
Saat Jani tiba di sekolah, Dia meninggalkan Ayu di Mobil dan pergi ke ruang Administrasi untuk mengambil surat kelulusannya. setelah Jani selesai mengambil surat tersebut, dia menyempatkan dirinya untuk melihat proses pendaftaran PKL yang di adakan hari ini lalu terkejut melihat lapangan sekolah yang dipenuhi dengan murid SMK dari berbagai sekolah.
Karena pakaian Jani terlihat sangat sederhana, banyak orang yang tidak mengira bahwa dia adalah pemilik perusahaan Arcadia Teknologi.
Dengan begitu Jani Dengan cepat menuju karyawannya dan bertanya kepada mereka "Bagaimana, apa semuanya lancar?"
Para karyawan tidak menyangka bahwa bos mereka datang berkunjung dan mereka berdiri lalu memberi salam "SELAMAT SIANG, BOS GOLD!!"
Jani menganggukkan kepalanya lalu berkata "Hm.. lanjutkan perkejaan kalian."
Semua karyawan pun melanjutkan pekerjaannya dan orang yang bertanggung jawab mendekati jani dan berkata "kami cukup kewalahan, Bos! karena tidak menyangka bahwa wawancara kita ini telah menyebar dan membuat murid dari sekolah lain berdatangan untuk mencoba keberuntungan mereka di sini."
"aku juga tidak menduga berita ini akan cepat menyebar. begini saja.. kalian utamakan murid sekolah ini dahulu lalu setelah itu, baru kalian mulai mewawancarai mereka yang datang dari sekolah lain. ini kesempatan kita mendapat SDM muda sebanyak mungkin, apa kalian paham?"
"kami mengerti, bos! tapi banyaknya siswa yang datang, kami takut bahwa ini akan melebihi karyawan yang kita butuhkan."
"kalian tidak perlu khawatir soal itu dan aku juga akan memanggil bantuan dari kantor untuk membantu kalian. tentu saja aku sudah menyiapkan tunjangan untuk kalian semua!" jawab jani yang menenangkan mereka.
Mendengar bahwa mereka akan mendapat tunjangan, sang penanggung jawab menjawab dengan semangat "baik bos, kami akan melakukan yang terbaik!"
"Hm.. kalau begitu aku pergi dahulu." ujar Jani dan dia pun segera pergi ke parkiran menuju mobilnya.
Saat dia memasuki mobil, Ayu bertanya "kamu terlihat senang, ada apa?"
"yah aku hanya tidak menyangka bahwa banyak yang antusias untuk berkerja denganku."
"karena mereka semua tahu, bahwa kamu akan membawa perusahaan ini menjadi perusahaan internasional dengan cepat."
"haha... aku akan berusaha mewujudkannya"
"aku tahu kamu pasti bisa!" jawab Ayu yang bersandar di bahu Jani dan mereka pun pergi menuju kantor untuk rapat rutin mereka.
...
Ruang rapat, kantor Arcadia teknologi.
Semua kepala departemen telah berkumpul seperti biasanya dan saat ini mereka sedang mendengarkan laporan Ayu tentang proses Peluncuran server utama.
"menurut penanggung jawab proyek di lapangan, Saat ini 8 Tower Virtual telah selesai di bangun dan siap di aktifkan kapan saja. Dan aku juga mendapat laporan dari tim pengembang game bahwa Server Utama dari game Arcadia Land telah rampung dan saat ini masuk tahap uji coba."
Jani yang menerima laporan Ayu kemudian menjawab "kalau begitu, sampaikan pada penanggung jawab proyek tersebut untuk lanjut pada proyek berikutnya dan untuk tim pengembang game, suruh mereka untuk terus melakukan uji coba selama dua hari ke depan agar memastikan tidak kesalahan sedikit pun."
"baik, saya akan segera menyampaikannya!" Jawab Ayu dan kemudian dia kembali duduk di tempatnya sebelumnya.
Jani pun kembali melanjutkan "lalu bagaimana laju produksi kita, Rangga?"
"laju produksi kita saat ini masih tetap stabil di angka 1000 unit/hari. dan di dalam gudang kami telah menyimpan 10.000 unit untuk di jual di wilayah Jakarta dan Jabodetabek sekitarnya. tentu saja kami juga telah mengirim 5000 unit ke 8 daerah sekitar dekat dengan tower virtual dan kalau di total kami memiliki 50.000 unit mesin virtual siap jual!"
