
Dalam waktu dua jam, Jani terus membantu ketiga pemanah untuk membiasakan diri mereka dengan senjata terbaru ini. Dari ketiga pemanah, hanya mantan siswa peringkat ke-7 yang dapat menembak tepat sasaran lebih cepat dari pada yang lainnya, yang membuat Jani tertarik kepadanya.
Setelah dua jam, mereka mulai terbiasa dan saat mereka melakukan tembakan secara bersamaan, semuanya tepat mengenai sasaran balok kayu. Melihat mereka semua sudah siap melakukan eksekusi, Jani memerintahkan kepada kepala sipir untuk segera memulai eksekusi.
Eksekusi di mulai dengan beberapa kerabat yang berasal dari keluarga istri Jendral Dom. Karena jendral Dom tidak memiliki saudara dari pihak ibunya, keluarga istrinya telah di angkat oleh Dom sebagai keluarga utama Blackwolf. Dengan perlindungan suaminya, sang istri dan keluarganya telah melakukan berbagai kejahatan dan penindasan terhadap rakyat kecil yang membuat mereka pantas dihukum mati.
Menurut informasi yang jani dapat, ide untuk melakukan perdagangan budak secara diam-diam berasal dari mertuanya jendral Dom yang memiliki koneksi dengan beberapa pedagang budak dari berbagai kota. Oleh sebab itu, dia akan dihukum mati bersama dengan keluarganya yang lain.
Walaupun mereka terus memohon untuk diberikan kesempatan kedua dan melakukan perlawanan, eksekusi tetap di jalankan. Jani berdiri di belakang para algojo untuk memberi aba-aba.
"BERSIAP!!"
"BIDIK!!"
"TEMBAK!!" kata Jani yang memulai eksekusi.
*DORRR*
Eksekusi pun di mulai dengan suara tembakan yang keras dan setelah bunyi tembakan, 3 orang keluarga Blackwolf yang sebelumnya telah di ikat di tiang kayu langsung tewas dengan lubang berdarah tepat di dahi mereka.
Semua orang yang menyaksikan eksekusi bergidik ketakutan melihat kekuatan dari senjata yang disebut 'Senapan'. Jani pun langsung menyuruh para sipir untuk memindahkan 3 mayat tersebut lalu memulai eksekusi kedua.
Setelah eksekusi kedua dan ketiga selesai, tiba saat untuk melakukan eksekusi terakhir kepada jendral Dom berserta istri dan anaknya Randy.
Saat mereka telah di ikat di tiang kayu, tidak seperti yang lainnya yang melakukan perlawanan sia-sia. jendral Dom yang sudah menerima takdirnya untuk mati hari ini tetap tenang dan tidak melakukan perlawanan sama sekali.
Kemudian setelah dia diikat di tiang kayu, dia bertanya kepada Jani.
"Hei, pangeran ketiga. Sebelum aku mati, aku ingin bertanya sesuatu."
"Apa itu?" jawab Jani dengan tenang.
"apakah berambisi itu salah?"
"tidak."
"lalu kenapa aku berakhir seperti ini?"
"itu karena caramu berambisi salah."
Jendral Dom terdiam sejenak, lalu tiba-tiba di mengingat sesuatu yang sudah lama dia lupakan dan kemudian dia mulai meneteskan air mata. satu-satunya hal yang membuat seorang jendral Dom menangis mungkin karena dia mengingat sosok ibunya.
Jendral Dom menahan air matanya lalu berkata "PANGERAN!! Jika suatu hari nanti kau pergi ke kota bukit perunggu, aku ingin meminta tolong kepadamu untuk membersihkan sebuah makam yang terletak tidak jauh dari tambang kota! AKU MOHON!!"
"apa ini saja keinginan terakhirku?"
"iya."
"kalau begitu, aku berjanji kepadamu untuk merawat makam tersebut."
