KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Peraturan tidak tertulis


__ADS_3

Di depan ruangan CEO.


Arman selaku pemimpin departemen keamanan dan penjaga keamanan yang sebelumnya di buat pingsan oleh Jani, sedang berdiri di depan ruangan CEO untuk bersiap masuk ke dalam dan menghadap Jani.


Sang penjaga keamanan tersebut memiliki wajah yang pucat karena dia takut bahwa hari ini dia akan di pecat. Arman yang melihat bawahannya panik, berusaha menenangkannya dengan berkata


"elu gak usah panik seperti itu, lagi pula ini juga salah gua karena tidak mengajarimu dengan jelas tentang menyambut tamu dengan benar."


"enggak bang! Ini juga salah gua, gara-gara tadi ke bawa emosi karena sebelumnya gua di tolak sama pegawai departemen keuangan buat minta gaji bulan pertama di muka."


"bukannya sebelumnya gua sudah kasih tahu, kalau di sini itu tidak bisa melakukan pengambilan gaji di muka?"


"yah..., kagak ada salahnya untuk mencobakan?" jawab sang penjaga keamanan dengan menundukkan kepalanya karena malu.


Arman yang mendengar jawabannya hanya bisa menghela nafas dan kemudian dia berkata "pokoknya saat di dalam, jangan berbohong di depannya dan jawab semua pertanyaannya dengan jujur, mengerti?"


"baik aku mengerti, tapi kenapa kita tidak langsung mengetuk pintunya saja sekarang?"


"itu adalah peraturan tidak tertulis yang di miliki perusahaan ini." Jawab Arman dengan tenang dan setelah itu mereka menunggu di depan ruangan CEO sampai Jani memanggil mereka untuk masuk ke dalam.


...


Sementara itu di dalam ruangan CEO, Jani sedang menikmati tubuh Ayu di sebuah kamar yang tepat berada di samping ruangan CEO. Tidak ada yang tahu bahwa ada sebuah kamar di samping ruangan CEO karena pintu masuk kamar ini berada di ruangan CEO dan hanya Jani dan Ayu yang bisa memasuki kamar ini.


Setelah Jani puas bermain bersama Ayu, dia membersihkan dirinya di sebuah kamar mandi yang juga ada di dalam kamar tersebut dan Setelah mengenakan setelan kantor serta memakai topeng emasnya, Jani berniat keluar dari kamar untuk menemui Arman dan salah satu anak buahnya yang menunggu di depan pintu.


Saat dia hendak pergi, dia mendengar suara dari Ayu yang sedang bermain Hp nya di atas kasur yang memanggilnya dengan terburu-buru " sayang! Lihat deh inspektur wisman sudah melaporkan atasannya ke KPK dengan tuduhan korupsi mega proyek!"


Jani melihat berita di Hp Ayu lalu dia tersenyum di balik topengnya sambil berkata "oh!! Dia cukup cepat dalam mengambil tindakan."


"lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Ayu kepada Jani.


"cukup arahkan opini publik ke arah yang benar."


"baiklah! aku mengerti." Jawab singkat Ayu lalu dia menulis sesuatu di media sosial miliknya yang berisi 'kayaknya sudah punya bukti yang kuat nih? @Inspektur_Wisman'


Setelah menulis hal tersebut, Ayu masuk ke kamar mandi sambil berkata kepada Jani "kamu keluar duluan aja! Kasihan Arman sudah lama nunggu di luar."


'memangnya ini salah siapa !?' ingin Jani berkata seperti itu, tapi tidak berani karena takut akan berbuntut panjang nantinya dan hanya bisa menjawab "oke!" lalu dia pergi keluar dari kamar tersebut.


...


Saat jani keluar dari kamar tersebut, dia langsung mengambil dua gelas air putih biasa lalu dari dalam gelang dimensional nya, dia mengeluarkan ramuan pemulihan stamina dan meneteskannya ke dalam air masing-masing satu tetes dan kemudian dia duduk di sofa tamu yang biasa di gunakan untuk menerima tamu lebih dari satu orang sambil menaruh gelas tersebut di atas meja kecil lalu dia memanggil Arman untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


"Arman! Masuklah bersama dengan penjaga itu!"


...


Saat namanya di panggil, Arman berserta penjaga tersebut masuk lalu dia melihat bosnya duduk di sofa dan kemudian dia berdiri di dekatnya sambil berkata "bos Gold, ada apa anda memanggil saya ?"


