
*kriingg*
Saat mereka masih saling menatap dengan waspada, tiba-tiba telepon milik Jani berdering. Jani segera melihat siapa meneleponnya dan setelah melihatnya, dia segera mengangkatnya lalu mengaktifkan speaker agar percakapannya terdengar oleh orang lain.
Jani memulai percakapan "CEO Google! Bukankah ini belum ada sejam dari kita berbicara sebelumnya?"
"yah, kelihatannya mereka sudah sepakat untuk mendapatkan mesin virtual mu apa pun biayanya." Jawab CEO Google.
...
Beberapa menit sebelumnya.
Setelah mengakhiri percakapan sebelumnya, CEO Google bertanya kepada presiden Amerika. "jadi, bagaimana pak presiden? Menurutku itu terlalu mahal untuk bertukar dengan hanya selembar cetak biru."
"kau benar, tapi anehnya kenapa dia bisa tahu kalau kita memiliki dua?" jawab presiden Amerika sekaligus bertanya sambil melirik ke arah Hacker pemuda sebelumnya.
Hacker tersebut tentu saja menyadari kalau pertanyaan tersebut di tunjukkan kepadanya. Dia mencoba menenangkan dirinya lalu menjawab " menurutku itu pasti ada kaitannya dengan Green Elf yang masih berkeliaran di luar sana. Kali ini, kita sudah tahu di negara mana dia tinggal dan juga dengan siapa dia bekerja. Jika saja Anda mengizinkan saya sekali lagi untuk melacaknya, saya pasti bisa menemukan keberadaannya."
"tidak perlu, kali ini kita perlu menghemat biaya sebanyak mungkin dan tidak perlu mengadakan misi yang sudah jelas akan gagal, apa kau mengerti?" jawab presiden Amerika sambil mengingatkannya tentang beberapa misi sebelumnya yang berakhir gagal karena selalu salah tangkap orang.
"aku mengerti, pak presiden." Jawab pemuda Hacker tersebut dengan menundukkan kepalanya.
"pak presiden! Jelas Anda harus menolak pertukaran ini! Karena satelit itu belum saya kuasai sepenuhnya!" sela orang tua yang menjabat sebagai kepala penelitian teknologi negara Amerika.
"jadi, kapan Anda bisa menguasainya?" tanya presiden kepadanya.
"sebentar lagi, Saya janji saya akan membuat satelit itu menjadi milik kita sepenuhnya!"
"pak presiden! Menurut saya Anda harus menyetujui pertukaran ini. Jika kita mendapatkan mesin virtual itu dan menjualnya di negara kita, maka itu akan menyelamatkan anggaran negara dari pada harus mengirim astronaut untuk menguasai satu satelit dan pada akhirnya gagal terus." Sela Menteri keuangan negara Amerika sekaligus mengkritik kepala penelitian teknologi.
"KAU!!" jawab marah dari kepala penelitian setelah di kritik oleh menteri keuangan negara.
Setelah mendengarkan pendapat dari menteri keuangan, presiden menjawab "baiklah, kita terima persyaratannya. Tuan CEO segera hubungi Mr. Gold untuk menerima pertukaran ini lalu setelah itu, kau segera pergi ke Indonesia secepatnya untuk menjadi perwakilan kita dalam pertukaran ini."
"Baik, pak presiden."
Setelah itu CEO Google kembali menelepon Jani.
...
Kembali ke masa sekarang.
"baiklah! Kita sudah sepakat! Kapan kita akan melakukan pertukaran? Apa aku yang harus ke sana atau kau yang ke sini?" tanya Jani.
"aku yang akan ke sana, Pagi ini aku langsung berangkat ke Indonesia."
"oke, telepon aku saat kau sudah sampai di sini." Kemudian Jani mengakhiri percakapannya dengan CEO Google.
Setelah itu, Jani melirik ke arah kelompok intel dari negaranya yang memasang wajah memerah seakan bisa meledak kapan saja. Kemudian Jani berkata "baiklah, karena aku sudah sepakat dengan Amerika, kalian bisa kembali dan melaporkan semua percakapanku yang tadi kepada atasan kalian."
Pemimpin dari kelompok ini menahan amarahnya lalu bertanya kepada Jani "Mr. Gold, apakah Anda tidak mencintai negara ini?"
"tentu saja aku mencintai negaraku ini."
"lalu kenapa kau masih membuat kesepakatan dengan negara asing seperti ini!?"
"jika aku tidak membuat kesepakatan dengan Amerika, siapa yang akan memberikanku sebuah satelit!? Kalian!? Hah! Membuat satelit tingkat satu saja kalian tidak bisa, bagaimana dengan tingkat lima?"
Mendengar pertanyaan Jani, tidak ada satu pun yang membantahnya. Kemudian Jani melanjutkan "Ingat hal ini baik-baik! Keberadaanku di negara Indonesia sudah cukup! Membuktikan bahwa aku cinta negara Indonesia ini!. Seharusnya pemerintah itu membantu pengusaha muda untuk membangun usahanya sendiri, tapi di mana kalian saat aku membeli usaha ini dari orang Jepang!? Tidak ada kan!?"
