
"jawabanku adalah masa kini." Kata Putri yang sudah menyiapkan pisaunya takut jawabannya ternyata salah.
Dewi waktu tersenyum lalu bertanya "apa alasanmu menjawab seperti itu?"
"itu karena dengan menghargai masa kini, maka masa lalu akan menjadi sebuah kenangan yang indah dan kita bisa menghadapi masa depan dengan berani dan sebaliknya Jika kita menyia-nyiakan masa kini, maka masa lalu akan menjadi penyesalan yang selalu menghantui kita dan membuat kita menjadi takut untuk menghadapi masa depan."
Setelah putri menjawabnya, tidak ada tanggapan dari sang Dewi dan ketika dia merasa bahwa jawabannya salah, sebuah suara tepuk tangan terdengar dari arah tempat patung Dewi waktu berada yang ternyata berasal dari Dewi Waktu yang telah duduk di sana sambil memperhatikan Putri.
"filosofi tentang waktu yang sangat tepat! Tapi sayangnya jawabanmu itu salah, Gadis kecil!"
"lalu bisakah kau memberikan jawabannya kepadaku sebelum aku menghilang ?"
"tidak! Karena meskipun jawabanmu salah, tapi aku puas dengan jawabanmu. Oleh karena itu, kau aku anggap setengah lulus dan inilah hadiahmu!" jawab sang dewi sambil melempar sebuah jam saku kepadanya dan Putri pun segera di kirim keluar dari ruangan dewi waktu.
...
Putri pun muncul di aula Event seperti sebelumnya dan kali ini hanya dia seorang karena semua pemain lain sudah gagal dalam Event ini. Pandora pun muncul untuk kedua kalinya lalu memberi ucapan selamat kepada Putri "selamat untukmu, penantang! Dengan begini tantangan telah berakhir dan kamu berhak memilih salah satu hadiah berikut."
"hadiah pertama adalah gelar 'DIA YANG DIBERKATI SEPULUH DEWA- DEWI ' yang memiliki efek di hormati semua NPC yang memuja 10 Dewa-Dewi dan mendapatkan berkah gratis setiap hari dari setiap kuil pemuja. Untuk hadiah kedua adalah mempelajari salah satu sihir legendaris milik para Dewa-Dewi dan yang ketiga adalah bebas memilih salah satu item legendaris Dewa-Dewi. Mana hadiah yang akan kau pilih, penantang?"
Tanpa pikir panjang, Putri berkata "Aku memilih pilihan yang ketiga dan benda yang aku pilih adalah Jubah Dewa Hewan Buas, Skaratu!"
"Baiklah, semoga kau puas dengan pilihanmu, penantang!" dan setelah itu, Pandora menghilang bersamaan dengan munculnya jubah berwarna coklat yang terbuat dari kulit binatang buas. Putri mengambilnya lalu melihat statusnya bersamaan dengan 4 item legendaris lainnya.
Item pertama:
[Nama Item: Pisau Bayangan Dewa Kegelapan Yotus
Peringkat: Legendaris
Status: ATK+100
AGI+100
Kemampuan: Shadow Hidden (Mana:100) efek: bersembunyi dalam bayangan selama 1 menit.]
Item kedua:
[Nama Item: Pisau Dewi Cahaya Kiana
Peringkat: Legendaris
Status: ATK+100
FIT+100
Kemampuan: Light Judgement (Mana:100) efek: cahaya yang membakar musuh dan menyembuhkan sekutu.]
Item Ketiga:
[Nama Item: Sepatu bersayap Dewi Angin Freyja
Peringkat: Legendaris
Status: AGI+200
DEF+100
Kemampuan: Jump of Wind (Mana:10)efek: membuat pijakan angin untuk melompat ke tempat yang lebih tinggi atau pijakan mendarat saat jatuh dari ketinggian.]
Item keempat:
[Nama Item: Jam saku Dewi Waktu Helina
__ADS_1
Peringkat: Legendaris
Status: INT+200
Kemampuan: Time Stop (Mana: 50) Efek: menghentikan waktu dalam lima detik.]
Dan Item yang terakhir:
[Nama Item: Jubah Bertudung Dewa Hewan Buas Skaratu
Peringkat: Legendaris
Status: DEF+300
Kemampuan: Beast Transformation (Mana:50) Efek: saat penutup kepala di gunakan, Pengguna dapat berubah menjadi Hewan buas apa pun.]
Melihat hal semua barang legendaris yang berhasil dia kumpulkan, Putri sangat gembira sampai dia ingin melompat kegirangan, tapi dia menahan diri setelah mengingat bahwa dia sedang siaran langsung di hadapan puluhan ribu penonton.
Setelah menyimpan semua Item Legendarisnya, Putri segera keluar dari game dengan perasaan bangga di dalam dirinya.
...
Saat pintu kapsul terbuka, Putri segera keluar lalu dengan di awali perkataan pembawa Acara "INILAH JUARA EVENT VIRTUAL PERTAMA KITA, PUTRI!!"
