
Sementara Jani sedang bersiap untuk melakukan negosiasi, di luar benteng ratusan Kera Batu masih terus waspada terhadap kelompok Ratu Agatha yang masih menunggu hasil dari negosiasi tersebut.
Saat itu, Ratu Agatha mendapat sebuah pesan di Kristal komunikasi yang sebelumnya di berikan oleh Jani. Ratu Agatha melihatnya dan setelahnya dia memerintahkan semua pendamping Jani untuk mundur dan mengadakan Rapat dadakan, tetapi ada satu orang yang dengan teguh untuk tetap tinggal di sini sampai Jani berhasil kembali dan orang itu tidak lain adalah Lisa.
Ratu Agatha mencoba membujuk Lisa, tetapi itu tidak berhasil dan pada akhirnya dia memerintahkan beberapa K.O.M untuk menjaganya saat dia mengadakan rapat di dalam perkemahan.
...
Di dalam rapat
Para bangsawan dan beberapa komandan pasukan telah hadir dan bertanya-tanya alasan rapat di adakan secara mendadak. Beberapa saat kemudian, Ratu Agatha masuk dengan menyeret satu orang yang kepalanya di tutupi kain dan setelah menyerahkan orang yang di bawanya kepada para penjaga, Ratu Agatha duduk dan memulai rapat dengan wajah yang suram.
"aku akan memberikan dua kabar buruk! Pertama; ada yang berusaha membelot ke pihak kekaisaran Rohden dengan mengirimkan sebuah surat peringatan tentang serangan kita kali ini dan yang kedua adalah kita salah informasi tentang kekuatan kelompok kera tersebut!"
Semua orang terkejut dengan dua berita buruk ini dan para komandan pasukan yang terkenal akan loyalitasnya bertanya dengan amarah "yang mulia! Tolong beritahu kami siapa penghianat busuk itu!?"
"iya! Beritahu kami, Yang mulia! Apa mereka tidak menyadari tentang pembantaian di desa-desa perbatasan timur yang tidak menyisakan seorang pun!?"
"apa ini ulah para pecundang pemberontak itu! Hah!? Apa mereka tidak malu? berteriak tentang 'kesetaraan', tapi masih melakukan perbudakan secara terbuka!" kata seorang komandan K.O.M yang sudah memahami motif para pemberontak tersebut.
Perkataan para komandan itu tentu saja di dengar oleh sebagian bangsawan yang menjadi anggota pemberontak dan saat ini, mereka hanya bisa terdiam seolah apa yang di katakan komandan pasukan itu benar adanya. Ratu Agatha yang melihat para komandan K.O.M mulai menjadi berisik berkata sambil mengeluarkan auranya "bisakah kalian semua diam?"
Semua komandan pasukan seketika terdiam dan Ratu Agatha pun melanjutkan "masalah pengkhianatan ini kita kesamping kan dulu dan sekarang ada kabar yang lebih buruk datang dari Putra Mahkota yang saat ini sedang bernegosiasi. Beberapa saat yang lalu, Putra Mahkota mengirimkan sebuah pesan darurat yang berbunyi seperti ini: PERINGATAN!! Kita salah informasi! Pemimpin kelompok Kera Batu adalah Monster tingkat SSS yaitu Raja Kera Magma dan bukan tingkat A yang kita duga selama ini. Aku juga memperkirakan bahwa pasukan kera mereka melebihi angka 1000 dan mungkin saja jumlah mereka melebihi 2000 kera batu siap bertempur."
Reaksi dari semua orang pasti itu adalah terkejut dan saat mereka ingin berkomentar, sekali lagi Ratu Agatha berkata "tidak perlu memberikan komentar yang tidak berguna! Sekarang aku minta semua serius dalam menyusun rencana penanggulangan untuk menghadapi kemungkinan terburuk nantinya. Lalu untuk mereka yang masih ingin melakukan hal bodoh, Ingat! Aku terus mengawasi dan jika kalian tertangkap basah, maka akan aku eksekusi di tempat saat itu juga!"
....
Kembali ke sisi Jani
Di saat Ratu Agatha menyusun rencana, Jani kini sedang berhadapan dengan salah satu monster yang paling di takuti dalam sejarah benua Arca yaitu, Raja Kera Magma. Di katakan dalam sebuah buku, Raja Kera Magma terdahulu telah terbunuh oleh Harimau Lava, Ignis. Dalam memperebutkan wilayah mereka masing-masing dan mendapatkan gelar Penguasa monster di darat.