"Hm.. untuk saat ini, kamu perlambat laju produksi karena mulai besok kita akan melatih banyak karyawan baru. tentu saja kau juga harus memperhatikan mereka baik-baik mana yang kita pertahankan dan mana yang akan kita buang."
"baik! saya akan melakukannya dengan baik!" Jawab Rangga yang sudah memiliki pengalaman dalam mencari karyawan berbakat.
"kalian semua juga bisa mencari di antara para anak SMK ini yang menurut kalian cocok untuk bekerja di departemen kalian nantinya."
"""baik, Bos Gold!!""" jawab semua kepala departemen secara bersamaan.
Setelah itu rapat di lanjutkan sampai jam istirahat makan siang dan saat Jani sedang makan siang bersama dengan Ayu, tiba-tiba Ayu berbicara "sayang.!"
"Hm.." jawab Jani sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Ayah aku menyuruh kamu untuk bertemu dengannya malam ini."
*Uhuk!!* Jani langsung tersedak mendengar perkataan kekasihnya. setelah dia menenangkan dirinya dengan meminum segelas air putih, jani berkata "jadi, kapan aku harus menemui ayahmu?"
"katanya secepatnya karena ada sesuatu yang ingin di bicarakan dengan kamu."
Jani pun mulai berpikir dan kemudian berkata di dalam hatinya sepertinya aku tahu apa yang ingin dia bicarakan dengan ku.'
Ayu yang melihat Jani berpikir cukup lama pun menambahkan "kalau kamu belum siap. enggak usah di paksakan, nanti aku yang akan ngomong ke ayah."
Jani yang mendengar perkataan Ayu, langsung menjawabnya "aku siap kok! tadi aku cuma lagi menebak aja apa yang ingin di bicarakan oleh ayahmu."
"jadi, kapan kamu ingin menemui ayah?"
"malam ini!"
"baiklah, nanti aku kabari ayah aku!"
Setelah makan siang, Jani kembali bekerja mengurusi dokumen-dokumen yang sudah cukup menumpuk di mejanya. lalu seakan teringat sesuatu dia berkata "ah..aku lupa memberitahu mereka bahwa sekarang aku yang akan menjadi CEO nya dan kamu menjadi assisten aku."
"mereka semua sudah tahu akan hal itu. lagi pula bukannya dulu kamu bilang aku harus mencarikan kamu seseorang untuk menjadi asisten?"
"memangnya kamu sudah menemukannya?" tanya balik Jani kepada Ayu.
"belum, aku sulit menemukan yang sesuai dengan kriteriaku." jawab Ayu yang mengeluarkan sebuah kertas yang bertuliskan kriteria untuk menjadi Assisten Jani.
Isi dari kertas itu adalah:
Kriteria assisten Mr.Gold yang harus di miliki:
Berjenis kelamin pria (bukan Transgender)
berpenampilan menarik
pendidikan kuliah minimal sarjana 1
belum menikah
tidak memiliki anak di luar nikah
mampu menguasai 6 bahasa asing sekaligus yaitu: inggris, mandarin, Jepang, korea, russia, dan Germain.
8.memiliki gelar sabuk hitam dalam salah satu seni bela diri.
memiliki lisensi penggunaan senjata api.
memiliki pengalaman menjadi assisten lebih dari satu kali.
Saat jani melihat isi kertas itu, dia langsung menghela napasnya lalu berkata "sayang, aku tahu ini demi kebaikanku, tapi kalau persyaratannya seperti ini mana mungkin kita menemukannya dalam waktu cepat."
"eh? memangnya ada yang salah dengan persyaratan ini?" tanya Ayu yang menganggap tidak masalah apapun.
'KRITERIANYA TERLALU TINGGI!!' Ingin Jani berkata seperti itu, tapi dia hanya tersenyum lalu berkata "sudahlah, jangan bahas itu dulu. lebih baik kita selesaikan memeriksa tumpukkan dokumen ini agar kita bisa pulang lebih cepat untuk bersiap bertemu dengan Ayahmu."
"oke.." jawab Ayu yang ikut membantu Jani memeriksa beberapa dokumen.
__ADS_1
Melihat Ayu yang sudah teralihkan membuat Jani bernafas lega lalu berkata dalam hatinya
'untunglah aku mengingat peringatan Bima yang sebelumnya!'
...
Beberapa hari sebelumnya
Tepatnya saat Ayu sedang beristirahat karena sebelumnya telah di hipnotis oleh Taoist cina dan Jani memimpin rapat bersama dengan seluruh kepala departemen sendirian.
