarga Lester secara terbuka ingin memusuhi gereja kita dan itu terbukti dengan mereka tidak mau memberikan hak penggunaan kuil suci itu."


"di tambah dengan rencana mereka membiarkan anak terkutuk tersebut untuk menjadi pewaris tahta mereka, kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi!"


"oleh karena itulah, aku meminta kalian untuk berbaur dengan rakyat jelata di pidatonya besok pagi dan memancing kebencian warganya terhadap dirinya hingga terjadi kekacauan, apa kalian paham?"


"kami mengerti, Uskup Agung!"


Setelah menyampaikan rencananya, Uskup kemudian bertanya kepada salah satu pendeta "bagaimana dengan penyamaran mu di pasukan bayangan?"


"semua berjalan lancar, Uskup Agung! Hanya saja sekarang nama pasukan itu berganti menjadi Silent Army dan sepertinya dia berencana untuk menyebarkan seluruh pasukan ke penjuru kerajaan sebagai mata dan telinganya di berbagai wilayah kerajaan ini."


"menyebarkan pasukan terkuatnya untuk menjadi mata-mata? Apa pangeran itu bodoh?"


Jani yang mendengar pertanyaan itu menjawab di dalam hatinya 'tidak, aku tidak bodoh! Faktanya  Silent Army bukanlah yang terkuat, mereka hanya tidak di atur sehingga terlihat menjadi terkuat di mata orang lain.'


Saat itu juga Jani terus memperhatikan seorang penghianat yang ada di bawahnya dan mengingat wajahnya agar mudah di tangkap nantinya. Setelah itu, mereka mulai berdoa bersama sebelum pergi dan meninggalkan ruangan tersebut.


Jani turun dari atap dan secara perlahan memasuki ruang bawah tanah lagi untuk mencari istri sang pemilik bar. Saat Jani mencari, Nine kembali memberitahu bahwa sang Uskup akan menuju ruangan bawah tanah dan Jani segera mempercepat pencariannya.


Di penjara bawah tanah terdapat banyak tahanan wanita yang banyak dan mereka sulit di bedakan akibat kondisi mereka yang kelaparan. Saat Jani bertanya siapa yang menjadi istri pemilik bar, semua wanita mulai mengakui dirinya yang membuat Jani semakin sulit menemukan wanita yang di carinya.


Melihat pangeran kesulitan, Nine memberi usulan untuk menggunakan sihir Angin karena istri dari pemilik Bar berasal dari ras Elf. Jani mencobanya lalu sambil menggunakan bahasa Elf dia berkata "kembalilah~ menuju pohon suci!"


Reaksi dari para wanita di dalam penjara terlihat kebingungan karena tidak mengerti apa yang di maksud oleh Jani. Tetapi seorang wanita yang terikat di alat penyiksaan memberikan respon dengan menangis meskipun dia terlihat lemas karena tidak di beri makan sama sekali.


Jani mendekati wanita tersebut dan berkata dalam bahasa Elf "apa kau merindukan pohon suci?"


Dengan suara pelan dia berkata "tidak, aku merindukan kedai kecilku."


Mendengar jawabannya Jani berkata kepada Nine "dia wanitanya, lepaskan dia dan bawa bersama kita."


Saat Jani ingin membawanya, tiba-tiba seorang tahanan wanita berkata "tuan, tolong jangan lepaskan wanita itu! Karena para penyiksa itu akan mencari penggantinya di antara kami dan kami sangat takut berada di alat itu!"


"tenang saja! Aku sudah menyiapkan hadiah untuk uskup tersebut agar dia sangat sibuk membersihkan tubuhnya, benarkan Nine?"


" ya, sesuai perintah aku sudah menaruh benda itu di tangga menuju ruang bawah tanah dan sepertinya tadi terdengar suaranya yang terkejut."

__ADS_1


"baiklah, kalau begitu kita pergi sekarang sebelum dia menyadari kehadiran kita." Kata Jani yang pergi melalui pintu rahasia sambil berkata di dalam hatinya 'yah, Meskipun dia menyadarinya, tidak akan ada penjaga yang mengejar kita karena aku sudah membuat mereka tertidur sambil berdiri.'


Setelahnya ruangan bawah tanah kembali sunyi dan seperti perkataan Jani Uskup tidak jadi pergi ke ruang bawah tanah karena tubuhnya saat ini sangat bau akibat ledakan asap di tangga menuju ruang bawah tanah tersebut.


__ADS_2