Meskipun di katakan telah di bunuh, tapi ada saksi mata yang mengatakan bahwa dia melihat seekor kera memasuki sebuah goa dan tidak lama kemudian Goa itu runtuh dan kini lokasi Goa yang runtuh itu telah hilang dan terlupakan.
Jani sempat berpikir bahwa Monster yang ada di tambang kristal sihir adalah Monster yang ada di hadapannya ini, tapi dia masih ragu karena benda yang sedang di duduki oleh Monster itu juga mengandung energi Mana yang sangat besar.
Untuk memastikan dugaan Jani, dia bertanya "Hei! Apa kau kenal dengan Harimau Lava, Ignis?"
__ADS_1
Sang Raja Kera awalnya terlihat sangat santai, tetapi ketika nama Ignis di sebutkan. Wajahnya seketika berubah menjadi suram lalu bertanya "dari mana kau mendengar nama kucing sialan itu!?"
"dari banyak buku. Dia terkenal akan dominasinya di seluruh daratan Arca dan menjadi yang terkuat bagi Monster di daratan." Jawab Jani dengan tenang.
"yang terkuat di daratan? Ha! Bagaimana bisa kalian para manusia menyebut kucing pemalas itu sebagai yang terkuat!?"
"itu yang tertulis di dalam banyak buku dan legenda yang paling terkenal adalah pertarungannya dengan naga petir, Tempest yang menyebabkan malapetaka di seluruh benua Arca...." perkataan Jani tiba-tiba di potong oleh Raja Kera itu yang mengatakan "namun pada akhirnya mereka berdua di kutuk menjadi sebuah senjata, kan?"
Jani sedikit terkejut dengan tebakan Raja Kera yang tepat sasaran lalu dia melanjutkan "sepertinya kau memiliki hubungan dengan mereka berdua?"
"anggap saja seperti itu, Manusia. Meskipun kini sudah tidak ada yang mengenaliku lagi, tapi biar aku perkenalkan diriku ini sekali lagi kepada kau, Manusia. Aku memanglah bukan yang terkuat, tapi aku adalah Monster yang paling dekat dengan Dewa kami, Skaratu. Akulah Sang Great sage Mountain Volcano, Goku!"
Saat perkenalan dirinya selesai para Kera batu dan juga Gorila batu mulai bersorak gembira seolah kagum akan sosok sang Raja Kera Magma ini. Jani masih berusaha tetap tenang lalu kemudian dia bertanya "Jadi Raja Kera Goku! Bisakah aku bertanya, kenapa kau menutup jalan utama kota kami?"
"jalan utama? Oh! Maksudmu tentang hal itu ya!? Aku memang memerintahkan mereka untuk melakukannya dan jika kau bertanya tentang alasannya, bukankah itu sudah jelas untuk melindungi batu besar yang aku duduki ini?"
Jani juga penasaran dengan batu tersebut lalu kemudian dia bertanya kembali "memangnya benda apa itu?"
"aku juga tidak tahu. tapi saat benda ini jatuh dari langit, aku terbangun dari tidur pemulihanku dan karena penasaran aku mendekati batu ini, tapi ketika aku dekati, aku merasakan energi Mana yang sangat besar dari batu ini dan pada akhirnya aku melindungi benda ini sembari perlahan para Kera ini berkumpul dan menjadikanku pemimpin mereka."
Mendengar saran Jani, Raja Kera terkejut karena dia bisa pergi tanpa perlu melakukan perlawanan apa pun. Untuk memastikan, dia bertanya kepada Jani "apa kau yakin membiarkan aku pergi dengan batu ini begitu saja?"
"aku yakin, tapi ini hanya jaminan sementara dariku. Setelah kau kembali ke pegunungan tidak menutup kemungkinan ada manusia lain yang datang merebut batu tersebut dan ini juga tidak termasuk dengan Ras berakal lainnya yang bisa merasakan kekuatan besar dari batu itu."
Setelah itu, Raja kera merenungkan perkataan Jani dan tidak butuh waktu lama dia akhirnya menjawab "kalau begitu aku akan menolak tawaranmu! Dahulu aku telah melarikan diri dan jika P aku melarikan diri sekali lagi, maka aku tidak pantas bertemu dengan dewa-Ku, yang mulia Skaratu!"
Saat Raja kera selesai menjawab, dia turun dari atas batu dan bersiap berhadapan dengan Jani "aku sudah menyadari bahwa pasukanmu telah bersiap melawan pasukan Kera Batu-Ku! Jadi aku berpikir kau pasti bukan orang sembarang sehingga mereka memilih menunggumu dari pada langsung menyerang, benarkan?"