"Selama ini, aku tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah dan malahan beberapa proyekku terhalang perizinan yang berbelit-belit. Kalau saja aku tidak meminta ke presiden, apa izin itu masih bisa aku dapatkan?"
__ADS_1
Setelah mendengar perkataan Jani sekali lagi, mereka merasakan bahwa perkataan Jani tersebut seperti tamparan yang sangat kuat sehingga mereka hanya bisa menundukkan kepalanya dan diam seribu bahasa.
Melihat mereka masih terdiam Jani kembali duduk di kursinya lalu mengeluarkan aura membunuhnya yang digabungkan dengan unsur gelap. Hal itu membuat kelompok intel negara bergidik ketakutan kemudian mereka mendengar suara Jani dengan perasaan takut.
"Pulanglah dan katakan kepada atasan kalian bahwa 'jika kalian semua ingin mendukungku tanpa mengeluarkan uang sedikit pun, maka diamlah dan jangan menghalangi apa yang aku lakukan mulai dari sekarang!', apa kalian mengerti?"
"kami mengerti, Mr. Gold."
"kalau begitu pergi dari sini sekarang! Aku harus mengadakan rapat bersama dengan petinggi perusahaanku!"
Mereka pun pergi dari perusahaan Arcadia dengan perasaan ketakutan saat menatap mata Jani di balik topeng emasnya.
Setelah mereka semua pergi, Jani melepaskan topengnya lalu menarik napas panjang sambil berkata "haaa... kalau penjabat pemerintahnya kayak begini semua, lama-lama pindah negara juga nih."
Ayu hanya tertawa geli lalu berjalan ke belakang Jani dan memijat pundaknya sambil berkata "sabar..sabar, sayang. Gak semuanya kayak mereka kok!"
"yah.. untungnya memang gak semuanya, tapi sekalinya ketemu orang kayak mereka, inginnya mau ku tampar aja bawaannya." Katanya sambil menikmati pijatan Ayu.
Beberapa saat kemudian, jani memanggil semua kepala departemen untuk melakukan rapat rutin sore mereka. Di dalam rapat, semua kepala departemen memasang wajah khawatir saat mereka melihat ke arah Jani.
Jani yang merasakan tatapan aneh mereka bertanya "Ada apa dengan tatapan kalian itu?"
"kami Cuma khawatir dengan keamanan cyber perusahaan kita, bos. Seingatku kita belum memiliki ahli Hacker yang mendukung kita."
"soal itu kalian tidak perlu khawatir sama sekali. Karena perusahaan kita memilikinya, tapi aku masih merahasiakan identitasnya."
Setelah mereka diberitahukan oleh Jani bahwa mereka memiliki Hacker yang hebat di sisi mereka. Mereka merasakan lega dan rapat di lanjutkan dengan lancar.
Di dalam rapat, Bima memberikan data dari orang yang akan mereka rekrut untuk masuk di dua departemen yang baru. Jani memeriksanya satu persatu dan setelah melihat tidak yang salah, Jani menyuruh Bima untuk memanggil mereka semua hari Senin nanti.
Setelah rapat selesai, Jani dan Ayu pulang ke rumah dan di perjalanan dia menghubungi Jali untuk datang ke gudang tua beserta dengan senjatanya.
...
Jani yang saat ini mengenakan topeng iblis merah dan Jali sedang merawat senjata mereka masing-masing sementara Jaka sibuk dengan komputernya. Di sela-sela Jani mengasah goloknya, dia bertanya kepada Jali
"Jal, lu bisa cari in gua beberapa hewan gak?"
"Hewan apaan?"
"anakan harimau jantan sama ular Black Mamba dewasa?"
"buat apaan lu, hewan kayak begituan?"
"di pelihara, ******!. Intinya ada kagak?"
"ada, kebetulan kargo barang kemarin isinya ada beberapa hewan langka. Malam ini bisa langsung di bawa ke sini, mau?"
"boleh, tar duitnya langsung gua transfer kayak biasanya aja."
"oke, gua ngabarin anak buah gua dulu." Kata Jali lalu dia menelepon anak buahnya.
Saat Jani sedang melanjutkan mengasah Goloknya, dia merasakan dengan Indra sihirnya bahwa mobil yang biasanya mengintai tempat ini muncul, tapi berbeda dengan hari sebelumnya.
Kali ini dia membawa beberapa rekannya yang terdiri dari empat mobil tambahan. Juga Jani merasakan di beberapa gedung tinggi, ada beberapa penembak jitu yang mengarahkan bidikannya ke gudang ini.
Jani segera menyarungkan Goloknya lalu di saat yang bersamaan Jaka berteriak "JAN!! JAL!!! MEREKA DI SINI!!"
