
Sore hari
semua kepala departemen berkumpul untuk melakukan rapat rutin mereka dan juga ada dua orang tambahan yang di bawa oleh Bima untuk mengikuti rapat kali ini. Mereka berdua adalah orang yang di rekomendasikan untuk menjadi kepala departemen di dua departemen yang baru.
Jani mengenal salah satu dari mereka berdua karena dia adalah orang yang sudah lama bekerja di perusahaan miliknya sejak saat Jani masih menjadi pemegang saham di perusahaan ini.
Setelah semua orang hadir, Jani memulai dengan berkata kepada Bima "aku pikir kau memilih orang baru?"
"itu tidak perlu bos! Karena banyak karyawan kita yang berhak untuk mendapatkan promosi." Jawab Bima kepada Jani.
"baiklah, coba perkenalkan diri kalian kepadaku! Di mulai dari yang perempuan."
Seorang perempuan bertubuh seksi berdiri dan memperkenalkan dirinya "salam bos Gold! Nama saya adalah Rasti Mawarwati, Umur 25 tahun dan sebelumnya saya bekerja di departemen pemasaran perusahaan ini selama lebih dari empat tahun."
Kemudian seorang lelaki yang duduk di samping perempuan itu berdiri dan memperkenalkan dirinya "salam Bos Gold! Nama saya adalah Arjuna, Umur 30 tahun dan walaupun saya baru sebulan bekerja di perusahaan ini, tetapi dulu saya adalah pengemudi truk kontainer yang sudah hafal jalan lintas pulau Jawa!"
"aku tidak meragukan pengalaman kalian, tapi aku ingin kalian bersiap untuk penjualan kedua ini dan untuk timnya aku serahkan kepada kalian untuk memilih mereka. Bagaimana apa kalian siap?"
""kami siap Bos Gold!"" jawab mereka berdua dengan penuh kepercayaan diri.
"Kalau begitu, mari kita lanjutkan pembahasan kita yang kemarin tentang persiapan acara penjualan kedua kita." Jawab Jani kepada semua orang dan mereka mulai melaporkan berbagai hal kepada Jani.
Seperti tentang menara virtual yang akan di bangun di delapan kota besar pulau Jawa hampir sepenuhnya siap dan di perkirakan akan rampung dalam waktu dua hari lagi. Lalu ada juga laporan pabrik produksi bahwa mesin virtual sudah mencapai Kuota untuk penjualan kedua yaitu 50.000 unit.
....
Setelah rapat selesai Jani keluar dari perusahaan dan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk tetangganya yang bernama Maya. Saat Jani dan Ayu sampai di rumah sakit mereka segera menuju kamar di mana Maya berada.
Saat Jani sampai di kamar tersebut, dia melihat Inspektur Wisman bersama dengan Istrinya Lena, sedang mengobrol dengan Maya yang dahulu pernah menjadi sahabatnya Lena saat mereka masih bekerja sebagai model.
Melihat mereka masih mengobrol, Jani mengetuk pintu kamar lalu masuk bersama dengan Ayu sambil berkata "sepertinya seru banget nih, boleh ikutan gak !?"
"tentu saja boleh, Mr.Gold. kau adalah orang yang paling di tunggu kedatangannya di sini." Jawab Inspektur Wisman yang menyambut kedatangan Jani.
"oh! Kenapa aku yang paling di tunggu?"
"nona Maya ingin mengatakan sesuatu kepadamu." jawab inspektur Wisman yang menunjuk ke arah wanita yang di rawat di kamar ini. Jani juga melirik ke arah Maya dan menunggu dia berbicara.
Maya menarik napas lalu berkata kepada Jani yang masih mengenakan topeng "Mr.Gold, aku sangat berterima kasih kepadamu yang telah menyelamatkanku dari pria tua mandul itu!! Jika ada yang bisa kulakukan untukmu, maka aku akan melakukannya sebagai tanda terima kasihku!!"
"tentu saja ada! aku sudah mempersiapkan pekerjaan untukmu sebagai tanda terima kasihmu kepadaku."
Semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut karena Jani menjawab Maya tidak sesuai dengan yang ada di pikiran mereka, yaitu seperti ini 'sudah... tidak perlu berterima kasih seperti itu.'
__ADS_1
Maya bertanya kepada Jani " apa yang kau maksud, Mr.Gold?"
