KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Pertukaran


__ADS_3

Di lantai 10 kantor Arcadia Teknologi.


Jani yang telah mengenakan topeng Mr. Gold berserta dengan para kepala departemen sedang melakukan rapat rutin mereka. Jani pertama memulai dengan mendengarkan semua laporan dari setiap kepala departemen.


kemudian Jani bertanya kepada Rangga.


"Rangga, apa laju produk masih lancar?"


"laju produksi saat ini sedang lancar dan saat ini kita mampu membuat 500 mesin per hari. Juga untuk pengiriman mesin penjualan tahap pertama, saat kami sedang mengalami kekurangan teknisi pemasangan untuk di kirim ke rumah pembeli." Jawab Rangga yang menjelaskan masalah yang sedang dia hadapi.


"untuk saat ini, ambil sebagian karyawan senior dari bagian produksi untuk fokus pada pemasang mesin di rumah dan biarkan lajur produksi melambat untuk saat ini."


"apa itu tidak apa-apa, bos?" tanya Ayu kepada jani.


"mau bagaimana lagi, saat ini kita harus mempersiapkan segalanya untuk penjualan kedua. Dan walau pun aku harus menghabiskan seluruh uang hasil penjualan pertama, menurutku itu akan sepadan untuk ke depannya. Baiklah mari lanjutkan laporannya!"


Setelah itu, rapat di lanjutkan dengan penghitungan hasil penjualan kemarin malam yang mencapai 105 milyar. Juga Bima dari departemen HRD, menyarankan untuk membuat 2 departemen baru yaitu departemen periklanan dan departemen pengiriman.


Jani menyetujui sarannya dan memberinya perintah untuk menyiapkan daftar orang yang akan bekerja di dua departemen baru itu. Setelah itu, Ayu melaporkan bahwa menara virtual untuk Jakarta dan sekitarnya telah siap di aktifkan kapan saja dan saat ini sedang menunggu aba-aba dari Jani.


Mendengar hal itu, Jani segera menghubungi Jaka.


"Jak! Aktifkan menara virtual sekarang!"


"OKE!" kata Jaka dengan semangat.


Setelah menghubungi Jaka, Jani berjalan menuju jendela dan melihat menara virtual aktif dengan sempurna. Untuk mengelabui pesaing bisnisnya, Jani sengaja membuat menara virtual di depan kantornya agar terlihat sebagai ikon gedung perkantorannya.


Saat ini banyak wartawan yang menunggu di depan pintu masuk gedung terpukau dengan tampilan menara tersebut dan segera mengadakan siaran langsung. Ada juga kemacetan yang terjadi akibat banyak pengendara yang berhenti untuk melihat menara.


Setelah puas melihat menara virtual, Jani kembali duduk dan melanjutkan rapat hingga siang hari. Setelah makan siang, Jani mengirim pesan ke CEO Google yang bertuliskan satu kalimat yaitu 'AKU SIAP MELAKUKAN PERTUKARAN'. Awalnya Jani ingin meneleponnya, tapi Jani meurungkan niatnya karena mengingat di sana masih jam 1 pagi dan tidak ingin mengganggu istirahat sang CEO.


Tentu saja niat baik Jani tidak akan di dengar oleh para agen intel Amerika yang sudah sejak kemarin mengawasi Jani selama 24 jam nonstop.


...


Di Amerika, gedung Pentagon.


Jam satu pagi, seharusnya adalah waktu kebanyakan orang sudah tertidur, tapi itu tidak berlaku di gedung Pentagon semenjak sebuah pesan di kirim ke salah satu pengusaha negara mereka yang membuat semua petinggi negara di panggil ke sini untuk mengadakan rapat dadakan.


Di dalam Sebuah ruangan rapat, banyak petinggi negara Amerika hadir dan mulai membahas apa yang di inginkan oleh Jani. Presiden Amerika yang memimpin rapat bertanya kepada CEO Google yang menerima pesan Jani.


"tuan CEO, menurutmu apa yang di inginkan Mr. Gold sebagai bahan pertukaran."


"aku tidak tahu presiden, tapi menurutku ini pasti ada kaitannya dengan pengembangan mesin virtualnya." Jawab CEO Google dengan tenang.


"aku sependapat dengannya, pak presiden. Menurut hasil penelitian kami, jika ini ada masalahnya dengan pengembangan mesin virtual, maka pasti akan menjadi masalah untuk mempertahankan jaringan sinyal agar tetap kuat. karena salah sedikit saja pada jaringan sinyal, itu akan menyebabkan kerusakan otak pada pengguna mesin." Sela ketua tim peneliti yang telah menyelidiki mesin tersebut.


"haha! Jangan bohong seperti itu pak tua! Jelas itu karena anak buahmu yang di Indonesia yang tidak membaca buku panduannya, yang mengatakan 'untuk tidak menggunakannya mesin virtual sebelum tanda sinyal yang sebelumnya berwarna merah berubah menjadi hijau'." Kata salah satu orang termuda di rapat itu.