Jali langsung berlari ke arah Jaka lalu bertanya kepadanya "berapa orang, Jak!?"
"lumayan banyak! 8 penembak jitu dan 20 orang bersenjata lengkap."
__ADS_1
"oke, gua langsung urus penembak jitunya." Kata Jali sambil menaiki tangga menuju atap gudang, tapi belum ada beberapa langkah Jali berbalik dan berkata kepada Jani dengan menirukan suara perempuan.
"Jan! Kalau kamu sampai terluka, hari ini tidur di sofa, yaa?"
"BACOD!!!!" teriak Jani sambil tersenyum malu mengingat ancaman dari Ayu sebelum dia pergi ke gudang tua.
Setelah itu, dengan cepat terdengar suara tembakan dari atap gudang. Jani juga berlari ke pintu depan lalu keluar sambil melempar bom asap dan juga bom kejut.
....
20 orang yang berjalan ke gudang tua dengan senyum percaya diri bahwa mereka bisa dengan mudah menyelesaikan misi ini dengan mudah. Kebanyakan dari mereka berbicara satu sama lain dengan bahasa Spanyol.
Saat mereka mendengar suara tembakan, mereka terkejut dan tanpa mereka sadari pintu gudang terbuka dengan beberapa benda di lemparkan dari dalam.
"Que es eso ?" (apa itu ?) kata salah satu orang yang berdiri tidak jauh dari gudang dan melihat sesuatu di lemparkan.
Sebelum orang lain menjawab pertanyaannya, benda yang di lemparkan meledak dan membuat mereka semua buta sesaat.
*DAARR*
Kelompok penyerang itu panik, Jani melihat reaksi mereka berkata dalam hati 'cih!, hanya sekelompok pecundang asing. Berani menyerang markasku!?'
Jani mulai membantai mereka semua satu persatu dan suara teriakan mereka mulai terdengar.
"GYYAAKK!!!"
"Por favor no me mates!!" (tolong jangan bunuh aku!!) Teriak salah satu orang yang ketakutan
Setelah asap mulai menghilang, kelompok yang sebelumnya terdiri 20 orang hanya tersisa satu yang saat ini sedang merinding ketakutan karena golok yang membunuh teman-temannya, saat ini sedang berada di lehernya.
"suelta el arma" (jatuhkan senjatamu.) katana Jani dalam bahasa Spanyol.
Mendengar hal itu, orang itu langsung menjatuhkan senjatanya lalu berkata dalam bahasa Spanyol.
"Debes lamentar que nos hayas matado."(kau pasti menyesal telah membunuh kami.)
"Por qué ?" (kenapa ?) tanya Jani dengan berbahasa Spanyol juga.
"porque el Sr. Diablo definitivamente vengará nuestras muertes."(karena tuan Diablo pasti akan membalaskan kematian kami.)
Setelah mendengar nama Diablo di sebutkan, Jani langsung mengorok leher orang tersebut hingga tewas lalu dia berkata mayat orang tersebut "aku tidak yakin ******** itu akan membalaskan kematian kalian."
Setelah memastikan semua penyerangan itu telah tewas, Jani menghubungi salah satu bawahan Jali yang memiliki koneksi dengan penjual organ ilegal dan menyuruhnya membersihkan mayat dan mobil yang sebelumnya di gunakan oleh kelompok tersebut.
Sementara Jani sedang sibuk membersihkan TKP sebelum polisi datang, beberapa dari orang yang baru saja menyelesaikan penggunaan mesin virtual mulai aktif di sosial media dan berbagi pengalaman mereka.
[wow, mantap betullah!! Mesin virtualnya, gua coba main game Arcadia Land serasa kayak di dunia fantasi beneran!]
[ah! Yang bener..lu? jelasin dong! awal-awal masuk dunia virtual kayak gimana?]
[oke gua jelasin. Pertama, lu akan muncul di satu ruangan kayak ruang tunggu lengkap sama resepsionisnya. Terus elu di suruh isi data diri lu lalu elu harus bayar buat aktifasi game Arcadia Land. Setelah itu, elu harus buka pintu yang tulisannya Arcadia Land dan elu mulai main gamenya.]
[lu gak foto diri lu dalam game apa?]
[pengennya begitu, tapi menurut sistemnya gamenya masih dalam tahap Beta Tester.]
[terus, kapan secara resmi di buka?]
[katanya, bersamaan dengan penjualan mesin kedua.]
Itu baru satu percakapan di sosial media. Masih banyak lagi orang yang memuji dan merasakan petualangan di dunia baru yang di sebut dunia virtual.
__ADS_1
Mereka yang tidak dapat merasakan itu, hanya bisa memprotes karena harganya yang terlalu mahal atau produksinya yang terlalu sedikit, tapi satu hal yang mereka rasakan bersama dari seluruh rakyat Indonesia adalah perasaan bangga bahwa mesin impian beberapa telah diciptakan di negara mereka.