"aku tidak bisa menjelaskannya secara detail sih, tapi gambaran kasarnya adalah kamu akan tetap menjadi penghuni rumah tersebut bersama dengan sahabatku dan kau juga harus merawat dia seperti memasak makanan untuknya, membersihkan rumah."
"lalu kapan aku bisa mulai bisa bekerja?"
"nanti, setelah aku selesai merenovasi rumah tersebut dan untuk sementara kau bisa tinggal bersama dengan nona Lena dan Inspektur Wisman. Bolehkan nona Lena?"
"tentu saja boleh! Aku dengan senang hati menyambut Maya di rumahku, benarkan sayang?"
"benar sekali! Pintu rumah kami selalu terbuka untukmu!"
Maya terharu melihat kebaikan semua orang di sekitarnya dan dia berkata kepada semua orang "aku benar-benar berterima kasih kepada kalian semua yang telah membantuku bisa hidup bebas mulai dari sekarang!"
Semua orang tersenyum menanggapi perkataan Maya dan saat suasana ruangan ini masih penuh dengan kebahagiaan, Jani mulai berkata "karena masalah tentang Maya telah selesai, bagaimana kalau kita berdiskusi tentang keselamatan Inspektur Wisman setelah dia melaporkan atasannya ke pihak KPK?"
"Lah! Kenapa jadi membawa masalah tentang keselamatanku?!"
"Memangnya, atasanmu bakal diam aja saat melihat dia akan di penjara gara-gara video yang kau berikan hari ini kepada KPK?"
"oh! Kalau soal itu mah aku sudah antisipasi dengan meminta bantuan ormas untuk melindungi rumahku malam ini."
"hei! Dengarkan aku baik-baik!! Kepala polisi saat ini sudah menjabat sejak reformasi tahun 98 dan tidak mungkin dia tidak mempunyai pasukan elite di sisinya untuk mengamankan jabatanya sampai saat ini. Sekarang apa kau masih percaya bahwa ormas dapat menghalangi mereka!?" jawab Jani yang sudah kesal dengan antisipasi yang di lakukan oleh inspektur Wisman.
"biarkan aku menginap di rumahmu malam ini dan aku pastikan kau akan tidur nyenyak malam ini."
"aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi aku akan ikut karena lebih seru untuk di tonton."
Setelah Inspektur Wisman berkat seperti itu, Jani dan Ayu lebih dulu pergi untuk kembali ke rumah.
....
Saat Jani tiba di rumah, hari masih sore lalu setelah dia membersihkan dirinya dan berganti baju dengan pakaian santai, Jani pergi keluar dan menuju rumah milik bekas penjabat senior tersebut yang sekarang telah menjadi miliknya.
Walaupun belum secara sah menjadi miliknya, sang pejabat telah pindah di pagi hari sebelumnya dan memberikan kunci rumah tersebut kepada Jani. Rumah di Golden Residen memiliki gaya pembuatan rumah yang sama di negara Amerika yang biasanya memiliki satu ruangan bawah tanah dan berfungsi untuk berlindung dari badai tornado.
Setelah Jani berkeliling rumah, dia menuju ruang bawah tanah dan berjalan menuju sudut ruangan lalu menggunakan Sihir tanah tingkat satu yaitu: Dig, untuk menggali sedalam 10 meter ke bawah.
Setelah itu, dia terjun menuju lubang lalu saat di dalam lubang tersebut, Jani memejamkan matanya untuk mengumpulkan energi sihir di dalamnya dan setelah beberapa saat, Jani membuka matanya lalu menggunakan sihir tanah tingkat satu sekali lagi, tapi kali ini dia menggunakan energi sihir cukup besar sehingga dia membuat tanah di sekitarnya bergeser sejauh 500 meter dan menciptakan sebuah ruangan kosong yang sangat luas.
Setelah membuat ruangan kosong, Jani dengan cepat membuat puluhan pilar untuk menahan tanah di atasnya agar tidak amblas. Jani mulai membuat ruangan kosong ini di beri dinding dan di bagi menjadi beberapa ruangan. Dia juga mengisinya dengan berbagai benda yang dia beli di toko sistem Zein, dan juga merenovasi ruangan bawah tanah ini dengan membuat tempat ini diberi lantai keramik dinding yang di cat dan juga sambungan listrik agar tempat ini dapat diberi penerangan lampu.