"duduklah terlebih dan minumlah untuk menghilangkan kelelahan kalian." Perintah Jani kepada mereka berdua.


Mendengar perintah dari bosnya, Arman dan penjaga tersebut duduk di kursi panjang lalu meminum air yang sudah di siapkan oleh bos mereka sendiri. Setelah meminum air tersebut, mereka merasa segar kembali dan rasa sakit d kaki mereka yang sebelumnya terasa pegal karena berdiri terlalu lama, langsung menghilang dalam sekejap.


Mereka berdua terkejut dengan efek air putih tersebut dan saat mereka ingin bertanya tentang air tersebut, Jani sudah lebih dahulu berkata "kalian tidak perlu menanyakan hal tidak penting sekarang. Yang ingin kutahu sekarang adalah dari mana kamu merekrut orang ini, Arman?"


Arman menjelaskan bahwa orang ini adalah saudaranya yang berasal dari kampung dan baru-baru ini dia di terancam bercerai dengan istrinya karena sudah terlalu lama menganggur dan hutang mereka yang menumpuk. Juga alasan dia hari ini memiliki emosi yang kuat adalah karena permintaanya untuk mengambil gaji lebih awal di tolak oleh departemen keuangan.


Setelah mendengarkan cerita mereka berdua, Jani menatap ke arah Arman lalu bertanya "Arman, apa kau tahu berapa kesalahan yang telah kau buat hari ini?"


Arman langsung menjawab "itu tiga, bos Gold. Pertama adalah aku menggunakan kuasaku sebagai kepala departemen keamanan untuk memasukkan saudaraku ke dalam perusahaan tanpa harus melalui seleksi pada umumnya. Kedua adalah aku mengabaikan satu peraturan yaitu bahwa setiap petugas keamanan harus memiliki bukti bahwa dia telah lulus dari sekolah pelatihan petugas keamanan atau meraih sabuk hitam dalam suatu seni bela diri. Dan yang terakhir adalah aku tidak mengawasi petugas baru yang seharusnya aku lakukan dalam satu Minggu dan mengakibatkan insiden tadi pagi."


Jani menganggukkan kepalanya menanggapi jawaban dari Arman. Lalu dia berkata kepada mereka berdua "karena kau sudah memahami kesalahanmu, aku memaafkan kesalahanmu setelah kau melakukan naik dan turun gedung ini sebanyak tiga kali berturut-turut menggunakan tangga darurat. Dan untukmu aku ingin bertanya sesuatu?"


Setelah Arman pergi dari ruangan CEO untuk menjalankan hukumannya, sang petugas menjawab pertanyaan Jani. "apa itu, Bos Gold. Selama aku bisa menjawabnya aku akan berusaha untuk menjawabnya."


"Baiklah kalau begitu, aku ingin bertanya kepadamu tentang apa yang terjadi kepada anakmu melihat kedua orang tuanya sering bertengkar?"


Dia mengatur nafas lalu menjawab "aku sering melampiaskan amarahku kepadanya karena dia sering menangis saat akan bertengkar dengan istriku."


Mendengar hal itu Jani menyipitkan matanya dengan tajam, tapi dia tidak berkata apa pun karena dia mendeteksi bahwa penjaga ini tidak berbohong sama sekali. Setelah itu Jani bertanya kembali "apa kau menyesal melakukan semua itu kepada anakmu?"


Sang penjaga menjawab "aku tidak tahu, tapi jika rasa penyesalan adalah hal yang bisa membuat keluarga kecilku kembali harmonis maka aku akan benar-benar menyesal seumur hidupku."


Setelah itu Jani mengeluarkan uang tunai sebesar 10 juta lalu menaruhnya di atas meja sambil berkata "ambillah uang ini untuk melunasi seluruh hutangmu dan jika masih ada sisa, aku ingin kau mengikuti sekolah petugas keamanan lalu lulus dari sana seperti para petugas keamanan yang lainnya. Tentu saja kau memiliki hukuman yang mana selama kau belajar di sekolah tersebut, kau akan di gaji setengah dari gajimu. Apa kau menerima hukumanmu ini?"


"saya akan menerimanya!!"


"kalau begitu pulanglah sekarang! untuk meminta maaf kepada istri dan anakmu! Karena alasan aku memberimu uang adalah untuk menjaga kebahagiaan mereka berdua."


