KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Atau apa kau memang Impoten?


__ADS_3

Saat Jani masuk, dia melihat seorang pria setengah telanjang di ikat di kursi dengan wajah lebam setelah di lakukan interogasi oleh Arman.


Mendekati sebuah meja, Jani mengambil berkas dan membaca isinya "nama: Ferdinand Kusumo, tempat, tanggal lahir: Jakarta, tanggal 5- bulan Desember- tahun 1992. Itulah yang tertulis di KTP-mu. Tapi apa kau pikir aku tidak bisa mengorek lebih dalam tentang identitas mu?"


Dengan wajah masih tertunduk, pria yang di sebut sebagai Ferdinand berkata "aku tidak mengerti apa maksudmu, Bos?"


"masih ingin mengelak ya? Baiklah kita lanjut membaca halaman kedua! Sebelum tahun 2017, kau tinggal di Beijing dengan nama Chen Fan Long, lahir di tahun yang sama dengan hidupmu yang sekarang dan tidak kekurangan apa pun karena orang tuamu yang seorang pejabat tinggi di partai komunis di sana. Bertahun-tahun semua baik-baik saja sampai sekelompok musuh ayahmu membongkar kejahatannya ke publik yaitu melakukan penggelapan dana sebesar 4 milyar Yuan dan karena tidak ingin duit itu sia-sia, kau membawanya dan melarikan diri ke negara ini bersama dengan Istrimu yang sedang mengandung lalu dengan uang yang kau bawa, kau membayar beberapa orang untuk membuat identitas baru di sini dan memulai hidup baru. Apa semua ceritaku itu benar, Tuan Chen?"


Tidak ada jawaban dari pria tersebut, Jani yang melihatnya langsung berkata "sepertinya itu benar semua, ya? Baiklah kita gunakan sedikit kekerasan supaya ini berjalan lancar!"


*POK...POK* tepuk tangan Jani menjadi sebuah sinyal bagi dua penjaga di depan untuk masuk membawa peralatan interogasi seperti pendeteksi kebohongan, palu, dan peralatan lainnya. Interogasi pun di mulai dengan siksaan kecil sampai orang yang di sebut Ferdinand berkata "tolong! Berhenti!! Aku bukannya tidak ingin mengatakannya, tapi aku tidak bisa mengatakannya!!"


Mendapat jawaban yang berbeda dari yang sebelumnya, Jani kembali bertanya "Kenapa? Apa mereka sedang mengancam mu?"


"BENAR!! Mereka saat ini sedang berada di rumahku dan mengaku sebagai kerabat jauhku untuk mengelabui warga sekitar!"


"begitu kah? Lalu jika aku menjamin keselamatan istri dan anakmu, apa kau mau membeberkan semua informasi yang kau punya?"


"aku bersedia! Asalkan istri dan anakku selamat, aku akan menuruti semua yang kau inginkan!"


"baiklah! Pertama kau minum ini dulu dan tunggulah di sini sebentar!" kata Jani yang memberikan ramuan penyembuh tingkat rendah lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan cepat.


...


Saat Jani telah meninggalkan ruangan Ferdinand bertanya kepada Arman "hei, Bang Arman! Apa ini aman untuk di minum?"


"tentu saja! Tidak mungkin bos akan membunuhmu dengan cara licik seperti yang kau pikirkan!" kata Arman yang berdiri tidak jauh dari Ferdinand.


Ferdinand juga berpikir hal yang sama dengan Arman dan kemudian dia mencoba meminum ramuan tersebut. Karena ramuan itu adalah tingkat rendah, ramuan tersebut terasa sangat pahit, tapi luka-luka akibat siksaan yang dia terima sebelumnya sudah sembuh sebagian dan hanya menyisakan beberapa memar yang bisa di sembuhkan dengan mudah.


Melihat semua luka sobek dan bedarahnya sudah sembuh, Ferdinand berkata "OBAT AJAIB APA INI!!?"


Arman yang melihat keajaiban itu juga berkata dengan senyuman di wajahnya "lihat! Sudah kubilang bos itu tidak mungkin membunuhmu!"


"kau benar, tapi dari mana dia mendapatkan obat ajaib ini?" tanyanya yang menatap botol kosong yang sebelumnya berisi ramuan tersebut.


"kurangi bertanya yang tidak perlu. Sekarang lebih baik kau bersiap untuk menjelaskan tentang rencana busuk mereka terhadap perusahaan ini."


"tapi, bagaimana dengan keluargaku yang masih bersama dengan orang-orang berbahaya itu!?"


"percaya saja kepada bos, itu saja yang bisa aku beritahu kepadamu."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Arman keluar ruangan untuk menghisap beberapa rokok.