"terima kasih." Setelah mengucapkan terima kasih kepada Jani, sang jendral dengan tenang menutup matanya dan mengabaikan istri dan anaknya yang dari tadi terus melawan dan mencoba untuk memanggilnya.
Untuk terakhir kalinya Jani berkata dengan keras "BERSIAP!!"
__ADS_1
"BIDIK!!"
"TEMBAK!!"
*DORRR!!!*
Hari ini mungkin akan di ingat oleh sebagian warga ibu kota sebagai hari di mana sebuah keluarga bangsawan besar di musnahkan dalam waktu 1 hari dan membuat ibu kota Westeria sebagai tempat pertama yang bebas dari perbudakan di benua Arca.
...
Setelah eksekusi selesai, Jani menyuruh para petugas untuk membawa keluar 49 orang yang tertangkap basah mengikuti pelelangan budak karena mereka akan di adili oleh Jani sekaligus hari ini. (aslinya ada 50, satu orang lagi adalah sang kapten ksatria pemanah, William.)
Setelah mereka semua di bawa keluar, mereka di kumpulkan di depan Jani dan beberapa wanita bangsawan langsung muntah saat melihat tiang kayu bekas eksekusi sebelumnya yang masih berlumuran darah. Walaupun para lelaki melihatnya juga, tetapi mereka tidak sampai muntah dan hanya takut bahwa mereka adalah yang selanjutnya di eksekusi.
Jani yang melihat mereka ketakutan, mulai berkata untuk menenangkan mereka "kalian tidak perlu takut, tidak ada dari kalian yang akan di hukum mati, tapi sebagai gantinya kalian akan melakukan pelayanan masyarakat."
William mewakili mereka semua, bertanya "pangeran, apa yang kamu maksud dengan pelayanan masyarakat ?"
"yang aku maksud adalah kalian harus membersihkan kota dari berbagai sampah yang berserakan dimana-mana dan juga saat kalian bertemu dengan warga ibukota lainnya, kalian harus meminta maaf kepada mereka karena telah mencoba untuk memiliki budak. Bagaimana? Apa kalian semua setuju?"
Banyak di antara mereka yang tidak ingin melakukannya karena itu benar-benar menghancurkan harga diri mereka sebagai bangsawan kelas tinggi, tapi ada juga sebagian yang berasal dari keluarga pedagang kaya berpikir ini lebih baik dari pada harus kembali masuk ke Istana Keadilan.
Melihat masih banyak yang menolak hukuman ini, Jani memanggil sang tentara bayaran yang belum pergi dan terus berdiri tidak jauh dari jani karena dia ingin melihat hukuman bangsawan lainnya.
"tuan tentara bayaran! Tolong ke sini sebentar?" kata Jani yang memanggil tentara bayaran tersebut.
Tentara bayaran itu datang menghampiri Jani dan berkata " Anda memanggil saya, pangeran?"
"iya. Aku ingin bertanya kepadamu, apakah kau bersedia melakukan beberapa tembakan sekali lagi?" tanya Jani sambil melirik ke arah para bangsawan.
Setelah mendengar hal itu, para bangsawan dengan cepat setuju dan dengan semangat lalu pergi ke dalam kota setelah mengambil alat kebersihan yang di siapkan oleh para sipir sebelumnya.
Melihat masalah dengan para bangsawan itu selesai, Jani berkata kepada dua orang algojo yang masih di sini yaitu sang tentara bayaran dan mantan siswa peringkake-7.
"terima kasih kepada kalian berdua karena bersedia melakukan permintaan mendadakku ini."
"tidak perlu berterima kasih, pangeran. Lagi pula justru akulah yang harusnya berterima kasih karena telah mengizinkan aku untuk membalaskan dendam para sahabatku yang telah di bunuh oleh keluarga Blackwolf dimasa lalu." Jawab sang tentara bayaran yang menunjukkan wajah orang yang merasakan beban di dalam hatinya terangkat.
