KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Lebih kuat dari manusia biasa


__ADS_3

Hari sudah sore saat Jani sampai di rumah.


Ketika dia memasuki rumah, Jani sudah melihat Ayu memasang wajah cemberut sedang duduk di sofa tanpa menyambut kedatangan Jani. Melihat sikap dingin kekasihnya, Jani hanya bisa menghela napas lalu mendekatinya sambil berkata "hei, kamu masih marah?"


Pada awalnya Ayu tidak menjawab, tapi kemudian Ayu berkata "kenapa kamu gak ngomong dulu ke aku?"


"maaf, sebelumnya aku terburu-buru karena takut mayat Seno akan di pindahkan dan aku kehilangan jejak mereka."


"lalu kenapa kamu kembali membentuk kelompok Djancok lagi? Bukankah dulu kamu berjanji untuk membubarkannya agar aku tidak khawatir lagi akan keselamatanmu?"


"Sayang, dengarkan aku dulu. Aku sekarang sudah menjadi lebih kuat bahkan melebihi manusia pada umumnya. Lagi pula kami juga sudah sepakat untuk tidak mengekspos aksi kami seperti jaman dulu dan melakukannya secara diam-diam."


Ayu mengingat bahwa kekasihnya sekarang memang sudah menjadi sangat kuat melebihi manusia pada umumnya dan mengingat hal itu, Ayu berkata dengan tenang "baiklah, aku memaafkanmu kali ini. Tapi kamu berjanji untuk tetap melakukan semua ini secara tertutup! Tidak ada Live Streming penggerebekan lagi seperti jaman dulu!"


"baiklah, kamu bisa pegang kata-kataku! Oh iya ngomong-ngomong ke mana semua orang?"


"mama, Putri dan Alicia sedang keluar untuk merapikan rambut Alicia di salon langganan mama."


"Jadi, di rumah hanya ada kita doang?"


"tidak juga, ada si Mbok lagi di dapur sedang masak untuk makan malam."


"kalau begitu bagaimana kalau kita main di kamar?"


"baiklah, tapi jangan terlalu lama, takut Alicia sebentar lagi pulang."


"oke, nyonya!" kata Jani dengan semangat sambil menggendong Ayu dan membawanya ke kamar mereka di lantai dua.


....


Sementara itu di mall terdekat.


Kartika, Putri, dan Alicia sedang beristirahat di sebuah restoran cepat saji setelah puas berkeliling Mall. Alasan mereka pergi ke mall di sore hari tentu saja untuk menghibur si kecil Alicia yang masih murung karena telah mengetahui kematian Seno.


Meskipun pada awalnya Alicia merasa senang, tetapi sekarang dia masih terlihat sedih. Melihat cucu angkatnya masih merasa sedih, Kartika bertanya "Cia, apa kau tidak senang nenek ajak ke sini?"


"tentu saja aku senang, Nek! Tapi aku merasa kalau bersama Mama dan Papa pasti akan lebih menyenangkan!" kata Alicia yang menjawab pertanyaan Kartika.


"yah, Nenek juga berpikiran sama denganmu, tapi kamu harus mengerti Papamu saat ini sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya karena dia harus bersiap untuk acara besarnya nanti."


"seperti apa acara itu, Nek!?"


Sebelum Kartika menjawab, Putri dengan cepat berkata " Acara itu adalah peluncuran server utama dari Game Arcadia Land dan juga Papamu juga akan meluncurkan 8 Tower Virtual baru yang mencangkup seluruh pulau Jawa"


"wow! Tante Putri tahu banyak banget!" kata Alicia yang memuji Putri.


"tentu saja, aku salah satu pemain game Virtual Realty pertama yang di dunia! Dan ngomong-ngomong Cia, bisakah kamu memanggil aku Kak Putri saja? Aku masih terlalu muda untuk disebut tante. "


"tapi Papa mengajariku untuk memanggil Kak Putri dengan sebutan Tante."


"ihh Kakak!! Lihat saja nanti di rumah!" kata Putri yang mulai kesal kepada Jani.


"baiklah lupakan masalah di rumah untuk saat ini, sekarang bagaimana kalau kita bermain di zona permainan sebelum kita pulang ke rumah?"


""oke!"" kata Putri dan Alicia dengan penuh semangat.


...

__ADS_1


Keesokan paginya.


Jani yang terbangun langsung pergi ke kamar mandi untuk segera bersiap pergi ke kantor.