Insiden mengenai kematian akibat menggunakan mesin virtual memang terjadi tadi malam.


Korbannya tidak lain adalah anak buah peneliti tua tersebut yang saat ini berada di Jakarta. Walaupun pihak negara Amerika sudah melayangkan protes lewat media sosial, tetapi mereka malah menjadi bahan tertawaan oleh netizen Indonesia dan di sebut sebagai 'korban orang yang tidak membaca aturan pakai'.


Setelah mendengar hinaan dari pemuda tersebut, orang tua itu langsung marah dan berkata "DIAM KAU!! Sebelum kau menghina orang lain, berkaca terlebih dahulu kepada dirimu sendiri yang bahkan tidak bisa membobol sistem pertahanan perusahaan milik Mr. Gold."

__ADS_1


"cih! Aku pasti bisa melakukannya, jika saja Green Elf tidak menggangguku!" kata si pemuda yang kesal.


Pemuda yang hadir dalam rapat ini bisa dikatakan adalah Hacker terkuat milik Amerika dan saat ini bekerja sebagai pemimpin tim Hacker negaranya.


Kemarin malam dia dan timnya mencoba membobol sistem pertahanan perusahaan milik Jani, tetapi dia di halangi oleh Hacker Indonesia yang bernama Green Elf alias Jaka.


Setelah melihat para bawahannya membuat keributan, pak presiden memukul meja dengan keras dan membuat peserta rapat terdiam.


*BRAKK!!*


Suara pukulan meja yang keras dan setelah itu, pak presiden berkata "dari pada kalian meributkan sesuatu yang tidak jelas, lebih baik kita dengarkan apa keinginannya secara langsung untuk melakukan pertukaran. tuan CEO, silahkan menghubungi kembali Mr. Gold untuk mendengar pertukaran yang dia inginkan."


"baiklah, saya akan mencobanya." Kata CEO Google yang mengambil teleponnya lalu menghubungi Jani.


...


Sementara itu, saat ini Jani sedang melihat layar proyektor yang menunjukkan data yang sudah menunjukkan lebih dari 1000 orang telah sukses terhubung ke dunia virtual. Walaupun telah di uji coba berulang kali dan berhasil, tetapi Jani masih merasa cemas karena dia baru saja mengetahuinya bahwa kemarin malam ada korban meninggal akibat memaksa menggunakan mesin virtual tanpa menunggu ahli mekanis untuk memasangnya dan malah mencoba memasangnya sendiri.


Saat sedang mengawasi layar proyektor, tiba-tiba teleponnya berbunyi yang menandakan ada orang yang meneleponnya. Setelah melihat siapa yang meneleponnya, Jani menerima panggilan itu dan bertanya kepada orang yang meneleponnya.


"Halo, tuan CEO Google! Bukannya ini terlalu pagi di sana untuk meneleponku?"


"memang, tapi pesan yang kau kirim sebelumnya telah sampai ke petinggi negaraku yang membuat aku harus ikut rapat sepagi ini." Jawab CEO Google.


"haha! Kalau begitu aku meminta maaf terlebih dahulu."


"itu tidak apa-apa. Jadi, bisa kau jelaskan maksud dari pertukaran itu?"


"saat ini aku sangat membutuhkan satelit dan kalian sangat penasaran dengan mesin virtualku, benarkan?"


"ya, itu memang benar."


Mendengar isi pertukaran yang di tawarkan Jani, CEO Google balik bertanya dengan penuh semangat "satelit macam apa yang kau inginkan? Kami memiliki banyak yang belum terpakai."


"satelit bintang lima! Aku dengar kalian memiliki dua dan yang satunya hanya di pergunakan sebagai tempat penelitian."


"HAH!? Bisa kau ulangi apa yang kau inginkan?"


"satelit bintang lima!"


"bukankah itu terlalu mahal untuk menukarnya dengan selembar cetak biru!?"


"menurutku tidak, karena mesin yang sedang kujual sekarang adalah mesin yang sangat di impikan banyak orang di luar sana."


"haha! kau benar, Aku tidak membantah hal itu."


"jadi, bagaimana? Mau atau tidak?"


"maaf Mr. Gold, aku perlu membahasnya dengan para petinggi dan berunding untuk menjawabnya. Bisakah kau menunggu beberapa jam?"


"baiklah, hubungi aku lagi saat kalian selesai rapat."


"terima kasih Mr. Gold." Kata CEO Google yang mengakhiri percakapan mereka.


Setelah telepon berakhir. Jani menaruh teleponnya kembali lalu Ayu yang mendengarkan isi percakapan dari awal bertanya "apa gagal?"

__ADS_1


"belum, mereka membahasnya di sana." Jawab Jani kepada Ayu yang duduk di sampingnya lalu kembali fokus menatap layar proyektor di depannya.