Jani mengeluarkan dua kantung kecil emas dan memberikan salah satunya kepada tentara bayaran tersebut. Lalu setelah sang tentara bayaran itu pergi, Jani mendekati mantan siswa tersebut yang masih sibuk mengagumi senapan lalu memberikan kantung emas lainnya sambil berkata "ini ambillah sebagai tanda terima kasihku."
"aku tidak membutuhkannya, tapi jika pangeran ingin memberiku imbalan, aku akan lebih memilih untuk mengambil senjata ini sebagai hadiahku." Kata sang mantan siswa.
"ditolak! Senjata ini masih dalam tahap percobaan dan masih banyak yang harus diperbaiki."
"lalu di mana Anda akan melanjutkan penelitian senjata ini?"
"di perbatasan timur laut karena tempat itu masih sepi oleh penduduk dan juga aku berpikir tempat itu juga tempat teraman untuk melanjutkan penelitiannya di sana."
"kalau begitu! Aku ingin ikut denganmu, pangeran!!"
"boleh saja, tapi di sana kau akan menjadi bawahanku dan juga kau harus membantu tuan Brad dalam membuat senjata tersebut, bagaimana?"
"baiklah! Mulai sekarang aku Dallas Mallock. Akan menjadi bawahan pangeran ketiga, Alex Van Lester."
__ADS_1
"oke aku akan menerimamu sebagai bawahanku." Dengan ini, Jani secara resmi telah mendapatkan penembak jitu pertama di benua Arca.
...
Sementara Jani berurusan dengan eksekusi, di istana raja Roman memulai rapat dengan para bangsawan untuk membahas revolusi negara di ruangan singgasana.
Ada lebih dari 20 keluarga bangsawan dan juga beberapa keluarga pedagang kaya yang datang ke istana untuk memenuhi panggilan raja. Walaupun keluarga pedagang kaya tidak tertarik dengan rapat ini, tapi mereka datang ke sini juga untuk memastikan anggota keluarga mereka yang tertangkap di pelelangan budak.
Raja roman duduk di singgasananya lalu berkata kepada para bangsawan yang berlutut di depannya " hari ini adalah hari di mana aku akan mengubah struktur pemerintahan secara menyeluruh dan alasan aku memanggil kalian ke sini adalah untuk memberitahu kalian struktur pemerintahan yang baru."
Raja roman mulai menjelaskan struktur pemerintahan yang diusulkan oleh Jani. Struktur baru tersebut adalah membentuk berbagai divisi yang mengatur masalah pemerintahan.
Untuk sementara divisi yang akan di bangun pertama kali adalah: divisi pengawas hukum, divisi keuangan, divisi pembangunan, divisi antar kota, divisi militer, divisi persatuan tentara bayaran.
masing-masing memiliki tugas:
divisi pengawasan hukum akan mengurusi masalah hukum dan mereka juga akan membangun pasukan keamanan yang secara khusus menindak para pelanggar hukum baru ini.
Divisi keuangan akan benar-benar mengawasi pemasukan pajak kerajaan dan juga akan mengatur pengeluaran divisi lainnya.
Divisi pembangunan mungkin akan sangat sibuk karena mereka bertugas meneruskan proyek pembangunan yang telah lama tertunda akibat pennyalah Gunaan dana proyek oleh berbagai keluarga bangsawan korup.
Divisi antar kota akan menjadi jembatan antara raja dan berbagai penguasa kota yang masuk dalam wilayah kerajaan Westeria.
Divisi militer mereka yang bertanggung jawab masalah keamanan kerajaan dari berbagai kerajaan tetangga di daerah perbatasan.
Dan untuk divisi persatuan tentara bayaran mereka akan mengurus para tentara bayaran seperti: mengatur pangkat mereka, mengumpulkan misi mereka di satu gedung agar semua misi bisa di awasi oleh pihak kerajaan, dan pembuatan kontrak antara pemberi misi.