...


Sementara itu, di sebuah rumah kediaman keluarga Ferdinand.


Jani sudah berada di dekat rumah tersebut dan mulai memeriksa dengan Indera sihir miliknya "dua orang ya? Dan sepertinya aku merasakan benda yang tidak asing, tapi apa ya? Sudahlah! Biar nanti aku periksa sendiri." Katanya sambil memeriksa ke dalam rumah.


Setelah memeriksanya, Jani menyusup ke dalam rumah menggunakan sihir unsur kegelapan tingkat 1 yaitu: Shadow Diving. Saat dia mencapai kamar tempat para agen itu berada, jani hanya melihat satu orang saja dan langsung membunuhnya menggunakan golok yang biasa dia gunakan.


Setelah membunuhnya, Jani bertanya-tanya di mana satu orangnya lagi dan ketika Jani hendak mencari, tiba-tiba dia mendengar suara seorang wanita berteriak dan Jani segera menyelam ke dalam bayangan lalu berpindah menuju ruangan tempat suara wanita berasal.


Saat Jani sampai di sana, dia tidak langsung muncul dan menghabisi agen tersebut, tapi melihat sesuatu yang menarik perhatiannya yaitu seorang anak laki-laki yang masih kecil sedang memegang senapan angin berbentuk pistol dengan tangan gemetar dan berniat menembak agen tersebut yang berniat memperkosa ibunya.


"Jauhi Ibuku!! Atau aku akan menembak!!" kata anak kecil yang mengarahkan pistol itu ke agen tersebut.


"nak! Cepat pergi dari sini!! Jangan hiraukan ibu!! Cepat pergi cari bantuan!!" teriak si ibu yang susah payah menyuruh anaknya untuk pergi menyelamatkan diri.


"hehe... dengarkan ibumu baik-baik, nak! Buang senjata itu atau ibumu akan mati di tanganku!" kata sang Agen yang sudah melepaskan celananya karena sudah sangat terangsang dengan kecantikan si Ibu.


Jani yang menonton drama ini dari kegelapan hanya berkata dalam hatinya 'Kecil amat itu K*nt*l!!'


"Diam! Aku akan melindungi Ibu dan menjadi penembak jitu seperti Black Mask!!"


Melihat drama sudah mulai berakhir, Jani muncul di belakang anak laki-laki tersebut dan berkata dengan suara pelan "hei bocah! Jika kau ingin membunuh bajingan itu dengarkan kata-kataku baik-baik! Tarik napas mu dalam-dalam, kemudian tenangkan dirimu lalu bidik kerutan hitam yang berada di bawah pantat bajingan itu!"


Anak laki-laki dengan polos mengikuti arahan Jani, setelah dia mengikuti semua arahan Jani, dia kembali bertanya "lalu apa yang aku harus lakukan berikutnya?"


"tahan napas mu lalu tembak Di tempat yang aku beritahukan tadi." Kata Jani dengan senyuman di balik topeng emasnya.


"baiklah..huuu...hap!" anak kecil menahan napasnya lalu dengan penuh konsentrasi dia menembak tepat mengenai kerutan hitam tersebut.


*PAK!!!* suara yang di hasilkan berbeda dari pistol biasanya karena apa yang di pakai anak itu adalah senapan angin dengan peluru timah keras di dalamnya.


"ARRRGGHH!!" Teriak agen tersebut yang memegangi bagian vitalnya dan langsung meringkuk di lantai karena kesakitan. Nafsu bejat yang dia miliki sebelumnya langsung pudar karena alat reproduksi miliknya saat ini terasa sangat sakit dan ketika dia tahu anak itu yang menembaknya, niat membunuhnya naik dan mulai memakinya dengan penuh amarah "KAU!! LIHAT SAJA BOCAH!! AKU AKAN MENGHABISI Mu!!"


"hahaha!!.... seorang pria sepertimu pantas mendapatkannya, dasar bodoh!" kata Jani yang keluar dari kegelapan belakang anak tersebut lalu berjongkok di samping anak tersebut dan melanjutkan perkataannya "sebelum kau memperkosa seseorang, perbesar dulu benda menyedihkan itu hingga sebesar layaknya laki-laki pada umumnya atau apa kau memang Impoten?"


Merasa sangat marah dengan perkataan Jani, dia bertanya dengan luapan kemarahan "SIAPA KAU HAH!!?"


"Hei... apa kau tidak ingat pada target operasi milikmu ini?" kata Jani yang menunjuk topeng emas miliknya.

__ADS_1


"kau? Bagaimana mungkin kau bisa masuk ke rumah ini tanpa diketahui oleh siapa pun?"


