KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Hari Minggu yang sibuk


__ADS_3

Hari Minggu adalah hari di mana kebanyakan orang menikmati satu hari untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga dengan tenang.


tetapi itu tidak terjadi Minggu ini karena seluruh pengusaha di Jakarta terkejut dengan berita bahwa seluruh karyawan Thunder Industri telah menerima gaji mereka bahkan dengan bonus sebesar 10% dari gaji mereka.


Mereka semua bingung dengan kejadian mendadak ini. Karena dua hari yang lalu, perusahaan tersebut telah mengatakan mereka di ambang kebangkrutan dan hari ini mereka menyatakan telah membayar semua gaji pegawai yang tertunda dan menambahkan bonus sebagai tanda permintaan maaf. Dan lagi mereka telah membeli kembali seluruh saham neraka dari pasar saham dan menyatakan bahwa mereka tidak akan menjual saham mereka lagi.


Ini membuat semua orang bingung dan bertanya-tanya.


‘apa yang sebenarnya terjadi?’


'dari mana mereka mendapatkan uang sebanyak itu?’


‘dan siapa pelaku dibalik semua ini?’


Sementara mereka semua dalam kebingungan, pelaku utama kejadian tersebut sedang menggambar berbagai desain mesin kuna yang mengubah zaman pada masanya.


Berbagai mesin yang telah digambar Jani adalah mesin uap, senapan api pertama, meriam, mesin tenun dan beberapa yang lainnya. Dia juga membaca beberapa buku tentang pemerintahan abad pertengahan dan menulis ulang buku tentang ilmu fisika. Setelah menggambar semua desain mencetak beberapa buku, dia menyimpannya di dalam fitur penyimpanan sistem, Ini semua persiapan untuk kembali ke benua ARCA.


Setelah selesai dengan persiapannya, Jani menelepon sahabatnya Jali dan Jaka berniat untuk memanggilnya kemari.


Sementara itu, Jali yang sedang bermain PUBG dengan Jaka terganggu dengan panggilan masuk dan setelah melihat siapa yang menelepon dia langsung mengangkatnya.


Jani berkata lewat telepon “halo Jal, lagi di mana lu?”


“di rumah ama Jaka lagi MABAR PUBG, emang mengapa?”


“ke rumah gua sini, ada bisnis gede sekalian ajak Jaka juga.’”


“oke, gua ke sana.” Setelah menutup telepon, Jali dan Jaka segera pergi ke rumah mewah Jani di perumahan 'GOLDEN RESIDEN' dan berhenti di rumah nomor 1 yang dikatakan terbesar di perumahan tersebut.


Setelah Jali dan Jaka datang, Jani menyuruh mbok Surti untuk membuatkan 3 capucino saset untuk menemani mereka mengobrol. Setelah mereka duduk di ruang tamu Jaka mulai bertanya.


“bisnis apa nih sampai gua di ajak? Kalo bukan soal teknologi atau senjata militer, gua enggak tertarik untuk ikutan ya.”


Jani langsung menimpali “justru ini pasti lu mau ikut banget dah.!!” Sambil mengeluarkan cetak biru dari CAPSUL VR dan melanjutkan “ elu lihat nih.”


Mereka berdua melihat cetak biru tersebut dan terkejut dengan isinya. Terutama Jaka yang menatap cetak biru itu dengan serius dan dia pun tersenyum pada Jani sambil bertanya “Cuma ini doang?”


“baiklah, gua emang susah buat bohongi lu, Jak.”


Jani akhirnya mengeluarkan cetak biru dari MENARA VR dan menyerahkannya kepada Jaka.


Melihat Jaka fokus dengan cetak biru tersebut, Jali bertanya kepada Jani “Jan, terus peran gua apa dalam bisnis ini? Lu kan tahu, kalau bisnis keluarga gua itu spesialis penyeludupan barang.”

__ADS_1


“iya gua tahu, tetapi di permukaan keluarga lu kan bisnis industri baja.”


“oh...gua mengerti sekarang. jadi maksud lu, lu mau pesan kerangka baja lewat gua?


“nah itu yang gua maksud, jadi lu mau ikutan gak?”


“kalo gua mah ikut, tetapi yang jadi pertanyaannya sekarang, apa teknologi ini bisa terwujud atau tidak?” saat Jali selesai mengatakan itu, Jaka yang dari tadi diam tiba-tiba menyela “itu akan terwujud.”


Jali terkejut dengan perkataan tiba-tiba Jaka, lalu melihat ke arahnya dan berkata “lu serius, Jak?”


“Jika ada biaya dan peralatan yang cukup, maka aku bisa membuatnya.”


“Jak, soal biaya lu gak usah khawatir biar gua yang tangguh dan soal peralatan lu tulis aja apa yang lu butuhin.”


“baiklah, akan segera kutulis.” Jaka selesai menulis daftar tersebut dan menyerahkannya ke Jani. Jani melirik sebentar daftar tersebut lalu memberikannya ke Jali sambil berkata “Jal, coba lu cari pasar gelap barang yang ada di daftar ini terus lu tulis bon-Nya ke gua. Kayak biasanya aja, oke?”


“oke gua duluan ya, mau langsung cek barangnya ke kantor Kalau ada langsung gua kirim kemari.”


Jali langsung pamit kepada kedua temannya pergi ke kantor perusahaan keluarganya setelah berpikir bahwa proyek ini akan mengejutkan dunia.


Setelah Jali, pergi Jaka bertanya kepada Jani “terus di mana kita membuat C-VR dan T-VR?”


“C-VR, T-VR apaan itu?” tanya Jani yang asing dengan penyebutan itu.