Ketika dia turun ke lantai satu untuk sarapan pagi, dia bertemu dengan Anaknya sedang menonton TV lalu menyapanya "Hai, Cia! Selamat pagi!"


"pagi" kata Alicia dengan wajah cemberut lalu menambahkan "Hmph!! Papa dan Mama Jahat! Aku di kunci dan tidak masuk ke kamar meskipun aku sudah memakai kekuatanku!"


Jani yang baru teringat tentang yang terjadi semalam lalu memeluk Alicia dan berkata "Cia! Maafkan papa yang ketiduran semalam. Sebagai permintaan maaf bagaimana kalau kamu ikut bersama papa untuk melihat perkerjaan Papa di kantor?"


"benarkah! Aku boleh ikut!?" tanya Alicia yang penuh semangat.


"tentu saja! Sekarang kamu bersiap dulu dengan mama. Papa ingin melakukan panggilan telepon dulu."


"baiklah!" dan Alicia pun segera pergi ke kamar mandi menyusul Ayu yang juga sedang mandi


Saat melihat Alicia pergi, Jani kemudian duduk di sofa lalu melakukan panggilan telepon. Setelah telepon itu terhubung, dia kemudian berkata "Halo, Selama pagi, Beh!"


"Pagi, kenapa lu pagi-pagi telepon gua?" jawab orang tersebut.


"ini soal cincin, Beh! Gimana? Apa sudah jadi?"


"sudah! Baru gua selesaikan tadi malam, kenapa, lu mau ambil sekarang?"


"iya, Beh. Kalau sempat nanti siang saya akan datang ke toko."


"oke, Gua tunggu di toko!" dan kemudian panggilan pun berakhir. Setelah itu, Jani juga menelepon beberapa kali ke pada anak buahnya dan memberikan instruksinya lalu ketika dia mendengar suara sepatu hak tinggi yang terdengar dari tangga, Jani segera mematikan teleponnya.


Ketika Ayu turun dari tangga sambil menggendong Alicia dan memasuki ruang TV, Dia di sambut oleh Jani "Sayang! Selamat Pagi!" Kata Jani yang kemudian mencium sedikit bibirnya.


"pagi.." kata Ayu yang menerima ciuman dari Jani.


"tentu saja! Anakku adalah seorang yang akan menjadi wanita paling cantik di seluruh dunia!"


"hehe!" tawa Alicia yang puas di puji oleh Jani.


Setelah mereka semua memakan sarapan yang ada di meja, Jani berpamitan dengan ibunya lalu membisikan sesuatu di telinganya "Ma, nanti mama pergi ke kantor jam tiga sore ya!"


"iya, mama sudah tahu kok!" dan kemudian ibunya berkata "Jani, pastikan semuanya berjalan dengan lancar, Oke!"


"baik, ma! Aku mengerti."


Setelah berpamitan dengan Ibunya Jani segera memasuki mobilnya dan kemudian mengenakan topeng emasnya sambil berkata "Pak Karyo, kita berangkat sekarang!"


"Baik, Mr.Gold." kata pak Karyo dan kemudian mobil mulai berangkat menuju kantor Arcadia teknologi.


...


Sesampainya di kantor


perhatian Alicia langsung tertuju kepada tongkat emas yang tertancap di halaman depan kantor. "woah! Ayah, apa itu terbuat dari emas semua!?"


"bisa di bilang begitu, tapi itu adalah sebuah tongkat milik Ayah."


"itu adalah tongkat! Lalu bagaimana ayah mengayunkannya!?" Alicia kembali bertanya dengan penuh semangat.


Sebelum Jani menjawab, Ayu menyela pembicaraan mereka berdua "baiklah, kalian berdua berhenti membicarakan tongkat sekarang. Sudah waktunya kita turun."

__ADS_1


Saat Jani turun dari mobil dan menggendong Alicia di tangannya, dia menarik perhatian banyak orang entah itu wartawan atau pun para karyawan yang baru sampai ke kantor. Para wartawan yang merasa ini adalah bahan berita mulai menghampiri Jani dan Ayu, tapi sayangnya para penjaga dari departemen keamanan sudah mulai menghalangi para wartawan untuk mendekati Jani.


Para wartawan yang biasanya tidak dihalangi mulai memprotes kepada penjaga "hei! Kenapa kalian menghalangi kami!?"


"nona muda kami tidak terbiasa dengan keramaian. Jadi, bos mengatakan untuk menjaga kalian agar tidak mendekat untuk sementara waktu." Kata salah satu penjaga yang berasal dari departemen keamanan.


