KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Awal dari tujuan


__ADS_3

Setelah mereka kembali tenang, nyonya Koharu menganggap pernyataan tadi hanya lelucon dan bertanya kembali dengan serius.


“Gold-san, tolong jawab dengan serius, apa benar kau mau membeli seluruh aset cabang perusahaan ini?”


“Itu benar, aku berniat membeli perusahaan ini dan mendirikan perusahaanku sendiri di sini.”


Setelah diam beberapa saat Masamune akhirnya yakin dengan keseriusan Jani dalam mendirikan perusahaan. Masamune kemudian berkata “Baiklah, sebenarnya kami sudah memiliki calon pembeli tetapi kami akan memberikan kesempatan penawaran pertama kepada Gold-san. Jika kami puas dengan harga yang ditawarkan maka kami akan langsung menjualnya.”


“Jika tebakanku benar, dengan satu gedung manajemen berlantai 10 dan satu pabrik produksi lengkap dengan mesinnya. Bagaimana dengan 30 miliar dan soal gaji karyawan bulan ini, tidak termasuk dengan 30 miliar yang tadi itu biar aku yang tanggung.”


Mendengar penawaran Jani, nyonya koharu dan Masamune mengaguk setuju karena harga yang ditawarkan cukup untuk menutup kerugian mereka.


Kazuya yang dari tadi diam, tiba-tiba berdiri dan berjalan mendekati Jani kemudian dia membungkuk badannya sambil berkata “ Gold-san, maaf atas sikapku yang tadi.”


Jani berdiri dan langsung menghentikan tindakan Kazuya dan berkata “tidak perlu membungkuk, kazuya. Aku tidak pernah merasa terganggu akan sikapmu itu. dan aku tahu, kalian terburu-buru agar kepala keluarga Takahashi tidak tahu soal kejadian ini dan membuatnya khawatirkan ?”


“benar, kami tidak mau ini menjadi beban pikirannya. Belakangan ini kesehatan kakek semakin buruk. bahkan dia berencana untuk menulis surah wasiat.” Jawab Kazuya membenarkan tebakan Jani.


“baiklah aku tidak mau menahan kalian terlalu lama di sini.” Jani melihat ke arah Masamune dan melanjutkan. “Masamune, apa kau membawa kontraknya? Jika kau bawa, aku akan langsung tanda tangani dan kalian bisa segara pulang menemani kepala keluarga kalian.”


“kontrak itu ada di ruanganku, aku akan menyuruh sekretaris untuk mengambilnya segera.”


Saat Masamune akan menelepon sekretarisnya, Jani menyela “Oh... sekalian tolong panggil seluruh kepala departemen untuk menyaksikan kejadian ini.”


Setelah beberapa saat, terdengar bunyi ketukan pintu dan Masamune segera menjawab untuk membiarkan mereka masuk.


Setelah mereka masuk dan duduk di kursi dalam ruang rapat, salah satu kepala departemen memberanikan diri untuk bertanya “Bos, ada apa kami semua dipanggil ke sini?”


Masamune menjawab “sebelum itu aku akan mengenalkan kalian pada pemegang saham terbesar ke dua di perusahaan ini, Gold-san silakan .”

__ADS_1


Jani berdiri di samping Masamune dan memperkenalkan diri “halo semuanya, aku tidak bisa menyebutkan nama asliku tetapi kalian bisa memanggilku Mr.Gold.” Masamune melanjutkan


“jadi, alasan aku memanggil kalian semua di sini untuk mengatakan bahwa Thunder Industri akan mundur dari pasar negara ini.”


Setelah mendengar pernyataan ini, sebagian orang sudah memprediksi kejadian ini dan sebagiannya panik dan takut akan kehilangan pekerjaan mereka. Saat beberapa orang tersebut ingin mempertanyakan nasib mereka, Jani mengeluarkan aura berwarna jingga yang melambangkan sihir unsur api dan mengucapkan satu kata “DIAM.”


Seketika semua orang terdiam dan terkejut dengan hawa panas yang di pancarkan pria bertopeng emas yang berdiri di samping bos mereka. Setelah semua diam dan kembali fokus pada mereka, Jani melihat ke arah Masamune dan mengangguk kepalanya sebagai tanda untuk melanjutkan pernyataannya “terima kasih, saya akan langsung ke intinya. Walaupun kami akan mundur dari pasar negara ini, perusahaan ini tetap akan berjalan di bawah pemimpin yang baru”


Mereka melihat kembali pria bertopeng emas dan menebak bahwa dia adalah bos baru mereka.


Setelah menyelesaikan pernyataannya, Masamune mengeluarkan kontrak dan menandatangani sebagai penjual dan melihat ke arah Jani dan berkata “ Gold-san, tolong transfer uangnya sekarang.”


Jani segera mentransfer uangnya ke rekening Masamune, dan setelah mendapat pemberitahuan bahwa proses pengiriman berhasil Masamune mengudang Jani untuk menandatangani kontrak sebagai pembeli.


Setelah Jani menandatangani kontrak, semua orang yang ada di ruang rapat berdiri dan bertepuk tangan sambil mengucapkan selamat kepada Jani.


Kazuya menyela pembicaraan ibunya dan berkata “ Bu, aku baru saja mendapat panggilan dari pilot kita bahwa kita bisa lepas landas dalam waktu dua jam dari sekarang. kalau kita terlambat, kemungkinan kita bisa lepas landas lagi adalah besok.”