"inilah yang aku takutkan darimu, Raja Kera Goku! Kau memiliki insting yang kuat sehingga bisa menebak identitasku. Itu memang benar identitasku cukup tinggi dan biar aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu, Namaku adalah Alex Van Lester. Putra Mahkota kerajaan di wilayah ini." Di saat bersamaan Jani memperkenalkan dirinya, dia mengeluarkan Kristal Rune secara sembunyi-sembunyi lalu meremasnya hingga hancur sehingga sihir yang terkandung di dalamnya akan aktif.
Raja Kera tertawa lalu menjawab "Haha!!... sepertinya aku cukup beruntung telah menangkap seorang Putra Mahkota! Jadi, bisakah kau menyerahkan dirimu baik-baik, Wahai Putra Mahkota?"
"kau tentu sudah tahu jawabanku, kan?" jawab Jani sambil mengeluarkan senjatanya dan untuk pertama kalinya Jani akan menggunakan Tempest dan Ignis.
"tentu! aku juga sudah bersemangat dari tadi!" setelahnya Raja Kera Magma mulai menampakkan wujud aslinya yang tadinya terlihat seperti seekor kera Batu tua, kini badannya tumbuh lebih dari tiga meter dengan urat merah menyala mulai terlihat di sekujur tubuhnya.
Setelah tubuh aslinya terbentuk, Raja Kera segera membuka mulutnya dan dari sana keluar magma panas yang menyembur ke arah Jani tanda mulainya pertarungan antara keduanya.
__ADS_1
...
Di Luar Goa
Ada dua alasan penting kenapa Lisa keras kepala tidak kembali ke perkemahan bersama dengan Ratu Agatha. Pertama, tentu karena dia khawatir dengan Jani dan yang kedua adalah sebuah permintaan rahasia Jani sebelum negosiasi di mulai.
Lisa yang menatap ke arah tumpukan batu lalu berdoa 'semoga saja negosiasi ini berjalan dengan baik.' Sayangnya tepat setelah dia berdoa, ratusan Kera batu melompat keluar dari tumpukan batu tersebut dan dengan Wajah Agresif mulai menyerang ke arah Kelompok Lisa dan ksatria pengawalnya.
Tidak lama kemudian, sebuah cahaya terang meledak di atas tumpukan batu dan itu membuat para Kera Batu buta untuk sesaat, tapi bukan itu tujuan yang sebenarnya.
Lisa yang melihat Cahaya itu segera memberikan perintah kepada pengawalnya "siapa dia antara kalian yang sebelumnya di berikan perintah, segera lakukan! Dan untuk sisanya segera mundur dan bergabung dengan pasukan yang lainnya."
"Sesuai Perintah anda, Nona Catalyn!"
Meskipun di antara mereka ada yang tidak mengerti, tetapi sebagai K.O.M yang terlatih mereka tetap menjalankan perintah apa pun risikonya. Setelah sebagian dari mereka mundur, Ksatria yang tersisa menggunakan sihir Unsur ruang dan berpindah bersama Lisa ke unjung tebing dengan tanda nomor satu di sana.
Salah satu ksatria yang bertugas menjaganya bertanya "Nona Catalyn, apa yang kita lakukan di sini?"
Lisa yang bersiap dengan senapan khususnya, menjawab sambil terus bekerja "aku tidak punya waktu untuk menjelaskan! Tugas kalian yang terpenting adalah melindungi aku dari para Kera yang datang kemari. Apa kalian paham!?"
"kami mengerti, Nona Catalyn!"
Setelah menerima jawaban dari pengawalnya, Lisa segera mulai membidik sambil berkata "baiklah, kita lihat berapa banyak yang aku bunuh di tempat pertama ini?"
....
Di sisi Ratu Agatha
Semua pasukan telah berada dalam formasi siap bertempur dan ketika Ratu Agatha melihat cahaya tersebut. Dia berkata kepada Pasukannya "ini sinyalnya! Sebuah tanda yang berarti negosiasi telah gagal! Semua penyihir lancarkan serangan pertama!"
Beberapa penyihir yang berada di posisi belakang mulai merapal sihir secara bersamaan dan di akhir kata mereka berteriak " " "Falling Of The Sun!!" " "
Seketika muncul bola api raksasa di atas para kera Batu yang menyerbu dan kemudian bola api jatuh ke arah mereka dan mengakibatkan ledakan yang besar. Setelah ledakan, tentu para Kera Batu mulai kembali menyerbu dan melihat hal itu Ratu Agatha berkata "baiklah semua Prajurit, MULAI MENYERANG!!"
*WAHHH!!*
Itulah awal di mulainya pertempuran pertama antara monster jenis Kera dengan Ras manusia.
__ADS_1