Melihat kekasihnya masih fokus dengan layar proyektor, Ayu berdiri dan berjalan keluar ruangan lalu bertanya kepada Jani.


"aku ingin pergi ke dapur memesan minuman, apa kamu ingin memesan juga?"


"kalau bisa satu gelas cappucino dan juga sekalian tolong panggil Rangga untuk datang kemari."


"oke." Jawab Ayu lalu pergi keluar ruangan.


Saat Jani melihat Ayu sudah pergi, Jani mengubah layar proyektor yang tadinya menunjukkan jumlah yang berhasil masuk ke dunia virtual menjadi ke layar yang menunjukkan berbagai video kamera pengintai .


Salah satunya menunjukkan ke kamera pengintai di depan gudang tua yang menunjukkan mobil yang sama di lihat Jani sedang mengintai gudang tua sejak pagi tadi. Ada juga kamera tersembunyi yang menunjukkan beberapa orang asing di sebuah kamar hotel yang sedang membidik ke arah gudang tua juga.


Jani melihat pemandangan itu dengan tatapan jijik dan kesal sambil berkata "dasar serangga pengganggu! Apa mereka pikir mereka bisa merasa hebat setelah mengetahui laboratorium rahasia milikku!?"


Kemudian Jani melihat di sudut layar proyektor yang menunjukkan lobi perusahaannya bahwa ada beberapa pria berjas hitam datang dan meminta untuk bertemu dengannya. Melihat hal itu, Jani tersenyum lalu menggunakan telepon kantor untuk menghubungi resepsionis lobi perusahaannya untuk membiarkan mereka menemuinya di lantai 10.


Setelah Jani telah memberikan perintah kepada resepsionis, Ayu masuk ke ruangan bersama dengan Rangga di belakangnya sambil membawa segelas kopi cappucino pesanan Jani sebelumnya.


Rangga pun bertanya kepada Jani "Bos, ada apa anda memanggil saya?"


"aku ingin meminta bantuanmu untuk melihat apakah ada lahan kosong di area pabrik kita?"


"menurutku ada, Bos. Untuk apa anda bertanya seperti itu bos?"


"lihatlah! Ada beberapa serangga pengganggu yang sedang mengintai laboratorium rahasiaku. Entah kapan mereka akan menyerang dan menghancurkan peralatan mahal di dalamnya."


Rangga dan Ayu juga melihat layar proyektor dan juga memandangnya dengan tatapan jijik. Setelah itu, Rangga berkata kepada Jani "jangan kuatir, bos! Saya akan segera memeriksa pabrik secara langsung untuk melihat apakah ada lahan yang bisa di pakai untuk pemindahan laboratorium Anda!"


"tidak perlu terburu-buru, Rangga! Lakukan saja tugas utamamu dulu. Masalah serangga ini biar aku urus sendiri."


"Tapi, Bos!"


"tidak ada tapi-tapi, kau bisa kembali ke ruanganmu dulu sekarang. Aku harus menyapa tamu penting dulu."


"baik, bos!" jawab Rangga lalu dia pergi keluar ruangan.


Setelah Rangga pergi, ayu bertanya "siapa tamu pentingnya?"


"lihat saja nanti." Lalu tiba-tiba pintu terbuka dengan keras dan beberapa orang datang dengan tatapan marah.


Jani tidak memedulikan tatapan mereka lalu mengapa mereka dengan hangat "Selamat datang! bapak-bapak terhormat dari Badan Intelijen Nasional! Kalian lebih cepat dari yang kuduga."


Seseorang yang memimpin mereka bertanya kepada Jani dengan nada kesal "Mr. Gold, apa anda melanggar janji Anda dengan pak presiden sebelumnya!?"


"janji? Aku tidak pernah berjanji apa pun kepada beliau."


"apa kau lupa, kemarin malam kau berjanji kepada presiden untuk tidak menjual perusahaanmu."


"memang, tapi aku tidak pernah berniat menjual perusahaanku kepada siapa pun."


"lalu apa maksud dari pertukaran yang kau bicarakan di telepon tadi?"


"hei! Itu tidak sopan menyadap telepon orang lain! Lagi pula ini masalah pribadiku dengan rekan bisnisku! kalian tidak bisa ikut campur semau kalian!"

__ADS_1


"TAPI INI MENYANGKUT MASALAH KERAHASIAN TEKNOLOGI NEGARA!!" jawab salah satu bawahan yang berdiri di belakang pemimpin mereka.


"siapa bilang teknologi ini milik pihak pemerintah? Ini adalah teknologiku! Terserah aku mau menjualnya kepada siapa! Dan perlu aku ingatkan kepada kalian semua, aku bisa saja menuntut kalian karena melanggar privasi orang lain untuk kepentingan kalian sendiri!" jawab Jani dengan kesal lalu dia mengancam mereka.


__ADS_2