Setelah mendengar penjelasan dari para penjaga, mereka semua pun akhirnya menyerah dan kembali bersantai di depan kantor Arcadia.


Jani yang sudah sampai di ruangan CEO, mulai bekerja mengurusi beberapa dokumen yang menumpuk di bantu dengan Ayu yang memberikan pendapatnya. Sementara itu, Alicia mulai berkeliling kantor dengan menggunakan kekuatannya yaitu teleportasi.


Ketika dia berpindah tempat secara acak, dia muncul di salah satu ruang kosong yang terdapat seseorang sedang menelepon secara diam-diam.


Orang itu berbicara dalam bahasa China yang tidak satu pun di mengerti oleh Alicia, tapi karena orang yang dulu mengurung dia dan semua saudaranya sering berbicara dalam bahasa yang sama, Alicia memahami satu hal yaitu 'orang itu adalah orang China!' katanya di dalam hatinya.


Setelah menenangkan dirinya dari rasa terkejut, Alicia mengeluarkan Hp nya lalu merekam orang tersebut yang masih sibuk berbicara di teleponnya. ketika orang selesai menelepon, Alicia segera berpindah tempat keluar dari ruangan kosong tersebut.


...


Sementara itu, di kantor CEO.


Jani sedang mendengarkan kemajuan dari beberapa karyawan yang bertanggung jawab dengan acara peluncurannya. Salah satu karyawan berkata "Bos Gold, panggung acara dan pengaturan cahaya telah rampung dan menunggu instruksi anda selanjutnya!"


Jani menjawab "kalau begitu lanjutkan dengan melakukan latihan bagi para pengisi acara. Ngomong-ngomong bagaimana dengan pengisi acara?"


Yang lainnya menjawab "kami sudah menghubungi beberapa penyanyi dan mereka semua siap untuk mengisi acara!"


"baiklah, untuk sekarang coba kalian lakukan simulasi sambungan layar ke enam tempat lainnya agar kita tahu, apakah ada kesalahan yang kita lewati atau tidak di enam tempat yang berbeda."


"baik, Bos Gold!" kata mereka berdua yang menjadi penanggung jawab acaranya. Setelah mereka memberikan laporan, mereka pun pergi untuk melakukan perintah yang Jani berikan sebelumnya.


Ketika dua karyawan itu pergi, Jani berkata dengan tenang "Alicia, kamu bisa ke sini sekarang."


Setelah Jani berkata seperti itu, Alicia tiba-tiba muncul di meja Jani lalu berkata sambil mencoba duduk di pangkuan Jani "Papa! Lihat ini! Aku merekam sesuatu yang harus papa lihat!"


Jani penasaran dengan apa yang anaknya rekam lalu melihat sambil berkata "oh! Apa yang kamu rekam?" ketika Jani melihatnya, dia terdiam dan sesaat mengeluarkan aura yang membara tanda Jani mulai marah.


Tetapi ketika dia menyadari dia sedang bersama dengan anaknya, Dia langsung menahan amarahnya lalu berkata kepada Alicia "kamu hebat bisa merekamnya secara diam-diam!" dan mengelus kepalanya.


"hehe... Jadi Papa, apa yang orang ini katakan di teleponnya?"


"bukan sesuatu yang penting, biarkan itu paman Arman yang mengurusnya. Untuk sekarang bagaimana kalau Cia ikut Papa?"


"ke mana?"


"mengambil hadiah kejutan untuk Mama!"


"Oke! Aku ingin ikut dengan Papa!" Kata Cia yang penuh dengan semangat setelah mendengar tentang Hadiah untuk Mamanya.


Setelah itu, Jani bergegas pergi ke tempat Babeh untuk mengambil cincin mutiara laut dalam yang sudah selesai di buat oleh si Babeh.


...


Setelah mengambil cincin, Jani segera kembali ke kantornya karena masih banyak hal yang harus dia lakukan. Di dalam ruangannya, Alicia terus memandangi cincin tersebut sambil berkata "wow, Papa! Cincinnya benar-benar indah sekali! Mama pasti sangat senang mendapatkan hal ini!"


"tentu saja, cincin ini papa buat seusai kesukaannya terhadap biota laut! Tapi cincin ini baru permulaan, papa telah menyiapkan hal lain untuk mamamu."


"apa itu, Pa!?" Alicia semakin penasaran mendengar jawaban dari Jani.

__ADS_1


"kalau begitu, ayo! Kita ke atas melihat perkembangannya!" kata Jani yang kemudian mengajak Alicia menuju Atap.


__ADS_2