Untuk semua itu, Jani telah menghabiskan lebih dari 4000 koin emas dan akhirnya Jani sudah memiliki ruangan bawah tanah yang di bagi menjadi empat ruangan yaitu: ruang bersantai, penelitian teknologi, gudang harta, dan tempat penempaan alat magis.
__ADS_1
Setelah memastikan semuanya sudah beres, Jani kembali ke atas dengan menggunakan lift yang termasuk bagian dari renovasi tersebut. Saat dia keluar dari rumah tersebut langit sudah menjadi gelap dan saat dia berjalan menuju rumahnya Jani berpapasan dengan seorang pria yang sedang melakukan olahraga.
Pria itu menyapa Jani "sore, Mas Jani!"
Jani mengenali orang ini, dia adalah seorang pengusaha tambang asal Kalimantan yang paling sukses dan dia tinggal di rumah nomor tiga bersebelahan dengan rumah sang pejabat.
"sore juga, bang Waris!" sapa balik Jani kepada pria tersebut. Setelah saling menyapa Waris bertanya "ngomong-ngomong kok kamu bisa keluar masuk dari rumah Maya?"
"kalau si mbak Maya sudah pindah kemarin dan rumah ini telah di jual kepadaku." Jawab Jani dengan tenang kepada Waris.
"kok dia pindah, kagak ada kasih tahu aku sih!?" jawab Waris yang terkejut mendengar hal ini.
Setelah itu, Waris kembali berkata "kalau begitu aku pamit pulang dulu, ada urusan mendadak." Kemudian dia bergegas kembali ke rumahnya.
Setelah Jani di tinggalkan sendirian, dia berkata " pasti calon-calon BUCIN (Budak Cinta) nih!" lalu Jani juga mulai berjalan kembali ke rumahnya.
Seandainya Jali dan Jaka mendengar perkataan Jani ini, mereka pasti akan memprotes dengan berkata ""MEMANGNYA ELU KAGAK BUCIN APA !!?""
...
Untungnya dia kembali tepat waktu sebelum makan malam di mulai. Saat dia masuki rumah bau makanan yang berasal dari dapur sudah tercium dan itu membuat Jani menjadi semakin lapar.
Setelah dia mencuci tangannya, Jani segera menuju ruang makan untuk bersiap makan malam bersama Ayu, ibunya dan adiknya Putri.
.....
Sementara Jani makan malam, tidak jauh dari perumahan Golden Residen terdapat rumah tua yang tidak berpenghuni lagi. Di dalam rumah tersebut terdapat sekelompok pria bertubuh kekar sedang berdiskusi dan di tengah-tengah mereka ada meja dengan denah perumahan Golden Residen di atas meja tersebut.
Sang pemimpin kelompok ini berkata kepada semuanya "baiklah semuanya kita ulangi rencana kita sekali lagi. Elang 1, kamu alihkan perhatian penjaga gerbang perumahan tersebut selama mungkin yang kamu bisa dan sisanya akan menyelinap bersamaku dari samping."
Saat mereka sedang serius berdiskusi, dari belakang mereka terdengar orang berbicara "itu rencana yang bagus, tapi pernahkah kalian berpikir bahwa kalian akan di sergap duluan sebelum melaksanakan rencana kalian itu?"
Semua orang segera berbalik melihat siapa orang tersebut, tapi saat mereka berbalik apa yang menyambut mereka adalah rentetan suara senjata api yang meletus ke arah mereka.
*DRUUDDDUU*
Suara tembakan itu terus berlanjut hingga semua pria kekar yang mengelilingi meja terjatuh bersimbah darah dan setelah beberapa saat, suara tembakan berhenti lalu orang tadi kembali berkata "maaf anak muda! aku harus membunuh kalian karena ini adalah kesempatan yang bagus untuk menjatuhkan tikus itu dari posisinya sekarang."
Setelah berkata seperti itu, dia kembali berkata "Petruk, ayo kita kembali."
"baik, Aki Semar." Jawab seorang pria yang mengenakan topeng pewayangan Petruk kepada seorang pria bertopeng pewayangan Semar.
Saat mereka berjalan keluar dari rumah tersebut, sang pemimpin kelompok yang sudah dalam keadaan sekarat berkata kepada dirinya sendiri
__ADS_1
"tidak kusangka kami akan di sergap oleh Punakawan yang melegenda itu." Dan setelah itu dia mati akibat kehilangan banyak darah.