“oh iya benar disingkat saja biar lebih gampang di sebut. Dan soal tempat buat bikin C-VR, T-VR sudah gua siapkan di gudang samping perumahan ini.”


Setelah 30 menit mereka membahas proyek, Jali mengabari bahwa semua barang yang mereka pesan sedang ada di gudang dan bisa dikirim sekarang juga. Jani memberitahu bahwa semua barang tersebut tidak perlu di kemas karena akan langsung digunakan dan dia juga meminta Jali untuk di kirim ke gudang samping perumahan ini.


Ke esokkan harinya di rumah jani.


Jaka memutuskan untuk pindah ke gudang tempat penelitian C-VR dilakukan. Sebenarnya Jani sudah menyuruhnya untuk pindah ke rumahnya tetapi Jaka menolak dengan alasan mempercepat selesainya proyek ini dan sebagai gantinya dia meminta 25 orang yang terdiri dari 10 ahli mesin, 10 programmer andal dan 5 pembantu untuk membersihkan dan menyiapkan makanan.


Jani tidak keberatan dengan permintaan Jaka, dia telah menelepon Ayu untuk masalah ini dan mengetahui bahwa tugas yang di berikan sebelumnya untuk membeli seluruh saham perusahaan mereka kembali sudah selesai. Jani sudah menduga akan keberhasilannya dan bergumam 'seperti yang diharapkan dari wanita yang kusukai' sambil tersenyum sendiri.


Melihat kakaknya yang tersenyum sendiri seperti orang gila, Putri memukul meja kopi untuk mengagetkan Jani.


*PAKKK...*


Jani terkejut dengan suara tersebut dan menatap pelakunya yang tidak lain adiknya sendiri, Putri tertawa sebentar dan meledek Jani “haha...kakak pasti lagi mikirin kak Ayu yaa? Terus kak Devi mau di gantungi begitu saja?”


“iya kakak emang lagi mikirin Ayu, dia kan calon kakak ipar kamu dan kalo Devi kita Cuma teman doang. dan kakak kagak punya perasaan apa pun buat dia.”


“kalo kakak kagak punya perasaan apa pun buat kak Devi, mengapa tidak ngomong langsung sama dia?”

__ADS_1


“sudahlah kakak mau berangkat sekolah.” Jani berdiri dan bersiap untuk pergi ke sekolah.


Melihat kakaknya yang ingin berangkat segera ke sekolah, Putri bertanya tentang rencana pindahan rumah mereka “kak kapan kita pindah ke rumah besar kakak ?”


“iya kalau soal itu, tunggu mama setuju dulu baru bisa pindah rumah.”


“mama sudah setuju, tetapi mama mau tetap jualan nasi uduk kalau enggak dia kagak mau pindah.”


“OH...kalau begitu entar kakak ngomong ama mama.” Jani menghampiri ibunya di dapur dan berkata “ma, kata putri mama sudah setuju buat pindah rumah?”


Ibunya yang bernama Kartika Ningsih mendengar pertanyaan anaknya menjawab “iya mama setuju untuk pindah tetapi mama harus tetap berjualan, soalnya mama enggak mau kalau kagak ngelakuin apa-apa di rumah besar nanti ”


“iya aku sudah siapkan tempat mamah buat jualan nanti dan mama entar pergi ke panti asuhan terdekat buat cari anak yatim piatu untuk bantu in mamah jualan.”


“emang itu kagak ngerepotin kamu?”


“kalau buat mamah kagak repot sama sekali”


“ya sudah deh mamah setuju.”


“oke entar mamah rapikan baju dan barang yang penting aja. Di sana sudah ada semua kok.”


“iya entar mamah rapihin. Sudah kamu berangkat sana entar terlambat lagi.”


“oh iya untung mamah ingatin, berangkat ya ma.” Jani pamit dengan ibunya dan memanggil adiknya untuk berangkat ke sekolah bersama.


Di sekolah tidak ada yang kejadian spesial hanya Jani pergi memberitahu guru BK bahwa Jaka meminta izin sekolah.


Setelah sekolah Jani bersiap untuk pergi ke perusahaan barunya dan tidak lupa dia mengenakan topeng emasnya. Sebenarnya topengnya ini terbuat dari emas asli dan dirancang oleh Jaka secara khusus agar nyaman dipakai selama seharian penuh.


Setelah sampai di depan perusahaan, Jani dikejutkan dengan banyaknya wartawan dan menyuruh pak Karyo keluar untuk membukakan pintu mobil untuknya. Mengetahui bahwa bos baru mereka sudah datang, petugas keamanan datang mendekati mobil dan bersiap untuk mengawal bos mereka.


Jani keluar dari mobil dan mengabaikan pertanyaan para wartawan tetapi sesaat dia ingin masuk, dia tertarik dengan beberapa pertanyaan dan mengaktifkan pengubah suara yang ada di topengnya untuk menjawab pertanyaan wartawan.


Beberapa pertanyaan yang ingin dijawab Jani adalah.


‘apa nama perusahaan baru Anda?’


'apa Anda punya proyek yang sedang di kerjakan'


'mengapa Anda memakai topeng? Apa Anda malu dengan wajah jelekku?’


Jani menjawab “untuk nama perusahaan, aku menamainya ARCADIA TEKNOLOGI. soal topeng, wajahku ini punya ketampanan alami loh dan untuk proyek, aku sedang membuat benda yang akan mengejutkan dunia. itu saja untuk saat ini.”

__ADS_1


Jani memasuki gedung dan bersiap untuk rapat pertamanya sebagai bos baru perusahaan ini.


__ADS_2