Saat dia selesai menerima seluruh laporan yang ada, Bima mencoba bertanya "Bos Gold, bisakah aku bertanya sesuatu?"
"tentu, melihat dari ekspresi mu nampaknya pertanyaannya sangat serius." Jawab Jani sambil menilai ekspresi Bima.
"setelah Bos lulus dari sekolah dan mengambil posisi CEO di perusahaan ini, di mana anda akan memindahkan Ayu?"
"aku belum memikirkannya sih.."
"jika anda belum membuat keputusan, tolong jangan pindahkan dia di departemen HRD!"
"saya juga memohon hal yang sama!"
"saya juga!"
Jani bingung dengan tindakan semua orang lalu dia bertanya "jika hanya Bima aku pasti berpikir bahwa dia takut posisinya akan di ambil darinya, tapi kenapa kalian semua menginginkan hal yang sama juga?"
Bima pun menjelaskan "sebenarnya beberapa bulan yang lalu, Ayu pernah menjabat sebagai kepala HRD di perusahaan ini, tapi karena kriterianya yang terlalu tinggi dalam memilih pegawai baru membuat kita mengalami krisis kekurangan orang dan itu membuat kami kerepotan untuk waktu yang cukup lama."
"hingga pada akhirnya kami semua bekerja sama untuk membuat Ayu di pindahkan posisinya dari kepala HRD ke kepala keuangan perusahaan ini." tambah Rangga yang menghela napasnya.
Mendengar penjelasan mereka semua, Jani pun memutuskan "baiklah, kalian bisa tenang karena aku tidak akan merubah posisi kalian sama sekali dan untuk Ayu paling dia akan menjadi wakilku untuk membantuku mengurus perusahaan saat aku tidak ada nanti."
....
Kembali ke masa sekarang
Di sebuah hotel dekat dengan bandara internasional negara Dubai.
David yang melihat berita tentang yang terjadi di indonesia langsung mendecak lidahnya dan berkata "Cih! dasar bidak yang tidak berguna!"
Seorang pria kekar yang menjadi pemimpin tim interpol kali ini mendekati David yang sedang kesal lalu bertanya "kenapa kau terlihat kesal seperti itu, David?" setelah melihat berita tersebut, dia menambahkan "yah.., kita sudah menebak mereka akan gagal, jadi jangan terlalu kesal seperti itu, David!"
"aku tidak terlalu kesal dengan mereka, tapi yang aku kesal kan adalah kenapa kita harus transit di Dubai dulu dan bukannya langsung menuju Jakarta?"
"itu karena kita harus masuk ke indonesia layaknya seorang turis dan misalnya kita menggunakan rute sekali transit, kita pasti akan di curigai oleh target kita nanti." jawab pemimpin tim yang memberikan alasan menggunakan rute dua kali transit.
"apakah benar begitu? bagiku terlihat seperti sebuah alasan payah kalian untuk menikmati perempuan di hotel ini." jawab David yang melirik ke sekitarnya.
Para anggota tim lainnya yang mendengar perkataan Davi merasa tersinggung dan salah satu di antara mereka yang sudah tidak tahan dengan sikap David mendekatinya lalu berkata "Hei, bocah!! apa kau pikir aku takut denganmu, hah!!? mentang-mentang kau adalah orang dari Pentagon, ku bu...!" sebelum orang itu menyelesaikan perkataannya, mulutnya sudah di bungkam oleh sang pemimpin tim.
Pemimpin tim itu dengan panik berkata "David!! jangan kau masukan dalam hati yaa, oke!?"
"terserah, aku ingin tidur jangan membuat kegaduhan apa pun, mengerti?"
"tenang saja! kami akan hening dan selamat malam, David!"
Setelah David pergi ke kamarnya sendiri, anggota tim yang di bungkam memprotes pemimpinnya "kapten! kenapa kau membungkam ku seperti itu!?"
*PAAKK*
__ADS_1
Apa yang dia terima bukan sebuah jawaban melainkan tamparan yang keras dari pemimpinnya. setelah menamparnya, sang pemimpin berkata "apa kau sudah tenang? jika sudah, sebaiknya kau meminta maaf karena jika kau menyelesaikan perkataan mu yang tadi, kita semua sudah menjadi gelandangan, paham!?"
Anggota tim yang lain hanya bisa terdiam dan bertanya dalam hati mereka seberapa kuat pengaruh David dalam pemerintahan?'