Ke enam divisi ini akan bertugas untuk membangun struktur pemerintahan yang baru dan melupakan struktur pemerintahan lama yang hanya berpusat di istana kerajaan.
Setelah memberikan penjelasan tersebut, para bangsawan lama yang sudah terbiasa dengan struktur yang lama merasa tidak senang dan mencoba mengajukan keberatan, tapi raja terlebih dulu berkata " struktur baru ini dibuat bukan untuk kalian para bangsawan tua seperti kalian.
melainkan untuk mereka yang akan menjadi masa depan kerajaan dan kalian para bangsawan tua hanya perlu mengikuti hukum yang ada tanpa perlu ikut campur dalam masalah ini, mengerti?"
"tapi! Yang mulia! Bukankah ini sama saja tidak menghormati leluhur kita yang telah susah payah membangun kerajaan ini?" jawab salah satu bangsawan tua berpangkat Duke yang sudah menjabat sejak pemerintahan raja sebelumnya.
"masalah penghormatan terhadap leluhur dan masalah kerajaan adalah hal yang berbeda. Untuk membuat kerajaan ini lebih berkembang, aku memutuskan untuk melihat masa depan dan menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran saja. Dan juga ini hanya peringatan saja, aku sudah tahu siapa saja yang sering mengambil uang kerajaan untuk dirinya sendiri dengan alasan proyek pembangunan. Apa aku harus melanjutkan masalah ini ke Istana keadilan!?" raja Roman memberikan sedikit ancaman kepada mereka sehingga semua bangsawan tua itu diam tak berkutik.
Setelah mereka diam raja Roman melanjutkan "kali ini aku akan melupakannya, jadi jangan sampai kalian menjadi Dom yang kedua!. Dan ingat! sebaiknya kalian bersiap karena untuk saat ini yang akan mengisi jabatan di enam divisi di pilih dari para penerus kalian."
Sekali lagi semua orang di ruang singgasana di kejutkan oleh perkataan raja mereka, tapi kejutan ini berbeda dari sebelumnya karena ini membuat mereka merasa senang.
"tentu saja akan di lakukan beberapa tes kecil untuk mencari yang terbaik di antara kalian. Jadi, jika kalian berpikir bahwa seorang anak manja bisa menjadi kepala divisi, maka berpikirlah dua kali!. Bernard, tolong perintahkan para pelayan untuk membagikan kertas berisi syarat ketentuan untuk mengikuti tes divisi ini." Kata Ratu Iris yang mengganggu suasana bahagia para bangsawan lalu memerintahkan Bernard berserta para pelayan yang lainnya.
Semua orang di bagikan kertas tersebut. Itu juga termaksud para pedagang kaya yang juga hadir di ruangan singgasana. Para pedagang bingung karena mereka juga di bagikan kertas tersebut.
Melihat para pedagang yang bingung ratu Alice berkata "tentu saja, anak kalian bisa mengikuti tes ini jika memenuhi syarat yang ada di kertas itu."
Ratu Alice juga menambahkan "aku lupa memberitahu kalian, bahwa mereka yang kemarin ditangkap, hari ini akan di bebaskan setelah menjalankan hukuman yang di berikan oleh pangeran Alex."
Setelah menyampaikan semuanya, raja bertanya kepada semua orang "apa ada yang masih keberatan dengan keputusan yang kami buat?"
Awalnya hanya para bangsawan yang berlutut kepada raja, tapi setelah tes ini di bagikan ke semua orang termasuk para ksatria, semua orang berlutut untuk menghormati keluarga kerajaan dan berkata secara bersamaan "KAMI TIDAK KEBERATAN YANG MULIA!!"
__ADS_1
"bagus, kalian boleh kembali dan memberitahukan kabar ini kepada keluarga kalian." Kata raja roman yang mengakhiri pertemuan kali ini dengan sukses besar.