Mendengar kabar itu, nyonya Koharu memutuskan untuk pulang hari itu juga. Jani yang mendengar berita itu juga segera berkata “kalau kalian sedang terburu-buru, kalian boleh pergi sekarang. Soal kerja sama, kita akan membahasnya di lain waktu dan kalau Bisnisku sudah stabil aku akan menjenguk kepala keluarga kalian.”


Mendengar janji yang di ucapkan Jani, Masamune berjabat tangan dan berkata “kalau kau datang ke negara kami, hubungi aku dan aku akan membiarkan sepupuku menjadi pemandumu.”


Mendengar godaan Masamune, Jani tertawa dan menjawab “HaHaHa.... sampaikan salamku untuk Hanami dan hati-hati di jalan.”


Setelah mengucapkan selamat tinggal dan berjabat tangan pada semua orang yang ada di ruang rapat, mereka meninggalkan ruang rapat.


Saat mereka bertiga mencapai lobi, mereka di kejutkan oleh puluhan karyawan yang berdemo menuntut gaji mereka di bayarkan. Masamune teringat sesuatu dan tanpa sadar mengucapkannya “ah...aku lupa membahas soal gaji karyawan dengan Gold-san.”


Melihat keluarga Takahashi yang baru saja keluar dari lift, massa pedemo menjadi tidak terkendali dan para penjaga keamanan hampir gagal menahan para pedemo untuk menyerang keluarga bos mereka.

__ADS_1


Masamune yang sadar kejutannya segera mengambil megafon dari kepala keamanan dan berteriak kepada massa pedemo “KALIAN SEMUA TENANG..!!!” seketika para pedemo terdiam dan menunggu perkataan bos mereka. Melihat semua kembali tenang, Masamune kembali melanjutkan perkataannya “aku bukan lagi bos kalian. Hari ini keluarga Takahashi menyatakan telah menjual seluruh aset perusahaan cabang Thunder Industri kepada investor asal Indonesia dengan nama samaran Mr.Gold, yang menyatakan akan melanjutkan perusahaan ini. Dan untuk gaji kalian, aku sudah membahas gaji kalian kepadanya dan dia setuju untuk segera membayar gaji kalian bulan ini. jadi kalian jangan khawatir, bos baru kalian itu sangat royal kepada para bawahannya. Jadi, saya sarankan agar kalian segera membubarkan diri sekarang.”


Mereka terkejut bahwa mereka mempunyai bos baru dan mereka sangat senang bahwa bos baru mereka adalah orang Indonesia sendiri. Untuk pernyataan bahwa bos baru mereka itu sangat royal, beberapa orang percaya karena mereka kenal dengan sopir pribadi milik Jani dan menceritakan kepada yang lain. Setelah mendengar cerita soal bos baru mereka, semua orang perlahan membubarkan diri.


Setelah mereka membubarkan diri, keluarga Takahashi juga bergegas meninggalkan perusahaan untuk pergi ke bandara.


...


Kembali ke ruang rapat


Jani yang telah mengucapkan perpisahan berbalik menghadap kepada kepala departemen dan melihat kepada kepala departemen keuangan yang dari tadi terlihat gelisah dan bertanya “Ayu, apa ada yang ingin kau sampaikan?”


Ayu Cahyani yang menjabat sebagai kepala departemen keuangan berkata “maaf sebelumnya tuan Gold, tetapi gaji seluruh karyawan belum dibayar dan seluruh dana perusahaan telah di ambil oleh tuan Masamune.”


“Ah.. aku baru ingat, aku belum mentransfer gaji karyawan. Baiklah, Ayu berapa total gaji karyawan?”


“itu sekitar 8 miliar lebih.”


“aku akan mentransfer sekitar 20 miliar ke rekening perusahaan dan kau kuberi tugas lembur untuk membeli kembali seluruh saham kita dengan uang yang tersisa. Dan jika kau membeli semuanya dalam waktu kurang dari 2 hari ini, kamu akan saya promosikan menjadi CEO baru kami.”


Mendengar bahwa dia sedang di uji oleh bos barunya, Ayu dengan semangat dia menjawab “saya akan menyelesaikannya secepat mungkin dan saya mohon untuk pamit karena harus memberikan gaji mereka yang tertunda.” Dia pun segera pergi meninggalkan ruang rapat.


Melihat calon CEO barunya pergi begitu saja, jani berkata “bagaimana aku mau transfer uang? Dia bahkan belum memberiku nomor rekening perusahaan dan pergi begitu saja.”


Karena Jani sudah lebih dulu mengetahui nomor rekening perusahaan, dia segera mentransfer 20 miliar lagi dan melihat sudah hampir jam Lima sore.


Dia segera berkata kepada petinggi perusahaan yang lain “baiklah, karena sudah sore, kita akhiri untuk saat ini dan kita akan bahas di hari Senin, untuk besok nikmati gaji kalian itu.”


Seluruh petinggi perusahaan segera pergi dan menyisahkan Jani di ruang rapat sendiri. Jani berjalan ke arah jendela dan melihat pemandangan kota di malam hari sambil berkata dengan tegas “dengan begini, aku secara resmi di kenal seorang pengusaha dan ini awal dari tujuan menjadi KAISAR DI DUNIA BISNIS.”

__ADS_1


__ADS_2