Jani menaruh jari telunjuknya di mulut topeng lalu berkata sambil mengambil pistol angin milik anak tersebut "Ssstt... itu rahasia perusahaan milikku!"


Saat memegang pistol angin tersebut, Jani langsung merapal sihir unsur api tingkat 1 yaitu: Enchant of Fire. Yang membuat timah keras tersebut di lapisi api dan saat Jani menembaknya, peluru timah langsung menembus kepala agen tersebut dan membuatnya langsung mati.


Melihat semuanya sudah berakhir, si Ibu yang masih dalam keadaan takut bertanya "tu..tuan apa suamiku baik-baik saja?"


"tentu saja! kau boleh menghubunginya untuk memberitahukan keadaanmu lalu mengenai mayat ini, biar nanti orang suruhan ku di pagi berikutnya yang akan mengurusnya." Kata Jani kepada si Ibu dan kemudian dia menatap anak laki-laki tersebut dan melirik kalung peluru yang dia kenakan lalu berkata "nak, dari mana kau mendapatkan peluru itu?"


Anak kecil kemudian menggenggam kalung tersebut dan kemudian berkata "ini dari idolaku, Black Masker sang penembak jitu dari Trio Djancok!!"


"oh, kalau begitu simpan baik-baik benda itu karena tidak lama kau akan bertemu kembali dengannya."


Anak itu mulai bersemangat lalu bertanya "benarkah!?"


"tentu saja! Aku yang menjaminnya." Kata Jani yang membelai rambut anak tersebut dan kemudian dia berkata kepada si ibu "nona, tugasku di sini sudah selesai dan pastikan melakukan Video Call dengan suamimu untuk memberitahu kabar ini agar dia mau bekerja sama denganku. Dan tentu saja suami akan baik-baik saja bersamaku!" dan kemudian Jani kembali tenggelam ke dalam bayangan lalu menghilang.


"baiklah! Aku akan segera melakukannya!" kata si Ibu dengan penuh rasa khawatir.


...


Setelah aksi yang di lakukan Jani malam itu, Ferdinand membeberkan semua rencana agen rahasia pemerintah China terhadap perusahaan milik Jani. Target yang sebenarnya dari para Agen adalah rancangan lengkap "Tower Virtual Reality".


Mereka sebenarnya selangkah lebih cepat dari Amerika dalam mengungkap rahasia teknologi virtual Reality yang mana terletak di Tower dan bukan di mesinnya. oleh karena itu, Ferdinand memberitahu Jani bahwa jika para agen gagal mendapatkan rancangan lengkap "Tower Virtual Reality", maka mereka harus menghancurkan menara milik Jani agar acara peluncuran server gagal di laksanakan.


Semua laporan rencana tersebut berbentuk laporan tertulis yang hanya diketahui oleh dua orang yaitu Jani dan sang penulis laporan, Ferdinand. Jani yang masih berada di kantornya, menutup laporan tersebut lalu membakarnya menggunakan sihir api agar tidak ada yang mengetahuinya terutama kekasihnya, Ayu.


Setelah membakar laporan tertulis tersebut, Jani berkata "Ingin bermain kasar denganku? Maka aku tunjukkan siapa yang lebih hebat!"


Setelah selesai berurusan dengan laporan itu, Jani tidak pulang ke rumah melainkan memasuki Ruangan latihan Dimensional milik sistem.


....


Di dalam ruangan latihan dimensional


Jani berlatih sihir unsur yang belum dia latih, seperti petir, tanah, Putih(cahaya), Hitam yang sekarang telah berubah menjadi Unsur Bayangan setelah Jani mempelajari teknik pengendalian bayangan yang dia beli di fitur 'Toko' milik sistem dan yang terakhir adalah unsur Ruang.


Beruntung nya Jani ketika dia berbelanja waktu itu bersama dengan adiknya di benua Arca, dia menemukan inti sihir milik penyihir unsur tanah dengan tingkat 10, tapi sayangnya dia tidak mendapatkan Kristal inti sihir dengan unsur langka seperti petir, Cahaya, darah, Hitam, dan Ruang.


Meskipun hanya unsur dasar, tapi setiap Kristal sihir yang Jani dapat dari toko misterius tersebut pada tingkat sepuluh dan ketika Jani menyerap Kristal inti sihir yang dia beli tersebut, Kristal itu langsung menaikkan unsur sihir Jani sampai tiga tingkat sekaligus.

__ADS_1


Juga Kristal sihir tersebut memberi Jani masing-masing mantra sihir unik milik penyihir tingkat sepuluh yang mana kristal tersebut di dapat dari tubuh mereka setelah mereka mati karena berbagai hal yang tidak diketahui.


__ADS_2