"baik, Bos Gold. Kalau begitu saya permisi dulu." Jawab sang penjaga lalu dia pergi sambil membawa uang tersebut.


...


Setelah mengurus masalah tersebut, Jani kembali ke meja kantornya lalu melanjutkan pekerjaan milik Ayu. Saat Jani sedang memeriksa beberapa berkas, dia melihat salah satu berkas yang berisi proposal kerja sama dengan salah satu perusahaan yang berasal dari China yang berniat bekerja sama untuk menyediakan jalur pemasaran di negeri mereka.


Awalnya Jani ingin mengabaikan proposal ini, tetapi saat dia membaca isinya yang menyatakan bahwa mereka bersedia menyerahkan sebuah senjata kuno yang berumur 2000 tahun, Jani mulai tertarik dengan proposal ini dan membacanya dengan detail.

__ADS_1


Setelah dia membacanya, dia berkata dalam hatinya 'Heh! Pak tua itu pasti yang memberitahu koleganya tentang kegemaranku memiliki barang kuno.'


Walaupun Jani memang suka dengan barang kuno, dia enggan untuk mengoleksinya karena berpikir itu akan membuang-buang uang miliknya ke benda yang tidak berguna. Tetapi setelah dia memiliki sistem Zein dan mampu menggunakan sihir, dia berpikir kembali dan memisahkan proposal tersebut lalu melanjutkan pekerjaannya.


Setelah setengah jam berlalu, Ayu keluar dari kamar rahasia tersebut dan berkata kepada Jani "sayang! Aku lapar, makan siang dulu yuk!"


"pesan aja lewat aplikasi, Aku lagi malas untuk keluar." Jawab Jani sambil melanjutkan membaca dokumen yang lain.


"tumben kenapa?"


"apa kamu lupa, Beberapa saat yang lalu kamu menulis sesuatu di media sosial?"


"ahh! Aku lupa. Lalu kamu mau pesan apa?" kata ayu yang baru mengingatnya dan mengeluarkan Hp-nya untuk memesan makanan.


"terserah kamu." Jawab Jani dengan singkat lalu melanjutkan "juga aku ingin bertanya sama kamu."


"tentang apa?"


"ini kamu menerima proposal sejak kapan?" tanya Jani yang menunjukkan proposal yang sebelumnya membuat Jani tertarik.


"baru tadi pagi dan kayaknya mereka ingin kamu menjawabnya dengan segera."


"kalau begitu, nanti kamu atur pertemuannya buat besok aja."


"oke!" jawab ayu dan setelah itu dia melanjutkan untuk memesan makanan.


...


Sementara itu di dunia Maya.


Terjadi kehebohan karena inspektur Wisman hari ini telah melaporkan atasannya dengan tuduhan korupsi dalam Mega proyek dan juga berita itu semakin memanas sejak Ayu menulis beberapa kata di media sosial yang membuat para netizen bertanya-tanya apa maksud dari tulisan Ayu.


Salah satu netizen berkata [kak Ayu! Tolong dong jelaskan kepada semua orang maksud dari bukti tersebut dan juga sekalian tanyakan kepada Mr.Gold, kapan server utama akan di buka?]


[ benar nih! Sudah tidak sabar mau main sama teman-teman!] tanggapan salah satu netizen yang menginginkan pembukaan server utama dari Arcadia Land.


Ada juga yang menanyakan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan kasus ini seperti [kak Ayu! Posting foto dong.]


Atau yang seperti ini [kak Ayu! Boleh minta nomor WA-nya? Biar kita lebih saling mengenal satu sama lain]


Meskipun banyak yang tidak jelas dan bertanya tentang yang tidak ada hubungannya dengan kasus ini, tulisan Ayu tetap membuat dunia sosial media menjadi panas dan juga membuat halaman depan kantor sudah dipenuhi para wartawan yang meminta penjelasan dari Ayu.


Hal tersebut membuat Arman yang sedang menjalani hukuman terpaksa berhenti untuk menjaga pintu masuk agar para wartawan tidak bisa masuk ke dalam gedung.

__ADS_1


Meskipun para wartawan tidak bisa masuk, ada beberapa ojek online yang membawa makanan bisa masuk sesuka hati mereka untuk mengantarkan pesanan para karyawan dan itu membuat para wartawan iri karena mereka masih harus berusaha untuk bisa dipertemukan oleh Ayu.


__ADS_2