Semua orang ikut memberi sambutan meriah dan tepuk tangan kepadanya. Putri pun segera menuju panggung lalu menghampiri pembawa Acara dan Green Goblin yang sebelumnya sudah berada di atas panggung.
"Putri! Aku tidak menyangka kamu benar-benar bisa melewati semua tantangan yang ada dan bahkan mengakhirinya dengan sebuah kata-kata filosofi yang sangat hebat!" kata pembawa Acara yang sangat kagum dengan Putri.
"yah, itu tadi memang sangat menegangkan! Aku kira aku akan gagal, soalnya dia menyebutkan aku setengah lulus." Jawab Putri
" kita semua di sini juga penasaran, kenapa NPC Dewi Waktu bisa menyebutnya sebagai setengah lulus?" tanya pembawa Acara kepada salah satu pencipta game virtual ini, Green Goblin.
"Semuanya tidak perlu khawatir! yang tadi itu hanyalah omongan NPC saja dan Sistem tetap menyatakan bahwa Putri telah lulus total dari tantangan terakhir karena telah memahami arti sebenarnya dari tantangan yang terakhir yaitu, lulus ujian tanpa harus tunduk terhadap Dewi Waktu!"
"oh baiklah. Jika semua orang perhatikan, kunci memenangkan tantangan Dewi Waktu adalah perkataan terakhir dari tantangan sebelumnya yaitu tantangan Dewi Ruang yang memperingatkan para pemain tentang Dewi Waktu. Inilah yang dia katakan."
Kemudian cuplikan video perkataan Dewi ruang di putar ulang dengan posisi para pemain yang setengah linglung akibat menyelesaikan tantangan ini atau ada yang tidak mendengarkannya dan hanya Putri yang mendengarkan nya dengan baik.
Dan inilah yang di ucapkan sang Dewi Ruang "Penantang, Ingatlah! Tantang terakhir kalian adalah tantang yang berasal dari kakakku yaitu Dewi Waktu, Helina! Dia adalah Dewi yang sangat menyayangi jam ciptaannya dan paling senang di puja oleh para manusia!"
Para pemain yang sebelumnya kalah akhirnya mengerti, bahwa perkataan NPC mungkin bisa saja menjadi kunci kemenangan seperti yang terjadi sekarang. Oleh karena itu, semua orang sekali lagi bertepuk tangan menunjukkan penghormatan mereka kepada Putri yang telah memenangkan Event ini.
"kau hebat, Putri!!"
"mulai sekarang aku akan menjadi penggemarmu!!"
Banyak dari para penonton acara ini yang sekarang mulai menjadi penggemar Putri dan kejadian ini juga merupakan momentum bagi Putri untuk menjadi Gamers wanita tersukses di masa depan.
...
Sementara itu, di sebuah ruangan terpencil stadion.
Beberapa orang bersenjata sedang bersiap untuk mengacaukan acara malam ini. Pemimpin mereka mulai mengulangi rencana mereka "Baiklah semuanya, kita ulangi rencana kita!! Pertama, misi malam ini adalah untuk membunuh Mr.Gold lalu mengambil pusaka negara kita kembali dari tangannya. Untuk mencapai tujuan kita, kita perlu menangkap orang yang berharga miliknya dan menjadikannya umpan untuk masuk ke perangkap kita!"
"tim eksekusi! Tugas kalian adalah untuk menembak kepala Mr.Gold dari belakang selagi kami mengalihkan perhatiannya, apa kalian mengerti !?"
"Mengerti, ketua!!"
"kalau begitu, jalankan misinya sekarang!"
"SIAP, KETUA!" kata semua anggota yang bersiap pergi dari ruangan itu, tapi saat semua orang bersiap untuk pergi. Dari arah belakang terdengar suara orang yang bertanya "Ketua, memangnya siapa orang yang akan kita tangkap?"
Ketua itu dengan kesal menjawab sambil melihat ke arah orang tersebut "bukannya kita sudah membahas ini beberapa kali sebelumnya? Yang perlu kita tangkap adalah Ayu Cah..." belum si ketua menyelesaikan perkataannya, dia terkejut bukan main karena orang yang bertanya adalah target yang harus mereka bunuh malam ini yaitu Jani.
__ADS_1
"Kau...Bagaimana kau bisa mengetahui keberadaan kami!?" tanya si ketua yang sudah mengacungkan senjatanya ke arah Jani yang di ikuti anak buahnya yang totalnya ada lebih dari 10 orang di dalam ruangan ini.
"yah itu awalnya memang sulit, tapi setelah aku bermain sedikit trik dengan beberapa dari mata-matamu. Mereka akhirnya dengan suka rela memberitahuku lokasi rapat kalian sambil memberikan pesan terakhir mereka yang berbunyi 'tolong kuburkan kepala kami di kampung halaman kami!' " jawab Jani sambil mengeluarkan dua kepala yang dia ambil dari mata-mata si ketua.
Bulu kuduk anggota yang tersisa muali berdiri merasa ketakutan dari kekejaman target mereka. Si ketua sesaat mulai linglung melihat dua kepala anak buahnya tergeletak di lantai begitu saja, tapi tidak lama dia menguatkan hatinya lalu dengan mata penuh amarah dia kembali menatap Jani dan berkata "kalau begitu apa ada kata-kata terakhir, Mr.Gold?"
"apa maksudmu, kalian akan segera membunuhku sekarang?"
"tentu saja! Awalnya kami memiliki rencana yang hebat, tapi semenjak kau datang ke sini secara sukarela, maka saat ini hanya perlu menghujanimu dengan peluru panas lalu mengambil pusaka kami kembali."
"Hahaha!!" Jani mulai tertawa lepas dan kemudian dia kembali berkata "kalau itu dari sebulan yang lalu mungkin aku akan mati sekarang, tapi sayangnya hari ini kalian sudah terlambat karena tubuhku kini sudah melampaui batas manusia biasa dan peluru kalian tidak berarti apa-apa bagiku!"
"apa kau pikir kami akan percaya dengan perkataan tidak jelasmu itu? SEMUANYA MULAI MENEMBAK SEKARANG!!"
*DOR...DOR...DADADADA* suara tembakan terus terdengar dan menghujani Jani dengan ratusan peluru panas. Setelah semua peluru mereka habis, mereka mulai terkejut kembali dengan apa yang mereka lihat yaitu semua peluru yang mereka tembakkan telah berubah menjadi leburan besi cair yang mengelilingi Jani.
"apa kalian sudah puas? Kalau begitu izinkan aku melakukan serangan balik!" tubuh Jani pun mulai mengeluarkan massa listrik yang sangat kuat dan kemudian dia berkata dengan tenang "Thunder Shock!!"
Semua orang yang ada di ruangan itu mulai mati satu persatu akibat serangan Jani kepada mereka dan setelah memastikan semua musuhnya mati, Jani mulai menelepon seseorang "Halo, ini Gua Jani! Pembersihan seperti biasa ya? Lokasinya di stadion GBK, sebuah ruangan pojok lorong pertama."
"baiklah, aku mengerti!" jawab orang itu lalu mematikan teleponnya dengan cepat.
Setelah berurusan dengan para pembuat onar, Jani melangkah keluar ruangan itu lalu melirik ke dalam stadion dari sebuah jendela dan tepat saat itu para penonton memberi sambutan yang meriah kepada adiknya karena sudah memenangkan Event hari ini.
Melihat hal itu, Jani tersenyum dari balik topengnya lalu berkata "Seperti yang aku harapkan dari Assassin manisku! Sepertinya aku harus segera membuat hadiah yang aku janjikan sebelumnya."
....
Satu hari sebelumnya
Hari itu, Jani baru saja kembali setelah mempersiapkan acara besarnya untuk besok dan saat itu dia sudah mengambil hadiah dari Zein yang berupa sebuah teknik penempaan dari Dewa Unsur tanah dan sebuah Jurnal milik seorang penempa legendaris di dalamnya.
Jani yang sedang bersantai di depan TV, tiba-tiba teringat tentang jurnal tersebut lalu mengeluarkannya dan membacanya dengan serius. Ketika dia sedang fokus membaca, Putri datang dari kamarnya lalu mengagetkannya
"DOR!!"
"Ahh! Putri! Ampun banget, orang lagi fokus baca dikageti."
"hehe... iya-iya aku minta maaf! Memangnya kakak lagi baja apa sih? Bahasanya asing banget lagi! Ini buku apaan, kak?"
"ini sebuah Jurnal kuno yang di tulis oleh penempa senjata terhebat pada masa lalu. Kakak niatnya iseng-iseng ingin membuat beberapa pedang buat di jadikan semacam koleksi."
Putri yang mendengar hal itu, tiba-tiba segera berlari ke kamarnya lalu kembali dengan sebuah gambar yang dia buar sendiri lalu berkata "kalau begitu, kak! Bisa buatkan aku ini gak?"
Jani tidak perlu melihat gambarnya karena dia sudah tahu rancangan apa yang di buat oleh adiknya. Jani menjawab "kamu masih belum menyerah untuk membuat Hidden Blade? Bukannya kakak sudah kasih tahu bahwa senjata itu berisiko membuat jari tangan kamu putus!?"
"ini berbeda kak! Yang sekarang ini aku sudah desain seperti yang di pakai oleh Ezio Auditore, mata pisaunya sedikit lebih ramping dan terletak lebih miring agar tidak mengenai Jari." Putri menjelaskan gambarannya yang dia tiru dari Game Assassin Creed.
Jani sebenarnya masih enggan membuatnya, tapi karena tidak ingin terus di ganggu oleh adiknya terus tentang permintaannya membuatkan Hidden Blade, Jani memberikan tantangan kepada Adiknya.
"baiklah! Kakak buatkan tapi kamu harus memenangkan Event Arcadia Land besok malam!!"
"ok! Aku akan pastikan akan membuat kakak melihat kehebatan dari Putri Gamers!!"
Mereka berdua pun sepakat membuat taruhan kecil yang akan memberikan sebuah ide kepada Jani saat dia pergi menuju Benua Arca.
__ADS_1